13. Memendam rasa cinta dalam diam.

"Aaarrghh.." Bang Sanca terus mengerang dan merintih kesakitan selama proses penanganan kandungan Hemas. Sesaat tadi sang istri menolak, memukul, menampar sampai menggigitnya. "Nggak kuat Baaang..!!!!!" Rintihnya seakan tersambar rasa sakit dalam diri Hemas.

Bang Wilang tetap setia mendekap adik iparnya. "Sabar yo le. Nanti Abang bantu dampingi kalau kondisi Hemas nggak memungkinkan bertemu denganmu." Kata Bang Wilang sebab sang adik tadi sempat mengamuk dan meminta berpisah dari Bang Sanca. Hal itu membuat Bang Sanca semakin terpukul, adik iparnya itu sangat lemas, pucat bagai mayat hidup.

Tak berapa lama akhirnya Bang Sanca kembali dalam mode santai. Ia membuang nafas lega beriringan dengan lampu tanda darurat tindakan telah padam.

Pintu ruang tindakan terbuka. "Tindakan kuretase sudah selesai. Ini calon bayimu..!!" Dokter Hagi menyerahkan tabung ukuran sedang pada Bang Sanca.

"Innalilahi.. tolong bawa pergi Bang, aku tidak sanggup melihatnya..!!!!!!!" Pinta Bang Sanca terlihat histeris.

"Sini Gi.. biar saya yang bawa..!!" Bang Larung mengambil alih.

"Saan.. Sancaaaa...!!!" Bang Wilang panik melihat kondisi Bang Sanca yang semakin melemah.

...

Satu jam kemudian Hemas tersadar, ia memalingkan wajahnya melihat Bang Sanca. "Dinda sudah sadar? Mau makan?" Sapa Bang Sanca.

Seisi ruangan tau keadaan Bang Sanca saat itu sedang tidak dalam keadaan stabil. Dirinya menolak perawatan demi mementingkan keadaan Hemas yang saat itu pasti sedang tertekan. Maka dari itu para Abang turut menemani dengan kecemasan dalam hati masing-masing tak terkecuali Bang Bara yang prihatin melihat perjuangan Bang Sanca.

"Dindaa..!!"

Hemas menepis tangan Bang Sanca yang hendak menyentuhnya. "Pergilah, Abang sudah membunuh anakku..!!"

"Abang tidak bermaksud seperti itu Dinda."

"Seharusnya Abang bisa mempertahankan anak kita..!!" Hemas masih mengamuk menepis tangan Bang Sanca.

"Abang salah.. Abang salah sayang."

Bang Sanca mulai terhuyung, tubuhnya sudah keringat dingin.

"Duduk dulu San..!!" Pinta Bang Wilang saat melihat adik iparnya sudah merasa begitu kesakitan. Beberapa petugas kesehatan memeriksa keadaan Bang Sanca.

Petugas medis memberi tanda pada Bang Wilang bahwa kondisi kesehatan Bang Sanca semakin menurun.

"Bawa Sanca keluar dulu. Kalau keadaan sudah jauh lebih 'tenang', biar Sanca kembali kesini lagi..!!" Arahan Bang Wilang saat itu.

Flashback Bang Wilang on..

"Tolong jangan beritahu kondisiku. Biar Dinda Hemas sehat dulu baru aku akan mengatakannya." Kata Bang Sanca.

"Kamu jangan banyak pikiran San..!! Tingkat stress mu berat sekali. Pekerjaan perwira Intel yang tidak mudah, masalah pribadimu sampai sekarang Hemas masih belum bisa menerima calon bayinya akan di angkat. Tekanan darahmu yang tinggi sampai bisa berakibat ada gejala sakit jantung."

"Siap Bang." Jawab Bang Sanca masih dalam keadaan lemas.

Pandangan mata Bang Sanca mengarah menatap mata Bang Bara. "Sepertinya aku harus merepotkanmu Bar, tolong tenangkan Hemas..!!" Pinta Bang Sanca.

"Itu bukan tugasku..!!" Tolak Bang Bara.

"Aku hanya berani menitipkan istriku pada seseorang yang ku anggap pantas menjaganya. Kamu tidak akan menusukku dari belakang khan?" Jawab Bang Sanca.

"Dan kamu tau cintaku belum hilang." Tatapan mata itu tak kalah tajam. "Ayo kita tarung."

Bang Sanca memejamkan matanya. "Tunggu aku sehat, kita selesaikan balap karung yang belum selesai."

Tinju Bang Bara mengarah di dada Bang Sanca. "Kau tau tidak, sudah empat bulan kita tidak ke club malam menggoda gadis-gadis..!!"

Bang Sanca tersenyum sebelum akhirnya kesadarannya benar-benar melemah dan disana Bang Bara sungguh menangisi sahabatnya. "Sungguh aku akan belajar mengikhlaskan Hemas. Jaga dia, aku tau siapa kamu San..!!"

Kedua Abang Hemas hanya bisa menghela nafas. Hati mereka ikut pedih merasakan permasalahan sang adik bungsu.

Bang Larung menepuk bahu Bang Bara. "Sing kuat le..!!"

"Siap Bang..!!"

Sungguh tak tega Bang Wilang melihat keadaan juniornya. Tapi ia masih membiarkan Bang Sanca mengambil keputusan dalam rumah tangganya.

Flashback Bang Wilang off..

-_-_-_-_-

"Kalau ada yang mengganjal dalam hatimu, kamu harus katakan sama suamimu.. jangan di pendam. Bagaimana kalian bisa memperbaiki hubungan kalau kamu dan Sanca sama-sama keras hati? Dengarkan penjelasan suamimu..!!"

"Tapi Mbak Cena hamil Bang." Kata Hemas.

"Bukan berarti anak Sanca dek. Kemarin sudah di lakukan pemeriksaan. Abangmu sendiri yang menangani dan mengawasi. Usia kehamilan Cena sudah tiga bulan. Dalam rentang waktu itu, Sanca tidak pernah bertemu dengan Cena.. jadi sudah bisa di pastikan anak yang di kandungnya bukanlah anak Sanca." Jawab Bang Bara.

Hemas menangis terisak. Ia mengingat perjalanan kehidupan pernikahannya bersama Bang Sanca. "Abang Sanca tidak pernah mencintai Hemas Bang."

"Kata siapa? Itu hanya pemikiran bodohmu saja. Kamu pasti akan tunduk di kakinya kalau kamu tau rasa cintanya sama kamu."

"Bang Sanca mendiamkanku, tidak mempedulikan aku Bang." Imbuh Hemas masih merasakan sedih di hatinya.

"Pertama.. itu salah Abang. Untuk itu Abang minta maaf. Kedua.. Sanca cemburu, mana ada suami yang tidak cemburu melihat istrinya berduaan bersama laki-laki lain. Yang masih pacaran saja bisa cemburu, apalagi yang sudah menjalani pernikahan." Sebisanya Bang Bara membujuk Hemas meskipun masih ada sisa hati untuk sang mantan kekasih.

"Kalau memang begitu.. dimana Bang Sanca?? Kenapa Abang yang menemaniku?? Apa itu yang Abang banggakan dari sahabatmu itu?" Tanya Hemas.

Bang Bara mengepalkan kedua tangannya. Dirinya dilema mengungkapkan segala yang terjadi apalagi Bang Sanca memintanya untuk merahasiakan semua.

"Tidak bisa jawab?? Mungkin memang benar Bang Sanca sosok suami yang tidak bertanggung jawab." Ucap Hemas dengan kecewa.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

🍀 chichi illa 🍒

🍀 chichi illa 🍒

lanjut mba Nara

2023-03-15

2

Ade Safitri

Ade Safitri

🤔 kok aq kepikiran ...bang Sanca meninggal,terus Hemas nikah sama bang Bara....🙏🙏 maaf mba Nara...

2023-03-13

2

rika

rika

😥😥😥🥺🥺🥺 jujur aja bang sanca sama hemas biar hemas tak berpikiran buruk sama abang..tar jadi penyesalan yang tak bertepi bang andai suatu saat terjadi yang tidak diinginkan, hemas yang kuat ya dan semoga lekas sembuh

2023-03-13

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!