Episode 3: Rayuan Maut

Ini adalah sebuah pagi yang baru, Nayra pagi itu sudah bangun lebih awal untuk pergi ke dapur dan memasak sarapan.

Mau bagaimanapun juga ini adalah hari yang baru, dengan satu tambahan anggota keluarga.

Nayla ingin menyambut kedatanga Putra Tirinya itu dengan baik, Nayra masih merasa sangat yakin bahwa dengan ketulusan dan kebaikan hati yang dirinya sendiri nanti anak itu juga akan mulai bersikap baik padanya.

Walaupun anak itu kemarin bersikap buruk padanya namun tidak masalah, semua akan baik-baik saja.

Dirinya bahkan sudah bertanya pada suaminya soal makanan kesukaan anak itu, Louise sepertinya suka pan cake coklat untuk sarapan, Nayra jelas sudah menyiapkan semua bahan untuk memasak sarapan kesukaan Louise nanti.

Nayra saat ini menjadi asik sendiri memasak, tidak menyadari jika ada seseorang yang menatapnya dari jauh.

Kamar Louise kebetulan tidak jauh dari dapur, jadi ketika Louise hendak mengambil minum kebetulan dirinya melihat ibu tirinya itu sedang makan ekspresinya awalnya jelas menjadi kesal karena harus melihat wanita murahan itu di pagi yang cerah dan damai ini.

Namun sekarang Louise menjadi teringat dengan rencana yang dirinya miliki, jadi Louise yang baru saja mandi pagi itu segera melepaskan baju handuk miliknya, dan hanya menyisakan handuk kecil yang menutupi bagian bawah tubuhnya, dan mulai keluar dari kamarnya untuk menuju ke arah dapur.

Nayra awalnya tidak sadar, sampai ketika dirinya tidak mengambil air untuk minum, tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata Louise.

Louise saat ini berdiri dengan segelas air dan sedang menikmati minuman dingin itu, Louise jelas lebih tinggi dari Nayra, jadi ketika Nayra tidak sengaja menatapnya dari dekat itu dirinya jelas merasa gugup, terutama setelah menyadari jika Louise hampir tidak mengenalkan apapun kecuali handuk yang ada di bagian bawah tubuhnya.

Otot tubuh yang terawat dan proporsional, tubuh Yang sepertinya dijaga dan dirawat dengan baik, benar-benar begitu terlihat ketika Louise membuka bajunya seperti itu.

"A.... Apa.. Apaan kamu! Kenapa kamu berkeliaran di rumah dengan sesuatu seperti itu?" kata Nayra yang akhirnya sadar dengan situasinya.

Louise sendiri, tetap menunjukkan ekspresi cuek dan dingin yang dimilikinya, dan berkata,

"Aku hampir lupa jika sekarang aku sudah tidak di apartemenku, biasanya aku tinggal sendiri dan terbiasa pergi ke dapur dengan seperti ini,"

"Kamu, lain kali jangan seperti itu, kamu sekarang tinggal dengan orang lain sudah tidak tinggal sendiri lagi," Kata Nayra sambil memalingkan wajahnya tidak ingin menatap ke arah Putra Tirinya itu, tentu saja Nayra merasa cukup canggung, bagaimanapun juga Louise sekarang sudah lebih dewasa, bukan lagi seorang remaja berumur 17 tahun seperti sebelumnya, jadi jelas saja terasa sangat tidak sopan dan tidak tahu malu dengan keluar kamar dalam tambilan seperti itu.

Louise melihat, wanita di depannya itu memalingkan wajahnya, lalu segera berjalan menuju kearah tatapan Nayra, sambil berkata dengan dingin,

"Lagi pula rumah ini juga rumahku, tentu saja aku bebas mau keluar dari kamarku dengan penampilan seperti apa, kamu tidak memiliki hak sedikitpun untuk mengaturku memangnya menurutmu siapa kamu itu?"

Nayra yang tiba-tiba ditatap oleh putra dirinya itu jelas menunjukkan kepalanya mencoba untuk tidak menetap Pemuda yang ada di hadapannya itu.

Sejujurnya dirinya cukup bingung untuk merespon atau berkata seperti apa lagi dirinya ingin menegaskan jika dirinya sekarang adalah Ibu Tiri anak itu, namun jika dirinya mengatakan hal itu takut malah menjadi sebuah provokasi pada pemuda itu, jadi Nayra memutuskan untuk diam mulai mundur ke belakang memilih untuk segera mengambil air.

"Baiklah, terserah kamu saja. Sebaiknya kamu segera kembali ke kamar dan memakai bajumu sebentar lagi sarapan sudah siap,"

Louise melihat tentang bagaimana wanita itu mencoba untuk mengabaikannya ekspresinya jelas menjadi tidak senang.

Louise sekarang memulai rencana keduanya dengan mendekati Nayra lebih dekat, Nayra jelas menjadi kaget dengan kedekatan tiba-tiba itu, sampai-sampai membuat Nayra bisa mencium aroma wangi dari sabun mandi dari Pria muda itu.

Nayra benar-benar tidak tahu apa isi kepala dari pria muda itu berniat ingin mendorongnya, takut-takut Putra tirinya itu malah berbuat macam-macam.

Namun bahkan sebelum Nayra mendorong Louise, Louise sudah kembali menjauh kali ini dengan sebuah gelas yang baru saja diisi penuh lagi.

Nayra akhirnya tahu, bahwa Louise hanya baru saja mengambil air minum di belakangnya.

"Apa yang kamu lihat dari tadi?"

"Louise! Apa-apaan kamu itu jika kamu ingin mengambil minum kenapa harus seperti itu?"

"Sudah aku bilang itu terserah padaku," kata Louise lalu segera pergi dari sana meninggalkan Nayra yang memiliki ekspresi kesal.

Hanya baru hari pertama, Nayra sudah sangat kewalahan harus berurusan dengan Putra Tirinya yang menyebalkan yang tidak tahu malu itu.

Itu baru hari pertama, di hari-hari berikutnya, Nayra juga sering untuk bertemu dengan Louise, Louise kebetulan memiliki lebih banyak waktu di rumah, Nayra sendiri kebetulan sedang mengambil cuti, karena memang niatnya ingin mencoba untuk dekat dengan putra suaminya itu, ingin mendoca mengambi hati anak itu agar bisa menerimanya sebagai Ibunya, mulai rajin memasak makanan kesukaan Louise.

Sayangnya, hal itu tidak disambut baik oleh Louise.

Julian tentu saja merasa sangat senang dengan Istrinya yang mencoba bersikap ramah itu, dan tidak marah dengan kelakuan putranya yang memperlakukan istrinya itu dengan buruk.

Julian jujur, tidak tahu lagi harus menasehati seperti apa agar putranya itu lebih menghormati Istrinya jadi dirinya memilih untuk membiarkan waktu yang membuat mereka berdua mulai lebih saling mengenal.

Dan hari ini, salah satu siang, dimana hanya ada dua orang penghuni Rumah itu.

Nayra yang saat ini sedang bersantai di ruang keluarga, menatap keget kearah kolam renang, karena tiba-tiba Louise loncat kesana, masih dengan pakaian lengkapnya.

Ya, karena Nayra tahu, jika Louise tidak bisa berenang jadi tentu saja dirinya panik.

Hal ini mengingatkan nya pada malam pertama dirinya tinggal di Rumah ini, dimana Louise tenggelam sampai dia jatuh sakit selama beberapa hari.

Tugu itu adalah kecelakaan dan anak itu tidak sengaja tergelincir jatuh.

Namun kali ini Louise, benar-benar melakukannya dengan mencampurkan dirinya ke kolam renang yang cukup dalam itu!

Nayra jelas merasa jika anak itu gila!

Dengan panik, Nayra segera menuju ke Kolam Renang.

"Louise!! Apa yang coba kamu lakukan!! Astaga... Bagaimana ini..."

Nayra jelas menjadi panik melihat pria muda itu saat itu tidak menunggu kan wajahnya di permukaan air seolah-olah benar-benar tenggelam ke dasar kolam, Nayra sendiri tidak bisa berenang.

Namun kepanikan Nayra segera hilang, ketika melihat wajah Louise muncul di permukaan air, lalu mulai berenang menuju kepinggiran, tempat Nayra berada.

"Ada apa sih kamu? Kenapa begitu berisik seperti itu? Kamu pikir Aku sama dengan 3 tahun yang lalu?"

Saat ini, Louise mulai duduk di salah satu tangga kolam renang, menikmati air di sana, dan perlahan-lahan melepaskan kemeja yang di pakainya satu demi satu, melemparkannya kearah Nayra.

Nayra yang menerima kemeja basah, itu refleks, menyingkirkannya dari hadapannya.

Nayra yang melihat pemandangan dimana tubuh Louise perlahan-lahan mulai terbuka, menujukan tubuh indahnya itu.

Melihat itu, Nayra hanya bisa berpikir jika Louise itu tingkahnya, sekarang jadi gila, selain tidak sopan, dia juga sangat tidak tahu malu!!

Apakah ini pengaruh dia tinggal di luar negeri?

Bagaimanapun juga di luar negeri lebih seperti negara yang cukup terbuka dan penuh kebebasan.

"Louise! Berhentilah bermain-main dan bersikap kekanak-kanakan seperti itu!"

Louise yang mendengar kata-kata itu segera merubah ekspresinya menjadi kekesalan segera berdiri dan main anak tanggal satu persatu sampai ke tepi kolam renang, dan berada di hadapan Nayra.

"Memang kenapa jika aku bermain-main? Itu terserah Aku,"

Nayra merasa sepertinya tidak ada gunanya mencoba menasehati anak yang sudah dewasa itu memilih ingin segera pergi, namun ketika Nayra ingin pergi itu, tangannya segera di tarik oleh Louise.

Nayra tentu saja kaget, dan membuat dirinya kehilangan keseimbangannya.

Membuat, Nayra jatuh pada pelukan Louise.

Sekarang jarak mereka begitu dekat.

"Louise! Kamu itu, jangan coba-coba untuk memasukan ku ke Kolam Renang lagi!"

Nayra kurang lebih bisa membaca motif pemuda itu yang ingin menariknya ke kolam itu.

Bagaimanapun juga Nayra sampai saat ini belum bisa berenang.

Tidak mau, tindakan lelucon ini menjadi sesuatu seperti percobaan pembunuhan.

Namun, Louise tidak menggubris perkataan Nayra, hanya mendekatkan wajahnya lebih dekat ke Nayra, kemudian mulai mencium bibir Nayra.

Nayra tentu saja kaget dengan tindakan yang tiba-tiba itu, dan segera menamparnya.

"Louise!! Kamu... Apa-apa kamu!!"

"Kamu berisik sekali! Aku hanya ingin melihat mu diam! Dan ini sakit, kamu benar-benar menyebalkan,"

"Lepaskan!!!" Kata Nayra mencoba untuk lepas dari Louise.

Nayra jelas merasa kesal dengan tidakkah Louise yang semakin tidak sopan itu!

Apa-apa ciuman itu!

Dirinya sedikit tahu, jika di Luar Negeri hal-hal semacam itu menjadi interaksi yang biasa, namun ini bukan di Luar Negeri!

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!