Episode 17: Mengawasi

Hari segera berlalu setelah Acara Pelantikan Nayra sebagai CEO, dan tentu saja Nayra menjadi lebih sibuk daripada sebelumnya.

Belakangan, Nayra menjadi sering lembur di kantor membuat dia bangun lebih siang dari biasanya jadi jelas tidak sempat untuk membuat sarapan.

Biasanya, Nayra memilih untuk membeli sarapan pada perjalanan di kantor dan dimakan di kantor atau kalau tidak bisa membeli beberapa sarapan di dekat rumah.

Jadi ini sangat mengherankan karena tepat setelah Nayra bangun dan menuju ke arah meja makan dirinya melihat di mana meja makan sudah ada makanan.

Itu adalah Pancake coklat.

Nayra tentu saja tahu siapa yang menyukai hal-hal seperti pancake.

Namun yang membuat Nayra heran adalah, pancake yang ada di meja adalah sesuatu yang merupakan masakan rumahan.

Ini membuat Nayra bertanya-tanya, apakah Louise yang memasak ini?

Karena pelayan biasanya datang di siang hari untuk beres-beres jadi hanya ada satu kemungkinan untuk siapa yang memasak ini yaitu penghuni lain dari rumah ini tidak lain dan tidak bukan adalah Louise.

Cukup mengherankan ketika memikirkannya jika pemuda dingin dan arogan itu, ternyata bisa memasak.

Nayra jelas saja tidak pernah memikirkan soal hal itu.

Atau mungkin saja ini beli?

Namun segera jawaban dari pertanyaan Nayra muncul ketika, Louise yang mengenakan celemeknya, baru saja berjalan dari arah dapur, dan membawa lagi beberapa potong pancake lainnya.

Nayra yang melihat pemandangan itu jelas menjadi cukup kaget dan benar-benar merasa tidak menyangka jika pria itu ternyata bisa juga memasak.

Julian, tentu saja tidak bisa memasak atau lebih tepatnya karena Almarhum Suaminya itu, hanya selalu berkutat dengan pekerjaann kantor, menjadi begitu sibuk bahkan untuk makan tepat waktu.

Tatapan Louise bertemu dengan Nayra.

Ada beberapa kecanggungan yang ada di sana, Louise terlihat masih tetap diam dan tidak berniat membuka percakapan dan hanya meletakkan piring yang ada di tangannya di meja.

Nayra sendiri, mencoba untuk membuka percakapan lebih dulu.

"Kamu yang memasak ini?"

Mendengar pertanyaan itu, gerakan Louise segera berhenti dan kemudian menjawab dengan ekspresi datarnya,

"Ya, aku yang membuatnya."

Mendengar jawaban itu Nayra langsung segera berkata lagi,

"Aku cukup kaget kamu ternyata bisa memasak,"

"Itu karena Aku hidup sendiri di Luar Negeri, jadi aku terbiasa untuk hidup mandiri dan tentu saja masak adalah salah satunya karena tidak baik jika aku hanya terus beli makanan di luar,"

Mendegar alasan itu, Nayra berpikir, itu mungkin memang benar karena Pria yang ada di hadapannya selama ini bersekolah di luar negeri. Bahkan walaupun ada pelayan, mengingat kebiasaan keluarga ini yang tidak begitu suka untuk diganggu oleh orang lain, jelas hanya menyuruh pelayan untuk bersih-bersih kemudian pergi.

"Ternyata kamu sudah tumbuh menjadi cukup Dewasa dan Mandiri, itu benar-benar bagus, Julian pasti juga akan sangat bangga padamu melihat kamu sudah bisa hidup mandiri seperti itu."

Nayra hanya mengatakan itu untuk basa-basi namun ternyata efek damage dari kata-kata yang dirinya lontarkan cukup dalam.

Itu karena dua orang itu menjadi teringat tentang Julian, bahkan Louise menunjukkan perubahan ekspresi di sana yang terlihat sedih.

Nayra kira, arah pembicaraan ini cukup salah, mengingat mereka berdua sepertinya masih ingin menghindari topik pembicaraan soal Julian.

Nayra yang merasa salah bicara itu akhirnya mulai mengalihkan pembicaraan misalnya saja dengan menatap masakan yang ada di meja.

Sebenarnya ada terlalu banyak pancake untuk dimakan satu orang saja.

"Ah, benar, Louise, kenapa kamu memasak begitu banyak apakah itu benar-benar akan kamu habiskan?"

Louise mulai tersadar dari lamunannya setelah mengingat ayahnya itu segera menatap ke arah meja.

Louise memang sengaja untuk memasak lebih banyak ini semua demi rencananya.

Ya, Louise beniat untuk mengawasi Nayra lebih dekat, untuk mengetahui rencana macam apa ataupun gerak-gerik yang wanita itu miliki.

Selain itu, Louise juga ingin tahu, hal macam apa yang ada di Nayra yang sampai membuat Ayahnya bisa percaya padanya?

Apakah itu hanya trik dan tipuan?

Mari selidiki lebih dekat.

Cara paling mudah untuk melakukan itu adalah mencoba untuk dekat dengannya, mungkin dengan mulai makan di meja yang sama lebih sering.

Natinya, Louise bisa mencari alasan untuk ngobrol atau mulai membicarakan hal-hal soal urusan wanita itu di meja makan.

Dan inilah salah satu cara yang Louise lakukan yaitu mencoba untuk memberi wanita itu masakan yang dia buat.

Namun jelas, Louise tidak ingin terlalu terlihat dengan rencananya itu atau malah hal itu juga akan bisa disalah artikan.

"Owh, aku tadi hanya kebetulan saja memasak terlalu banyak. Jika kamu mau kamu boleh memakannya untuk sarapan,"

Nayra yang mendengar itu jelas saja merasa cukup senang, merasa jika Louise ini sepertinya cukup malu-malu untuk mengungkan niatnya?

Ini cukup lucu.

"Tentu saja, Aku tidak keberatan untuk memakannya karena aku yakin masakanmu pastilah enak, kemudian aku akan pergi mandi dulu, lalu kembali kesini,"

"Ya."

Melihat awal rencananya sukses, Louise mulai bersiap-siap untuk mandi juga, dan nanti agar mereka berdua bisa sarapan bersama.

Pagi itu mereka berdua tentu saja sarapan dalam damai, baru kemudian, ketika sarapan itu hampir selesai, Louise tiba-tiba mengajukan sebuah pertanyaan yang membuat Nayra cukup terkejut.

"Aku sepertinya belum tahu nomor ponselmu mungkin jika ada hal-hal penting aku bisa menghubungimu,"

Nayra sepintas benar-benar merasa terkejut dengan pertanyaan tiba-tiba karena memang jika diingat lagi mereka berdua sama-sama tidak memiliki nomor ponsel masing-masing dan hal ini juga yang membuat mereka berdua jadi jarang bertemu, atau kadang memiliki waktu yang salah karena kesibukan mereka masing-masing.

Misalnya saja ada saat di mana mereka makan malam bersama dan mereka berdua malah sama-sama membeli makanan dari luar sebagai akibatnya mereka jadi harus memakan terlalu banyak.

Ada juga ketika dua-duanya malah tidak membeli apapun dan pada akhirnya harus menunggu cukup lama untuk memesan makanan.

Hal-hal tidak efektif ini terjadi karena mereka berdua sama-sama tidak mengetahui nomor ponsel satu sama lain.

Terakhir kali, Louise menghubugi lewat telepon rumah, namun jelas ini bukanlah hal yang cukup efektif.

"Tentu saja, mana ponselmu aku akan menuliskan nomorku,"

Louise lalu segera memberikan ponselnya itu pada wanita yang ada di depannya.

Hal pertama yang Nayra lihat di ponsel itu, adalah sebuah wallpaper dengan foto Louise, yang berada di salah satu objek wisata tertentu di luar negeri.

Ekpresi ceria, dan terlihat bersinar terlihat di foto itu, hal-hal yang tidak pernah Nayra duga, jika ternyata Louise bisa tersenyum seceria ini, yang membuat pria itu terlihat sangat mempesona dan tampan, yang mungkin bisa meluluhkan hati setiap wanita di luar sana yang melihatnya.

Nayra yang tiba-tiba memiliki pemikiran semacam ini merasa ini salah!

Kenapa bisa dirinya memiliki pemikiran semacam itu tentang Louise?

Louise adalah Putra Julian, bahkan walaupun itu bukan Putra kandung Julian...

"Apa yang kamu lihat? Kenapa kamu tidak segera memasukkan nomor ponselmu?"

Nayra jelas segera tersadar dari lamunannya itu, segera merasa salah tingkah lalu segera buru-buru memasukkan nomor ponselnya, dan memanggil nomor itu.

Tentu saja, Nayra juga ingin tahu soal nomor ponsel Louise.

Dan ini, adalah suatu perkembangan baru setelah mereka mulai bertukar nomor ponsel masing-masing.

Hal-hal yang berbeda sekarang adalah sore itu, Nayra tiba-tiba saja mendapatkan sebuah pesan dari Louise, yang menanyakan kapan dirinya akan pulang.

Mendapatkan perhatian yang tiba-tiba semacam ini membuat Nayra menjadi cukup kewalahan sampai bingung harus bersikap apa.

Nayra sendiri tidak mau terlalu memikirkannya lagi pula memang akan baik jika dirinya dan Louise menjadi dekat, jadi semua masalah-masalah yang mungkin timbul akan segera berkurang.

Nayra tentu saja awalnya tidak berani untuk mencoba mendekati atau bersikap akrab kepada Louise, karena takut Louise akan marah, mengigat Peraturan yang Louise buat sebelumnya.

Dan untuk sekarang karena Louise yang mendekati duluan bukankah tidak masalah?

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!