Aya menatap Ferdi dengan rasa takut
Karna tadi malam saja ia sudah merasa lelah melayani tuannya itu.
" Tuan jangan,bukan nya tuan harus pergi kekantor " kata Aya mencoba mengalihkan perhatian Ferdi
" Ya itu urusan nanti " kata Ferdi mendekati Aya
" Tuan saya belum mematikan kompor fi dapur " kata Aya berbohong Agar Ferdi tak mengganggunya .
" Aish kau ini ......" kata Ferdi kesal Lalu meraih ponsel di saku celana nya Dan menyuruh Parman mematikan kompor .
Aya yang berbohong pun bingung Dan takut kalo Parman datang kekamarnya .
Dan mengatakan tak ada kompor yang menyala
" Anu..... tuan..." kata Aya gugup karna ia berbohong
" Biar saya saja yang mematikan nya " kata Aya Yang ingin beranjak dari tempat tidur Namun Ferdi menahan tubuhnya
" Apalagi ....aku sudah menyuruh Parman" kata Ferdi menatap Aya Lalu langsung menyergap Aya.
Mpt. . ..mpt ..... mpt..... Aya mencoba berontak Namun tenaga nya kalah kuat
Karna tubuh Ferdi lebih besar darinya.
Sedangkan Parman yang kedapur hanya bengong melihat tak ada kompor yang menyala . Dan ia pun kembali ke ruang tengah Sambil mengelengkan kepala.
" Kenapa tuan menyuruhku mematikan kompor Sedangkan tak ada api yang menyala " kata Parman bingung
" Ada ada saja. Ah sudah lah " kata Parman lalu kembali ke pos nya .
" Ada apa ?" kata Paimo heran
" Tak ada apa apa, hanya disuruh tuan muda mengecek dapur " kata Parman .
" Ya mungkin dia sedang dikamar dengan Aya " kata Paimo .
" Ya bisa jadi " kata Parman membuang nafas kasar . Karna ia pun sempat berpikir begitu .Karna tuannya itu belum keluar juga dari kamarnya.
Sedang kan dikamar Aya Ferdi sudah menyelesai kan Apa yang ia mau Dan menatap punggung Aya yang sedang membelakanginya.
" Kenapa kau membelakangi ku " kata Ferdi memeluk tubuh polos Aya .
" Tuan......saya lelah " kata Aya jujur dengan tangis diamnya
" Tidurlah " kata Ferdi yang memeluk pinggang Aya erat Sambil tersenyum puas Karna hari ini ia bisa melepas kan hasratnya sampai tuntas.
" Dengar jangan pernah lagi membeli pil itu atau aku akan menghukum mu lebih parah " kata Ferdi dengan suara parau
Deg.........
Aya terdiam tak bersuara . Kini ia mengerti
Apa maksud tuannya itu .Yang membuat nya Menghukum dirinya.
" Kalo kau hamil aku ayah dari janin itu Dan jangan sekali kali kau mencoba membuang nya " kata Ferdi yang menaruh kepalanya di caruk leher Aya .
Yang membuat Aya terkejut mendengar perkataan Ferdi .
" Apa maksud tuan " kata Aya berbalik menatap Ferdi .
" Kenapa kau membeli obat anti hamil Lalu untuk apa itu semua . " kata Ferdi
" Tapi tuan kita belum menikah Bagaimana saya bisa hamil tampa suami Dan ini perbuatan dosa tuan " kata Aya mata berkaca kaca.
" Aih kenapa menangis , sudah jangan menangis .Kenapa wanita suka pamer air mata untuk di kasihani " kata Ferdi yang lalu duduk dan menghapus air mata Aya Dengan jarinya. Yang membuat Aya cukup terkejut dengan sikap lembut tuannya itu
" Jangan menangis lagi , kau tak berdosa melayani ku .Sekarang bangun lah aku lapar siap kan makan siang ku " kata Ferdi yang mengingat pesan mami nya Kalo ia harus bersikap baik pada Aya.
" Iya tuan " kata Aya yang mengambil pakaian nya dan mengenakan nya Lalu merapikan rambutnya .Setelah itu Aya pun bergegas ke dapur .Walau dengan tubuh lelah. Tapi ia tetap harus melayani tuannya itu. Kalo tidak ia akan di hukum lagi.
" Apa maksud tuan Ferdi aku tak berdosa
Melakukannya " batin Aya bertanya tanya dalam hati. Yang membuat nya bingung.
********
Sedangkan di rumah besar mami Risma baru saja menerima surat surat berkas Ferdi yang didapatkan Alan dari KUA
" 'Tuan muda memang menikahinya nyonya
Tapi ia tak mengambil buku nikah nya . Buku nikahnya di bawa pa Kevin.Dan saya hanya mendapatkan salinan nya saja " kata Alan duduk di hadapan mami Risma .
" Ini sudah cukup lan. Yang penting ia tak melakukan nya hal diluar batas ..Karna tuan besar mu cepat atau lambat akan tahu " kata mami Risma .
" Iya nyonya berarti nona Aya istri tuan Ferdi yang sah " tanya Alan
" Ya secara hukum agama dan negara mereka tercatat Dan Aya adalah menantu keluarga Ferdinan " kata mami Risma
" Awasi tuan muda mu itu , Jangan sampai tuan besar mu marah padanya .Dan suruh Parman dan Paimo menjaga Aya " kata mami Risma Yang bisa menerima menantu nya itu Walau Aya masih muda Tapi ia tahu gadis itu berhati baik lugu dan polos .
" Baik nyonya saya akan kembali kekantor Takut nanti tuan muda membutuhkan saya " kata Alan
" Ya pergilah , trimakasih ya lan " kata mami Risma.
" Sama sama nyonya " kata Alan yang sudah dianggap anak oleh nyonya dan tuan besarnya itu .
Sedangkan Aya duduk termenung di kamar nya. Karna pil yang di kirim Via tak ada. Dan Aya tahu siapa yang sudah mengambil nya. Pasti tidak lain tuan nya sendiri
" Apa sebenar mau nya " kata Aya lirih
" Aku sudah hancur dan kalo aku hamil Bagaimana dengan ku .Apa aku harus pergi dari sini Tapi ngak mungkin kemana aku harus pergi " kata Aya bingung.
" Tapi dia bilang . ......"
" Tok.....tok.....tok ... Aya ......." panggil Parman dari luar .
Ceklek
" Iya pa ada apa ?" kata Aya membuka pintu .
" Siap siap lah tuan muda akan mengajak mu keluar sore ini " kata Pa Parman .
" Hah...... serius pa " kata Aya yang sudah hampir 2 bulan ini terkurung di Villa
" Ya......sebentar lagi tuan muda pulang dan akan menyuruh Alan menjemputnya mu. Ya sudah bapa tinggal ya " kata Parman
" Ya pa terimakasih " kata Aya senang Lalu menganti pakaian nya dengan pakaian kasual Dan memadu nya dengan tas selempang kecil nya Lalu Aya berdandan seadanya. Dengan rambut di ikat ke belakang . Setelah selesai ia menunggu pun duduk menunggu diteras Villa .
Tak lama menunggu mobil pun datang Dan Alan turun dari mobil .
" Nona Aya masuk lah tuan muda sudah menunggu " kata Alan membuka kan pintu mobil
" Terimakasih tuan Alan " kata Aya yang beranjak dari duduk nya .Lalu masuk ke dalam mobil .
Sedangkan di sisi lain Ferdi sedang berkumpul bersama teman temannya Yang ingin nonton konser music boy band asal korea itu
" Fer...... mana cewek lho jomlo nih " sindir Dilan yang membawa Tamara .
" Iya bro tumben lho jomblo " kata Yusuf
" Santai bro bentar lagi " kata Ferdi yang melihat Arci pacar Yusuf .
" Hei....... jangan bilang lho ngak bawa Kaifa Karna Wandi . Kan lho masih punya cadangan si Heni " kata Tris .
" No ..... Heni lagi ke paris buat pemotretan gue bawa yang spesial hari ini " kata Ferdi Yang menunggu Alan menjemput Aya
" Cih...... mentang mentang usaha maju dan banyak duit gonta ganti mulu " kata Tris
" No yang ini permanen " kata Ferdi santai tak lama Alan datang membawa Aya yang menutup kepalanya dengan hoodienya Karna suara bising karna Aya baru kali pertamanya ia menonton konser music bersama seorang pria .
" Kenapa lama " kata Ferdi menatap Alan
" Maaf tuan tadi salah jalan " kata Alan menyuruh Aya mendekat . Membuat Yusuf Tris dan Dilan kaget melihat bocah mungil imut berdiri di depan mereka. membuat Tamara dan Arci ikut melongo
" Fer ngak salah nih tuh bawa anak abg " kata Yusuf berbisik
" Ngak , dia memang baru lulus sekolah Tapi tutup mulut kalian " kata Ferdi Yang menarik tangan Aya. Dan merangkul nya Sedangkan Aya hanya diam.
" Tu......an" kata Aya pelan.
" Lan kau bisa ikut dari belakang ,Ayo ...kita cari tempat duduk " kata Ferdi Mentraktir semua temannya malam ini Dan lalu mengengam tangan Aya mengandeng nya mesra. Mencari tempat duduk di kursi vvip
melewati para penonton lain
Aya diam tak banyak bicara , karna ia senang bisa keluar Dan menonton konser music Yang membuat Aya tersenyum sumringah .Dan kedua nya berjalan lebih dulu menuju kursi depan.
" Aya ....panggil seseorang yang membuat Aya menoleh pada sumber suara Begitu juga Ferdi yang melihat pria sebaya Aya menyapa Aya
" Rio ......" kata Aya kaget melihat teman nya itu.
" Kau nonton juga , mana Via dan Qila " tanya Rio
Deg........
" Dia bersama ku ayo ..... " kata Ferdi dengan wajah tak senang Lalu menarik tangan Aya melewati Rio begitu saja.
"Rio ......duluan ya" kata Aya berteriak yang membuat teman nya itu melongo.Karna Aya belum sempat bicara apa pun
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 492 Episodes
Comments