Setelah pulang pada pagi hari, Ailyn pun diberikan istirahat dan takkan bekerja selama 2 hari karena telah berhasil menyelesaikan tugasnya. Waktu itu pun Ailyn manfaatkan untuk menikmati pemandangan di taman milik Alonso.
Dari kejauhan nampak Alonso melihat Ailyn tengah duduk di kursi taman dan menikmati secangkir teh. Pemandangan sore yg indah dan sejuk pun membuatnya nyaman berada di taman tersebut.
"Ailyn.. sedang apa?" tanya Alonso.
"Sedang menikmati waktu." ucap Ailyn.
"Hari mulai gelap, lebih baik kita masuk." ucap Alonso.
"Baiklah.. tapi tumben sekali kau pulang cepat." ucap Ailyn.
"Ada hal yg membuatku kesal, dan ada tugas untukmu." ucap Alonso.
"Baiklah, mari kita bicarakan di dalam." ucap Ailyn.
.
.
Ailyn dan Alonso pun akhirnya bicara di kamar mereka. Alonso butuh bantuan Ailyn untuk menangkap seseorang yg meretas data milik perusahaannya. Walaupun sebenarnya sudah ada orang yg sanggup mengerjakannya.
"Ailyn apa kau kenal seorang yg mengerti sistem?" tanya Alonso.
"Ya ada.. memangnya ada yg bermasalah?"
"Iya, tiba-tiba server data di kantor tidak bisa dibuka.. orang kantorku sedang mengatasinya." ucap Alonso.
"Baiklah, aku akan menghubunginya.. " ucap Ailyn langsung menghubungi orang tersebut.
"Ailyn langsung bertindak tanpa bertanya." gumam Alonso dakam hati.
Setelah menghubungi kenalannya, Ailyn pun segera menjadwalkan pekerjaannya.
"Besok dia akan datang ke kantormu.." ucap Ailyn.
"Sungguh dia bersedia?" tanya Alonso.
"Ya.. dia akan membantumu." ucap Ailyn.
"Baiklah, besok aku tunggu di kantor." ucap Alonso.
Begitulah Ailyn kini memiliki banyak kenalan yg bisa ia andalkan. Bahkan kenalannya itu bersedia membantunya karena tentu saja bantuannya tidak gratis. Ailyn memang cukup terkenal di lingkungan pekerjaannya. Dan dirinya banyak membantu rekan-rekannya hingga mereka pun akan membalas kebaikan Ailyn.
Esoknya, Alonso pun pergi bekerja. Lalu Ailyn menjemput kenalannya itu dan membawanya ke kantor Alonso.
Setibanya disana, tak ada yg mengenali Ailyn dan menolaknya untuk bertemu Alonso.
"Maaf nona.. tapi jika belum membuat janji tidak bisa.. tuan orang yg sibuk."
"Tuan Alonso sudah meminta kami datang hari ini." balas Ailyn.
"Maaf nona, tolong kami juga takut dimarahi jika mengganggu pekerjaannya." ucap resepsionis tersebut.
Ailyn pun terdiam dan melihat memang karyawan Alonso sangat menghormatinya dan juga takut pada Alonso.
"Apa yg sudah ia perbuat sampai semua orang seperti ini??" gumam Ailyn dalam hati.
Akhirnya Ailyn pun menghubungi Alonso dan dirinya langsung berlari menghampiri Ailyn dan rekannya.
"Apa yg kalian lakukan???" tanya Alonso pada pegawainya yg menolak Ailyn.
"Maaf tuan.." ucap mereka takut.
Melihat para pegawainya yg ketakutan Ailyn pun menenangkannya dan meminta Alonso menunjukkan tempat untuk rekannya bekerja.
"Sudahlah tuan, lebih baik kita mulai bekerja." ucap Ailyn.
"Ck.. awas kalian seperti ini lagi..!" ancam Alonso dan semuanya pun terdiam.
Alonso pun menunjukkan Ailyn tempat untuk rekannya bekerja bersama tim IT miliknya. Saat mereka bekerja, beberapa orang pegawai Alonso pun menatap Ailyn dan Alonso tak suka saat sesuatu miliknya dilihat seperti itu.
"Ailyn ikut aku." ucap Alonso menarik tangan Ailyn.
Ailyn pun mengikutinya ke ruangannya yg kosong karena Jery sedang mengerjakan tugas lain. Alonso pun menngunci pintu dan menutup tirai jendela ruangannya.
"Ailyn haruskah kau memanggilku tuan disini?" tanya Alonso.
"Bukannya perjanjiannya begitu? Lagipula kau tahu kan pekerjaanku." ucap Ailyn.
"Baiklah.. aku mengerti." ucap Alonso.
"Tapi kau datang kemari bersamanya tanpa bilang apa-apa padaku." ucap Alonso.
"Iya, temanku tidak punya kendaraan.. dia sedang menghadapi kesulitan makanya aku memberinya pekerjaan ini." ucap Ailyn.
"Ya, terserah asalkan dia bekerja dengan jujur dan benar." ucap Alonso.
"Dia pekerja keras, dan juga ahli di bidang ini." ucap Ailyn.
"Benarkah? lalu kau kesini mau apa?" tanya Alonso.
"Aku hanya mengantarnya.. Baiklah aku pulang kalau begitu." ucap Ailyn.
"Iya lebih baik kau pulang dan istirahat, nanti malam kalau kau ada pekerjaan kan pasti kau tak bisa tidur." ucap Alonso.
"Aku libur selama 2 hari, jadi tak ada pekerjaan." ucap Ailyn.
"Oh begitu, kau ada rencana selama liburanmu?"
"Tidak, aku hanya ingin istirahat." ucap Ailyn.
"Oke.. istirahatlah di rumah jangan kemana-mana tanpa seizinku." ucap Alonso.
"Ya baiklah.. aku pulang." ucap Ailyn.
Sementara Alonso pun membiarkan Ailyn pulang daripada diganggu oleh karyawannya. Dan saat Ailyn hendak keluar, pintu pun terbuka sendiri. Lalu muncul sosok wanita yg menatap Alonso dan memanggilnya.
"Beib.. kenapa kau sulit dihubungi..?" tanyanya.
"Maaf aku sibuk.." ucap Alonso dihadapan Ailyn.
"Permisi.." ucap Ailyn karena paham situasinya.
"Kau.. apa yg kau lakukan di ruangan kekasihku?" tanya wanita itu.
"Hanya bicara soal pekerjaan.." ucap Ailyn.
"Kau tidak menggodanya kan?" tanya wanita itu.
"Tidak, dan aku tak ada niatan menggodanya." balas Ailyn lalu pergi.
"Sudahlah biarkan dia pergi." ucap Alonso.
Setelah Ailyn meninggalkan tempat tersebut, Ailyn pun menyadari kalau Alonso memang tak ada niatan serius pada pernikahan ini. Juga dirinya memang hanya akan dimanfaatkan olehnya.
"Apa yg kuharapkan darinya?? dari awal kan aku menikah karena terpaksa.." gumam Ailyn dalam hati.
Ailyn pun hanya bisa tersenyum, melihat fakta kehidupannya yg baru. Tak ada yg indah dalam hidupnya, keluarga atau pun cinta tak ada yg berakhir bahagia. Bahkan pekerjaannya pun dekat dengan maut.
.
.
Ailyn pun pergi ke toko baju untuk membeli beberapa pakaian. Sembari dirinya berjalan-jalan menikmati liburannya. Lalu dirinya makan di sebuah resto sendirian. Dan dirinya melihat Alonso masih bersama dengan wanita yg ia temui di kantor tadi.
Ailyn pun santai dan tak mau terbawa suasana. Selesai makan dirinya pergi meninggalkan resto tersebut. Dan dirinya berpapasan dengan Alonso serta wanita itu.
Wanita itu pun memandang Ailyn dari atas sampai bawah. Dirinya merasa tak selevel dengan Ailyn dan memandang rendahnya. Tapi Ailyn sudah terbiasa dengan pandangan begitu karena di masa lalunya ia mengalami banyak hal buruk. Jadi dipandang rendah satu orang wanita yg tak dikenal bukan masalah baginya.
Ailyn pun keluar dari resto dan berjalan santai menuju ke area parkir. Namun, teriakan seorang wanita kalau dirinya tengah di jambret pun mengalihkan Ailyn.
"Tolong..!! Jambreeett..!" teriak wanita itu.
Ailyn pun menoleh dan melihat pria itu berjalan ke arahnya. Ailyn pun menjegal kaki jambret tersebut hingga jatuh. Kemudian dirinya mengunci tangan pria itu dan melumpuhkannya.
Alonso pun berlari ke arahnya dan melihat Ailyn melumpuhkan jambret itu sendirian.
"Ailyn.." ucap Alonso dan Ailyn menoleh.
"Ini tas milik kekasihmu.. mereka sudah telepon polisi." ucap Ailyn lalu mengikat pria itu untuk mengamankannya.
"Alonso.. bagaimana tasku??" tanya wanita tersebut.
"Ini tasmu."
"Akh syukurlah.. ini tas mahal dan limited edition."
"Hei Vira berterimakasihlah pada wanita ini.. dia sudah menangkap jambretnya." ucap Alonso.
"Oh, jadi kau yg menangkapnya.. terimakasih ya.." ucap Vira.
"Iya lain kali hati-hati." ucap Ailyn lalu hendak pergi.
"Ini untukmu.." ucap Vira mengeluarkan uang pecahan seratus ribu.
"Tidak terimakasih." balas Ailyn.
"Kalau kuberi ya terima..!" ucap Vira lalu melemparkannya.
Ailyn pun memungut uang tersebut dan memberikannya pada pengamen yg lewat. Lalu Ailyn pergi tanpa bicara pada Vira ataupun Alonso.
"Kenapa kau bicara kasar begitu??" tanya Alonso.
"Beib.. dia itu sombong menolak uangku."
"Ckk.. aku benci melihatmu..!" ucap Alonso kesal lalu meninggalkannya.
"Beib.. tunggu..!" ucap Vira.
"Pergi..! jangan ikuti aku." ucap Alonso.
"Tunggu, aku jangan ditinggal." ucap Vira.
"Ck.. kau ini berani sekali melawanku." ucap Alonso lalu mengeluarkan uang pecahan seratus ribu beberapa lembar dan memberikannya pada Vira untuk ongkos taksi.
Vira pun terdiam dan menatap Alonso yg tengah kesal hanya karena seorang wanita aneh. Ekspresinya mulai dingin dan menyeramkan, hingga Vira tak berani mendekatinya.
.
.
Sementara Ailyn pulang ke rumahnya karena lelah sudah berjalan-jalan di mall hari ini. Sekarang dirinya hanya ingin istirahat, tanpa memedulikan Alonso.
Dan Alonso tiba di rumahnya, dirinya langsung mencari Ailyn dan menemukannya tertidur di kamarnya. Entah apa yg ingin ia katakan, hingga ia terburu-buru pulang menemui Ailyn yg nyatanya tengah tertidur lelap.
"Apa yg kulakukan?? aku bahkan tak tahu harus bicara apa padanya?" gumam Alonso dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments