Malam itu Aya tertidur pulas setelah kelelahan melayani tuan nya .Sedangkan Ferdi berbaring disampingnya Sambil menatap Aya yang terlelap
" Kau sangat cantik bila tertidur seperti ini gadis pembayar hutang " guman Ferdi Menatap lekat wajah Aya. Entah mengapa ia slalu merindukan tubuh Aya .
" Aku tak berdosa melakukan nya ,karna secara hukum negara kau adalah......astaga
dimana surat nikah nya " kata Ferdi menepuk jidat nya .Karena memang saat ia menikahi Aya setelah selesai ia langsumg pergi begitu saja .Bahkan tampa berpamitan dengan pa Kevin Dan juga tak bertanya tentang surat nikahnya.
" Aish kenapa aku lupa Kemana bapa tua itu pergi sekarang " kata Ferdi lalu bangun dan beranjak dari ranjang nya .Dan mencari no telp pa Kevin di ponselnya dan mencoba menghubungi nya .
Tut......tut ......tut.....tut......
" Astaga ..... kenapa hpnya tak aktif " kata Ferdi yang melihat jam menunjukkan angka 10 kurang .
" Ah besok saja biar aku suruh Alan untuk mengecek nya di rumahnya " kata Ferdi lalu meletakan kembali ponselnya di atas nakas. Lalu berbaring sambil menatap Aya .Cukup lama Ferdi menatap Aya sampai akhir nya ia terlelap .
********
Pagi nya Aya terbangun .Sekujur tubuhnya serasa lelah. Namun dipaksa nya bangun .
" Astaga di masih terlelap " kata Aya yang lalu bergegas turun dari ranjang dan memakai pakaian nya kembali ke kamar nya. Dan lalu membersihkan diri.
" Ya Allah berdosa kah aku " isak Aya menangis di kamar mandi. Namun ia tetap tegar . Lalu bergegas mandi dan setelah itu memasak di dapur.
" Aku pelunas utang ayah dan pelayan nya .Nanti setelah dia bosan aku akan memulai hidup baru " isak Aya sambil memasak dan tak lupa meminum pil yang dikirimkan teman nya lewat paket yang ia minta.
" Aku harus bertahan dan kuat " kata Aya
lalu menghapus air .mata nya Dan lalu menyelesai kan pekerjaan nya .
Setelah selesai Aya menata nya diatas meja Dan tak lupa menyiapkan piring dan minuman untuk tuan Ferdi .Lalu kembali kekamar nya.
Disisi lain seorang wanita sedang gelisah menelpon seseorang Namun masih belum diangkat .Lalu mengirim pesan karna yang di hubungi juga belum merespon
" Keterlaluan kemana sih dia, kemaren janji ketemu malah ngilang aja " kata gadis itu merenggut .
" Aku harus kekantornya , aku tak perduli lagi dia marah atau ketemu dengan tunangan nya itu. " kata wanita itu yang tak lain selingkuhan Ferdi Heni.
Sedangkan dikantor Ferdi baru saja hendak mulai memeriksa berkas nya Ketika pintu ruangan nya dibuka
Ceklek ......
" Maaf pa ada......" kata sekertaris Ferdi
" Aku ...." kata Heni yang lalu melewati sekertaris Ferdi begitu saja. Dan lalu menarik kursi untuk duduk dihadapan Ferdi .
" Ada apa " kata Ferdi tenang
" Kau bohong janji mau menemui ku tapi kau membatalkan nya " kata Heni protes .
Ferdi hanya diam sambil memeriksa berkasnya.
" Fer ayolah .... kenapa aku slalu harus mengalah dari Kaifa " kata Heni
" Bukan nya kau sudah tahu Aku sibuk Dan kau juga tahu waktu ku terbatas Hen kemaren Kaifa menemui ku dan menemui mami meminta ku agar melamar nya " kata Ferdi .
" Heh......tidak bisa kalo dia mau menikahi aku juga mau kau nikahi .Tak masalah jadi istri kedua " kata Heni protes
" Astaga kau gila bagai mana bisa aku punya dua istri . Apa kau mau dimadu " kata Ferdi bingung .
" Ya tak masalah asal uang bulanan ku lancar " kata Heni cuek
" Astaga ....." kata Ferdi memijat kening nya memikirkan ulah dua perempuan dalam hidup nya itu
"' Ini uang, pergi lah nanti selesai bekerja kita akan bertemu " kata Ferdi memberikan uang dua ikat 10 juta dari laci mejanya .
" Ok trimakasih sayang ,aku tunggu jangan menghindar lagi ya cup......" kata Heni yang lalu pergi setelah mencium pipi Ferdi.
Brak......
" Huh....... gila aku bodoh kenapa aku bisa sebodoh ini. Kaifa selingkuh Heni malah merongrong ku juga " kata Ferdi pusing Lalu kembali mengecek berkasnya.
Sedangkan di villa Aya termenung sendiri setelah meminum obat anti hamil. Karna Aya tak mau ia hamil .Apalagi tampa ikatan penikahan
" Ya Allah tolong aku , aku ingin hidup tenang . Buka kan pintu hati tuan Ferdi Agar bisa melepaskan ku pergi. Bila dia sudah puas " batin Aya .Sambil duduk membaca buku. Lalu berjalan berkeliling villa
" Kok sepi " kata Aya yang lalu berjalan melihat lihat sekeliling villa. Rumah itu cukup besar Lalu ketika menuju teras terlihat sepi.
" Kemana pa Paimo dan Parman ya " kata Aya yang lalu melihat ke pos keamanan terlihat sepi. Dan tak ada siapa pun .
Aya terdiam menatap tembok tinggi .Yang tinggi nya sekitar 3 meter Bahkan diatasnya ada kawat berduri yang di pasang sepanjang tembok tinggi Villa itu
" Ya Allah apa aku bisa kabur ......Tapi ngak mungkin aku bisa memanjatnya " kata Aya Yang ingin kabur dari Villa itu Lalu mengintip pintu gerbang utama .
Lama Aya berpikir dan duduk bersandar di depan pintu gerbang .Karna ia takut tak ada siapa pun di villa .
" Yah aku sendirian " Kata Aya terduduk lemas Apalagi sepi. Padahal biasa nya ada Paimo dan Parman di pos jaga
Lama Aya tersandar di gerbang lalu karna lelah ia pun mengantuk dan tertidur bersandar di bawah pintu gerbang di atas rerumputan .
************
Sore harinya Ferdi yang pulang diantar Alan yang membuka pintu gerbang kaget Melihat Aya tertidur di bawah pohon .
" Astaga ..... siapa gadis itu "kata Alan lalu bergegas menuju mobil
" Tuan ada seorang gadis Yang tertidur di halaman " kata Alan .
" Hah..... bagaimana bisa " kata Ferdi kaget yang lalu bergegas turun Astaga Paimo akh...... "kata Ferdi kesal Karna lupa ada Aya di villa ..Dan Alan pasti akan bertanya tanya padanya.
" Siapa dia tuan ?" tanya Alan Yang melihat Aya masih sangat muda.
" Dia pelayan disini. " kata Ferdi .
" Hah..... maksud tuan muda " kata Alan
" Dia pelayan disini itu maksudku " kata Ferdi
" Oh begitu , baiklah biar kuangkat dia kedalam " kata Alan ingin mengangkat Aya .
" Eh ..... ngak boleh biar kan aku saja " kata Ferdi yang langsung mengangkat Aya dan membawanya ke dalam villa
" Heh .......Dasar tuan muda lihat yang bening mau nyosor saja . Aku jadi curiga " kata Alan tersenyum penuh arti..
" Akh ...Aku punya ide " kata Alan tersenyum Lalu kembali masuk mobil dan membawa mobilnya masuk ke garasi lalu masuk kedalam Villa Dan mengikuti. Ferdi Yang membawa Aya pelan pelan Dan mengantar kan Aya kekamar tidurnya . Lalu meletakan nya Aya diatas ranjang .
Sedangkan Alan melihat dari kejauhan Dan melihat Ferdi kembali keluar dari kamar Aya .Dan menuju ruang tengah
lalu menelpon Paimo dan Parman yang sedang belanja keperluan dapur. karna suruhan Ferdi .Dan tampa mengingat Aya seorang diri di villa. Dan ia juga lupa mengingat kan Aya.Kalo kedua pria itu sedang belanja .
" Aya ..... nama nya Aya " kata Alan
Yang lalu mengirim pesan pada nyonya besar nya. Karna ia harus slalu mengawasi tuan muda nya itu
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 492 Episodes
Comments