David pun mulai kehilangan kepercayaan orang-orang karena ulah Jini. Belum lagi Anita yg terus mengamuk karena selalu diejek teman-temannya. Hal itu membuat David tak nyaman berada di rumahnya sendiri. Bahkan kadang David memilih tinggal di apartemen lama miliknya yg berada di dekat kantornya.
Jini yg kini berada di tempat rehabilitasi obat-obatan terlarang, dan hal itu juga memerlukan banyak perhatian darinya. Sementara Anita tipikal wanita yg tak sabaran dan ingin menyelesaikan semuanya dengan cara instan. Berbagai cara pun ditempuh Anita demi membebaskan Jini dan mengurangi hukumannya. Banyak pengacara mahal ia sewa untuk bisa membantu putrinya cepat bebas pasca rehabilitasi.
Uang David pun mengalir deras karena sikap Anita yg sembrono dan tak sabaran. Padahal kondisi perusahaan sedang kritis. Hingga David mengambil jalan untuk memblokir semua kartu kredit anggota keluarganya. Dirinya ingin mengurangi hutang dan fokus pada pemulihan perusahaan.
Namun, Anita tak terima dan datang ke perusahaannya dengan amarah di matanya.
"David apa yg kau lakukan pada kartu-kartu ku??" tanya Anita.
"Aku sedang mengalami masa sulit di perusahaan.. kita harus berhemat dan tak berhutang." ucap David.
"David..! kau tahu aku sangat malu saat berbelanja tadi karena semua kartunya kau blokir." ucap Anita.
"Lalu?? kalau kau tak punya uang memangnya baju-baju dan barang yg kau beli itu bisa mencukupi kebutuhan kita??" tanya David.
"Pengeluaran kita banyak, kita harus menggaji banyak orang.. kalau kau masih mau foya-foya keluar dari rumahku..!" ancam David.
"Kau kejam sekali padaku..!" ucap Anita lalu keluar dari ruangannya.
Dan David membiarkannya karena kepalanya sudah sakit karena banyaknya tagihan yg harus ia segera bayarkan. Untungnya David langsung memblokir semua kartu kredit anggota keluarganya untuk mengurangi sedikit bebannya. Dengan begitu, mereka mau tak mau harus hidup berhemat dengan uang yg mereka punya. Belum lagi harus mengurus Jini yg berada di rehabilitasi.
"Jika kau tak senang tinggalkan aku saja.. dasar wanita serakah.." umpat David dalam hati.
Dan David pun meneruskan pekerjaannya. Di posisi saat ini David hanya bisa meminta bantuan ayahnya dan juga Alonso untuk membantu perusahaannya pulih. Ayahnya pun membantunya sedikit, tapi sisanya masih ada banyak yg harus ia selesaikan. Kerugian pun ia alami karena banyaknya klien yg memutuskan hubungan kerja sama serta anjloknya saham mereka.
Alonso yg licik dan kejam pun memanfaatkan momen itu. Dirinya masih kesal pada Jini yg mempermalukannya dan hampir membuatnya berada di penjara jika dirinya tak menolak bergabung dengan Jini yg sedang mengkonsumsi barang haram tersebut.
Kini Alonso pun akan memanfaatkan perusahaan David yg sedang goyah. Apalagi pria itu tahu betapa serakahnya Anita, istri dari David tersebut. Pastinya David harus bekerja keras untuk bertahan.
Alonso pun setuju memberikan bantuannya untuk David, dan hal itu tidaklah gratis. Ada beberapa perjanjian yg harus dibuatnya dengan David. Dan David mau tak mau setuju agar perusahaannya tetap bertahan. Terlebih mengingat pengeluarannya yg sangat besar karena kebiasaan istri dan anak-anaknya.
Perlahan Alonso pun mulai menguasai setiap projectnya. Dan David terus meminta bantuannya, hingga tanpa sadar David mulai kehabisan uang. Anita yg tetap hidup semaunya pun menjadi penyebab utamanya. Sedangkan Jane, dirinya tidak banyak mengeluh setelah tahu masalah di kantor ayahnya. Dirinya justru berhasil menjalin hubungan dengan pria-pria kaya untuk memenuhi gaya hidupnya.
Tibalah dimana David sudah kehabisan akal karena tak memiliki apa-apa lagi.
"Tuan David.. bagaimana?? bukankah harusnya kita membagi hasil kerjasamanya?" tanya Alonso yg sengaja tak mempermasalahkan bagi hasil selama ini.
"Maaf tuan, aku mengalami masa yg buruk.." ucap David.
"Aku mengerti kesulitanmu.. tapi aku dan perusahaanku juga butuh uang untuk operasional seperti gaji karyawan dan sebagainya." ucap David.
"Kumohon beri aku waktu.. bukankah selama ini bisnis kita lancar.?" tanya David.
"Memang, tapi keuangan ada di tanganmu.. jadi bagaimana bagianku?" tanya Alonso.
"Maaf tuan.. aku benar-benar tak bisa membayarnya." ucap David.
"Tuan David.. jika kau tak bisa membayar tak masalah tapi berikan saham perusahaanmu sebagai gantinya." ucap Alonso yg berarti perusahaan itu akan menjadi miliknya.
"Ti-tidak mungkiin." ucap David terdiam.
"Tuan.. aku sudah membantumu dan berinvestasi banyak dan hasilnya juga bagus.. kenapa kau jadi curang begini??" tanya Alonso.
"Beri aku waktu." ucap David.
"Baiklah.. aku beri waktu satu minggu.. jika kau tak sanggup kau harus memberikan perusahaan ini padaku." ucap Alonso lalu meninggalkan David.
Alonso pun tengah tertawa di atas penderitaan David dan keluarganya. Dirinya yg dulu pernah hampir terjebak dengan putrinya lalu dipermalukan oleh istrinya itu pun berhasil membuat keluarga itu menderita tanpa menyentuhnya.
Kekejaman Alonso pun sudah cukup terkenal, dan David rela berurusan dengan pria itu demi kestabilan perusahaannya. Tapi kebiasaan istrinya yg membuat semuanya kacau. Pengeluaran yg tiada habisnya pun menyedot banyak dana. Apalagi jika menyangkut soal Jini, Anita rela membayar berapapun agar putrinya bebas.
.
.
Sementara David sedang membicarakan masalah ini dengan Anita dan Jane. Mereka mendengarkan dan mencari solusi terbaik.
"Ini semua karna ulahmu Anita.. gara-gara kau yg boros uang kita habis." ucap David.
"Kau itu tugasnya mencari uang, jadi jangan salahkan aku." ucap Anita.
"Aku sudah bilang itu uang perusahaan kenapa kau pakai juga??" ucap David dengan nada tinggi karena marah.
"Jini itu putrimu, dia butuh bantuanmu untuk bebas.. apakah aku salah??" balas Anita tak mau kalah.
"Mom.. dad jika kalian terus begini kenapa tidak bercerai saja.. dan mom bisa cari pria kaya." ucap Jane lalu pergi meninggalkan kedua orangtuanya.
"Jane..! jaga bicaramu..!" ucap David.
Sementara Jane pergi begitu saja tanpa menoleh. Anita pun tak terima disalahkan dan memilih untuk pergi meninggalkan suaminya.
"Kalian benar-benar tak bisa diandalkan..!" teriak David frustasi.
Begitulah keadaan di keluarga David yg berantakan dengan hutang yg menggunung. David sudah kehilangan arah karena tak bisa mempertahankan perusahaannya. Sementara Anita pergi meninggalkannya begitu saja. Kini David hanya bisa pasrah dan memberikan perusahaannya tersebut karena telah bangkrut.
.
.
Dan suatu pagi, David pergi ke kantornya untuk yg terakhir kalinya untuk menyerahkan semuanya pada Alonso. Saat David tiba sudah ada Ailyn menunggunya.
"Ailyn ada apa?" tanya David.
"Ayah benar-benar keterlaluan.. aku tak meminta apapun sejak diusir istri ayah.. tapi kenapa ada pihak bank yg menagih hutang atas nama istri ayah padaku?" tanya Ailyn kesal.
"Anita..!" geram David.
"Ailyn maafkan ayah, ayah akan segera mengurusnya."
"Tapi, apa yg terjadi sampai kalian ditagih pihak bank?" tanya Ailyn penasaran.
"Hanya ada masalah kecil.. kau jangan pikirkan.. biar ayah yg akan mengurusnya." ucap David.
"Selamat pagi tuan David.." ucap Alonso tiba-tiba muncul.
"Tuan Alonso sejak kapan?" tanya David.
Ailyn pun melihat tuan Alonso yg berhubungan dengan ayahnya. Lalu Ailyn memilih pergi karena nampaknya tuan Alonso sedang ada urusan penting dengan ayahnya.
"Sejak pertemuan kalian.." ucap Alonso.
"Jadi nona Ailyn juga putrimu?" tanya Alonso.
"Benar." ucap David.
"Baiklah, nampaknya ada yg hal penting yg harus kalian bahas.. aku permisi." ucap Ailyn.
"Nona.. kita masih punya urusan." ucap Alonso.
"Mungkin lain kali tuan." ucap Ailyn.
"Tuan ada urusan apa anda dengan putriku?" tanya David.
"Ya.. ada beberapa urusan pekerjaan." ucap Alonso.
"Jadi bagaimana jika kita bahas masalah ini." ucap Alonso.
Disaat yg sama Anita pun tiba disana dan tak terima perusahaan suaminya direbut oleh Alonso.
"Aku juga harus memutuskan hal ini." ucap Anita.
"Baiklah.. tapi takkan mengubah apapun kecuali kalian mengembalikan uangku." ucap Alonso.
Perbincangan pun berjalan alot karena Anita yg keras kepala dan tak tahu diri. Sedangkan David sudah sakit kepala dibuatnya.
"Nyonya.. itu sudah tertulis dalam perjanjian." ucap Alonso.
"Tapi.. ini perusahaan kami dan tempat kami mencari nafkah.. tolong coba selesaikan dengan cara kekeluargaan." ucap Anita.
"Apa yg bisa kalian berikan padaku?" tanya Alonso.
"Apapun.. bahkan jika kau mau kedua putriku aku akan memberikannya." ucap Anita.
"Satu orang pencandu na***ba.. satu lagi pemain yg handal.. apa untungnya bagiku?" ucap Alonso menyeringai.
"Kau.. jaga ucapanmu..!" ucap Anita.
"Anita kaulah yg jaga ucapanmu..!" balas David.
"Tapi kalau putrimu yg lain mungkin akan aku pertimbangkan." ucap Alonso ingin memiliki Ailyn sebagai pionnya.
"Maksudmu Ailyn?? tidak, dia bukan barang." ucap David.
"David, Ailyn juga harus membantumu, kau ingin kehilangan segalanya?" tanya Anita pada David.
"Aku tak masalah jika kau menginginkan Ailyn." ucap Anita pada Alonso.
"Hei.. Memangnya Ailyn barang seenaknya kau tawarkan." ucap David.
"Yah.. aku menginginkan Ailyn.. dan akan memberikan kalian keringanan jika aku mendapatkannya." ucap Alonso.
"Apa maumu pada putriku?" tanya David.
"Dia cantik, karirnya bagus, dan yg paling penting dia pintar." ucap Alonso tersenyum.
"Kurasa tak ada gunanya membicarakannya saat ini karena kalian harus memutuskan pilihan baru yg aku berikan." ucap Alonso pergi meninggalkan kantor David dengan tersenyum.
"Ailyn kau akan jadi pionku lagi.." gumam Alonso dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments