EP.14 Rumah

Keesokan harinya, Ailyn dan Alonso pun harus meninggalkan hotel dan pulang ke rumah Alonso. Ailyn pun hanya mengikutinya saja, dan tak banyak protes. Sopir pun mengantarkan mereka pulang ke rumah.

Sesampainya dirumah, Ailyn pun tak asing dengan rumah tersebut. Dimana Ailyn pernah memeriksa bagian rumah itu untuk penyelidikan. Rumah besar, yg selalu bersih dan rapi. Susunannya pun nampak tertata dengan baik. Bahkan tak ada warna yg berantakan di rumah tersebut. Hal itu menandakan pemiliknya adalah orang yg sangat perfectionis.

"Tak banyak yg berubah." ucap Ailyn.

"Iya, kuharap kau tak mengubahnya." ucap Alonso.

"Aku bahkan tak punya waktu untuk memperhatikan setiap detailnya." ucap Ailyn.

"Ayo ke kamar kita.. kau pasti lelah." ucap Alonso.

Ailyn pun mengikuti Alonso ke sebuah kamar utama yg besar dengan desain yg aestetik. Ailyn pun sudah tak terkejut karena pernah melihat kamar itu.

Hanya ada satu ranjang yg artinya mereka harus berbagi. Ailyn pun tak keberatan asalkan tak ada kontak fisik berlebihan.

"Kau keberatan?" tanya Alonso saat Ailyn hanya melihat ke arah ranjang tersebut.

"Tidak." ucap Ailyn seraya mengangkat kedua bahunya.

"Baguslah, akan aneh kalau kita tidur terpisah." balas Alonso.

"Ya Al.. aku mengerti." ucap Ailyn.

"Nanti pelayan yg akan merapikan barang-barangmu." ucap Alonso.

"Oke." balas Ailyn.

Ailyn pun memilih melihat ke arah jendela yg mengarah ke pintu masuk dan sekitar. Disana dirinya bisa melihat segalanya dan orang-orang yg masuk serta keluar.

"Apa jendela ini transparan?" tanya Ailyn.

"Tidak, mereka takkan bisa melihat kita yg ada disini." ucap Alonso.

"Kau memang pintar mendesain kamarmu." ucap Ailyn.

"Dan kau satu-satunya wanita yg menyadari hal itu." ucap Alonso.

"Tentu saja, ini juga menguntungkanku dalam mengawasi sekitar." ucap Ailyn.

"Ya.. lakukan sesukamu.. rumah ini besar dan cukup lengkap.. tanyakan pada pelayan apa yg kau butuhkan dan mereka akan melayanimu." ucap Alonso.

"Iya, terimakasih." ucap Ailyn.

Tapi Ailyn memilih untuk merapikan barang-barangnya sendiri agar bisa menempatkan beberapa barang penting di tempat khusus.

"Apa itu sungguhan?" tanya Alonso melihat senjata api milik Ailyn.

"Iya.. dan aku tak bisa sembarangan menyuruh pelayan menyimpannya." ucap Ailyn.

"Baiklah lakukan sesukamu." ucap Alonso.

Ailyn pun membereskan semua barangnya sendiri dan menempatkan barang-barang penting di lokasi khusus yg tak diketahui oleh orang lain. Lalu dirinya pun istirahat di kamar tersebut. Sementara Alonso dirinya sedang di ruangan kerjanya dan bekerja. Entah sebanyak apa pekerjaannya hingga pria itu selalu bekerja kapan saja.

Ailyn pun memejamkan mata dan tertidur di kamar tersebut. Dan Alonso datang dari ruangannya untuk mengajak Ailyn makan.

"Dia tidur, apa pekerjaannya sangat melelahkan?" gumam Alonso.

Akhirnya Alonso pun makan sendirian, dan kembali ke kamarnya. Disana Ailyn masih tertidur dan Alonso menatapnya dengan intens. Apa yg membuatnya tak bisa bersikap dingin pada wanita itu? Biasanya Alonso tak tertarik pada wanita yg terlihat tangguh, tapi kali ini Ailyn mampu mengalihkan pandangannya dan mengubah cara bicaranya yg dingin.

Alonso pun ikut merebahkan tubuhnya dan ikut tertidur. Disana mereka tertidur pulas karena lelahnya pekerjaan mereka. Dan tanpa sadar keduanya tengah tidur saling berhadapan.

Dan Ailyn terbangun lebih dahulu. Dirinya melihat kamar yg sudah hampir gelap pertanda sudah menjelang malam.

"Berapa lama aku tertidur?" gumamnya.

Lalu dirinya menatap pada Alonso yg ikut tertidur di sebelahnya. Ailyn pun bangun perlahan, dan memilih mandi. Setelah itu ia keluar kamar dan meminta siapkan makanan pada pelayan.

"Nyonya, apa tuan tidak ikut makan?"

"Tidak, dia kelelahan bekerja.. nanti saja saat dia sudah minta disiapkan atau disiapkan seperti biasanya." ucap Ailyn.

"Maaf nyonya, biasanya tuan hanya makan makanan yg fresh, jadi kami harus menyiapkannya 1 jam sebelum ia makan." ucap pelayan tersebut.

"Ya lakukan saja seperti biasanya.. " ucap Ailyn tersenyum.

"Baik nyonya."

Ailyn pun menunggu sejenak dan makanan pun tiba sesuai keinginan Ailyn. Ailyn pun menikmati makanannya di meja makan. Dan saat sudah selesai, Alonso keluar mencari dirinya.

"Ternyata kau disini." ucap Alonso.

"Ada apa Al?" tanya Ailyn.

"Tidak ada, kukira kau pergi bekerja."

"Tidak, belum ada perintah apapun." ucap Ailyn.

"Ya.. sekarang aku lapar, pelayan siapkan makanan seperti biasanya." perintah Alonso.

"Baik tuan." ucap pelayan tersebut.

"Dan sayang, temani aku makan." ucap Alonso membuat para pelayan terkejut.

"Oke." balas Ailyn lebih terkejut melihat ekspresi pelayan.

"Ada apa dengan mereka? kenapa terkejut sekali dengan panggilan sayang??" gumam Ailyn dalam hati.

Dan mau tak mau Ailyn menemani Alonso makan di meja makan. Hanya ada obrolan ringan diantara mereka. Dan pelayan nampak semakin terkejut.

"Ada apa dengan para pelayanmu?" tanya Ailyn.

"Oh, mereka hanya terkejut aku pulang bersama istriku." ucap Alonso.

"Tapi kenapa reaksinya berlebihan?" tanya Ailyn.

"Itu karena mereka senang. Mungkin kau hanya berlebihan." ucap Alonso.

"Oke.." balas Ailyn masih terkejut.

Ailyn yg terbiasa mengintrogasi orang dan membaca ekspresi mereka nampak jelas terlihat kalau para pelayan sedang heboh karena tindakan dan ucapan Alonso. Tapi anehnya bukankah itu biasa dalam sebuah hubungan?? Ailyn pun masih tak mengerti, apa mereka sangat bahagia sampai seheboh itu??

Selesai makan, Ailyn pun berjalan-jalan di sekitar. Sementara Alonso selalu berteman dengan pekerjaan di ruangannya. Lalu Ailyn mendapat panggilan tugas, dan harus pergi. Saat hendak berganti pakaian Ailyn bertemu Alonso yg masuk ke kamar.

"Al aku akan pergi.." ucap Ailyn.

"Ya silahkan.. ingat hati-hati." ucap Alonso..

"Iya.. dan seperti biasa kepulanganku tak bisa diprediksi." ucap Ailyn.

"Ya.. asalkan kau bisa pulang." ucap Alonso.

Ailyn pun bersiap lalu pergi ke suatu tempat sesuai perintah atasannya. Misinya adalah mengawasi seseorang malam ini. Dan Ailyn mengerjakan tugasnya dengan baik bersama rekan-rekannya. Hingga waktu bekerjanya selesai, dan Ailyn bisa kembali ke rumahnya.

Ailyn pun kembali saat pagi hari, dan semua pelayan nampak bingung.

"Ada apa dengan wajah kalian?" tanya Ailyn.

"Nyonya baru pulang?"

"Iya.. kalian tahu kan pekerjaanku?" tanya Ailyn.

Tapi mereka malah menggeleng.

"Aku bekerja untuk negara ini, kalian tak perlu tahu apa yg kukerjakan.. tapi suamiku tahu apa yg kulakukan makanya ia mengijinkannya." ucap Ailyn.

"Maaf nyonya." ucap mereka saat Ailyn menyebut Alonso.

"Apa suamiku sudah pergi bekerja?" tanya Ailyn.

"Sudah nyonya.. tuan selalu tepat waktu."

"Ya baiklah, aku akan masuk ke dalam." ucap Ailyn.

Dan Ailyn pun diam-diam menguping pembicaraan mengenai Alonso diantara para pelayan.

"Apa tuan sudah berubah?"

"Kalian dengar kan?? dia memanggil mesra nyonya?"

"Iya.. nampaknya nyonya membawa perubahan pada tuan."

"Kyaaa.. tuan itu adalah laki-laki sempurna jika nyonya mampu mengubahnya menjadi seperti itu."

"Iya kau benar, kau ingat kan dulu sikapnya dingin dan kejam."

"Benar, jika kita berbuat salah maka kita akan tamat."

"Memangnya apa yg dilakukan tuan? apa memukuli pelayan?"

"Tidak, tapi kita akan langsung diusir.." ucap temannya.

"Benarkah?"

"Benar, dan itu hanya karena ada sebuah cabai di piringnya."

"Wah.. aku jadi takut."

"Makanya walaupun tuan sudah berubah, kita harus berhati-hati."

Ailyn pun mendengar semua ucapan mereka dan mengerti kenapa mereka bertingkah seperti itu.

"Apa?? hanya karena sebuah cabai Alonso memecat pelayan?" gumam Ailyn dalam hati.

Episodes
1 EP.01 Prolog
2 EP.02 Ayah
3 EP.03 Ibu Tiri
4 EP.04 Rencana Ailyn
5 EP.05 Sebuah Pertaruhan
6 EP.06 Pertemuan dengan tuan Alonso
7 EP. 07 Masalah Jini
8 EP.08 Pembalasan Ailyn pada Jini
9 EP.09 Kebangkrutan David
10 EP.10 Bujuk Rayu
11 EP.11 TEROR
12 EP.12 Bahagia di atas penderitaan orang lain
13 EP.13 Misi sukses
14 EP.14 Rumah
15 EP.15 Tugas baru
16 EP.16 Tertangkap
17 EP.17 Sudah berakhir
18 EP.18 Trauma masa lalu..
19 EP.19 Luka
20 EP.20 WASPADA
21 EP.21 Saling membalas
22 EP.22 Kembali
23 EP.23 TAK ADA AMPUN
24 EP.24 Tak peduli
25 EP.25 Berpikir
26 EP.26 Kehamilan Jane
27 EP.27 Pertemuan dengan Kakek
28 EP.28 John Muller
29 EP.29 Simbiosis Mutualisme
30 EP.30 Sebuah Penyesalan
31 EP.31 Istri atau Pengawal??
32 EP.32 Jalan-jalan
33 EP.33 Penyerangan
34 EP.34 Rehat
35 EP.35 Kemunculan Orang Ketiga
36 EP.36 Istri rasa pelakor
37 EP.37 Mencari tempat baru
38 EP.38 Bertemu
39 EP.39 Rahasia Anita
40 EP.40 Kerinduan
41 EP.41 Tidur di sofa
42 EP.42 Kebahagiaan Sederhana
43 EP.43 Menunggumu
44 EP.44 Kembali ke Rumah
45 EP.45 Obat Tidur
46 EP.46 Trauma
47 EP.47 Ingin Tau
48 EP.48 EGO
49 EP.49 Penyelamatan
50 EP.50 Istriku aku datang!!
51 EP.51 Terkejut
52 EP.52 Standby
53 EP.53 Arti Cinta
54 EP.54 Sebuah Penjagaan
55 EP.55 Perlawanan
56 EP.56 Perhatian
57 EP.57 Dinner
58 EP.58 Belajar Berjalan
59 EP.59 Sebuah Pesta
60 EP.60 Iri hati
61 EP.61 Kembali Bekerja
62 EP.62 Serangan Anita
63 EP.63 Sebuah Mistery
64 EP.64 Musuh dalam selimut
65 EP.65 Agen Ganda
66 EP.66 Tugas Jery
67 EP.67 Kepulangan Ailyn
68 EP.68 Kunjungan
69 EP.69 Nihil
70 EP.70 Terjebak
71 EP.71 Kecelakaan maut
72 EP.72 Berita Duka
73 EP.73 Acara Pemakaman
74 EP.74 Kembalinya Pelakor
75 EP.75 Kemunculan Cloe
76 EP.76 Maaf aku bukan pria bodoh
77 EP.77 Kondisi Ailyn
78 EP.78 Black Shadow
79 EP.79 Tipuan..
80 EP.80 Menipu atau ditipu
81 EP.81 Drama
82 EP.82 Tragedi di hotel
83 EP.83 Pengakuan Dosa
84 EP.84 Berkhianat
85 EP.85 Peran
86 EP.86 Salah sangka
87 EP.87 Perasaan Lega
88 EP.88 Pencarian
89 EP.89 Sebuah penyamaran sempurna
90 EP.90 Penyerangan
91 EP.91 Tumbang
92 EP.92 Kabar Mengejutkan
93 EP.93 Tertangkap
94 EP.94 Hukuman
95 EP.95 Pertemuan
96 EP.96 Persidangan
97 EP.97 Pertengkaran dua wanita
98 EP.98 Penjelasan
99 EP.99 Fakta
100 EP.100 Kebahagiaan
101 EP.101 Mengundurkan diri
102 EP.102 Keputusan Tom
103 EP.103 Perjuangan
104 EP.104 Kebohongan
105 EP.105 Karma
106 EP.106 Pesta Perpisahan
107 EP.107 Kebebasan Jini
108 EP.108 Kelahiran anak pertama
109 EP.109 Alexander Damian
110 EP.110 Masalah Pengasuh
111 EP.111 Mulai bekerja
112 EP.112 Ayah dan anak
113 EP.113 Menyerah
114 EP.114 Stalker
115 EP.115 Penyerangan
116 EP.116 Kekacauan
117 EP.117 Aib Jane
118 EP.118 Misi Penyelamatan
119 EP.119 Tuntutan
120 EP.120 Petunjuk
121 EP.121 Barang bukti
122 EP.122 Akhir dari kejahatan Jini
123 EP.123 Akhir Bahagia -END
124 Pengumuman Novel baru
Episodes

Updated 124 Episodes

1
EP.01 Prolog
2
EP.02 Ayah
3
EP.03 Ibu Tiri
4
EP.04 Rencana Ailyn
5
EP.05 Sebuah Pertaruhan
6
EP.06 Pertemuan dengan tuan Alonso
7
EP. 07 Masalah Jini
8
EP.08 Pembalasan Ailyn pada Jini
9
EP.09 Kebangkrutan David
10
EP.10 Bujuk Rayu
11
EP.11 TEROR
12
EP.12 Bahagia di atas penderitaan orang lain
13
EP.13 Misi sukses
14
EP.14 Rumah
15
EP.15 Tugas baru
16
EP.16 Tertangkap
17
EP.17 Sudah berakhir
18
EP.18 Trauma masa lalu..
19
EP.19 Luka
20
EP.20 WASPADA
21
EP.21 Saling membalas
22
EP.22 Kembali
23
EP.23 TAK ADA AMPUN
24
EP.24 Tak peduli
25
EP.25 Berpikir
26
EP.26 Kehamilan Jane
27
EP.27 Pertemuan dengan Kakek
28
EP.28 John Muller
29
EP.29 Simbiosis Mutualisme
30
EP.30 Sebuah Penyesalan
31
EP.31 Istri atau Pengawal??
32
EP.32 Jalan-jalan
33
EP.33 Penyerangan
34
EP.34 Rehat
35
EP.35 Kemunculan Orang Ketiga
36
EP.36 Istri rasa pelakor
37
EP.37 Mencari tempat baru
38
EP.38 Bertemu
39
EP.39 Rahasia Anita
40
EP.40 Kerinduan
41
EP.41 Tidur di sofa
42
EP.42 Kebahagiaan Sederhana
43
EP.43 Menunggumu
44
EP.44 Kembali ke Rumah
45
EP.45 Obat Tidur
46
EP.46 Trauma
47
EP.47 Ingin Tau
48
EP.48 EGO
49
EP.49 Penyelamatan
50
EP.50 Istriku aku datang!!
51
EP.51 Terkejut
52
EP.52 Standby
53
EP.53 Arti Cinta
54
EP.54 Sebuah Penjagaan
55
EP.55 Perlawanan
56
EP.56 Perhatian
57
EP.57 Dinner
58
EP.58 Belajar Berjalan
59
EP.59 Sebuah Pesta
60
EP.60 Iri hati
61
EP.61 Kembali Bekerja
62
EP.62 Serangan Anita
63
EP.63 Sebuah Mistery
64
EP.64 Musuh dalam selimut
65
EP.65 Agen Ganda
66
EP.66 Tugas Jery
67
EP.67 Kepulangan Ailyn
68
EP.68 Kunjungan
69
EP.69 Nihil
70
EP.70 Terjebak
71
EP.71 Kecelakaan maut
72
EP.72 Berita Duka
73
EP.73 Acara Pemakaman
74
EP.74 Kembalinya Pelakor
75
EP.75 Kemunculan Cloe
76
EP.76 Maaf aku bukan pria bodoh
77
EP.77 Kondisi Ailyn
78
EP.78 Black Shadow
79
EP.79 Tipuan..
80
EP.80 Menipu atau ditipu
81
EP.81 Drama
82
EP.82 Tragedi di hotel
83
EP.83 Pengakuan Dosa
84
EP.84 Berkhianat
85
EP.85 Peran
86
EP.86 Salah sangka
87
EP.87 Perasaan Lega
88
EP.88 Pencarian
89
EP.89 Sebuah penyamaran sempurna
90
EP.90 Penyerangan
91
EP.91 Tumbang
92
EP.92 Kabar Mengejutkan
93
EP.93 Tertangkap
94
EP.94 Hukuman
95
EP.95 Pertemuan
96
EP.96 Persidangan
97
EP.97 Pertengkaran dua wanita
98
EP.98 Penjelasan
99
EP.99 Fakta
100
EP.100 Kebahagiaan
101
EP.101 Mengundurkan diri
102
EP.102 Keputusan Tom
103
EP.103 Perjuangan
104
EP.104 Kebohongan
105
EP.105 Karma
106
EP.106 Pesta Perpisahan
107
EP.107 Kebebasan Jini
108
EP.108 Kelahiran anak pertama
109
EP.109 Alexander Damian
110
EP.110 Masalah Pengasuh
111
EP.111 Mulai bekerja
112
EP.112 Ayah dan anak
113
EP.113 Menyerah
114
EP.114 Stalker
115
EP.115 Penyerangan
116
EP.116 Kekacauan
117
EP.117 Aib Jane
118
EP.118 Misi Penyelamatan
119
EP.119 Tuntutan
120
EP.120 Petunjuk
121
EP.121 Barang bukti
122
EP.122 Akhir dari kejahatan Jini
123
EP.123 Akhir Bahagia -END
124
Pengumuman Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!