Bab 19 - Aku yang lebih sakit disini

Bella pulang ke rumah mertuanya dengan keadaan kesal. Bahkan ketika disapa oleh pelayan pun, ia malah menatapnya dengan tajam. Seolah kekesalannya memerlukan pelampiasan.

Langkah Bella terhenti, ketika Naomi yang tiba-tiba memeluknya untuk menyambut kepulangannya dari bekerja.

"Mama sudah pulang? Ayo kita main ma!" ajak Naomi sambil menarik-narik gaun yang dikenakan Bella.

Bella mensejajarkan tubuhnya dengan Naomi lalu mengelus puncak kepala anaknya.

"Maaf sayang, mama cape baru pulang kerja. Mainnya sama Sus Gea dulu ya."

"Sus!" panggil Bella pada Sus Gea. Ia kemudian memerintahkan Sus Gea untuk menemani anaknya bermain kemudian menaiki tangga dan memasuki kamarnya.

Naomi bersedih. Mukanya jadi cemberut dan ia malah duduk di sofa sambil menyilangkan kedua tangannya dengan kaki yang diselonjorkan.

"Mama jahat! Mama tidak peduli aku! Padahal kan aku cuma ajak main!" kesal Naomi.

Tak lama kemudian, Tuan Sebastian pun sampai di rumah. Ia melihat cucunya yang terlihat kesal dan cemberut sampai memonyongkan bibirnya.

"Cucu kakek kenapa?" tanya Tuan Sebastian.

Naomi diam saja enggan menjawab. Lalu Sus Gea pun menceritakan apa yang terjadi.

Tuan Sebastian langsung mengetuk pintu kamar Bella. Tak lama Bella pun membuka pintunya.

"Tugas utamamu sekarang adalah sebagai seorang ibu. Mencari nafkah itu tidak penting. Lagipula warisan yang kau dapatkan dari Evan sudah banyak, begitu juga dengan yang Naomi dapatkan. Tidak bekerja pun uangmu tidak akan pernah habis Bella! Jadi, tolong jangan buat cucuku bersedih!"

"Papa memang bisanya cuma memarahiku dan menyalahkan aku saja. Tanpa tahu rasa sakit apa yang aku rasakan!" jawab Bella tak kalah tingginya.

"Kalau bicara soal rasa, aku yang lebih sakit disini Bella! Kedua anakku saling bermusuhan karena mu. Satu anakku meninggalkan dunia ini, dan anakku yang lain memilih tinggal sendiri. Coba bayangkan, lebih sakit mana?"

Tuan Sebastian membuat perbandingan antara rasa sakit yang dirasakan Bella dengan dirinya.

Bella selalu terdiam jika mengungkit kejadian di masa lalu. Ia merasa tidak bersalah akan hal itu. Tapi, kenapa harus terus disalahkan? Lagipula salahnya dimana? Waktu itu Bella masih muda dan menginginkan pasangan terbaik untuk dijadikan sebagai suami untuknya. Jadi menurut Bella selingkuh itu bukanlah kesalahan dan pengkianatan melainkan sebuah seleksi untuk mencari pasangan terbaik.

Tiba-tiba Bella mengalihkan pembicaraan.

"Aku tadi bertemu Elmer di lokasi syuting. Awalnya keadaannya baik-baik saja, tapi ketika aku menyentuhnya, dia langsung kesakitan. Apa papa tahu kenapa Elmer begitu? Atau Elmer memang hari ini sedang sakit dan pura-pura baik-baik saja?"

Mendengar ucapan Bella itu, Tuan Sebastian malah mengabaikan pertanyaaan itu dan malah langsung turun dari lantai atas dan segera menelpon Sam di kamarnya. Ia begitu khawatir dengan keadaan putranya yang kini tinggal satu-satunya itu.

"Sam, kau belum melaporkan kehadiran Elmer hari ini. Cepat ceritakan apapun yang terjadi!" pinta Tuan Sebastian.

Sam pun menceritakan semuanya. Seperti apa yang dikatakan Bella tadi, wanita itu menyentuh Elmer. Namun, semuanya sudah teratasi dengan adanya Ela sang obat mujarab bagi Elmer.

"Kirimkan semua informasi tentang Ela. Om mau menyelidikinya, om takut dia wanita seperti Bella yang playing victim dan gila akan harta."

"Tenang saja om, Ela itu tidak seperti itu. Om bisa cari sendiri semua informasinya di internet. Lagipula, dia juga adalah anak konglomerat. Kan aku juga pernah cerita ke om, kalau Ela adalah satu-satunya wanita yang tidak terpesona dengan karisma yang dimiliki oleh Elmer."

"Baiklah om percaya. Tolong jaga Elmer lebih ketat lagi. Om tidak ingin Bella lagi-lagi menemui Elmer meski itu di tempat syuting, kecuali ya di situasi yang tidak memungkinkan seperti ahrus beradu akting."

"Siap om, akan aku laksanakan dengan baik."

"Bagus, om percaya padamu. Kalau begitu om tutup dulu teleponnya."

"Oke om."

Selesai berbicara dengan Sam di telepon. Tuan Sebastian benar-benar mencari sendiri segala informasi tentang Ela di internet seperti apa yang sudah dikatakan Elmer.

Tuan Sebastian tersenyum senang. Rupanya ayah dari Ela adalah partner bisnisnya sendiri.

"Dunia ini memang sempit. Semoga saja anakku berjodoh dengan anak Richard. Aku yakin dia adalah wanita yang baik. Bagaimana pun juga aku sudah mengenal baik seperti apa Richard dan Naya."

*

*

"Kau ini seperti bukan managerku. Kau itu berpihak pada siapa sebenarnya? Apa-apa selalu dilaporkan pada ayahku! Yang menggajimu disini adalah aku! Huh!"

Sam hanya membalasnya dengan cengiran. Ya, memang benar yang menggajinya adalah Elmer. Tapi ia juga mendapatkan beberapa fasilitas dari ayah Elmer karena sudah jadi mata-mata bagi anaknya.

Sam mengalihkan pembicaraan ke bahasan yang lain. Ia masih merasa belum percaya bahwa sentuhan Ela bisa meredakan semua rasa sakit yang dialami oleh Elmer. Namun, semua sudah ada buktinya dan Elmer yang ada di hadapannya ini baik-baik saja sekarang.

"Apa jangan-jangan Ela itu jelmaan malaikat ya? Dia turun ke bumi untuk menyembuhkan rasa sakit mu."

"Ini dunia modern bukan dunia fantasi. Mana ada begitu!" balas Elmer.

"Ya, soalnya sampai sekarang kau dan aku tidak menemukan jawaban kenapa hanya pada Ela saja kau tidak merasa mual dan muntah."

Elmer pun terdiam. Seolah memikirkan apa yang diucapkan Sam. Ia bahkan jadi ikut percaya kalau Ela adalah malaikat. Namun, setelahnya, Elmer menendang kaki Sam begitu kuat.

"Kau adalah perusak otak jenius ku!"

"Hahahaha."

*

*

TBC

Terpopuler

Comments

Lina Susilo

Lina Susilo

😂😂😂😂😂😂😂 jenius tpi bisa dikibulin sama sam

2023-04-06

0

Bambang Setyo

Bambang Setyo

🤣🤣🤣🤣🤣🤣otak jenius dikadalin sama sam..

2023-03-19

1

Lie Hia

Lie Hia

hahaaa mungkin betul , Ela malaikat buat Elmer..

terima kasih banyak Thor, udh up banyak...semangat Thorrr

2023-03-16

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Kadar Ketampanan
2 Bab 2 - Sengaja menyentuh wanita
3 Bab 3 - Kakek dan Cucu
4 Bab 4 - Dasar Psiko!
5 Bab 5 - Kau lagi!?
6 Bab 6 - Berkunjung ke Perusahaan
7 Bab 7 - Dasar wanita menyebalkan!
8 Bab 8 - Kau sebenarnya siapa?
9 Bab 9 - Nona menyebalkan
10 Bab 10 - Orang yang sama
11 Bab 11 - Menumpang di mobil Elmer
12 Bab 12 - Mengantarkan kunci mobil Ela
13 Bab 13 - Mencari tahu tentang Ela
14 Bab 14 - Sentuhanmu membuatku jadi lebih baik
15 Bab 15 - Jangan terlalu benci pada wanita
16 Bab 16 - Kau gila Elmer!
17 Bab 17 - Berasal dari bibit unggul
18 Bab 18 - Apa kau mau jadi tameng pelindungku?
19 Bab 19 - Aku yang lebih sakit disini
20 Bab 20 - Dasar pembohong ulung!
21 Bab 21 - Kalau suka ya akui
22 Bab 22 - Apa iya aku jatuh cinta?
23 Bab 23 - Ban mobil kempes
24 Bab 24 - Tidak akan ikut campur
25 Bab 25 - Berita viral
26 Bab 26 - Mengahadapi wartawan
27 Bab 27 - Maaf
28 Bab 28 - Larangan adalah perintah
29 Bab 29 - Bertemu di kebun binatang
30 Bab 30 - Tolong aku!
31 Bab 31 - Karena ada kau di sampingku
32 Bab 32 - Mengikuti Ela
33 Bab 33 - Kau mengikuti ku?
34 Bab 34 - Mengunjungi kediaman Sebastian
35 Bab 35 - Sadar Dirilah
36 Bab 36 - Cuma satu menit
37 Bab 37 - Ayo Pacaran!
38 Bab 38 - Jangan galak-galak!
39 Bab 39 - Setiap masalah ada jalan keluarnya
40 Bab 40 - Pergi bersama
41 Bab 41 - Taman
42 Bab 42 - Ela tahu trauma Elmer
43 Bab 43 - Perselingkuhan
44 Bab 44 - Trauma Elmer
45 Bab 45 - Belum direstui
46 Bab 46 - Kita memang jodoh
47 Bab 47 - Jadi, mau dicium nih?
48 Bab 48 - Jodoh tak akan kemana
49 Pengumuman
50 Bab 49 - Masih ada harapan
51 Bab 50 - Izinkan aku disini menemanimu
52 Bab 51 - Menangis
53 Bab 52 - Minta Izin
54 Bab 53 - Perjuangan yang sulit
55 Bab 54 - Sama-sama menyukai Ela
56 Bab 55 - Tidak usah mengungkapkannya
57 Bab 56 - Lupa cara untuk keluar
58 Bab 57 - Itu bukan salahmu!
59 Bab 58 - Saling tahu rahasia
60 Bab 59 - Papa Richard murka
61 Bab 60 - Apa perlu aku tunjukkan?
62 Bab 61 - Kembalinya Rival Elmer
63 Bab 62 - Haruskah?
64 Bab 63 - Kaulah obatku, penyembuhku
65 Bab 64 - Tidak ada yang gratis sayang
66 Bab 65 - Yang tenang disana
67 Bab 66 - Aku akan mencoba
68 Bab 67 - Aku sudah menemukan rutenya
69 Bab 68 - Jalan bersama
70 Bab 69 - Tersesat
71 Bab 70 - Ketemu
72 Bab 71 - Jangan terlalu percaya diri
73 Bab 72 - Cepatlah Sadar, El!
74 Bab 73 - Ergo penasaran
75 Bab 74 - Apa aku bisa sembuh?
76 Bab 75 - Jangan mimpi!
77 Bab 76 - Ketahuan
78 Bab 77 - Sebuah pilihan
79 Bab 78 - Tak bisa dihubungi
80 Bab 79 - Keberadaan Ela
81 Bab 80 - Cepat katakan!
82 Bab 81 - Mendatangi Rendra
83 Bab 82 - Rendra mendatangi Richard
84 Bab 83 - Rendra membantu Elmer
85 Bab 84 - Berterus Terang
86 Bab 85 - Berterus Terang (2)
87 Bab 86 - Richard mulai melunak
88 Bab 87 - Menyusul Ela
89 Bab 88 - Bertemu di Paris
90 Bab 89 - Alasan Ela
91 Bab 90 - Jalan-jalan di Kota Paris
92 Bab 91 - Saling jujur
93 Bab 92 - Bertemu keluarga Ela di Paris
94 Bab 93 - Pulang
95 Bab 94 - Ergo kesal
96 Bab 95 - Elmer membaik
97 Bab 96 - Gosip menyebar
98 Bab 97 - Bella mau menyembuhkan
99 Bab 98 - Bella diusir
100 Bab 99 - Pertemuan keluarga
101 Bab 100 - Mendapatkan Ganjaran
102 Bab 101 - Hari Bahagia
103 Bab 102 - Bulan madu
104 Bab 103 - Keluarga kecil
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1 - Kadar Ketampanan
2
Bab 2 - Sengaja menyentuh wanita
3
Bab 3 - Kakek dan Cucu
4
Bab 4 - Dasar Psiko!
5
Bab 5 - Kau lagi!?
6
Bab 6 - Berkunjung ke Perusahaan
7
Bab 7 - Dasar wanita menyebalkan!
8
Bab 8 - Kau sebenarnya siapa?
9
Bab 9 - Nona menyebalkan
10
Bab 10 - Orang yang sama
11
Bab 11 - Menumpang di mobil Elmer
12
Bab 12 - Mengantarkan kunci mobil Ela
13
Bab 13 - Mencari tahu tentang Ela
14
Bab 14 - Sentuhanmu membuatku jadi lebih baik
15
Bab 15 - Jangan terlalu benci pada wanita
16
Bab 16 - Kau gila Elmer!
17
Bab 17 - Berasal dari bibit unggul
18
Bab 18 - Apa kau mau jadi tameng pelindungku?
19
Bab 19 - Aku yang lebih sakit disini
20
Bab 20 - Dasar pembohong ulung!
21
Bab 21 - Kalau suka ya akui
22
Bab 22 - Apa iya aku jatuh cinta?
23
Bab 23 - Ban mobil kempes
24
Bab 24 - Tidak akan ikut campur
25
Bab 25 - Berita viral
26
Bab 26 - Mengahadapi wartawan
27
Bab 27 - Maaf
28
Bab 28 - Larangan adalah perintah
29
Bab 29 - Bertemu di kebun binatang
30
Bab 30 - Tolong aku!
31
Bab 31 - Karena ada kau di sampingku
32
Bab 32 - Mengikuti Ela
33
Bab 33 - Kau mengikuti ku?
34
Bab 34 - Mengunjungi kediaman Sebastian
35
Bab 35 - Sadar Dirilah
36
Bab 36 - Cuma satu menit
37
Bab 37 - Ayo Pacaran!
38
Bab 38 - Jangan galak-galak!
39
Bab 39 - Setiap masalah ada jalan keluarnya
40
Bab 40 - Pergi bersama
41
Bab 41 - Taman
42
Bab 42 - Ela tahu trauma Elmer
43
Bab 43 - Perselingkuhan
44
Bab 44 - Trauma Elmer
45
Bab 45 - Belum direstui
46
Bab 46 - Kita memang jodoh
47
Bab 47 - Jadi, mau dicium nih?
48
Bab 48 - Jodoh tak akan kemana
49
Pengumuman
50
Bab 49 - Masih ada harapan
51
Bab 50 - Izinkan aku disini menemanimu
52
Bab 51 - Menangis
53
Bab 52 - Minta Izin
54
Bab 53 - Perjuangan yang sulit
55
Bab 54 - Sama-sama menyukai Ela
56
Bab 55 - Tidak usah mengungkapkannya
57
Bab 56 - Lupa cara untuk keluar
58
Bab 57 - Itu bukan salahmu!
59
Bab 58 - Saling tahu rahasia
60
Bab 59 - Papa Richard murka
61
Bab 60 - Apa perlu aku tunjukkan?
62
Bab 61 - Kembalinya Rival Elmer
63
Bab 62 - Haruskah?
64
Bab 63 - Kaulah obatku, penyembuhku
65
Bab 64 - Tidak ada yang gratis sayang
66
Bab 65 - Yang tenang disana
67
Bab 66 - Aku akan mencoba
68
Bab 67 - Aku sudah menemukan rutenya
69
Bab 68 - Jalan bersama
70
Bab 69 - Tersesat
71
Bab 70 - Ketemu
72
Bab 71 - Jangan terlalu percaya diri
73
Bab 72 - Cepatlah Sadar, El!
74
Bab 73 - Ergo penasaran
75
Bab 74 - Apa aku bisa sembuh?
76
Bab 75 - Jangan mimpi!
77
Bab 76 - Ketahuan
78
Bab 77 - Sebuah pilihan
79
Bab 78 - Tak bisa dihubungi
80
Bab 79 - Keberadaan Ela
81
Bab 80 - Cepat katakan!
82
Bab 81 - Mendatangi Rendra
83
Bab 82 - Rendra mendatangi Richard
84
Bab 83 - Rendra membantu Elmer
85
Bab 84 - Berterus Terang
86
Bab 85 - Berterus Terang (2)
87
Bab 86 - Richard mulai melunak
88
Bab 87 - Menyusul Ela
89
Bab 88 - Bertemu di Paris
90
Bab 89 - Alasan Ela
91
Bab 90 - Jalan-jalan di Kota Paris
92
Bab 91 - Saling jujur
93
Bab 92 - Bertemu keluarga Ela di Paris
94
Bab 93 - Pulang
95
Bab 94 - Ergo kesal
96
Bab 95 - Elmer membaik
97
Bab 96 - Gosip menyebar
98
Bab 97 - Bella mau menyembuhkan
99
Bab 98 - Bella diusir
100
Bab 99 - Pertemuan keluarga
101
Bab 100 - Mendapatkan Ganjaran
102
Bab 101 - Hari Bahagia
103
Bab 102 - Bulan madu
104
Bab 103 - Keluarga kecil

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!