Keesokan harinya, Ailyn dan Alonso pun harus meninggalkan hotel dan pulang ke rumah Alonso. Ailyn pun hanya mengikutinya saja, dan tak banyak protes. Sopir pun mengantarkan mereka pulang ke rumah.
Sesampainya dirumah, Ailyn pun tak asing dengan rumah tersebut. Dimana Ailyn pernah memeriksa bagian rumah itu untuk penyelidikan. Rumah besar, yg selalu bersih dan rapi. Susunannya pun nampak tertata dengan baik. Bahkan tak ada warna yg berantakan di rumah tersebut. Hal itu menandakan pemiliknya adalah orang yg sangat perfectionis.
"Tak banyak yg berubah." ucap Ailyn.
"Iya, kuharap kau tak mengubahnya." ucap Alonso.
"Aku bahkan tak punya waktu untuk memperhatikan setiap detailnya." ucap Ailyn.
"Ayo ke kamar kita.. kau pasti lelah." ucap Alonso.
Ailyn pun mengikuti Alonso ke sebuah kamar utama yg besar dengan desain yg aestetik. Ailyn pun sudah tak terkejut karena pernah melihat kamar itu.
Hanya ada satu ranjang yg artinya mereka harus berbagi. Ailyn pun tak keberatan asalkan tak ada kontak fisik berlebihan.
"Kau keberatan?" tanya Alonso saat Ailyn hanya melihat ke arah ranjang tersebut.
"Tidak." ucap Ailyn seraya mengangkat kedua bahunya.
"Baguslah, akan aneh kalau kita tidur terpisah." balas Alonso.
"Ya Al.. aku mengerti." ucap Ailyn.
"Nanti pelayan yg akan merapikan barang-barangmu." ucap Alonso.
"Oke." balas Ailyn.
Ailyn pun memilih melihat ke arah jendela yg mengarah ke pintu masuk dan sekitar. Disana dirinya bisa melihat segalanya dan orang-orang yg masuk serta keluar.
"Apa jendela ini transparan?" tanya Ailyn.
"Tidak, mereka takkan bisa melihat kita yg ada disini." ucap Alonso.
"Kau memang pintar mendesain kamarmu." ucap Ailyn.
"Dan kau satu-satunya wanita yg menyadari hal itu." ucap Alonso.
"Tentu saja, ini juga menguntungkanku dalam mengawasi sekitar." ucap Ailyn.
"Ya.. lakukan sesukamu.. rumah ini besar dan cukup lengkap.. tanyakan pada pelayan apa yg kau butuhkan dan mereka akan melayanimu." ucap Alonso.
"Iya, terimakasih." ucap Ailyn.
Tapi Ailyn memilih untuk merapikan barang-barangnya sendiri agar bisa menempatkan beberapa barang penting di tempat khusus.
"Apa itu sungguhan?" tanya Alonso melihat senjata api milik Ailyn.
"Iya.. dan aku tak bisa sembarangan menyuruh pelayan menyimpannya." ucap Ailyn.
"Baiklah lakukan sesukamu." ucap Alonso.
Ailyn pun membereskan semua barangnya sendiri dan menempatkan barang-barang penting di lokasi khusus yg tak diketahui oleh orang lain. Lalu dirinya pun istirahat di kamar tersebut. Sementara Alonso dirinya sedang di ruangan kerjanya dan bekerja. Entah sebanyak apa pekerjaannya hingga pria itu selalu bekerja kapan saja.
Ailyn pun memejamkan mata dan tertidur di kamar tersebut. Dan Alonso datang dari ruangannya untuk mengajak Ailyn makan.
"Dia tidur, apa pekerjaannya sangat melelahkan?" gumam Alonso.
Akhirnya Alonso pun makan sendirian, dan kembali ke kamarnya. Disana Ailyn masih tertidur dan Alonso menatapnya dengan intens. Apa yg membuatnya tak bisa bersikap dingin pada wanita itu? Biasanya Alonso tak tertarik pada wanita yg terlihat tangguh, tapi kali ini Ailyn mampu mengalihkan pandangannya dan mengubah cara bicaranya yg dingin.
Alonso pun ikut merebahkan tubuhnya dan ikut tertidur. Disana mereka tertidur pulas karena lelahnya pekerjaan mereka. Dan tanpa sadar keduanya tengah tidur saling berhadapan.
Dan Ailyn terbangun lebih dahulu. Dirinya melihat kamar yg sudah hampir gelap pertanda sudah menjelang malam.
"Berapa lama aku tertidur?" gumamnya.
Lalu dirinya menatap pada Alonso yg ikut tertidur di sebelahnya. Ailyn pun bangun perlahan, dan memilih mandi. Setelah itu ia keluar kamar dan meminta siapkan makanan pada pelayan.
"Nyonya, apa tuan tidak ikut makan?"
"Tidak, dia kelelahan bekerja.. nanti saja saat dia sudah minta disiapkan atau disiapkan seperti biasanya." ucap Ailyn.
"Maaf nyonya, biasanya tuan hanya makan makanan yg fresh, jadi kami harus menyiapkannya 1 jam sebelum ia makan." ucap pelayan tersebut.
"Ya lakukan saja seperti biasanya.. " ucap Ailyn tersenyum.
"Baik nyonya."
Ailyn pun menunggu sejenak dan makanan pun tiba sesuai keinginan Ailyn. Ailyn pun menikmati makanannya di meja makan. Dan saat sudah selesai, Alonso keluar mencari dirinya.
"Ternyata kau disini." ucap Alonso.
"Ada apa Al?" tanya Ailyn.
"Tidak ada, kukira kau pergi bekerja."
"Tidak, belum ada perintah apapun." ucap Ailyn.
"Ya.. sekarang aku lapar, pelayan siapkan makanan seperti biasanya." perintah Alonso.
"Baik tuan." ucap pelayan tersebut.
"Dan sayang, temani aku makan." ucap Alonso membuat para pelayan terkejut.
"Oke." balas Ailyn lebih terkejut melihat ekspresi pelayan.
"Ada apa dengan mereka? kenapa terkejut sekali dengan panggilan sayang??" gumam Ailyn dalam hati.
Dan mau tak mau Ailyn menemani Alonso makan di meja makan. Hanya ada obrolan ringan diantara mereka. Dan pelayan nampak semakin terkejut.
"Ada apa dengan para pelayanmu?" tanya Ailyn.
"Oh, mereka hanya terkejut aku pulang bersama istriku." ucap Alonso.
"Tapi kenapa reaksinya berlebihan?" tanya Ailyn.
"Itu karena mereka senang. Mungkin kau hanya berlebihan." ucap Alonso.
"Oke.." balas Ailyn masih terkejut.
Ailyn yg terbiasa mengintrogasi orang dan membaca ekspresi mereka nampak jelas terlihat kalau para pelayan sedang heboh karena tindakan dan ucapan Alonso. Tapi anehnya bukankah itu biasa dalam sebuah hubungan?? Ailyn pun masih tak mengerti, apa mereka sangat bahagia sampai seheboh itu??
Selesai makan, Ailyn pun berjalan-jalan di sekitar. Sementara Alonso selalu berteman dengan pekerjaan di ruangannya. Lalu Ailyn mendapat panggilan tugas, dan harus pergi. Saat hendak berganti pakaian Ailyn bertemu Alonso yg masuk ke kamar.
"Al aku akan pergi.." ucap Ailyn.
"Ya silahkan.. ingat hati-hati." ucap Alonso..
"Iya.. dan seperti biasa kepulanganku tak bisa diprediksi." ucap Ailyn.
"Ya.. asalkan kau bisa pulang." ucap Alonso.
Ailyn pun bersiap lalu pergi ke suatu tempat sesuai perintah atasannya. Misinya adalah mengawasi seseorang malam ini. Dan Ailyn mengerjakan tugasnya dengan baik bersama rekan-rekannya. Hingga waktu bekerjanya selesai, dan Ailyn bisa kembali ke rumahnya.
Ailyn pun kembali saat pagi hari, dan semua pelayan nampak bingung.
"Ada apa dengan wajah kalian?" tanya Ailyn.
"Nyonya baru pulang?"
"Iya.. kalian tahu kan pekerjaanku?" tanya Ailyn.
Tapi mereka malah menggeleng.
"Aku bekerja untuk negara ini, kalian tak perlu tahu apa yg kukerjakan.. tapi suamiku tahu apa yg kulakukan makanya ia mengijinkannya." ucap Ailyn.
"Maaf nyonya." ucap mereka saat Ailyn menyebut Alonso.
"Apa suamiku sudah pergi bekerja?" tanya Ailyn.
"Sudah nyonya.. tuan selalu tepat waktu."
"Ya baiklah, aku akan masuk ke dalam." ucap Ailyn.
Dan Ailyn pun diam-diam menguping pembicaraan mengenai Alonso diantara para pelayan.
"Apa tuan sudah berubah?"
"Kalian dengar kan?? dia memanggil mesra nyonya?"
"Iya.. nampaknya nyonya membawa perubahan pada tuan."
"Kyaaa.. tuan itu adalah laki-laki sempurna jika nyonya mampu mengubahnya menjadi seperti itu."
"Iya kau benar, kau ingat kan dulu sikapnya dingin dan kejam."
"Benar, jika kita berbuat salah maka kita akan tamat."
"Memangnya apa yg dilakukan tuan? apa memukuli pelayan?"
"Tidak, tapi kita akan langsung diusir.." ucap temannya.
"Benarkah?"
"Benar, dan itu hanya karena ada sebuah cabai di piringnya."
"Wah.. aku jadi takut."
"Makanya walaupun tuan sudah berubah, kita harus berhati-hati."
Ailyn pun mendengar semua ucapan mereka dan mengerti kenapa mereka bertingkah seperti itu.
"Apa?? hanya karena sebuah cabai Alonso memecat pelayan?" gumam Ailyn dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments