Setelah semua selesai Alan pun kembali kekantor . Seolah tak terjadi apa apa .Karna tadi Alan hanya menuruti perintah nyonya besar nya.
Sedangkan Aya sedang membaca buku Yang ia dapat dari teman nya. Di kamarnya sambil menunggu waktu magrib. Karna Aya sudah menyiapkan hidangan untuk makan malam
" Buku nya bagus juga nih , apa aku nitip lagi aja ya sama Via " kata Aya duduk karna A paya sekarang lebih banyak belajar . Termasuk belajar memasak dan membuat kue Juga tentang desain baju yang ia pelajari . Karna itu untuk hiburan baginya karna ia harus fokus belajar dari .pada melamun
Jam 9 malam Ferdi baru saja pulang ketika Aya tertidur dimeja belajarnya. Ferdi Yang mencarinya Aya tak ada di dapur Langsung menuju kamar Aya .
Tok .....tok... tok.....
" Kemana dia ?" kata Ferdi berusaha membuka pintu kamar tapi terkunci Lalu ia pun kembali kekamarnya mengambil pintu serep Namun tak ada di dalam lacinya
" Sialan di mana aku menaruh nya " umpat Ferdi Yang bingung mencari kunci cadangan pintu kamar Aya .Karna ia ingin melihat Aya .Karna seharian ini Ferdi sibuk bekerja dan nongkrong bersama Heni.
" Huh...... kenapa aku lupa " kata Ferdi lalu berbaring di atas tempat tidur nya. Tampa
menyadari ia pun tertidur
Jam 3 subuh Aya terbangun ketika merasakan hawa dingin .
"' Astagfirullah aku ketiduran di sini " kata Aya yang melihat jam sudah dini hari lalu pindah keatas ranjang Namun belum lagi ia menuju tempat tidurnya Kunci pintu kamarnya bergerak .
" Astaga siapa itu " kata Aya
" Aku buka pintunya " kata Ferdi yang membuat Aya kaget . Lalu ia pun menuju pintu kamar nya
Ceklek ......
" Tuan . ... ada apa " kata Aya kaget
Bukan nya menjawab Ferdi langsung menarik tangan Aya dan menyeretnya kekamar nya.
" Tuan ini masih malam " kata Aya
" Aku tahu " kata Ferdi menutup dan mengunci pintu kamar Aya Lalu membawa Aya kekamar nya .
" Masuk ...." kata Ferdi
" Tuan ....." kata Aya yang takut karna ia tahu maksud tuan nya itu.
" Apa kau mau aku memaksa mu " kata Ferdi yang lalu mengunci pintu kamar dan mengambil kuncinya Lalu memasukan nya dalam celana panjang nya.
Ferdi lalu naik keatas ranjang . Sedangkan Aya masih berdiri mematung
" Kemari lah " kata Ferdi lembut.
" Aya pun lalu naik keatas tempat tidur dan berbaring di sebelah Ferdi .
" Tuan ....... " kata Aya merasa takut
" Shut ...... " kata Ferdi memeluk Aya agar gadis itu bisa tenang .Mata Ferdi menatap dalam manik mata Aya Sedangkan Aya mencoba menghindari tatapan tuan nya itu karna merasa tak nyaman
" Berapa usiamu " kata Ferdi
" 19 tahu tahun tuan " kata Aya pelan
" Bagus lah " kata Ferdi yang lalu menarik tubuh Aya dalam dekapan nya. Aya yang gugup dan takut pun hanya bisa terdiam
" Kenapa kau takut, kalo kau hamil aku akan bertangung jawab " kata Ferdi yang lalu mengecup bibir Aya
" Tapi .....tuan " kata Aya
" Dengar aku membeli mu cukup mahal Dan bila kau bekerja 10 tahun pun belum bisa membayar nya. Jadi anggap lah ini impas. Dan aku ingin kau bisa melayani ku dengan baik dan lakukan itu dengan tulus " kata Ferdi pelan.
Deg......
Aya pun hanya diam ketika tangan Ferdi mulai beraksi . Tak ada yang salah ketika Aya menatap wajah tampan Ferdi .tuan nya itu cukup tampan walau sedikit kasar dalam bicara Tapi dalam berhubungan Ferdi memang melakukan nya dengan lembut Tampa ber sikap kasar. Karna Ferdi ingin Aya juga bisa menikmatinya .
Aya hanya bisa terdiam tampa suara Walau kadang lenguhan nya terdengar pelan Tapi kali ini Aya bisa merasakan setiap kali Ferdi melancarkan aksi nya Dan Aya mulai bisa menikmati nya . Cukup lama Ferdi melakukan nya Sampai ia puas ia pun tertidur sambil memeluk Aya.. Karna tadi ia tak bisa tidur lagi setelah sempat ketiduran mencari kunci..
Aya merasa kan pelukan Ferdi sangat erat Dan ia hanya diam tak berkutik . Wajah Ferdi terpampang nyata didepan mata Aya dengan mata terpejam.
" Ya tuhan ..... apa aku salah bila aku terperangkap kenapa aku tak bisa berontak tiap kali dia melakunya " kata hati .Aya sambil menatap Ferdi yang hanya berjarak 2 centi itu. Karna Ferdi sangat erat memeluk tubuhnya
Sedangkan Ferdi terlelap Aya yang berusaha melepaskan pelukan Ferdi tak bisa lepas Karna Ferdi juga menindih kakinya .
" Ya tuhan bagaimana ini " Kata Aya bingung yang akhirnya ikut terlelap bersama tuannya. Hingga sampai pagi Ferdi yang terbangun tersenyum melihat Aya dalam pelukan nya .Lalu mengecup bibir mungil Aya.
Entah mengapa ia begitu ingin slalu dekat dengan Aya .Padahal kemaren ia sudah di temani Heni Tapi pikiran nya penuh dengan wajah Aya. Yang membuat nya rindu dengan gadis pelunas hutang itu
" Aku tak perduli kau hamil , karna kau adalah milikku Dan mulai hari ini aku tak akan membiarkan mu pergi " kata Ferdi kembali mengecup bibir Aya Cukup lama Ferdi memandangi gadis itu sambil ia kembali lagi bermain Walau Aya dalam keadaan tidur karna lelah melayaninya Tapi Ferdi tak berhenti sampai ia merasa puas Lalu bergegas turun dari ranjang untuk membersihkan diri kekamar mandi
Selesai mandi Ferdi berpakaian dan mengambil uang di dompetnya .Dan menaruhnya diatas nakas Dan menulis sesuatu diatas kertas. Setelah itu ia pun pergi kekantor .
Aya terkejut ketika terbangun Dan melihat tuan nya itu tak ada di sampingnya. Di lihatnya ada setumpuk uang lembaran merah diatas nakas . Lalu Aya pun duduk melihat tulisan di secarik kertas
***, Ini uang belanja untuk mu , kau boleh membeli apa pun Tapi ingat jangan sekali kali pergi dari villa ini . Atau aku akan menghukum mu ****
" Ya tuhan apa yang harus kulakukan. Ya uang ini bisa ku tabung dan membeli pakaian " kata Aya sangat bingung lalu mengambil uang itu setelah berpakaian Dan merapikan tempat tidur tuannya. Lalu Aya pun pergi kekamar nya ...
" Tak masalah aku melayani nya , selama tuan tak berbuat kasar " kata Aya Yang lalu menghitung uang yan diambilnya dari atas meja Lalu menyimpan nya
" Aku bisa kuliah lagi nanti bila tuan rutin memberi ku uang " guman Aya Yang menghitung uang itu sebanyak 5 juta
********
Tiga pria duduk santai di cafe ketika Ferdi datang
" Hai bro bagaimana kabar mu " kata Tris
" Baik tumben ada apa " kata Ferdi yang memang jarang bertemu dengan para sahabatnya itu .
" Kudengar kau akan menikah dengan Kaifa " kata Wandi menyindir
" Hahaha ..... kenapa tidak kau saja hah..... bukan nya kau sudah menikmatinya bro " bisik Ferdi di telinga Wandi. Yang membuat Wandi melotot mendengar perkataan Ferdi
" Apa yang kau bisikkan Fer " kata Tris
" Tidak aku hanya menyuruh nya cepat menikah biar dia merasakan surga dunia Dan nikmati bercinta Dengan istri sendiri " kata Ferdi terkekeh. Yang membuat raut wajah Wandi berubah
" Hahaha....... hei kita ini jomlo wajar lah membujang dan berpesta dulu sampai puas Asal jangan celap celup saja " kata Tris
" Hahaha.......emang teh " kata Ferdi tertawa .Sambil matanya menatap Wandi
Sedang Wandi hanya diam memikirkan ucapan Ferdi
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 492 Episodes
Comments