Ayana pun menuju kamar Ferdi dan lalu menyiapkan baju rumahan untuk tuannya Dan menaruhnya nya diatas ranjang
Setelah itu Ayana keluar dari kamar tuan Ferdi .
" Aya ...." panggil Paimo dari dapur .
" Ya pa " kata Ayana
" Tuan muda minta kau memasak kan makan malam ..!! ini semua bahan sudah siap " kata Paimo yang datang bersama Parman Dan mereka hanya sebentar pergi belanja. Sesuai pesanan tuan muda mereka.
" Ya pa, apa yang harus saya masak " kata Ayana
" Terserah yang penting matang " kata Parman Sambil memperhatikan Ayana
" Gadis itu lumayan cantik " bisik Paimo pada Parman yang menatap Aya.
" Jangan macam macam pasti dia bukan pelayan biasa " kata Parman karna tuan muda nya itu tak pernah menyuruh pelayan sampai masuk kekamarnya. Dan berbeda dengan Aya yang disuruh membersihkan kamar Dan menyiapkan semua keperluan tuannya.
" Mana mungkin aku brani macam macam " kata Paimo menatap Parman
" Ayo pergi biarkan gadis itu memasak " kata Parman Yang lalu pergi dari dapur setelah meletakan dua kantong belanjaan
Dan berdua pergi begitu saja meninggalkan dapur.
Ayana pun lalu memasukan sebagian belanjaan itu kedalam lemari pendingin Aya cukup lega sudah ada sayur dan lauk yang akan masak . Karna ia bingung Dan tak berani Meminta uang pada majikan nya itu. kemarin ia tak makan sama sekali
Lalu Aya memasak ayam goreng dan sayur asam .Dan juga menggoreng tempe dan membuat sambal. Sebisa yang ia bisa Karna sesuai bahan yang ada. Dan Ayana yang terbiasa memasak dengan cepat lalu menatanya di atas meja makan . Setelah itu ia bergegas memanggil tuannya.
" Tuan makanan nya sudah siap " kata Aya
" Ya ambilkan untukku taruh disini " kata Ferdi yang sedang asyik bicara entah dengan siapa.
" Sayang..... aku mau makan dulu ya. hati hati di jalan aku mencintai mu " kata Ferdi Yang terdengar jelas . di telinga Aya
Ayana hanya diam dan menyiapkan Dan kembali kedapur lalu menyiapkan makanan untuk tuannya itu.
" Ini tuan saya permisi " kata Aya yang sudah menyiapkan makanan tuan Ferdi dan juga air minum nya. diatas meja
" Ya pergilah " kata Ferdi Yang cuek.
" Ya tuan saya pamit mau mandi dulu " Kata Aya yang lalu bergegas masuk kamar nya dan mandi lalu sholat magrib yang hampir terlambat.
" Alhamdulilah " kata Aya yang selesai sholat Dan berdoa meminta agar Allah melindungi slalu dari bahaya fitnah dan menjauhkan rasa sedihnya.
" Aku harus kuat, aku tak boleh sedih aku hanya pelunas hutang ayah .Tapi aku yakin suatu hari bisa pergi dari sini " kata Aya bersemangat.
Setelah selesai melipat sajadah Aya pun lalu keluar kamar. Dan keruang tengah . Dimana ia mengambil bekas piring makan tuan nya yang terlihat bersih.
" Alhamdulilah tuan itu memakan nya sampai habis dan tak marah . Aku tak tahu harus memasak apa " kata Aya yang tadi sempat bingung Dan lalu kembali ke dapur .Dan ia pun makan mengambil sedikit untuk dirinya Karna ia belum makan dari pagi. Karna hanya ada dua butir telur di kulkas kemaren Dan ia menahan lapar sepanjang hari
" Ya Allah mudahan ayah dan ibu juga Amara baik baik saja " kata Ayana yang kini sudah bisa menerima takdir nya untuk menolong sang ayah .Walau ia sudah di jual ayahnya ..Aya sadar ini jalan terbaik karna tak ingin ayah nya masuk penjara Apalagi sang adik masih kecil Dan lagi pula ayahnya juga sudah tua.
" Semoga Amara baik baik saja dik, kakak akan berjuang melunasi hutang ayah Dan pasti kita berkumpul lagi " kata Aya yang makan dengan lahap walau hanya lauk tempe sambal dan sayur asam Karna ayam nya sudah habis .
Di dalam kamar Ferdi sedang bersiap siap Untuk pergi menemui kekasihnya..Yang sudah menunggu di sebuah cafe .Lalu ia pun bergegas keluar dari kamar untuk pergi menemui kekasih nya .
" Alan ayo pergi " kata Ferdi pada sang sopir
" Baik tuan " kata Alan
" Kita kemana tuan " kata Alan yang membuka pintu mobil .
" ke cafe di jalan xxx ayo cepat , Kaifa sudah menunggu ku" kata Ferdi yang tak mau pacar nya itu mengomel karna Kaifa sudah menunggu nya sedari tadi karna ia lama bicara pada Heni.
" Ya ampun dia yang telat imbasnya pada ku " kata Alan dalam hati..Mana berani ia mengomel pada bos nya itu. Kalo brani pasti ia sudah dipecat .
" Ya tuan muda "kata Alan Yang membuang nafas kasar lalu melajukan mobil nya lebih cepat
Tak lama mereka pun sudah sampai didepan cafe. Dan Ferdi langsung turun .
" Kau pulang lah ,jangan bicara apa apa pada mami " kata Ferdi pada Alan
" Baik tuan " kata Alan yang langsung pergi dari tempat itu menuju rumah kediaman tuan besarnya Orang tua Ferdi . Sudah dua tahun ini Alan menjadi sopir Ferdi .Sepulangnya Ferdi dari kanada ia sudah menjadi sopir pribadi tuan mudanya itu. Karna ia mengantikan Ayahnya yang sedang sakit sakitan.
" Sayang kau lama sekali sih " kata Kaifa yang bergelayut manja pada Ferdi
" Maaf aku harus mandi dulu" kata Ferdi memeluk tubuh seksi Kaifa Yang memakai gaun seksi dan juga terbuka . Dan terlihat jelas belahan dada Kaifa yang menantang.
" Ayo masuk sayang , aku sudah memesan tempat untuk kita " kata Kaifa
" Baiklah "Kata Ferdi yang merangkul pinggang Kaifa dengan mesra
" Aku merindukan mu sayang dua hari ini kau pergi kemana " kata Kaifa mencium bibir pria itu. ketika mereka sudah di ruang tertutup
" Aku sibuk sayang " kata Ferdi memberi alasan .
" Sibuk apa " kata Kaifa yang merayu Ferdi Namun Ferdi hanya tersenyum menatap kekasihnya itu
Ferdi memang dekat dengan Kaifa dan bahkan pernah tidur sekamar Tapi mereka tak pernah melakukan hubungan badan Begitu juga dengan Heni mereka hanya sebatas tidur dan tak lebih Paling mereka hanya berciuman .Karna Ferdi juga masih seorang muslim .Walau ia jarang sholat Namun Ferdi juga tak mau sembarangan melaku kan hubungan badan pada kekasih nya karna ia tak mau melakukan dosa besar . Dan masih belum siap untuk menikah muda.
" Kau sudah tahu kan aku sibuk bekerja ayolah tak perlu curiga " kata Ferdi berbohong karna ia juga dekat dengan Heni teman masa kuliahnya dulu.
" Jangan bohong padaku , kapan kau akan melamar ku sayang " kata Kaifa
Deg.....
"Aku tak berbohong , aku memang sibuk " kata Ferdi Yang teringat ia sudah menikahi Ayana dan ....
" Astaga gila aku lupa " kata Ferdi
" Apa nya yang lupa " kata Kaifa kaget
" Bukan apa apa aku lupa membelikan pesanan mami " kata Ferdi
" Hah ...... kok bisa sih " kata Kaifa
" Ya tadi buru buru kesini ,Dan aku tak sempat bilang sama Alan juga " kata Ferdi yang mengalihkan pembicaraan nya Karna ia memang belum siap menikah. Dan ia terpaksa menikahi Ayana untuk persyaratan saja.
" Ya sudah kita kerumah mami yuk " kata Kaifa .
" Ngak usah lain kali ,kan kita sedang berkencan " kata Ferdi tersenyum
" Oh .... kau ini apa kau sangat mencintai ku sayang " kata Kaifa mencium pipi Ferdi
" Itu jelas sayang kau adalah cintaku " kata Ferdi menggombal Kaifa
" So sweet i love you " kata Kaifa manja Yang memeluk Ferdi .Dan beberapa mata hanya mengeleng melihat kemesraan dua sejoli dimabuk cinta itu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 492 Episodes
Comments