Episode 13: Sedikit Mengisi Kekosongan

Louise mendegarkan apa yang Nayra katakan, dan tetap saja rasanya itu masih tidak masuk akal.

Lagi pula, tidak seperti dirinya akan mengajak berapa wanita ke Rumah untuk hal-hal tidak senonoh.

"Terserahlah, yang paling penting kita berdua tidak boleh mengurusi urusan pribadi masing-masing,"

Nayra yang mendengar pria yang ada di hadapannya itu setuju jelas saja cukup terkejut dirinya kira dia yang ada di hadapannya itu masih akan berdebat.

"Baik, itu adalah hal yang bagus jika kamu sudah setuju soal peraturan yang kita buat ini jadi apakah perlu untuk membuat surat perjanjian atau sesuatu?"

Louise yang mendengar itu segera mengerutkan keningnya dan berkata dengan malas,

"Itu terlalu merepotkan. Apakah kamu tidak percaya dengan kata-kataku saja?"

Ada nada kemarahan dari kata-kata itu, yang membuat Nayra merasa tidak nyaman.

Namun percuma saja mencoba menjelaskan pada pria keras kepala yang ada di depannya itu.

"Baiklah, kamu ada benarnya terlalu merepotkan untuk menulisnya segala, baik mulai sekarang peraturan itu akan segera berlaku,"

Louise segera mengangguk lalu mulai melanjutkan sarapannya lalu ada sebuah keheningan yang ada di sana.

Kamudian, setelah hari itu, adalah hari-hari yang sepi disana.

Nayra melihat bagaimana, Louise lebih suka menghindari dirinya misalnya seperti sengaja bangun lebih siang untuk sarapan atau pulang lebih malam agar tidak melihatnya, Louise lebih suka makan di luar.

Louise tentu saja sibuk dengan urusan Kuliahnya, Louise baru saja pindah Kuliah dari Luar Negeri, agar nantinya dia akan lebih mudah jika ingin memulai kerja magang di perusahaan atau mencoba belajar tentang perusahaan warisan dari Ayahnya itu.

Dan ini adalah malam yang lainnya, di hari-hari yang sepi di mana waktu sangat cepat berlalu.

Nayra yang sekarang makan malam sendirian dimeja besar itu, tiba-tiba merasa cukup kesepian.

Harusnya Nayra sudah mulai terbiasa makan sendiri namun tetap saja rasanya cukup menyedihkan jika mengingatnya.

Tidak terasa, sudah satu bulan sejak kematian Suaminya, Julian.

Jadi ketika menatap ke arah kursi yang biasa Almarhum Suaminya itu duduki, Nayra merasakan perasaan sedih dan kehilangan yang besar seolah-olah ada kekosongan yang ada di hatinya.

Sebuah perasaan hampa yang tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan.

Satu bulan benar-benar terasa begitu cepat, seolah baru kemarin Nayra merasakan makan malam dengan Almarhum Suaminya itu.

Di tengah kesendirian dan kesepian, Nayra rasanya ingin menangis namun tidak ada gunanya jika terus menangis, karena hal itu tetap tidak membawa Julian kembali.

Hanya saja dirinya terlalu terbiasa untuk makan malam dengan seseorang dan tiba-tiba sendirian seperti ini bahkan walaupun ini sudah berlalu sejak beberapa minggu sejak kembali tinggal di Rumah ini, rasa sepi yang memikat ini benar-benar terasa sangat menyedihkan.

Nayra kebetulan melupakan sesuatu dan masak begitu banyak malam itu.

Namun hanya dirinya yang makan membuat Naira menjadi bingung mau dikemanakan semua makanan-makanan itu.

Nayra sekarang juga sudah jarang memasak, lebih memilih menyuruh Pelayan yang melakukannya, atau malah memesan makanan di luar.

Ya, karena sudah tidak ada yang akan Nayra masakan lagi.

Biasanya, Julian yang akan memakan masakannya.

Ketika memikirkan itu perasaan hampa dan kesedihan di dalam hatinya menjadi semakin dalam.

Ini juga salah satu masakan yang Julian suka, Julian biasanya akan memuji masakannya dan akan makan lebih banyak jika dirinya memasak ini.

Sup Iga

Nayra yang mengingat semua itu dibagiba saja merasa tidak memiliki selera makan untuk makan, Nayra mulai menunduk dan mulai mengeluarkan sedikit air matanya karena begitu sedih ketika harus menatap ke arah meja makan yang kosong dan sepi.

Sampai ada seseorang yang masuk ke ruang makan atau lebih tepatnya, seseorang yang segera duduk di kursi di hadapan Nayra.

Nayra segera mengangkat kepalanya, lalu tatapannya bertemu dengan tatapan Louise, yang saat ini sedang mengambil nasi.

Nayra hampir saja melupakan jika dirinya tidak tinggal sendirian di rumah ini, masih ada Louise yang tinggal disini.

Ini mungkin karena mereka berdua sangat jarang sekali bertemu itulah kenapa Nayra hampir melupakan keberadaan Louise.

Louise menatap kearah Nayra yang saat ini menatapnya dengan ekspresi yang terasa cukup aneh, keterkejutan?

Atau merasa lega akan sesuatu?

Louise lalu segera menatap ke arah meja makan yang di sana ada masakan-masakan familiar.

Perasaan sedih tiba-tiba juga muncul di hati Louise, apalagi setelah melihat kursi tertentu kosong.

Sebenarnya sangat sedih saat Louise makan di meja ini sendirian.

Perasaan sedih yang ingin Louise coba untuk melupakan bahkan walaupun itu hanya sesaat.

Jadi Louise jarang untuk makan di meja ini lagi lebih memilih untuk makan di luar atau memesan makanan itu pun dibawa ke kamar.

Ini membuat Louise bertanya-tanya apakah wanita itu juga seperti itu?

Lupakan, ini mungkin karena dirinya tiba-tiba merasa emosional saja setelah mengigat soal Ayahnya.

"Kenapa kamu masak begitu banyak? Apakah sekarang tiba-tiba kamu ingin menjadi lebih gendut?"

Nayra yang tiba-tiba mendapatkan kritikan semacam itu dari pria yang duduk di hadapannya itu segera menunjukkan ekspresi cemberut dan berkata,

"Siapa yang ingin gendut? Aku jelas tidak gendut sama sekali,"

Louise lalu mulai menatap wanita yang ada di hadapannya itu dan memang benar jika dibandingkan sekitar sebulan yang lalu ketika mereka terakhir bertemu, wanita itu terlihat lebih kurus.

Louise tentu saja bukan berarti dirinya memperhatikan wanita yang ada di hadapannya sampai segitunya hanya saja perubahan itu sedikit terlihat dengan jelas, bagaimana wanita di hadapannya itu kehilangan lebih banyak berat badannya.

"Benar, Aku melihat bahwa kamu menjadi begitu kurus, Apakah kamu tidak makan? Kenapa tinggal tulang seperti itu? Ayahku setidaknya meninggalkan cukup uang untuk kamu makan, namun kenapa kamu malah terlihat sangat kurus seperti itu?"

Ini adalah sindiran yang lain, yang membuat Nayra merasa kesal, ini memang dirinya mengalami penurunan berat badan namun tidak seperti penurunan ini cukup buruk, Nayra merasa dirinya tidak sekurus itu beratnya masih termasuk berat ideal.

"Siapa yang kamu bilang tinggal tulang? Ini tidak sekurus yang kamu bilang, aku tentu saja makan cukup hanya saja aku cukup diet saja belakangan,"

Nayra tentu saja hanya membuat alasan soal diet itu hanya karena dirinya tidak ingin terlihat terlalu menyakitkan di hadapan pria yang ada di hadapannya itu.

"Diet apa? Tapi kamu dari awal sudah kecil seperti itu mau diet seperti apa lagi? Dan sekarang karena kamu memasak banyak hal kamu jelas harus menghabiskan semuanya,"

"Aku hanya sedikit kebanyakan memasak, dan lagi aku tidak akan habis memakan semua ini,"

"Yah, itulah kenapa Aku disini, aku merasa tidak enak kamu membuang-buang makanan seperti itu jadi aku berbaik hati membantumu untuk menghabiskan makanan di meja makan,"

Ada sedikit ekpresi malu-malu disana.

Nayra diam-diam melihat ekspresi yang sedikit malu itu hanya bisa sedikit tertawa dan berkata,

"Baik-baik, makan saja sampai kenyang, aku juga melihat jika kamu itu sepertinya cukup kurus apakah kamu kurang makan? Dan lihat, kenapa kamu memiliki lingkaran hitam di bawah matamu apakah kamu kurang tidur?"

Louise yang sekarang merasa diledek itu segera berkata dengan marah,

"Apa? Aku makan cukup teratur hanya saja belakangan aku jarang olahraga dan tidur terlalu malam karena ada begitu banyak tugas Kuliah yang menumpuk, hal-hal itu benar-benar membuatku pusing,"

"Wow, ternyata kamu cukup rajin,"

"Tentu saja, aku harus melakukannya agar bisa segera lulus,"

"Ya ya, itu benar-benar bagus, kalau begitu makanlah saja yang banyak biar kamu memiliki banyak energi untuk belajar dan melakukan tugas,"

"Tidak perlu kamu suruh pun aku sudah akan makan,"

Nayra yang sekarang sedang mengobrol dengan putra tirinya itu tiba-tiba saja merasa meja makan tidak sepi seperti sebelumnya.

Sepertinya, Louise ini memang tidak terlalu buruk, dia anak yang cukup baik.

Cukup menyenangkan bisa makan bersama orang lain seperti ini, setidaknya walaupun sesaat bisa membuat dirinya melupakan kesedihan mendalam yang ada di hatinya.

Memang, akan lebih baik jika mereka sering bersama seperti ini, setidaknya saat makan malam.

Ya, itu hanya harapan kecil yang tiba-tiba muncul dihati Nayra.

Sesuatu hal, yang sedikit mengisi kekosongan yang ada di hatinya.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!