Nayra sendiri menjadi cukup terkejut ketika mendegar isi surat wasiat itu.
Tentang dirinya yang bahkah mendapatkan 10% dari saham Perusahaan Suaminya, terlebih dengan barang-barang lainnya.
Dirinya selalu berpikir jika itu akan di berikan kepada Louise semua, setelah semua unuk Julian, walaupun anak itu bukankah putra kandungnya namun suaminya itu begitu menyayangi anak itu.
Sangat wajar untuk dijadikan pewarisnya dan jelaskan tidak akan ada orang yang menentang.
Namun masalah yang lebih serius soal pengelolaan perusahaan.
Dari surat wasiat itu, sekolahan hal-hal itu, di buat karena Julian memperkirakan kejadian seperti ini?
Louise yang masih cukup muda jadi dia belum bisa mengurus Perusahaan?
tidak, lebih tepatnya, apakah sebenarnya surat wasiat itu sudah dibuat sejak dirinya dan Julian menikah?
Namun Nayra benar-benar tidak mengira akan diberikan kepercayaan sebesar itu untuk mengurus perusahaan sebelum Louise akan bisa mengelolanya.
Padahal hubungan anata dirinya dan Louise jelas menjadi cukup buruk dan dengan hasil surat wasiat itu mungkin saja akan membuat hubungan mereka menjadi cukup buruk bukan?
Seolah-olah, memang dirinya lah yang mengincar Perusahaan, bahkan walaupun itu hanya sementara orang-orang pasti akan selalu bergosip yang tidak tidak tentang dirinya.
Belum lagi, Louise pasti tidak akan setuju dengan keputusan yang dibuat di surat wasiat itu.
Nayra diam-diam menatap kearah Louise, yang dari tadi masih terdiam, dan tidak mengatakan apapun soal surat wasiat yang dibacakan oleh pengacara barusan.
Louise yang Nayra lihat, benar-benar terlihat tenggelam dalam pikirannya sendiri Naira sendiri tidak tahu apa yang dipikirkan oleh putra tirinya itu.
"Louise, coba katakan pada Pengacara, kamu pasti tidak setuju jika menyerahkan pengendalian dan pengelolaan perusahaan sementara kepada Ibu Tirimu itu kan?"
Nayra juga menantikan jawaban dari pria itu, ya walaupun mungkin saja jawabannya sudah seperti yang dirinya juga yaitu sebuah penolakan.
Setelah semua, Nayra masih tahu tentang bagaimana Louise membencinya.
Namun ternyata, jawaban Louise, sungguh mengejutkan semua orang yang ada di ruangan itu.
"Aku akan mengikuti wasiat dari Ayahku, membierkan Ibu Tiriku Nayra untuk mengelola perusahaan sementara selama aku masih melanjutkan pendidikanku sampai aku benar-benar siap untuk mengambil alih perusahaan,"
Sarah jangan dengar kata-kata dari keponakannya itu jelas merasa tidak setuju dan mulai berkata dengan marah,
"Louise! Kenapa kamu malah menyetujui soal itu? Kamu sendiri yang paling tahu jika wanita murahan itu memang mengincar perusahaan milik Ayahmu dari awal, membiarkan dia untuk mengambil alih dan mengelola sementara itu sama saja dengan menyerahkannya padanya, siapa yang akan tahu apa yang akan dia lakukan selama dia menjadi pemimpin perusahaan bisa saja dia hanya mengambil seluruh keuntungan untuk dirinya sendiri atau melakukan berbagai manipulasi terhadap perusahaan jadi nanti ketika dia memberikan perusahaan kembali kepadamu itu mungkin sudah bangkrut, atau sesuatu seperti itu,"
Nayra yang mendengar kata-kata tujuan dari saudara iparnya itu jelas menjadi marah dan berkata,
"Sarah, kamu jangan sembarangan menuduhku aku jelas tidak akan melakukan itu,"
"Kalau begitu, serahkan hak atas warisanmu dan pengelolaan Perusahaan, jika kamu memang tulus kamu harus memberikan hak pengelolaan itu, itu semua jelas bukan hakmu!"
Nayra yang mendengar itu, lalu segera terdiam.
Tentu saja, dirinya sama sekali tidak keberatan untuk menyerahkan hak warisannya bahkan pengelolaan Perusahaan, pada Louise, setelah semua ini semua harga Julian dan Louise memiliki hak penuh atas peninggalan ayahnya itu.
Namun jelas, saat ini Louise masih terlalu muda untuk menerima atau mengelola semua itu begitu saja.
Nayra menjadi teringat soal almarhum suaminya itu, dimana dia meminta dirinya untuk menjaga Louise.
Apakah itu artinya, dirinya harus membantu anak itu untuk mengelola perusahaan sampai dia benar-benar cukup dewasa untuk bisa mengambil alihnya sendiri?
Yah, tujuan Julian sudah jelas, Julian memiliki begitu banyak kepercayaan kepada dirinya.
Itu adalah keinginan terakhirnya...
Bahkan walaupun, Nayra tidak suka dalam urusan warisan ini, dan tidak mau terlibat sama sekali dirinya tidak memiliki pilihan untuk ikut.
Nayra akhirnya sudah membuat keputusan.
Nayra segera mencoba menenangkan hatinya dan berkata,
"Tidak, Aku tidak akan menyerahkannya, aku akan menuruti kata-kata dan keinginan dari Almarhum Suamiku, untuk Mengelola Perusahaan,"
Sarah yang mendengar itu jelas menjadi tambah marah,
"Kamu lihat itu, Louise? Wanita Murahan itu, dia akhirnya menunjukkan wajah aslinya yang menginginkan harta warisan dari ayahmu lihatlah sekarang mungkin dia akan sangat senang untuk bisa mengambil alih perusahaan! Louise! Kamu jelas memiliki hak penuh atas perusahaan itu! Kamu harus menolak Nayra untuk mengelola Perusahaan!"
Louise sebenarnya masih sangat frustasi dan menjadi bingung dengan hal-hal soal warisan ayahnya itu.
Hanya, Louise juga masih bingung soal apa yang sebaiknya dirinya lakukan...
Sejujurnya dirinya tidak pernah mengira jika ayahnya akan mewariskan semua harta itu padanya bahkan setelah tahu bahwa dirinya ini bukan putra kandungnya...
Apakah dirinya benar-benar memiliki hak atas itu?
Louise tidak tahu.
Namun jika bukan dirinya yang menerima semua itu kepada siapa itu akan diserahkan?
Louise diam-diam menatap kearah Ibu Tirinya itu.
Louise jelas belum benar-benar percaya kepada wanita itu.
Bahkan walaupun dia bukan selingkuhan Ayahnya...
"Tanta tenang saja, untuk saat ini aku akan mengikuti apa keinginan ayah dalam surat wasiat itu aku juga akan memastikan untuk belajar tentang perusahaan secepatnya dan juga secepatnya menyelesaikan pendidikanku dan akan segera mengambil alih perusahaan. Untuk saat ini ikuti saja apa yang ada di surat wasiat itu," kata Louise mencoba bersikap tenang.
Setelah semua, hal-hal itu adalah keputusan yang sudah ayahnya buat dirinya tidak bisa untuk menentangnya, apalagi setelah semua insiden yang terjadi.
Dirinya saat ini tidak ingin lagi membantah kata-kata atau keinginan ayahnya...
Jadi mari amati dulu tentang apa yang terjadi...
Apakah Nayra itu..
Benar-benar seseorang yang bisa dipercaya?
Sampai-sampai Ayahnya, membuat keputusan sebesar itu untuk membiarkan wanita itu mengelola perusahaan.
Bahkan walaupun itu hanya sementara dampaknya mungkin akan berpengaruh besar kepada perusahaan.
Louise jujur, tidak mengerti tentang keputusan yang ayahnya buat kenapa dia bisa percaya pada wanita itu?
Apa yang dia lihat dari wanita itu?
Tatapan Nayra bertemu dengan tatapan Louise.
Nayra juga melihat tatapan penuh keraguan dari putra tirinya itu.
Nayra juga sadar, Louise mungkin tidak ingin menentang keinginan dan wasiat terakhir dari ayahnya itu, ini hanya sementara...
Ya, Nayra sendiri, sebenarnya juga tidak ingin memiliki urusan dengan anak itu...
Seorang anak yang menyebalkan sangat egois dan keras kepala yang hanya mengambil keputusan berdasarkan emosinya saja yang bahkan menyebabkan semua insiden dan tragedi ini.
Aanak itu, yang bahkan kabur ke Luar Negeri hanya karena dorongan kemarahan.
Bahkan walaupun anak itu sekarang sudah 20 tahun, sikapnya benar-benar masih kekanak-kanakan.
Nayra sejujurnya tidak tahu bagaimana berurusan dengan anak itu nanti.
Sampai Louise menyelesaikan studinya dan belajar soal Perusahaan?
Apakah tiga tahun cukup?
Nayra akhirnya hanya bisa meratapi nasibnya ini setidaknya dirinya akan menahannya sampai 3 tahun berlalu.
Kemudian setelah 3 tahun Mari akan lihat apa yang terjadi berikutnya.
Dirinya akan sebisa mungkin untuk menuruti keinginan Almarhum Suaminya.
Pada akhirnya setelah keputusan itu dibuat oleh orang-orang yang bersangkutan, Pengacara segera pergi dari sana, setelah menyerahkan dan meminta beberapa tanda tangan Louise, untuk serah terima perusahaan nantinya.
Dan juga rencana pengangkatan CEO baru, yang akan dilakukan bersama dengan rapat direksi yang tidak akan lama lagi akan diadakan.
####
Satu minggu berlalu dalam sekejab, hari-hari benar-benar berlalu dengan cepat.
Nayra dan Louise tentu saja setelah pemakaman Julian, tinggal di Rumah Keluarga Leonard.
Dan sekarang, setelah 1 minggu berlalu sejak surat wasiat itu di bacakan, dan Nayra kembali ke Rumah tempan dirinya dan Julian tinggal, Rumah mereka.
Tempat itu juga merupakan tempay Louise dibesarkan sejak muda, jadi tentu saja Louise pada akhirnya akan pulang ke rumah itu juga.
Saat ini, Nayra berada dalam satu mobil yang sama dengan putra dirinya itu untuk kembali ke rumah mereka.
Hanya ada keheningan di dalam mobil itu, Nayra sendiri tidak memiliki rencana untuk membuka percakapan dengan Louise, yang sekarang menatap keluar jendela, sambil memiliki ekspresi kesedihan di sana.
Bagaimanapun juga, nayra juga tahu, setelah semua, Louise sudah menghabiskan hampir seluruh hidupnya bersama dengan Ayahnya, hal-hal itu terlalu tiba-tiba, jadi tentu saja Louise masih sangat sedih dan terpukul.
Louise sekarang tidak hanya tidak memiliki ibu juga tidak memiliki ayahnya, sudah menjadi yatim piatu.
Nayra sendiri, merasa cukup kasihan dengan anak itu.
Namun Nayra menjadi ingat, tentang apa yang dirinya katakan sebelumnya saat pemakaman Julian, dimana dirinya malah menyalahkan anak itu, padahal, Louise lah, yang mungkin orang paling menderita setelah kejadian itu.
Nayra tiba-tiba merasa bersalah.
Namun dirinya juga tidak mengerti Bagaimana cara untuk meminta maaf pada anak itu, karena Nayra tidak ingin membuat Louise, menjadi teringat-ingat tentang kejadian itu dan membuatnya malah makin terpuruk.
Hah...
Apakah sekarang Louise membenci dirinya?
Nayra juga tidak tahu.
Namun mulai sekarang mereka berdua akan tinggal di satu rumah sebagai satu keluarga.
Tapi bagaimana jika nanti, Louise membuat kekacauan seperti sebelumnya?
Ketika Nayra tenggelam dalam pikirannya itu mobil yang mereka naiki sudah tiba di rumah mereka.
Nayra melihat Louise, keluar dari mobil lalu segera masuk ke dalam rumah.
Nayra mulai memasuki rumah besar itu yang sekarang terasa dingin...
Ya, rasanya sangat berbeda sekarang tanpa Julian...
Apakah tidak apa-apa untuk tinggal disana bersama Louise?
Bisakah mereka berdua hidup bersama?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments