10. Orang baru.

Bang Bara menyentuh dadanya yang terasa luar biasa sakitnya. Ia mencoba menenangkan hatinya yang gelisah, sungguh rasa cinta itu masih sangat besar. Dua bulan lamanya ia menahan pedihnya 'perpisahan'.

'Tuhan, tolong berikan bahagia untuknya. Aku memang salah.. jika memang Hemas lebih bahagia dengan Sanca, aku rela melepasnya. Tidak ada yang lebih membuatku tenang dan bahagia selain melihat wanita yang kucinta bahagia.'

...

Bang Sanca pulang dari rumah sakit bersama Bang Priyo.

"Pri.. apa menurutmu jika kita memberikan jodoh untuk Bara, dia mau menerimanya?" Bang Sanca memecah keheningan di dalam mobilnya.

"Hmm.. lebih baik jangan pot."

"Kenapa?" Tanya Bang Sanca.

"Lebih baik aku dulu yang nikah..!! Aku sudah bosan jomblo. Membujang membuatku sakit kepala." Jawab Bang Priyo.

"Kau ini, aku serius."

"Bagaimana dek?" Bang Priyo menanyai Hemas.

"Ada baiknya di carikan saja Bang..!!" Ucap Hemas seakan mengerti kegundahan hati Bang Sanca. Sesaat tadi suaminya sangat murung. Mungkin saat tersadar tadi, Bang Bara juga ada di dalam kamar.

"Yaaa.. oke lah kalau begitu."

//

Senja sudah terbenam. Bang Bara merokok di warung kopi sekitar pantai. Keadaan yang tidak begitu ramai membuatnya sedikit lebih tenang dan bisa berpikir jernih. Sesekali ia mengusap hidungnya yang basah dengan tissue. Sesak di dalam dada membuat tangisnya tertahan.

'Rasane abot tenan dek. Ya Allah..!!'

Tak lama Bang Bara melihat seorang gadis sedang bertengkar hebat dengan kekasihnya dan Bang Bara mengenali pria tersebut. Untuk beberapa saat ia masih memperhatikan keduanya namun saat situasi mulai tak kondusif lagi, ia pun menghampiri.

plaaakk..

Bang Bara menerima tamparan dari seorang anggotanya.. Serda Wahyu.

"Daaann..!!" Serda Wahyu kaget bukan main melihat Letnan Umbara tertampar olehnya. Letnan satu itu menjadi tameng untuk menghalangi tubuh sang kekasih dari tamparan kerasnya.

"Sakit Yu..!!" Kata Bang Bara mengusap pipinya.

"Siap salah Dan..!!"

"Tamparan seperti ini mau kamu layangkan di pipi perempuan?? Laki-laki sejati tidak memukul Yu..!!" Tegur Bang Bara.

bruugghh..

Gadis itu menimpa punggung Bang Bara, pria itu pun berbalik dan menyangga tubuh gadis itu. Refleks Om Wahyu berusaha mengambil alih kekasihnya.

"Tolong saya Pak.. jauhkan saya dari dia..!!" Bisik gadis itu.

Bang Bara pun mengerti. "Kamu bayar dulu kopi saya tadi. Kamu lanjut menyusul di belakang mobil saya..!!"

...

"Apa lagi ini Bar, nggak.. aku nggak mau ada perempuan lain di rumah ini..!!" Tolak tegas Bang Sanca saat sahabatnya itu berniat menitipkan seorang gadis di rumahnya.

"Tolong pot..!!"

"Sebenarnya ada masalah apa? Jelaskan..!! Jangan tiba-tiba kamu datang bawa perempuan untuk di titipkan disini. Yang benar saja pot, saya baru menikah.. baru ada masalah sama kamu juga, aku butuh waktu untuk pendekatan sama istriku. Kamu mau mengulang setiap salahmu?? Bawalah dia di mess transit, lapor Danyon dulu kalau memang nggak ada kontrakan malam ini." Omel Bang Sanca panjang lebar. "Kamu Wahyu, buat salah apa kamu????" Tegur Bang Sanca.

Bang Priyo meletakan cangkir kopinya. "Ya kalau memang nggak ada tempat, di kamar saya juga boleh."

"Priyoooo..!!" Tegur Bang Bara dan Bang Sanca bersamaan.

Bang Priyo tertawa melihat garangnya tampang kedua sahabatnya kalau sedang marah.

Tak disangka saat itu Bang Abimanyu dan Bang Wilang bertandang ke rumah Bang Sanca. "Ribut apa ini, suaramu terdengar sampai tikungan San."

"Bara mau titip perempuan di rumah Bang. Aku menolaknya." Jawab Bang Sanca yang kesal tanpa ada yang di tutupi lagi.

"Apa masalah awalnya?" Tanya Bang Wilang.

"Wahyu kasar sama perempuan. Mau nampar Dena." Jawab Bang Bara.

Pandangan mata Bang Wilang mengarah pada Dena. Gadis berperawakan sewajarnya. Hanya pakaiannya saja yang seadanya tertutup cardigan rajut. "Kenapa mbak bisa berurusan dengan Serda Wahyu?"

"Saya pacaran sama Bang Wahyu. Tapi saya tidak sanggup lagi dengan permintaannya belakangan ini." Dena terisak menuturkan kisahnya.

"Katakan saja. Saya selaku Danyon di sini..!!" Kata Bang Abimanyu.

"Saya merantau disini menjauh dari keluarga saya yang hanya tinggal nenek saja di kampung. Tapi saya sudah tidak kuat menjalin hubungan dengan Bang Wahyu."

"Jika ada permasalahan segera ungkapkan. Pihak kami akan melindungi Mbak Dena." Bang Wilang berucap tegas.

Dengan terisak Dena mulai menjelaskan duduk perkaranya. "Satu tahun ini saya harus menyetor uang satu juta rupiah pada Bang Wahyu setiap bulannya agar bisa menjadi istri tentara. Tapi bulan ini saya tidak punya uang karena nenek sedang sakit, sebagai gantinya.. saya harus bertemu dengan temannya dan menemaninya hingga pagi."

"B*****t juga kau ya, laki macam apa kamu???" Bang Bara begitu emosi mendengar kelakuan Serda Wahyu.

"Bukannya kamu sudah pengajuan nikah? Dena ini atau bukan" Tanya Bang Sanca yang kemarin sudah melihat surat permohonan ijin nikah Serda Wahyu.

"Siap salah Dan. Bukan Dena." Akhirnya Bang Wahyu pasrah. Ia jujur di hadapan para Komandannya. Apalagi Letnan Sanca dan Letnan Bara menatapnya dengan tatapan penuh 'kasih'.

Dena terisak-isak mendengarnya pengakuan sang kekasih. Ia tidak menyangka satu setengah tahun ini telah menjalin hubungan yang kelam bersama seorang pria yang di anggap bisa menjadi sandaran hidupnya.

"Kurang ajar..!!!!"

plaaakkk.. plaaaakk.. plaaaakk..

Bang Bara menampari pipi Bang Wahyu berkali-kali.

"Baaang..!!" Hemas memegang tangan Bang Sanca dengan kuat. Agaknya ia sedikit takut dengan kekerasan.

Bang Sanca peka keadaan Hemas, ia menarik lengan Bang Bara. "Cukup Bar, kamu hajar dia di luar. Hemas sensitif sentilanmu..!!"

Mengerti akan keadaan Hemas, Bang Bara pun menahan diri.

"Sampai ada apa-apa sama istri saya.. saya tempeleng kamu Yu..!!" Ancam Bang Sanca.

Bang Wilang hanya bisa menggeleng. "Kamu ini pemarah sekali San.."

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

🍀 chichi illa 🍒

🍀 chichi illa 🍒

lanjuuut mba Nara

2023-03-15

1

🍀 chichi illa 🍒

🍀 chichi illa 🍒

kasih apa dlu nih 😂😂😂😂😂

2023-03-15

1

🍀 chichi illa 🍒

🍀 chichi illa 🍒

laiyo to bang kok repot 🤣🤣🤣

2023-03-15

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!