4. Ada hati yang terbuka.

"Abang ganteng sekali."

"Kamu ini baru sadar Abang ganteng atau memang sedang tidak sadar? Dari tadi kamu melantur Dinda." Kata Bang Sanca mulai kewalahan.

"Buka bajunya..!!!" rengek Hemas.

Akhirnya Bang Sanca pasrah membiarkan Hemas melakukan apapun. Termasuk saat Hemas 'mengulitinya' dan mengacak-acak dirinya di sana sini. Hatinya bergejolak, ia bersalah dan sudah mengkhianati Bang Bara namun saat ini posisinya adalah seorang suami, suami yang sah dari Hemas.

Matanya terpejam sesaat dikala Hemas mendorongnya ke atas tempat tidur dan mengambil posisi duduk di bawah perutnya. "Dinda, sadarkah kamu akibat dari kelakuanmu ini? Pertahanan diri Abang tidak selalu kuat. Abang tidak tau apa yang terjadi sama kamu, tapi Abang takut kamu akan marah kalau Abang lepas kendali."

Tak ada jawaban dari Dinda, ia langsung saja melepas pakaiannya di depan mata Bang Sanca. "Astagfirullah hal adzim.. Lailaha Illallah.." Bang Sanca masih terpaku tapi saat godaan semakin datang menyerang. "Bismillah.. halal..!!" Bang Sanca membalikan posisi tubuh Hemas, siapa sangka Hemas semakin nakal dan hal ini justru membuatnya kalap. Ia menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuh mereka berdua.

:

Tekanan terakhir yang begitu kuat hingga Bang Sanca membuang seluruh cairannya ke dalam tubuh Hemas. "Alhamdulillah.. semoga jadi anak yang sholeh dan sholehah." Gumamnya di samping telinga Hemas. Ia masih mengatur laju nafasnya. Dilihatnya Hemas masih terus memercing kesakitan, perlahan Bang Sanca menarik diri.

"Aaahh.. Maaass..!!" namun tanpa di duga Hemas tak mau melepaskan dekapan itu. Perlahan Bang Sanca turun kembali, melihat sang istri tidak menolak, Bang Sanca melanjutkan tugasnya lagi. Apalagi sapaan 'Mas' yang tidak biasa dan terdengar manja membuatnya seakan lupa diri.

***

Bang Sanca terus mengusap air mata Hemas. "Abang minta maaf ya..!!"

Hemas mengangguk pelan. "Hemas tau, sadar tapi tidak bisa mengendalikan diri." Ucapnya jujur.

"Apa Dinda marah Abang melakukannya?" Tanya Bang Sanca.

Hemas menggeleng tapi ia menghindari tatapan mata Bang Wilang. Tak ada jawaban dari sang istri, Bang Sanca pun menghindar tapi Hemas langsung memeluk Bang Sanca. "Dinda tidak marah Kangmas, Dinda hanya syok saja. Baru kali ini ada laki-laki yang melihat tubuh Dinda sampai.........."

Bang Sanca merasa tidak tega, ia mengusap punggung Hemas.

"Dinda menyadari, Dinda sudah jadi istri Abang dan Dinda ikhlas Bang."

"Abang akan membuang semua masa lalu jadi tolong jangan mengingat masa lalumu juga. Kita mulai dari awal rumah tangga kita..!!" Pinta Bang Sanca.

"Iya Bang."

Bang Sanca menyambar handuk di sampingnya lalu melilitkan di pinggang. "Dinda mandi dulu. Nanti Abang nyusul..!! Abang mau urus sprei ini. Nggak enak kalau banyak anggota yang lihat..!!" Bang Sanca mengangkat tubuh Hemas lalu membaringkan di bathup lalu mengisinya dengan air hangat. "Tunggu Abang sebentar ya..!!"

Secepatnya Bang Sanca membuat kopi lalu menumpahkan di atas sprei lalu melipatnya.

...

Pesawat sudah mendarat. Bang Sanca mengobrol dengan beberapa orang anggotanya.

"Jadi kamu kemarin itu pulang ke Jawa untuk nikah?? Kenapa nggak bilang pot?" Tanya Priyo.

"Pasukan itu sunyi senyap." Jawab Bang Sanca.

"Hai cantik.. kenalin, saya Bang Priyo." Priyo mengulurkan tangannya pada Hemas tapi secepat itu juga Bang Sanca menepaknya.

"Nggak penting."

"Hai Bang. Saya Hemas."

"Duuhh alaahh.. suarane lembut tenan." Bang Priyo yang gemas membuat kesal hati Bang Sanca.

Hemas berjinjit dan berbisik di telinga Bang Sanca.

"Ayo Abang antar..!!" Bang Sanca mengantar Hemas menuju ke toilet.

"Eghmmm.. aura manten anyar."

~

"Masih sakit?" Tanya Bang Sanca.

Hemas menunduk dan mengangguk saja.

Bang Sanca mengacak rambut Hemas. "Maaf, sabar ya Dinda."

...

Hemas melihat ke sekeliling rumah, mungkin karena dirinya banyak tinggal di lingkungan yang luas dan paviliun yang besar maka rumah dinas itu terlihat sangat kecil.

"Dek..!!"

Hemas menoleh dan melihat Mbak Nawang.

"Mbaakk..!!" Hemas memeluk Mbak Nawang berurai air mata.

"Nggak nyangka ya akhirnya Om Sanca yang jadi adik ipar saya."

Bang Sanca tersenyum saja melihat senyumnya.

"Maaf kemarin mbak nggak datang, di Jakarta padat kegiatan. Ini baru saja sampai, koper juga belum masuk rumah. Nanti malam Mas Abi juga baru sampai disini." Kata Mbak Nawang.

"Siap Mbak, saya paham." Jawab Bang Sanca.

"Kamu kenapa nangis? Rumahnya kecil ya?" Mbak Nawang menghapus air mata Hemas. "Nanti kamu akan terbiasa, inilah kita istri prajurit.. harus terbiasa dengan segala kesederhanaan yang ada, tidak bermewah-mewah meskipun mampu. Tunjukan pada anggotamu untuk selalu menunduk ke bawah." Nasihat mbak Nawang.

"Iya Mbak."

"Ngomong-ngomong, badanmu demam. Kamu sakit dek?" Tanya Mbak Nawang.

"Hmm.. Mbak punya anti nyeri?" Bang Sanca memotong ucapan Mbak Nawang.

Untuk sejenak Mbak Nawang terdiam. "Oohh iya, ada Om." Mbak Nawang segera mengerti.

Tak berapa lama ponsel Bang Sanca berdering, ada pesan singkat dari Bang Bara.

...

"Ibuku sudah setuju aku berhubungan dengan Hemas, bisa aku memintanya kembali? Mumpung ini masih awal, aku tidak mau kamu apa-apakan dia." Kata Bang Bara.

"Kalau aku sudah melakukannya, kamu bisa apa?"

"Kamu jangan jadi gunting dalam lipatan. Sudahlah, aku tidak mau berdebat denganmu. Lagipula aku percaya padamu.. kamu akan menjaganya seperti aku menjaganya selama ini. Jika tidak terhalang restu ibu, aku pasti sudah menikahinya.. aku sangat menyayanginya, terlepas dari siapa dirinya." Ucap Bang Bara.

"Temui dia di rumahku dan hanya saat ada aku. Ini lingkungan asrama, aku tidak ingin ada rumor apapun." Bang Sanca memberikan ketegasannya.

"Aku mengerti."

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Any Anthong

Any Anthong

😌haish mas sanca 😁😁😁

2023-03-31

2

Any Anthong

Any Anthong

kuat kan iman mu bang

2023-03-31

1

Ratu Tety Haryati

Ratu Tety Haryati

Aamiin🤲

2023-03-12

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!