Nayra yang menerima pesan dari Louise itu tersenyum tanpa sadar, dan tidak lama setelahnya langsung membalasnya.
Nayra: Jam setegah Tujuh sampai Rumah, nanti biar Aku yang memasak makan malam,
Louise: Tentu, aku juga kebetulan pulang sekitar jam segitu.
Itu hanya beberapa pesan sederhana, namun entah kenapa membuat Nayra merasa memiliki perasaan hangat.
Ya, dirinya berharap, agar hubungan dengan Louise selalu menjadi baik seperti ini Sekarang nanti dan bahkan di masa depan, agar dirinya bisa menepati janji yang dia miliki dengan Almarhum Suaminya, Julian.
Untuk selalu bersama Louise menjadi sebuah Keluarga.
Namun ketika memikirkan soal menjadi 'Keluarga' bersama Louise, Nayra tiba-tiba merasa ada yang salah, namun tidak mau terlalu memikirkannya dan segera memilih untuk melanjutkan pekerjaannya.
Dan waktu benar-benar cepat berlalu, ketika Nayra sudah saatnya untuk pulang dari perusahaan.
Pekerjaan yang harus diurus di kantor kali ini, masih cukup banyak, jadi Nayra membawa beberapa dokumen ke rumah untuk dipelajari nanti.
Nayra jelas, tidak ingin untuk kerja lembur karena belakangan sudah begitu banyak kerja lembur, dan itu jelas Tidak Begitu baik untuk kesehatan.
Sampai di rumah, seperti yang Nayra duga, rumah saat ini masih sepi sepertinya Louise belum pulang.
Nayra melihat ke arah jam tangannya yang saat ini baru setengah tujuh.
Sepertinya belum terlambat untuk memasak sekarang.
Jadi, Nayra segera bersiap-siap mandi cepat, dan segera menuju kearah dapur.
Ketika sampai di dapur, Nayra mulai melihat ke bahan-bahan yang ada di kulkas.
ini membuat dirinya baru saja ingat jika dirinya Sudah lama tidak belanja, dan lupa untuk menyuruh pelayan berbelanja.
Hah, jika pergi ke Supermarket sekarang apakah akan terlambat?
Nayra yang binggung itu, menjadi binggung sekarang.
Apakah lebih baik memesan makanan saja?
Padahal dirinya sudah bilang akan memasak malam ini.
Jadi, Nayra memilih untuk mengirimkan pesan pada Louise.
Nayra: Emm, aku hampir lupa jika bahan-bahan yang ada di kulkas habis sepertinya aku tidak bisa memasak hari ini, atau apakah sebaiknya memesan makanan saja?
Cukup ada jeda, setelah pesan itu dikirimkan namun tidak juga mendapatkan balasan.
Nayra memilih untuk duduk dulu di salah satu kursi sambil meminum air.
Masih memikirkan hal-hal yang akan dia masak.
Dan ternyata tidak lama sampai pesan itu segera mendapatkan balasan.
Louise: Aku sedang perjalanan pulang, dan kebetulan melewati supermarket, Aku akan membeli beberapa persediaan, hal-hal Apa yang ingin kamu masak?
Nayra yang mendengar balasan itu segera menjadi cukup binggung, ya Louise menjadi begitu patuh?
Hmm, ini jelas hal yang baik.
Jadi, sekarang Nayra mulai memikirkannya, soal masakan apa yang akan dirinya buat ini sesuatu yang tidak perlu dibuat terlalu lama.
Bagaimana jika masakan kesukaan Louise?
Nayra ingat, jika Julian pernah memberitahunya soal masakan apa yang Louise suka.
Apakah itu Seafood?
Bagaimana dengan nasi goreng seafood?
Hal-hal ini tidak terlalu lama untuk dibuat.
Nayra kebetulan memiliki resep bagus untuk membuat nasi goreng seafood.
Nayra segera membalas dengan cepat, dan menuliskan beberapa seafood seperti udang dan cumi-cumi, juga beberapa bumbu dan telur.
Sambil menunggu, Louise datang, Nayra memilih untuk berada di ruang keluarga bersantai dan menonton beberapa acara televisi.
Kebetulan ada salah satu drama bagus yang sering dirinya lihat.
Mungkin karena Nayra terlalu asik menonton televisi sampai tidak menyadari jika ada seseorang yang datang.
"Ternyata, kamu menyukai juga drama romansa semacam itu?"
Suara maskulin itu, hampir saja membuat Nayra merasa kaget, dan segera berbalik dan matanya bertemu dengan tatapan Louise.
Sekarang Nayra yang kepergok menonton acara drama percintaan anak muda itu segera merasa malu.
Apalagi, ada adegan ciuman yang sedang tampil di televisi.
Louise juga menatap adegan di televisi, tiba-tiba merasa cukup canggung juga.
Nayra yang jelas merasa malu itu segera mematikan televisi.
"Ini... Ini tidak seperti yang kamu kira..."
Ya, Nayra tidak ingin disalah artikan jika dirinya sering menonton film dengan adegan-adegan panas semacam itu, itu hanya kebetulan!
Sungguh!!
Louise yang mendengar itu segera kembali menormalkan ekspresinya dan berkata,
"Aku tidak akan banyak berkomentar soal selera orang,"
"Ayolah, ini tidak seperti itu..."
Namun Nayra merasa, jika dirinya menjelaskan seperti ini hal-hal malah menjadi semakin canggung.
Lalu, Nayra memilih untuk mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Owh iya, Louise Apakah kamu sudah membeli hal-hal yang aku minta sebelumnya?"
Louise yang mendengar pertanyaan itu segera menunjukkan kantong plastik yang dibawanya.
Nayra buru-buru berdiri, lalu mencoba mengambil kantong plastik di tangan Louise.
Tanpa segaja tangan mereka bersentuhan.
Dan sekali lagi Hal itu membuat suasana antara mereka cukup canggung.
"Aku... Aku akan segera memasak ke dapur," kata Nayra tiba-tiba.
"Apa yang ingin kamu masak?"
Nayra segera berbalik dan berkata dengan cukup canggung,
"Emm, Nasi Goreng Seafood? Itu masakan kesukaanmu bukan?"
Louise tidak mengira jika wanita yang ada di depannya ini dari semua masakan yang dipilihnya adalah masakan kesukaannya.
Ya, jika memikirkannya lagi rasanya benar-benar Aneh ketika melihat ada seseorang yang khusus memasakkan sesuatu untuk dirinya.
Dulu, Almarhum Ibunya tidak pernah memasak.
Yah, tidak benar-benar ada yang memaksakan sesuatu khusus untuknya.
Jadi ini jelas hal yang cukup baru Louise.
Dan perasaan ini tidak terlihat buruk.
Nayra segera menuju ke dapur, dan Louise segera menuju ke kamarnya untuk segera mandi.
Nayra tentu saja memasak tidak cukup lama namun tetap saja bahan-bahannya, harus di bersihkan dan di potong-potong, ini cukup memakan waktu.
Ketika Louise keluar dari kamarnya dirinya melihat di mana Naira masih sibuk untuk memotong beberapa udang.
Louise, tiba-tiba memiliki beberapa dorongan untuk membantunya.
Emm, Louise kira, hal-hal ini bisa menambah kedekatan mereka?
Ya, lebih dekat lebih baik, untuk bisa mengawasi wanita itu.
"Apakah perlu Aku bantu? Aku bisa membatu mengurus udang,"
Nayra, yang tiba-tiba mendapatkan bantuan itu segera tidak keberatan Dan menerimanya.
Malam itu menjadi malam yang damai ketika dua orang itu mulai memasak bersama lalu setelahnya mereka makan malam dengan damai.
Suasana yang cukup harmonis.
Louise sendiri, tidak mengira jika dirinya malah menikmati hal-hal ini.
Rasanya cukup menyenangkan.
Namun, Louise sadar, hal-hal ini jelas tidak benar.
Dirinya tidak boleh tertipu dengan kehangatan palsu yang diberikan wanita itu.
Siapa yang tahu itu bagian dari trik wanita yang ada di depannya?
Namun pada akhirnya di beberapa hari berikutnya, Nayra menjadi lebih sering memasak untuk Louise.
Dan semua masakan Nayra, tentu saja hal-hal yang cocok dengan selera Louise.
Sikap ramah dan baik ini, membuat Louise tiba-tiba merasa kewalahan harus menanggapi dengan sikap seperti apa.
Sungguh...
Ada apa dengan wanita ini?
Dirinya hanya memasak sekali, dan membantu membelikan beberapa bahan di supermarket, namun sekarang wanita itu, malah terlihat begitu rajin memasak khusus untuknya.
Hah...
Apakah Wanita itu hanya melakukannya karena trik yang dia punya?
Hah, Louise merasa terlalu bingung ketika memikirkannya.
"Louise, kamu tidak makan? Kamu itu harus makan yang banyak sini-sini aku ambilkan lebih banyak nasi Kenapa kamu hanya makan begitu sedikit nasi?" Kata Nayra sambil mengambilkan nasi tambahan ke piring Louise.
Nayra, yang merasa bahwa pria yang ada di hadapannya ini tidak menolak semua kebaikannya jelas saja berpikir positif.
Dan Nayra, menjadi mudah terbiasa dengan keberadaan pria yang ada di hadapannya itu.
Yah, mungkin karena Nayra merasa tidak ingin terus bersedih dan terpuruk ketika memikirkan Julian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments