Setelah Alonso mengoleskan obat pada luka Ailyn, dirinya pun bersiap ke kantor. Sementara Ailyn masih harus beristirahat di rumahnya. Alonso pun terlihat berbeda pagi ini saat tiba di kantor. Tak biasanya pria itu terlihat ceria. Biasanya Alonso akan mengeluarkan hawa dingin mencekam dihadapan anak buahnya yg menatapnya langsung.
Bahkan Jery pun merasa ada yg aneh pada atasannya tersebut.
"Tuan apa ada berita bagus?" tanya Jery.
"Iya, istriku sudah kembali." jawab Alonso.
"Oke." balas Jery bingung.
.
.
.
Ditempat lain, nampak Anita dan Jane sedang menjenguk Jini. Mereka masih kesal pada Ailyn yg membuat Jini berada di tempat memalukan seperti ini. Mau tak mau keluarga mereka pun terekspos karena kondisi Jini.
"Mom.. ini semua gara-gara Ailyn.." ucap Jane.
"Aku tahu, dia itu memang anak haram yg kurang ajar." ucap Anita.
"Kita harus memberinya pelajaran lagi." ucap Jane.
"Aku maunya begitu, tapi jika Alonso marah habislah kita." ucap Anita.
"Mom benar, dia memegang kendali atas perusahaan saat ini." ucap Jane.
"Tapi mungkin kita bisa memberi Ailyn sedikit pelajaran saat ada kesempatan." ucap Anita.
"Ya jangan lewatkan satu kesempatan pun mom." ucap Jane kesal.
Hingga tibalah menjelang acara pertunangan Jane. Anita dan Jane datang ke rumah Alonso untuk memberitahu kabar itu pada Ailyn. Mereka pun disambut baik dan diterima di rumah besar tersebut.
"Pantas saja Ailyn hidup dengan nyaman.." gumam Anita melihat rumah mewah tersebut.
"Mom, sepertinya ini bukan gaya dan selera Ailyn." ucap Jane.
"Tentu saja, ini kan rumah Alonso bahkan sebelum menikahi Ailyn." balas Anita.
Lalu Ailyn pun turun ke bawah dan melihat Anita serta Jane menunggunya. Ailyn pun menghampirinya dan duduk di hadapan mereka.
"Ada angin apa kalian kemari?" tanya Ailyn.
"Ailyn memangnya ibu tak boleh berkunjung.?" balas Anita.
"Benar, kau itu jangan sombong sekarang." ucap Jane.
"Jane." ucap Anita.
"Karena kedatangan kalian selalu menggangguku sejak dulu." ucap Ailyn.
"Maaf Ailyn, bisakah kita lupakan masa lalu??" ucap Anita.
"Tidak semudah mengatakannya.." ucap Ailyn.
"Baiklah, tapi tujuan kami kemari hanya ingin memberitahumu tentang pertunangan Jane." ucap Anita.
"Oke.. aku dan suamiku akan datang jika ada waktu." ucap Ailyn.
"Usahakanlah datang, Jini sudah tidak bisa datang masa kau juga absen." ucap Anita.
"Pekerjaanku tidak bisa ditunda, jadi aku tak bisa janjikan hal itu." ucap Ailyn.
"Sekarang kau semakin sombong Ailyn.." ucap Jane kesal.
"Ya.. kenpa? aku tidak boleh sombong? " balas Ailyn.
"Yasudah kami permisi Ailyn.." ucap Anita.
"Ya.. sampai jumpa lagi." ucap Ailyn.
Sedangkan Jane menatap tajam pada Ailyn.
"Jane, aku bukan sepertimu yg bebas lakukan apapun karena atasanmu adalah ayah, tapi atasanku orang lain yg harus kuikuti perintahnya." ucap Ailyn.
"Cih.." ucap Jane lalu berpaling dan pergi bersama Anita.
Jane pun masih kesal pada Ailyn, dan ingin sekali dirinya membuat Ailyn menderita seperti dulu. Tapi sepertinya itu akan sulit karena hadirnya Alonso. Pastinya Alonso akan membantu Ailyn dan merubah keadaan.
Di dalam mobil Jane menggerutu pada ibunya.
"Mom.. Ailyn semakin menyebalkan." ucap Jane.
"Iya, dia merasa sudah jadi nyonya sekarang." ucap Anita.
"Haruskah dia memendam dendam begitu dalam pada kita?"
"Sudahlah Jane, ingat tujuan kita kemari hanya untuk melihat kehidupan Ailyn." ucap Anita.
"Iya, hidupnya yg mewah saat ini." ucap Jane.
"Dia takkan kekurangan selama menikah dengan Alonso." ucap Anita.
"Sedangkan hidup kita mengalami penurunan karena sejak kasus Jini.." ucap Jane.
"Kau akan segera menikah dengan Juno.. dia itu kaya tak kalah dengan Alonso." ucap Anita.
"Mom benar, waktunya aku membalikkan keadaan." ucap Jane.
"Iya, itu baru putri mom.. nanti kita akan membalas perbuatan Ailyn." ucap Anita.
Begitulah keduanya punya niatan buruk pada Ailyn. Kedatangannya bukan untuk bersilaturahmi dan memberi kabar baik, melainkan untuk memata-matai kehidupan Ailyn.
Namun, Ailyn tak sebodoh yg mereka pikirkan. Ailyn segera mengecek cctv untuk melihat apa yg mereka lakukan. Ternyata Jane sangat mengerikan dengan menaruh sesuatu di sebuah vas bunga.
Ailyn pun langsung mengeceknya dan menemukan sebuah kamera tersembunyi. Langsung saja Ailyn mematikan kamera itu dan menyimpannya di suatu tempat.
"Dugaanku benar, tak mungkin mereka berdua bisa berubah.." gumam Ailyn dalam hati.
Kemudian Ailyn pun melihat kalender untuk menandai hari pertunangan Jane. Ailyn juga sudah mengabari Alonso soal pertunangan tersebut. Dan kejadian ini membuat Ailyn sangat waspada terhadap keluarganya. Karena Anita bisa melakukan apapun terhadap apa yg tidak ia sukai.
.
.
Hari pun berlalu, dan tibalah malam ini acara pertunangan Jane dan Juno. Ailyn dan Alonso pun datang ke acara tersebut. Tapi sebelum datang, Ailyn meminta Alonso untuk berhati-hati pada keluarganya terutama Anita dan Jane yg mungkin sudah menaruh jebakan disana.
"Aku tahu, segila apa mereka. Kau tenang saja istriku." ucap Alonso.
"Banyak sekali ya panggilanku sekarang.." ucap Ailyn.
"Sudahlah, kau itu harus tampil cantik dan berkelas untuk menghadapi mereka." ucap Alonso.
Ailyn pun mengikuti saran Alonso karena itu memang benar. Dan malam ini Ailyn memakai gaun indah yg sangat cocok ditubuhnya.
"Bagaimana?" tanya Ailyn.
"Cocok.. kau sangat cantik." ucap Alonso.
"Terimakasih, ayo kita berangkat." ucap Ailyn.
"Lalu bagaimana denganku?" tanya Alonso.
"Bukankah kau selalu sempurna?" balas Ailyn.
Alonso pun tersenyum, walau sebenarnya bukan itu jawaban yg ia inginkan.
"Ai tunggu dulu.." ucap Alonso lalu menggandeng tangannya.
"Begini baru benar." ucap Alonso.
"Iya.. aku baru ingat." ucap Ailyn.
Hingga tibalah mereka di rumah David tempat pertunangan tersebut. Disana sudah mulai ramai orang berdatangan. Dan nampak David beserta Anita menyambut mereka berdua.
"Selamat datang Alonso dan Ailyn.." ucap David.
"Terimakasih ayah.. ibu.." ucap Alonso.
"Terimakasih.." balas Ailyn.
Setelah disambut, Ailyn dan Alonso pun duduk di kursi dan menikmati minuman.
"Al haruskah tanganku selalu kau genggam?" tanya Ailyn.
"Setidaknya kita harus menunjukkan keromantisan bukan?" tanya Alonso.
"Baiklah." ucap Ailyn.
Begitulah Alonso memegang tangan Ailyn dari mereka turun dari mobilnya hingga sekarang. Ailyn pun mulai merasa tak nyaman karena pergerakannya terbatas dengan satu tangan.
Lalu tibalah acara inti dimana pertunangan itu dimulai. Semua pun nampak berdiri menyaksikan hal itu. Setelah acara pertunangan itu selesai, Ailyn pun pergi ke toilet.
Tapi sayang dirinya dikunci dari luar oleh seseorang. Dan mereka mengganggu orang yg salah. Ailyn pun bisa membuka kunci kamar mandi tersebut dan keluar dengan keahliannya selama bekerja saat ini.
"Apakah hanya ini?" gumam Ailyn keluar dari toilet.
Ailyn pun memerhatikan sekitar, dan memantau dengan baik kondisinya. Nampak orang yg menguncinya sengaja untuk meninggalkan tempat tersebut dan membuat suasananya nampak sepi. Tapi Ailyn juga sudah menyiapkan kejutan pada Jane.
Dirinya pun keluar dari toilet dan kembali ke mejanya bersama Alonso.
"Apakah ada masalah?" tanya Alonso.
"Ya.. tapi bukan hal besar." ucap Ailyn.
"Baiklah, lebih baik kita segera pergi dari sini." ucap Alonso.
"Itu juga niatanku.." ucap Ailyn.
Ailyn dan Alonso pun berpamitan dan mengucapkan selamat pada Jane serta tunangannya.
"Selamat Jane.. dan ini ada hadiah kecil." ucap Ailyn.
"Terimakasih Ailyn, kau tak perlu repot-repot." ucap Jane.
Kemudian Ailyn dan Alonso pun pergi dari tempat itu. Sedangkan Alonso penasaran pada hadiah yg diberikan Ailyn.
"Ai kau memberi hadiah apa pada ja**ang itu?" tanya Alonso.
"Sesuatu yg ia berikan pada kita beberapa hari yg lalu." ucap Ailyn.
"Maksudmu?" tanya Alonso.
Ailyn pun menunjukkan cctv dan foto tentang kamera kecil yg diletakkan Jane di rumah mereka.
"Cih, dasar kurang ajar berani sekali dia." ucap Alonso kesal.
"Mereka memang begitu, tapi aku tak sebodoh itu untuk tertipu." ucap Ailyn.
"Istriku memang pintar." ucap Alonso tersenyum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments