Episode 14: Rasa Iri dan Benci

Hari-hari segera berlalu dalam sekejap dan bulan akhirnya berganti sekali lagi.

Sudah dua bulan sejak kematian Julian, untuk beberapa orang yang ditinggalkan hari-hari ini mungkin terasa begitu cepat karena terus mengikuti rutinitas kesibukan.

Nayra jelas adalah orang yang paling merasakan hal itu karena sejak Julian meninggal, urusan Perusahaan menjadi rumit sejak tidak ada CEO, jadi sementara hal-hal itu diutus oleh wakil CEO, yang juga merupakan orang yang Julian percayai.

Nayra tentu saja yang menjabat sebagai Direktur Keuangan Perusahaan, tidak bisa diangkat begitu saja menjadi CEO, karena tanggung jawabnya di departemen keuangan juga cukup besar.

Jadi kurang lebih butuh lebih dari 2 bulan ini untuk mempersiapkan segalanya, agar Nayra bisa segera pindah jabatan dan menjadi CEO yang baru.

Juga, karena sekarang porsi saham Perusahaan berubah, akan ada pemilihan anggota Direksi yang baru.

Sekali lagi, karena Louise juga belum mampu untuk hal-hal itu, Nayra terpaksa merangkap menjadi anggota Direksi sebagai perwakilan Louise.

Soal pemindahak kepemilikan saham, saat ini masih dalam proses.

Dan sekarang ini adalah salah satu makan malam lainnya, dimana Nayra sedang makan dengan Louise.

Dibandingkan sebelumnya, Louise tidak terlalu mengabaikan Nayra, dan mereka berdua kadang-kadang akan makan malam atau sarapan bersama.

Walaupun itu tidak terlalu sering namun itu ada peningkatan daripada bulan sebelumnya di mana mereka berdua bahkan sangat jarang bertemu.

Tentu saja bahkan walaupun mereka menikmati makan malam bersama tidak banyak percakapan antara keduanya lebih seperti keduanya hanya sama-sama diam dan menikmati makan malam itu dalam diam tidak ada yang membuka percakapan kecuali hal-hal pokok atau sekedar bertanya soal menu.

Nayra sendiri, tidak ingin melanggar batas dengan bertanya soal hal-hal keseharian yang Louise lakukan, bagaimanapun juga ada sebuah aturan yang tertulis di mana mereka berdua tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing-masing termasuk urusan keseharian masing-masing.

Namun, Nayra merasa cukup nyaman juga dengan keheningan, setidaknya Louise mau memakan masakan miliknya, Louise bahkan menghabiskannya.

Rasaya, hal-hal sudah menjadi cukup hangat ketika melihat ada seseorang yang memakan masakan Nayra, dan ada seseorang yang menemaninya makan malam.

Jadi tidak ada lagi suasana yang begitu mencekam atau menyedihkan.

Nayra pikir, Pria yang ada di hadapannya itu mungkin juga berpikir demikian?

Louise mungkin merasa sepi juga untuk makan malam sendirian?

Terutama saat berada di ruang makan besar ini di mana pastilah penuh dengan kenangan masa lalu.

Tatapan Louise, lalu segera bertemu dengan tatapan Nayra yang terlihat dari tadi Nayra memperhatikan Louise.

Louise terkadang akan menyadari tatapan wanita yang ada di depannya itu yang diam-diam memperhatikan dirinya.

Louise sungguh tidak bisa membaca arti tatapan itu hanya merasa itu sedikit aneh.

Dirinya hanya makan malam di meja yang sama namun kenapa wanita itu terlihat begitu gembira?

Louise pikir, Nayra benar-benar adalah orang yang aneh yang dirinya tidak pernah mengerti bahkan sampai sekarang.

"Benar, besok di Perusahaan Akan ada pengangkatan untuk CEO baru?' tanya Louise tiba-tiba.

"Ya, seperti yang kamu lihat. Kamu pasti akan datang ke acara itu bukan?"

Louise yang ditanya itu segera diam seolah sedang mempertimbangkan jawaban dari pertanyaan ity.

"Louise, mau bagaimanapun juga kamu adalah Pemilik Perusahaan, kamu pemilik saham mayoritas setidaknya kamu harus datang dan bisa memberikan beberapa pidato sambutan bukan?"

"Tidakah itu hal-hal yang merepotkan?"

"Tapi, di masa depan kamu juga harus terbiasa untuk hal-hal semacam itu, memimpin kegiatan atau event-event besar seperti itu sebagai CEO Perusahaan."

"Kamu terlihat sangat optimis ingin aku menjadi CEO?"

"Ya, jika kamu memikirkan lebih lanjut jabatan CEO tentu saja hal-hal yang berat dan penuh dengan kesibukan, itu pasti akan sangat melelahkan,"

"Terserahlah,"

Itu adalah akhir dari percakapan mereka dan juga akhir dari makan malam itu.

Louise pada akhirnya datang ke acara pelantikan CEO Baru, tentu saja tidak hanya Louise yang datang namun semua Keluarga Leonard.

Sekarang, Nayra sedang berada di panggung untuk melakukan sambutan untuk mengucapkan terima kasih atas diangkatnya dirinya menjadi CEO baru, Nayra berdiri di atas panggung mengenakan sebuah gaun yang sangat indah dan mewah, terlihat anggun dan bermartabat ketika di pakai oleh wanita itu.

Juga, beberapa perhiasan mahal yang dipakainya melengkapi penampilan itu yang benar-benar sesuai dan cocok untuk menjadi seorang CEO wanita.

Cantik, muda dan mempesona, itu adalah gambaran Nayra yang saat ini berbicara dengan aku dan terlihat sangat bijaksana di atas panggung yang mendapatkan kekaguman dari orang-orang.

Namun tentu saja tidak semua orang merasa kagum dan senang tentang bagaimana Nayra berada di atas panggung itu.

Itu adalah Sarah, yang saat ini bersama dengan Suaminya, Sarah berkata dengan nada kesal,

"Sungguh, wanita murahan itu, sangat tidak layak dia berada di atas panggung seperti itu,"

"Tapi aku pikir dia cukup cantik, ya itu sudah wajar dia cantik dengan wajah seperti itu, dia berhasil merayu Kakakmu, sampai-sampai dari posisi pegawai rendahan, bisa menikah dengan Kakakmu, dan sekarang lihatlah setelah kakakmu meninggal dia menjadi CEO, sungguh wanita yang sangat licik," kata Jonh Leonard, Istri Sarah.

"Ya, sungguh aku tidak pernah mengira wanita rendah hati itu bisa sampai dalam posisinya yang sekarang aku benar-benar merasa tidak terima, harusnya itu aku yang menjadi CEO dan menjadi perwakilan dari Keponakakku Louise, kenapa pula harus wanita murahan itu?"

"Itu karena kakakmu itu sangat bodoh, tapi lihatlah keponakan mu yang ada di panggung itu, dia bukankah sekarang sedikit dekat dengan wanita murahan itu?"

Ya Sarah juga melihat tentang Louise mau datang ke Acara ini, bahkan mau melakukan pidato sambutan.

Seolah, Louise keponakannya itu, memberikan persetujuan jika Nayra menjadi CEO baru.

Padahal, jika Louise yang merupakan pemilik saham mayoritas tidak datang pada acara ini hal-hal ini bisa memberikan beberapa guncangan kepada anggota Direksi, bahwa pemilik perusahaan menentang keberadaan Nayra yang jadi CEO.

Hal-hal ini nantinya bisa Sarah manfaatkan untuk menjatuhkan Nayra, namun sayangnya kenonakannya yang bodoh itu malah datang.

Apakah itu bujukan dari wanita murahan itu?

Sarah yang memikirkan itu segera dipenuhi dengan kemarahan hal-hal seperti ini jelas tidak bisa dibiarkan, dirinya jelas tidak bisa membiarkan dua orang itu menjadi dekat dan memiliki kepercayaan satu sama lain.

Karena seharusnya, posisi CEO ini menjadi miliknya bahkan walaupun itu hanya sementara hal ini jelas bisa meningkatkan reputasi dan martabat yang dirinya miliki.

Namun hal itu tergangu karena Nayra sialan itu, yang sekarang mendapatkan posisi CEO yang dirinya inginkan.

Kebencian semakin muncul dalam benak Sarah.

Padahal, Nayra hanya wanita rendahan dari Keluarga miskin, namun dia sekarang berdiri di puncak dan menjadi CEO Perusahaan Besar.

Mimikirkan ini, Sarah mejadi tambah marah, hal-hal semacam itu jelas tidak bisa dibiarkan terlalu lama.

Jadi begitu Louise turun dari panggung, Sarah segera mendekat ke arah keponakannya itu.

"Louise, tante cukup terkejut kamu mau memberikan pidato pada Acara ini,"

Louise yang mendengar kata-kata tantenya itu segera berkata dengan santai,

"Hmm, aku hanya berpikir bahwa aku sepertinya perlu untuk terbiasa mungkin atau berpidato di acara-acara besar perusahaan semacam ini,"

"Owh? Apakah itu yang wanita itu katakan?"

Louise yang diberi pertanyaan itu segera terdiam kenapa tantenya tiba-tiba membahas itu?

"Melihat kamu diam sepertinya yang Aku katakan benar. Louise, apakah kamu mulai tertipu oleh Nayra? Dia menyuruhmu datang dan berpidato, tidak lebih hanya ingin memanfaatkanmu untuk keuntungannya saja, dengan kedatanganmu saja pada acara ini, ini menegaskan bahwa kamu berada di pihak Nayra, dan menegaskan jika Nayra sekarang benar-benar menguasai Perusahaan dengan kendali penuh, karena Sang Pemilik, yaitu kamu, ada dalam gengaman tangannya, kamu dijadikan boneka untuk permainan Nayra, apakah kamu tidak menyadarinya?"

Louise yang mendengar kata-kata tantenya itu jelas menjadi cukup kaget karena dirinya tidak pernah memikirkan soal kemungkinan ini, jika dirinya di manfaatkan oleh Nayra.

Dirinya hanya dianggap boneka dalam rencana yang dimiliki oleh wanita itu?

Louise yang mulai memikirkan kemungkinan ini jelas tiba-tiba di penuhi dengan kemarahan.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!