Episode 2: Kembali Pulang

Tiga Tahun Kemudian

Saat ini di sebuah aula hotel terlihat sedang diadakan sebuah acara yang cukup meriah, ini adalah sebuah Pesta untuk merayakan Ulang Tahun ke 63, Monica Leonard yang merupakan Ibu dari Julian dan Mertua Nayra.

Nayra dan Julian saat ini baru saja mengucapkan selamat kepada Nyonya Monica untuk ulang tahunnya itu, dan sekarang mereka berdua terlihat sedang menuju ke stan makanan, Julian terlihat sudah cukup haus.

Namun sayangnya kedua orang itu yang saat ini sedang mencari tempat duduk malah tidak sengaja mendengarkan beberapa orang mulai bergosip.

"Kamu tahu Menatu Keluarga Leonard? Siapa itu, seorang gadis miskin yang menikahi Tuan Julian itu," kata salah seorang wanita paruh baya dengan nada sedikit menghina.

"Tentu saja, Nayra itu bukan? Kamu pasti ingin membicarakan tentang bagaimana mereka berdua sudah menikah selama 3 tahun namun wanita murahan itu belum juga hamil bukan?"

"Ya, Aku kira wanita itu madul. Ini sudah lima tahun pula, dan dia tidak kunjung hamil, sunggunh kasihan sekali,"

"Kenapa pula harus kasihan kepada wanita murahan itu? Kamu tidak tahu gosipnya tentang dia dulu yang merayu Tuan Julian? Dia bahkan berhasil membuat Tuan Muda Louise, Putra Tuan Julian di usir keluar negeri, itu mungkin karma untuknya yang mencoba menjauhkan Ayah dari Anaknya demi keserakahan yang dia miliki," kata salah satu wanita disana.

"Ya, tidak perlu dikatakan lagi dia itu menikah Tuan Julian demi hartanya, berharap dirinya naik derajat, dan bisa menguasai harta suaminya, dia pasti berencana menjadikan anaknya untuk menjadi pewaris harta Tuan Julian, makanya dia sampai menyingkirkan Tuan Muda Louise, namun lihatlah dia sekarang juga tidak memiliki anak sesuai rencananya,"

"Benar sekali, wanita licik semacam itu, pantas saja mandul."

Nayra yang mendengar soal gosip itu, jelas saja merasa cukup sakit hati, dirinya tidak mengira jika gosip buruk tentang dirinya masih bertahan bahkan setelah 3 tahun pernikahannya.

Semakin tahun berlalu gosip buruk tentang dirinya bukan malah membaik namun malah menjadi semakin buruk.

Terutama sejak dalam pernikahannya dengan suaminya, tidak juga di karuniani anak.

Dirinya tentu saja mengiginkan seorang anak, namun bukan berarti keinginannya memiliki anak ada hubungannya dengan harta warisan Keluarga atau sesuatu.

Dirinya tidak pernah merasa keberatan sedikitpun jika putra tertua suaminya itu, mewarisi Perusahaan Keluarga, dirinya tidak pernah mengharapkan sesuatu untuk mengambil alih Harta Warisan atau sesuatu, hanya mengharapkan sebuah pernikahan bahagia dengan orang yang dirinya cintai.

Namun menjadi Istri dari Julian Leonard, bukanlah hal yang cukup mudah kemanapun dirinya pergi mesti ada saja orang-orang yang membicarakannya seperti itu mereka yang salah paham tentang banyak hal.

Soal kepergian Putra Tirinya Louise, jelas bukan hal yang Nayra inginkan juga.

Dirinya selalu bisa berharap untuk merawat, membesarkan dan menyayangi anak itu seperti putra kandungnya sendiri.

Namun anak itu sendiri yang menginginkan untuk pergi ke luar negeri bahkan dirinya tidak bisa apa-apa untuk mencegah karena ayahnya sendiri pun tidak bisa mencegah anak itu untuk pergi.

Usia empat belas tahun memamg masa-masa pubertas, kadang akan terjadi semacam pemberontakan seperti itu, apa lagi seorang anak laki-laki.

Dirinya pikir, Louise hanya akan pergi setahun lalu akan segera kembali lagi, namun bahkan setelah 3 tahun berlalu, anak itu tidak lagi pernah pulang dan menunjukkan wajahnya di hadapan keluarga besar, bahkan di hadapan Ayahnya.

Dia tentu saja baik-baik saja di Luar Negeri, hanya saja karena anak itu tidak pernah pulang, Hal itu membuat gosip-gosip semakin liar dari tahun ke tahun.

Dirinya tidak bisa mencegah hal semacam itu.

Julian melihat bagaimana istrinya Nayla itu sekarang menunjukkan ekspresi sedih mencoba untuk merangkulnya, dan menghiburnya,

"Jangan dengarkan mereka Nayra, aku tahu kamu bukan wanita seperti itu. Mereka semua itu hanya berbicara omong kosong mereka tidak tahu apapun,"

Nayra yang mendengar hiburan dari suaminya itu hanya bisa tersenyum dan berkata,

"Kamu benar, hanya aku tidak tahu jika gosip menjadi semakin buruk seperti itu,"

Sekarang ekpresi Julian segera menunjukkan rasa bersalah,

"Ini gara-gara aku juga, Aku yang belum bisa memberikanmu seorang anak, karena ketidak mampuanku,"

"Julian, kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri kita juga tidak pernah tahu kenapa keadaan jadi seperti ini,"

"Ini juga salahku, tidak bisa mengendalikan Putraku Louise, hingga ada gosip yang semakin menjatuhkan reputasimu, orang-orang selalu bergosip bahkan walaupun aku mencoba untuk dicegahnya dari orang-orang tetap masih bergosip,"

"Julian, kamu jangan seperti itu ini jelas bukan salahmu. Mari kita pergi ke tempat ini mencari tempat yang lebih tenang, hanya memang tidak ada gunanya mendengarkan gosip-gosip omong kosong dari orang-orang,"

Dua orang itu, lalu segera mencari tempat yang lebih sepi, namun kemudian dua orang itu segera terkejut ketika melihat wajah familiar yang masuk dari pintu utama.

Nayra tentu saja mengenali sosok pemuda itu, hanya saja dirinya masih sedikit pangling karena sudah lama tidak bertemu.

Dulu, terakhir mereka bertemu anak itu masihlah remaja yang masih lebih pendek dari pada dirinya namun sekarang ketika dirinya melihat anak itu lagi dia sudah tumbuh menjadi sosok yang lebih dewasa, sudah lebih tinggi, memiliki sosok wajah yang rupawan dan tampan, ya itu adalah Louise Leonard, Putra Tirinya.

Nayra tentu saja sangat terkejut melihat kedatangan sosok itu, begitu pula dengan Julian.

Jelas, mereka berdua langsung menyapa dan mendatang Louise.

Julian yang sudah sangat merindukan sosok sang putranya itu, segera memeluk anak itu.

"Louise, kenapa kamu tidak bilang jika kamu setidaknya kamu bisa mengabariku dan aku bisa menjemput sejak di bandara,"

Louise yang menerima pelukan itu, tentu saja juga merasakan kerinduan kepada sosok sang ayah namun begitu tatapan matanya beralih ke sosok seorang wanita yang ada di samping sang ayah itu ekspresinya segera menjadi buruk dan berkata,

"Apakah Ayah bahkan masih ingat jika kamu itu memiliki seorang putra?"

Julian yang mendengar kata-kata dingin dari putranya itu segera melepaskan pelukannya dan berkata,

"Louise! Kamu itu bicara omong kosong apa?"

"Tidakkah Ayah sekarang hidup bahagia bersama wanita murahan dan melupakan keberadaanku?" kata Louise sambil menatap kearah Nayra.

Julian yang mendengar kata-kata dingin itu dan putranya yang tidak berubah bahkan setelah 3 tahun berlalu sungguh tidak tahu harus berbuat apa.

Dirinya pikir anak itu akan berubah begitu dia dewasa waktu akan menyembuhkan dan membuat anak itu bisa menerima segalanya dengan tenang itulah kenapa ketika anak itu berada di luar negeri dirinya tidak terlalu mengusiknya, memberikan waktu bagi Louise untuk menenangkan dirinya.

Apalagi, karena kata adiknya Sandra, putranya itu belum mau berhubungan dengannya dan ingin menenangkan diri jadi jika dirinya berkomunikasi hanya menyampaikan pesan melalui adiknya, selama lima tahun ini.

"Louise, bukankah kamu yang pergi tanpa sepatah kata pun dan melupakan aku sebagai ayahmu? Kamu bahkan tidak pulang ke rumah ketika kamu liburan selama 5 tahun terakhir apakah kamu bahkan masih menganggap ayahmu?"

Louise yang mendengar ayahnya itu tiba-tiba marah lalu segera berkata lagi,

"Jika memang iya kenapa? Aku sudah tidak ingin menganggapmu sebagai ayahku sejak kamu menikah dengan wanita murahan itu!"

Hati Julian jelas terasa sakit ketika putranya berkata seperti itu, Nayra yang berada di sana jelas segera maju dan berkata,

"Louise, kamu mungkin boleh untuk menghinaku namun kamu jangan sampai berkata seperti itu kepada ayahnya sendiri bukankah kamu sekarang sudh dewasa? Kenapa dari sikapmu kamu masih sangat kekanak-kanakan seperti ini dan tidak menghargai Ayahmu sendiri?"

"Untuk wanita murahan sepertimu yang berani merebut ayahku dariku apakah kamu pikir kamu layak untuk menasehatiku?"

Katika pertemuan mereka menjadi heboh dan tontonan semua orang itu, Nenek Louise, Monica yang melihat itu segera mencoba membujuk Cucunya itu, lagipula ini adalah ulang tahun, tidak ada hal baik melihat pertengkaran antara putranya dan cucunya itu.

"Louise cucuku, bukankah kamu hari ini datang untuk bertemu nenek? Mari jangan ribut-ribut di sini dan temani nenek untuk memotong kue ulang tahun nenek,"

Louise yang mendengar kata-kata dari neneknya itu segera tersenyum dan berkata,

"Tentu saja nenek aku datang ini pulang khusus memang untuk bertemu dengan Nenek,"

Louise lalu segera meninggalkan Ayahnya dan Nayra itu disana, mengikuti Neneknya.

Nayra yang melihat putra dirinya itu pergi tidak tahu lagi harus bersikap seperti apa kenapa anak itu masih saja membencinya bahkan setelah 3 tahun?

####

Pesta malam itu untungnya berjalan dengan tenang dan tidak terjadi keributan apapun, saat ini Louise sedang berada di sebuah mobil bersama dengan Tante dan Pamannya.

"Tante, kenapa tidak membawaku ke rumah nenek saja? Kenapa harus menyuruhku pulang ke rumah ayah?"

Sandra yang mendengar kata-kata keponakannya itu segera mencoba menenangkannya,

"Louise, kamu selama ini tidak tahu karena kamu di luar negeri, namun lihatlah sendiri, Ibu Tirimu itu kelakuannya, dia selama ini seenaknya dan selalu berfoya-foya, boros, dia juga selalu mempengaruhi Ayahmu untuk jauh darimu, kamu sendiri juga tahu tentang bagaimana ayahmu tidak menghubungimu selama ini bukan? Ini jelas adalah pengaruh dari wanita itu, kamu tentunya tidak ingin bukan jika wanita itu terus berbuat seenaknya saja?"

Louise yang mendengar hal itu jelas segera dipenuhi kemarahan, apalagi jika memikirkan hubungan antara dirinya dan ayahnya yang menjadi berkat wanita murahan itu.

"Tante benar, Aku juga sudah sangat tidak tahan dengan semua kelakuannya,"

"Maka dari itu, pulanglah, Tante pikir jika kamu terlalu lama di luar negeri itu jelas bukanlah hal yang baik, itu malah membuat wanita itu lebih berkuasa dan mempengaruhi ayahmu lebih banyak mungkin nanti ayahmu akan membenci, kamu tahu maksud Tante bukan? Wanita itu bahkan sekarang mendapatkan posisi penting di perusahaan ayahmu,"

"Apa? Bahkan juga bekerja di Perusahaan?"

"Ya, itu benar. Kamu ingat, dulu Mamamu memiliki posisi sebagai CFO, Direktur Keuangan, namun sekarang posisi itu sudah diambil oleh wanita itu, dari sini saja aku pikir kamu sudah mengerti maksudku apa yang wanita itu inginkan,"

Louise yang mendegar itu jelas menjadi semakin marah, dirinya tidak mengira jika wanita murahan itu begitu ambisius, dan sekarang tidak cukup hanya mengambil posisi sebagai istri ayahnya namun juga mengambil posisi yang Almarhum Ibunya miliki.

Apa lagi sekarang yang dia ambil lagi?

Tepat ketika Louise sudah sampai di Rumah itu, yang membuka pintu kebetulan adalah ibu tirinya, yang tentu saja masih mengenakan gaun mewah yang tadi dikenakan di pesta itu.

Louise awalnya tidak terlalu memperhatikan soal hal-hal yang dipakai oleh wanita itu, namun sekarang setelah dirinya memperhatikannya lagi, Louise melihat bahwa Nayra mengenakan sebuah Liontin turun-temurun yang dimiliki oleh keluarganya yang dulu juga dipakai oleh Almarhum Ibu Kandungnya.

Kemarahan Louise semakin memuncak.

"Louise, kamu datang? Ayahmu pasti sangat senang ketika tahu kamu akhirnya ingin pulang ke rumah aku akan segera memberitahunya dan menyuruh pelayan untuk menyiapkan kamarmu,"

Nayra mencoba untuk menyapa putra dirinya dengan ramah namun segera dibalas dengan kata-kata kasar,

"Kamu tidak usah sok baik denganku," kata Louise lalu segera berniat pergi dari hadapan Nayra, tentu saja Louise sengaja menabrak Nayra hingga Nayra jatuh.

Melihat wanita itu sekarang terjatuh di lantai, membuat Louise sedikit puas.

Wanita itu memang layak untuk mendapatkannya namun hanya segini saja masih kurang dirinya ingin melihat wanita itu diseret keluar dari rumah ini, dan di ceraikan oleh Ayahnya.

Namun apa yang harus dilakukan untuk membuat wanita ini bercerai dari Ayahnya?

Louise lalu kembali menatap ke arah wanita itu yang jelas masih terlihat sangat muda, ini mengingatkan Louise jika wanita ini berbeda 16 tahun dari Ayahnya, dan di usia 26 tahun saat ini, jelas masa yang energik untuk seorang wanita dewasa.

Ayahnya sekarang sudah 46 tahun lebih, bisa dibilang sudah cukup tua.

Wanita semacam ini, yang hanya menginginkan harta ayahnya, jelas bukan wanita yang setia.

Louise tiba-tiba memiliki sebuah ide, untuk membongkar kedok wanita yang bersikap sok baik ini.

Louise merasa dirinya saat ini sudah cukup dewasa, di usia 20 tahun semacam ini, dirinya cukup percaya diri dengan penampilan yang dirinya miliki, bagaimana jika dirinya mulai merayu wanita murahan ini?

Dan begitu wanita itu berpengaruh tidak bisa menunjukkan kepada ayahnya seperti apa kelakuan wanita murahan yang dia nikahi itu!

Ya ini adalah Ide yang bagus.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!