Louise jelas saja menjadi panik begitu dirinya membaca surat hasil pemeriksaan tentang konsisi Ayahnya itu.
Hal-hal yang ada di sana terlihat sekali tidak masuk akal.
Jelas, Louise ingin sekali tidak mempercayai semua itu...
Namun entah kenapa tiba-tiba ada keraguan di dalam hatinya..
Ini mengigatkan Louise salah satu kata-kata Ayahnya saat dia marah tempo hari sebelumnya.
'Tidakkah kamu pernah berpikir jika Ibumu yang berselingkuh?'
Tentu saja, Louise saat itu langsung membantah dan menolak gagasan Ayahnya itu, dirinya memang tidak pernah mencurigai Ibunya melakukan hal-hal semacam itu.
Namun bagaimana jika kata-kata dari ayahnya itu merupakan sebuah keheranan?
Jika ternyata Ibunya berselingkuh?
Dan kenyataan bahwa Ayahnya tidak bisa memiliki anak, bukankah iti artinya dirinya ini bukan anak kandung Ayahnya?
Ketika sampai dalam kesimpulan itu, Louise jelas merasa bertambah panik sampai-sampai dia menjatuhkan kertas yang ada di tangannya.
Sebuah kemungkinan yang tidak pernah terpikirkan seumur hidupnya tiba-tiba melintasi pikirannya.
Namun bagaimana jika itu ternyata adalah sebuah kebenaran?
Apakah itu alasan Ayahnya sekarang bersikap cukup dingin padanya?
Bahkan tidak memiliki inisiatif selama 5 tahun belakangan untuk menghubungi dirinya yang ada di luar negeri?
Dalam lima tahun ini, Louise tentu saja dipenuhi dengan rasa kecemasan.
Dirinya mungkin banyak memikirkannya dalam lima tahun ini, jika saja Ayahnya mau datang dan menjemputnya sampai ke luar negeri dirinya mungkin akan pulang.
Namun bahkan setelah 5 tahun berlalu, Ayahnya tidak pernah datang.
Dia ternyata sedang asyik dengan keluarga baru yang dirinya miliki, dengan Istri barunya.
Mungkin untuk Ayahnya, melihat wajah dirinya yang bukan anak kandungnya, bisa saja menjadi sebuahmimpi buruk, untuk mengingatkan ayahnya tentang penghianatan yang Ibunya miliki.
Ya, itu semua menjadi masuk akal sekarang.
Dirinya bukan Putra Kandung, Julian Leonard, dirinya hanyalah perusak pemandangan bagi kebahagiaan ayahnya dan Istri Batunya.
Ayahnya pasti sangat muak melihat dirinya...
Ketika memikirkan semua kenyataan ini, Louise merasa sangat hancur dan juga sedih.
Sampai-sampai dirinya tidak tahu harus berbuat apa.
Semua emosi berkumpul di dalam hatinya antara kemarahan, kesedihan, kekecewaan dan keputusasaan.
Seolah-olah semua emosi negatif berkumpul di sana.
Louise lalu mulai menatap sebuah foto yang ada di meja kerja itu.
Disana ada foto pernikahan Ayahnya dengan Istrinya yang baru, juga ada foto lagi ketika keduanya sedang pergi berlibur.
Dua orang itu terlihat cukup bahagia difoto itu.
Louise yang melihat itu kemudian setelah tertawa penuh dengan Ironi.
"Jadi begitu, kalian memang lebih bahagia jika tanpa aku bukan? Aku hanyalah seorang pengganggu untuk kehidupan kalian, Ayah pasti sangat benci ketika melihat wajahku saat aku pulang,"
Namun tawa penuh ironi itu segera berubah menjadi air mata.
Mungkin karena semua hal ini begitu sulit untuk di terima.
Louise yang merasa semakin tidak tahan itu segera memilih pergi dari ruangan itu tidak lebih tepatnya dia segera pergi dari rumah itu.
####
Hari sudah menjelang malam, Nayra yang baru pulang bersama dengan Julian, tentu saja menjadi cukup kaget karena rumah menjadi cukup sepi.
Karena biasanya, Louise akan ada di ruang keluarga entah sedang menonton TV atau sekedar bersantai dengan ponselnya di sana.
Nayra yang melihat tidak adanya keberadaan putra tirinya itu jelas menjadi cukup cemas.
Nayra lalu segera menuju ke arah dapur dan bertanya pada nelayan yang menyiapkan makan malam hari namun sang pelayan bilang jika ketika dirinya datang ke rumah memang sudah tidak ada siapapun di sana Dan tidak melihat Tuan Muda Louise dimana.
"Maaf Nyonya, tadi siang saya memang sempat bertemu dengan Tuan Muda, hanya ketika saya berpapasan dengannya sebelumnya saat selesai membersihkan rumah, dia memiliki ekspresi yang begitu sedih dan segera keluar dan pergi dari rumah ini saya sendiri tidak tahu alasannya, dan ketika saya kembali lagi sore hari ini, Tuan Muda belum kembali,"
Nayra yang mendengar hal itu jelas saja merasa cukup cemas.
Julian yang kebetulan melewati dapur itu segera melihat istrinya yang sedih itu dan segera berkata,
"Louise sudah dewasa mungkin dia hanya pergi bermain atau pergi keluar dengan teman-temannya?"
"Tapikan Louise sepertinya tidak memiliki teman bukannya dia selama 5 tahun ini berada di luar negeri?"
Julian lalu segera terdiam sebentar berkata lagi,
"Mungkin beberapa teman masa kecilnya? Aku ingat dia memiliki beberapa sahabat yang sangat dekat dengannya ketika dia masih cukup muda,"
Nayra yang mendengar itu hanya bisa merasa sedikit lega mungkin saja itu benar, lagipula Louise memamg sudah cukup dewasa pula.
Setelah itu, Nayra memutuskan untuk tidak mau terlalu memikirkannya dan segera menuju ke ruang kerja miliknya untuk meletakkan beberapa dokumen-dokumen penting yang mungkin akan dikerjakan nanti.
Namun sayangnya, ketika Nayra masuk ke ruang kerjanya, dirinya melihat laci meja paling bawah terbuka.
Dan tidak jauh dari sana ada sebuah kertas pemeriksaan yang hasilnya terbuka ada di lantai.
Nayra lalu menatap ke arah surat pemeriksaan yang terlihat familiar itu.
"Bagaimana bisa ini berada di sini?"
Nayra menjadi panik ketika memikirkan itu.
Keberadaan surat pemeriksaan ini sudah hampir dirinya lupakan.
Ini bermula sekitar empat tahun lalu, karena sudah satu tahun dirinya dan Julian menikah namun mereka berdua tidak kunjung memiliki anak.
Mereka berdua lalu berinisiatif untuk pergi ke dokter dan merencanakan program kehamilan.
Julian sendiri juga tidak pernah tahu kondisinya selama ini.
Nayra sendiri juga sangat kaget soal hasil pemeriksaan ini pada awalnya.
Dan dari sana, Julian mulai meminta maaf padanya selalu mulai menceritakan sebuah rahasia yang sudah dia simpan selama tiga tahun.
Rahasia jika ternyata, Louise Leonard bukan Putra Kandungnya, kenyataan ini juga baru diketahui oleh suaminya sekitar 3 tahun lalu saat memeriksakan keadaan Louise yang sempat mengalami anemia.
Dan itulah yang terjadi, Julian segera bertengkar hebat dengan istrinya saat itu, pertengkaran yang tidak ada habisnya yang membuat kedua orang itu hampir bercerai.
Namun sayangnya di saat-saat seperti itu tiba-tiba sebuah kecelakaan meninpa Ibu Louise, meinggalkan Julian dalam duka yang besar.
Rasa penghianatan yang tiba-tiba dan kemudian perasaan kehilangan yang tiba-tiba.
Nayra tahu, betapa Julian sangat menyayagi Louise, bahkan setelah kejadian dan tahu kenyataan menyakitkan itu, Julian tetap mengubur cerita itu dalam hatinya dan tidak pernah memberi tahu siapapun.
Lalu, kenapa surat ini yang sudah lama terlupakan tiba-tiba di sini?
Jangan bilang seseorang membacanya?
Nayra segera menjadi panik ketika mulai memikirkan sesuatu.
Louise?
Jangan bilang dia...
Nayra lalu segera keluar dari ruang kerja itu danmenemui Julian yang saat ini berada di kamar.
Julian tentu saja kaget melihat Istrinya itu terlihat panik,
"Ada apa deganmu?"
"Julian, sepertinya ada hal yang gawat terjadi, Louise sepertinya sudah membaca surat hasil pemeriksaan milikmu,"
"Surat pemeriksaan apa yang kamu maksud?"
"Tentang kamu yang tidak bisa punya anak,"
"Apa? Bagaimana itu bisa terjadi?"
"Aku juga tidak tahu namun begitu aku memasuki ruang kerjaku aku melihat juga lagi mejaku sedikit berantakan sepertinya anak itu memeriksa barang-barangku dan malah tidak sengaja menemukan surat pemeriksaan itu, ini adalah salahku kenapa begitu ceroboh dan sekarang... Louise.. Dia..."
Julian yang memikirkan kemungkinan bahwa putranya yang cukup pintar itu mungkin bisa menebak apa yang terjadi apalagi setelah dirinya tempo hari sempat keceplosan soal Ibu Louise yang mungkin berselingkuh.
Tidak...
Bagiamana ini..
"Aku.. Aku akan mencoba untuk menemukan anak itu..."
"Aku ikut,"
Dua orang itu segera bersiap-siap dan berniat untuk segera mencari keberadaan Louise, namun ketika mereka berdua sampai di ruang tamu dua orang itu segera melihat wajah yang familiar.
Louise yang saat ini pulang dalam keadaan cukup mabuk, sedang ada di ruang tamu, menatap kearah mereka berdua.
"Jadi aku bukan anggota keluarga kalian bukan? Ayah juga pasti sangat senang tidak perlu memiliki seorang putra pembangunan sepertiku?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments