Ailyn pun kini berada di rumah yg asing baginya. Orang-orang yg asing dan tak ada yg ia kenal hingga gadis kecil itu merasa ketakutan. David pun mencoba mendekati Aylin perlahan, walaupun ada banyak penolakan.
"Aylin.. aku ayahmu.. Aylin mau menerima ayah kan?" tanya David.
"Tidak tahu." ucap Aylin seraya menggelengkan kepalanya.
"Oke, kita berteman saja.. namaku David.. pelayan disini ada 2 orang namanya bu Siti dan bu Mila. Lalu akan ada pengasuh yg akan menemani Aylin disini." ucap David memperkenalkan semuanya.
"Kapan aku pulang?" tanya Aylin.
"Ini sekarang rumah Aylin.. ibu sudah tiada dan disana tidak ada orang lebih baik Aylin disini dengan pelayan dan pengasuh." ucap David.
"Lalu ayah sendiri?" tanya Aylin.
"Ayah akan bekerja.. dan mungkin tak bisa setiap hari kemari." ucap David.
"Oh begitu." ucap Aylin kecewa.
"Tapi ayah akan usahakan datang setiap minggunya." ucap David.
Tapi Aylin tetap terdiam dan tak menjawab. Dirinya masih bingung akan keadaan yg saat ini ia jalani. Ibunya baru saja meninggal, pamannya harus bekerja jauh darinya. Dan kini Aylin harus menganggap pria asing yg baru ia temui sebagai ayahnya, yg bahkan ayahnya tersebut tak bisa hadir untuknya setiap hari. Bagi seorang anak kecil hal ini pasti sulit dimengerti dan rasa sedih setelah kehilangan ibunya membuatnya jadi lebih banyak diam.
Sementara David menyediakan semuanya untuk Aylin, baik pelayan, pengasuh hingga sopir karena Aylin harus pergi ke sekolah. Aylin pun dipindahkan ke sekolah yg dekat dengan tempat tinggalnya saat ini.
.
Keesokannya datanglah pengasuh bernama Lusi. Dia cukup bisa diandalkan dan sabar dalam mengatasi anak-anak. Lusi pun mencoba mendekati Aylin perlahan dan mencoba berkenalan dengannya. Awalnya Luci sedikit kesulitan karena Aylin masih takut dengan orang asing. Tapi lama kelamaan, Lusi bisa mengambil hati Aylin. Kini Aylin jadi sering bercerita pada Lusi, terutama kesedihannya setelah ibunya tiada.
"Aylin, setiap manusia pasti akan meninggal suatu hari nanti.. jadi kita tidak boleh sedih terus menerus karena ada banyak hal yg bisa membuat kita bahagia." ucap Lusi
"Tapi bu.. Aylin masih sedih." ucap Aylin.
"Aylin bisa menghilangkan rasa sedih dengan cara lain.. misalnya dengan bermain, belajar, atau melakukan sesuatu yg Aylin suka." ucap Lusi.
"Aylin suka belajar.. tapi kenapa ayah jarang pulang?? katanya mau menjagaku.." tanya Aylin.
"Ayah harus bekerja sayang, karena harus membiayai hidup Aylin juga dan hidup ayah." ucap Lusi memberikan jawaban sederhana.
"Tapi dulu ibu juga bekerja dan pulang setiap hari, paman juga begitu." ucap Aylin.
"Pekerjaan ayah ada banyak, dan tempat kerja ayah sangat jauh dari sini." ucap Lusi berbohong.
"Oh begitu ya.. Aylin kesepian disini."
"Kan ada ibu yg akan menjaga Aylin." ucap Lusi tersenyum.
Lusi pun merasa kasihan pada Aylin yg baru saja ditinggalkan oleh ibunya. Belum lagi dengan ayahnya yg membohonginya karena sudah memiliki keluarga lain. Dan David hanya bisa datang seminggu sekali. Hal itu membuat Lusi tak tega pada Aylin yg harus beradaptasi dengan lingkungan yg asing baginya tanpa adanya kehadiran ayahnya.
Lusi pun memberi semangat pada Aylin untuk terus bersekolah dan memulai hal baru. Disitulah Aylin mulai bisa beradaptasi dan mendapat teman-teman baru. Aylin mulai sibuk belajar dan melakukan aktivitas lain dengan pengawasan Lusi. Dan melupakan keinginannya untuk dekat serta mengenal ayahnya.
Bagi Aylin, ayahnya seperti tidak memerdulikannya. Walaupun David selalu berusaha memberikan yg terbaik bagi Aylin. Ketidakhadiran David membuat Aylin terbiasa hidup sendirian. Bahkan pamannya saja sering mengunjunginya saat sedang libur.
Hari demi hari pun berganti, Aylin tumbuh dengan baik walau ayahnya jarang menemuinya. Bahkan saat ulangtahunnya sendiri David tak bisa hadir dengan alasan berada di luar kota. Aylin pun sudah tak lagi merasa kecewa akan hal itu. Baginya, ada ayah ataupun tiada hidupnya akan sama saja. Yang terpenting Aylin mendapat ketenangan di rumah tersebut.
Tapi ketenangan tersebut tak berlangsung lama, karena seorang wanita datang ke rumah tersebut dengan tatapan menyeramkan. Aylin pun bersembunyi di balik tubuh Lusi karena ketakutan.
"Siapa anak kecil ini?" tanya Anita.
"Maaf nyonya, kami tidak tahu."
"Jangan bohong.. tidak mungkin suamiku merawatnya dengan baik jika tidak ada sesuatu." ucap Anita kesal.
Akhirnya semua orang pun berkata jujur pada Anita. Dan Wanita itu semakin marah mendengarnya. Anita pun melampiaskannya pada Aylin dan memarahi anak kecil yg tidak tahu apa-apa tersebut. Tak cukup memarahi, Anita juga memukul Aylin kecil yg malang tersebut. Lusi pun mencoba melindungi Aylin tapi didorong kuat oleh Anita sampai terjatuh.
"Dasar anak haram..!! ibumu itu pelakor dan kau lahir kedunia ini untuk menghancurkan hidupku..?? "
"Ampun.. Aylin tidak tahu apapun.." ucap Aylin menangis mendapat pukulan gagang sapu dan amarah dari Anita yg menyebalkan.
"Anita..!!! Hentikan..!!" ucap David yg baru saja datang.
"Akhirnya kau datang juga.. jadi ini anak pelakor itu?" tanya Anita dengan tatapan setan.
"Anita, dia tidak salah apapun.. dia hanyalah korban.." ucap David.
"Kau berani sekali menyembunyikan sesuatu dariku.. bahkan punya anak dari wanita lain..!"
"Aku tak tahu kalau Dewi mengandung.. dan kini Dewi sudah tiada, aku sebagai ayahnya harus bertanggungjawab." ucap David.
"Kau selalu menyakitiku..!" teriak Anita.
"Kenapa?? kita menikah karena perjodohan.. Jangan salahkan sikapku padamu.. dan aku akan melaporkanmu jika terus menyakiti Aylin." ancam David.
"Laporkan saja.. aku tidak takut..!" balas Anita.
Disanalah keributan antara David dan Anita. Sementara Aylin kecil menangis dipelukan Lusi dengan tubuh memar akibat pukulan sapu dari Anita. Lusi pun ikut menangis melihat Aylin yg bukan hanya kesakitan tapi sangat ketakutan.
"Aku takut bu.." ucap Aylin menangis.
"Ada ibu disini.." ucap Lusi mendekapnya.
Lusi pun nekat membawa Aylin ke rumah sakit untuk mengobati luka-lukanya. Sementara David bernegosiasi dengan Anita soal Aylin. Lusi pun cukup menyayangkan sikap David sebagai seorang ayah. Dirinya bahkan tak melihat Aylin yg sangat ketakutan dengan memar ditubuhnya.
Setelah menyelesaikan masalah dengan Anita, David pun mencari Aylin. Aylin yg sedang berada di rumah sakit pun ketakutan melihat ayahnya datang.
"Pergi..!" usir Aylin
"Aylin.. ini ayah.." ucap David sedih setelah mendengar penjelasan dokter tentang putrinya.
"Aylin mau pulang ke rumah ibu.. ayah jahat..!!" ucap Aylin.
"Aylin maafkan ayah.. ayah janji ini takkan terulang lagi." ucap David.
"Maaf tuan, sepertinya nona Aylin sedikit trauma." ucap Lusi.
Aylin pun ditenangkan oleh Lusi. Dan Aylin mulai berhenti menangis. Gadis kecil itupun tertidur di pelukan Lusi karena ketakutan melihat pertengkaran antara Anita dan David.
Aylin pun jadi jauh dengan ayahnya sejak kejadian tersebut. Dan Aylin menjadi takut jika ada orang asing datang ke tempat tinggalnya. Setiap Erik mengunjunginya Aylin selalu meminta Erik membawanya pulang. Tapi kondisi Erik juga masih belum bisa menetap di kota ini. Mau tak mau Erik mencoba menghibur Aylin jika ada kesempatan, baik itu telepon ataupun videocall. Hal yg seharusnya David lakukan sebagai ayahnya tapi malah Erik yg harus melakukannya.
Erik juga mengajari Aylin bela diri, dan memintanya mengikuti kelas beladiri agar dirinya bisa melindungi dirinya dari ibu tirinya yg kejam. Aylin pun tumbuh dan mengenal ayahnya seperti orang asing. Dan hanya Eriklah dimatanya yg seperti ayahnya sendiri.
Sejak kejadian itu juga, David semakin jarang menemui Aylin. Itu adalah perintah Anita yg menekan David. Sedangkan Aylin sudah tidak perduli lagi ayahnya hadir dihidupnya atau tidak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments