Dalam satu bulan Anita, ibu tiri dari Aylin pun datang mengunjunginya untuk melihat seberapa jauh David memperlakukan Aylin. Anita juga tak segan memarahi atau memukul Aylin tiap kali datang ke rumahnya. Aylin hanya bisa menahan semua itu karena tak ada yg bisa membantunya. Cacian, hinaan, pun dilontarkan oleh Anita untuknya.
Anita yg merasa paling tersakiti dan menderita pun melampiaskan segala amarahnya pada Aylin. Dirinya merasa kurang beruntung karena suaminya tidak sepenuhnya mencintainya. Bahkan terkesan sangat cuek padanya dan kedua putrinya. Sementara Aylin, diperhatikan begitu detail oleh David.
"Dasar anak haram..! melihatmu saja membuatku kesal.." ucap Anita memeriksa rumah tersebut.
Plakkk.. sebuah tamparan pun mendarat di pipi Aylin. Sakit, sangat sakit rasanya, anak sekecil itu harus menderita karena ibu tiri yg kejam. Dan David sama sekali tak tahu, bahkan jika tahu pun tak bisa berbuat apa-apa karena ancaman dari Anita.
"Berani sekali kau memelototiku." ucap Anita.
"Ampun bu.." ucap Aylin.
"Bu?? aku bukan ibumu, panggil aku nyonya..!"
"Ampun nyonya.." ucap Aylin menahan rasa sakit di pipinya.
Sementara yg lain hanya bisa melihat dan menyaksikan penyiksaan yg dilakukan Anita demi mempertahankan pekerjaan mereka.
Setelah puas meluapkan kekesalannya pada Aylin, Anita pun pergi dari rumah tersebut. Dan anak buah David melaporkan kejadian tersebut padanya.
"Anita benar-benar keterlaluan." ucap David.
"Anda harus melindungi nona Aylin tuan."
"Aku tidak bisa melakukannya karena Anita mengancam akan mengadukannya pada ayahku." ucap David.
Ya jika Anita sampai mengadukannya maka mungkin David akan kehilangan segalanya. Dengan begitu pula David tak bisa menjaga Aylin tanpa kekuatan keluarganya.
"Apa yg harus kulakukan?? aku ayah yg tak berguna, janjiku pada Dewi tak ada artinya." gumam David dalam hati.
.
.
David pun mengunjungi Aylin beberapa hari kemudian. Tapi putrinya sama sekali tak bergeming akan kehadirannya. Aylin bahkan hanya menatap dan mendengarkan segala ucapan David tanpa bertanya apapun. Aylin juga cuma berbicara seperlunya.
"Aylin maafkan ayah.." ucap David.
"Iya."
"Aylin, kau baik-baik saja?? apa ibu tirimu memukulimu lagi?" tanya David.
"Sebuah tamparan dan kata-kata kasar seperti biasanya." ucap Aylin tanpa ekspresi.
"Aylin maafkan ayah.." ucap David memeluk Aylin dan menangis.
"Iya." ucap Aylin dingin.
David pun mencoba memperketat keamanannya dengan memasang kamera cctv di rumah tersebut. Tapi yg terjadi tidaklah jauh berbeda. Dan Aylin sudah tahu kalau ayahnya tak berguna bahkan tak bisa melindunginya dari amarah ibu tirinya.
Erik yg mendengarnya pun merasa marah, tapi tak bisa membantu banyak. Dirinya pernah mendatangi David ke kantornya tapi pria itu tak ada ditempat. Erik pun hanya bisa membekali Aylin dengan ilmu bela diri untuk melindungi dirinya serta meminimalisir cedera jika Anita kembali memukuli Aylin.
"Aylin hanya ini yg bisa paman berikan untukmu." ucap Erik.
"Tidak, ini lebih dari cukup paman. Terimakasih." jawab Aylin.
"Kau harus kuat, dan saat usiamu sudah cukup dianggap dewasa di mata hukum.. kau bisa tinggal denganku." ucap Erik.
"Baiklah paman.. aku akan menahannya." ucap Aylin berusaha tegar.
Selama itu pula, Erik mengajarkan Aylin hidup mandiri. Dan Aylin menuruti segala yg Erik katakan. Aylin belajar memasak dari pelayan dan memperdalam ilmu bela dirinya untuk mengetahui titik-titik berbahaya jika dirinya dipukuli oleh ibu tirinya.
Benar saja, Anita tak bisa membiarkan Aylin hidup dengan tenang. Tepat setelah Aylin berusia 15 tahun, Anita mengusir para pelayan dan Lusi. David pun tak bisa berbuat apa-apa, agar keluarganya tak tahu tentang Aylin. Karena jika keluarganya sampai tahu, mungkin Aylin akan dijauhan darinya.
Aylin pun tak takut karena ucapan pamannya benar untuk hidup mandiri. Aylin mengerjakan segalanya sendiri dan mengatur keuangan dengan baik. David pun semakin tak tega pada Aylin dan sering memberinya uang lebih. Dan tentu saja Aylin bukan gadis bodoh, dirinya membuka tabungan baru dan menyisihkan sebagian uang dari ayahnya untuk keadaan darurat.
Ibu tirinya itu semakin sombong dan congkak. Bahkan menganggap Aylin lebih rendah daripada pelayan. Julukan anak haram pun menempel pada Aylin. Bahkan saudari tirinya pun memanggilnya anak haram. Setiap kali mereka datang, selalu membuat kekacauan yg tujuannya menyusahkan Aylin.
"Mom.. kita sudah pesan makanan." ucap Jane.
"Bagus Jane.. " ucap Anita.
"Mom.. bolehkah aku mengadakan party di rumah ini?" tanya Jini pada ibunya.
"Party apa? jangan aneh-aneh.. masa party di rumah jelek begini kau ingin mempermalukan keluarga kita?" tanya Anita.
"Baiklah mom.. mana si anak haram itu?hanya bikin minum saja lama sekali." ucap Jini.
"Jini, anak haram itu datang.." ucap Jane tersenyum senang.
Disinilah Aylin dijadikan pelayan oleh Anita dan kedua putrinya. Mereka bukan hanya merendahkannya tapi juga menganggapnya pelayan. Seharian mereka datang hanya untuk mengacak-acak rumah tersebut dan membuat Aylin harus membereskannya sendirian. Bahkan mereka melarang Aylin makan saat ada mereka. Aylin benar-benar seperti pelayan rendahan di mata mereka semua.
Setelah mereka pergi, rumah pun berantakan bak kapal pecah. Bahkan tak jarang mereka sengaja menghancurkan barang-barang di rumah tersebut . Lalu esoknya akan dikirimkan barang baru untuk menggantikan barang yg mereka rusak. Hal itu dilakukan oleh David tanpa bertanya apapun.
Aylin pun harus membereskan semuanya sendirian tanpa adanya pelayan. Gadis itu pun berusaha tegar menunggu waktu yg tepat untuk meninggalkan rumah yg seperti neraka ini.
David yg merasa kasihan pun memiliki ide untuk menjauhkan Aylin dari Anita dan kedua putri lainnya. David ingin mengirim Aylin belajar ke luar negeri agar Anita tak bisa menjangkaunya.
Tapi niatan itu hanya angan-angan karena Anita segera mencegahnya. Hingga akhirnya malah Jini yg harus dikirim ke luar negeri. Dan Aylin sudah bisa menebaknya.
"Aylin maafkan ayah yg selalu membuatmu kecewa." ucap David.
"Aku tahu, hidupku takkan berakhir baik disini." ucap Aylin.
"Tapi ayah akan berjanji kau akan mendapatkan hal yg lebih baik disini." ucap David.
"Iya." balas Aylin dingin karena ayahnya benar-benar tak bisa diharapkan.
Begitulah, Anita mencegah segala perhatian David pada Aylin. Setiap kali Aylin mendapatkan sesuatu, kedua putri lainnya selalu tahu dan merengek meminta yg lebih mahal dari milik Aylin. Bahkan tak jarang mereka menghancurkan barang pemberian David untuk Aylin.
Aylin juga sudah terbiasa akan hal itu dan tak takut kehilangan apapun. Baik itu harta ataupun ayahnya. Aylin juga sudah mempelajari peraturan mengenai kebebasan dan hak asasi manusia. Dan saat umur tertentu Aylin bisa bebas menentukan hidupnya serta terbebas dari ibu tiri dan saudari tirinya yg jahat.
Hidup Aylin pun bagai Cinderella, dengan ibu tiri dan saudari tirinya yg selalu iri padanya. Tapi tak ada waktu untuk meratapi nasibnya. Aylin harus keluar dari lingkaran setan tersebut dan mengubah takdir menyedihkannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments