Malam setelah pernikahannya Ailyn pun pergi bekerja. Dirinya meninggalkan Alonso di kamar hotel tersebut, karena itu memanglah niatnya. Ailyn tak ingin melakukan hubungan suami istri karena mereka menikah karena hubungan yg menguntungkan bukan karena cinta. Atau lebih tepatnya Ailyn terpaksa karena membutuhkan kekuatan Alonso demi keselamatan keluarga pamannya.
Malam itu Ailyn pun kembali bekerja bersama timnya. Semalaman mereka melakukan pekerjaan yg sudah mereka rancang sejak jauh-jauh hari. Sesuai perkiraan dan kabar terakhir, tak banyak yg berubah. Dan Ailyn menjalani misinya bersama rekannya dengan baik. Semuanya berjalan mulus dan Ailyn juga berhasil mencegah kegagalan meski harus sedikit terluka.
Setelah pekerjaannya usai, Ailyn akan kembali ke hotel menjelang pagi hari. Tapi dirinya harus mengobati luka-lukanya itu dulu.
"Ck.. Ailyn kenapa kau nekat bekerja.. ?"
"Bukankah misi ini sudah direncanakan." balas Ailyn.
"Kau melewatkan malam pertamamu, pasti suamimu tak ikhlas makanya kau terluka." ejek rekannya.
"Kalau aku tak ada kalian pasti kewalahan.. sudahlah, memangnya kami menikah untuk satu hari.. masih ada ratusan bahkan ribuan malam lainnya." balas Ailyn.
"Ya aku tak bisa membantah ucapanmu."
Rekan-rekannya pun tak bisa berkata apa-apa lagi karena memang Ailyn berperan besar dalam misi mereka kali ini. Bahkan Ailyn tahu kemana arah mereka kabur dan menanganinya dengan tim kecil yg ia bentuk secara mendadak.
Ailyn pun akhirnya kembali ke kamar hotel. Dan melihat ada asisten Alonso ada disana.
"Ehh.. kenapa ada dia?" tanya Ailyn.
"Maaf nyonya kami hanya.." ucap Jery.
Brukkk.. sejumlah berkas pun dilempar Alonso ke wajah Jery.
"Ailyn akhirnya kau kembali.. " ucap Alonso.
"Iya, tentu aku pasti kembali." ucap Ailyn.
"Jery, cepat bereskan barangmu dan pergi..!" usir Alonso dengan tegas.
"Kenapa perubahan sikapmu aneh begini, jangan bilang kau dan Jery??" tanya Ailyn curiga.
"Kami hanya bekerja malam ini.. jangan memikirkan yg tidak-tidak." ucap Alonso.
"Lalu kenapa kelopak mawarnya berantakan?" tunjuk Ailyn pada ranjang.
"Itu aku tidur sebentar tadi.. " ucap Alonso.
"Oh.. maaf sudah berpikiran negatif tentangmu." ucap Ailyn.
"Maaf nyonya, kami sedang ada banyak pekerjaan, jadi aku diminta kemari.. " ucap Jery.
"Baiklah.. tak masalah." ucap Ailyn.
"Jery out..!" usir Alonso.
"B-baik tuan.." ucap Jery lari menuju pintu.
"Jadi semalaman kalian bekerja?" tanya Ailyn.
"Iya begitulah, aku tak bisa tidur.. kau baik-baik saja?" balas Alonso.
"Ya.. aku baik-baik saja.. Sekarang aku mengantuk dan mau tidur." ucap Ailyn.
Ailyn pun mandi lalu tidur, sementara Alonso hanya berada di hadapan laptopnya sembari mengawasi Ailyn. Semakin lama Alonso pun ikut mengantuk dan memilih tidur juga tapi di samping Ailyn.
.
Kriingggg...
Alarm pagi pun berbunyi dan Ailyn terbangun.
"Ukh.. rasanya aku tak menyalakan alarm pagi ini.." ucap Ailyn lalu membuka matanya.
"Alonso?"
Ailyn pun terkejut Alonso tidur di sampingnya tanpa menyentuhnya. Ailyn pun tak bisa protes karena Alonso juga berhak tidur di kasur tersebut.
"Hei Al bangunlah.." ucap Ailyn.
"Hmm.. ada apa?"
"Alarm mu berbunyi.. " jawab Ailyn.
"Alarm?? jam berapa sekarang?"
"Jam 7 pagi.. jangan bilang kau harus bekerja?" tanya Ailyn.
"Gawat..! aku kesiangan." ucap Alonso.
"Ya ampun, kenapa juga kau pakai begadangan jika paginya masih harus bekerja." ucap Ailyn.
"Aku tak punya waktu untuk menjelaskan, aku harus mandi dan ke kantor." ucap Alonso.
Alonso pun langsung bergegas mandi karena harus ke kantornya. Sementara Ailyn, dirinya tidak bisa tidur lagi karena terkejut. Dan Ailyn melihat ada kemeja dan setelannya di lemari. Karena kasihan Ailyn pun menyiapkannya untuk Alonso. Lalu memilih memesan sarapan pagi.
Saat Alonso keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk, Ailyn pun terdiam dan refleks menutup matanya dengan tangannya.
"Astaga.. aku belum terbiasa dengan pemandangan ini." ucap Ailyn.
"Kita sudah menikah, jadi biasakanlah." ucap Alonso bergegas memakai pakaiannya.
Sementara Ailyn menatap ke arah lain, dan enggan melihat Alonso. Dan Alonso merasa dirinya tak menarik di mata Ailyn karena wanita yg sudah jadi istrinya itu justru menjaga pandangannya.
"Apa-apaan ini?? kenapa aku merasa seperti ditolak." gumam Alonso dalam hati.
"Aku pergi dulu, kabari aku jika ada sesuatu." ucap Alonso.
"Ya.. hari ini aku hanya ingin istirahat dan nanti malam akan bekerja lagi jika ada panggilan tugas." ucap Ailyn.
"Baiklah." ucap Alonso.
Setelah kepergian Alonso, Ailyn pun melanjutkan sarapannya dan kembali tidur. Hingga siang hari dan dirinya baru terbangun. Ailyn pun pergi keluar sebentar untuk mencari makanan lalu berolahraga.
Bagi Ailyn hari pertama dirinya menikah tak ada bedanya. Apalagi suaminya bukan hanya tidak mencintainya tapi juga sama sibuknya seperti dirinya. Hingga Ailyn pun bisa bebas melakukan apapun.
Tiba-tiba sebuah panggilan pun muncul, ternyata dari ayahnya, David. David pun mengajak Ailyn untuk bertemu dan bicara. Setelah sekian tahun, barulah ayahnya mengajaknya bicara.
Ailyn pun datang ke sebuah resto yg sudah dijanjikan. Disana terlihat ayahnya sendirian sedang menunggunya.
"Ailyn duduklah.." ucap David.
"Iya, karena banyak yg ingin aku bicarakan juga dengan ayah." ucap Ailyn.
"Ailyn.."
"Aku adalah seorang ayah yg buruk, menempatkanmu diposisi yg buruk sebagai anak haram serta menyakiti ibumu.. belum lagi kini bisnisku bankrut dan aku terpaksa menikahkanmu dengan pria yg terkenal kejam demi melunasi semua hutang pinjaman di bank.. maaf Ailyn.. " ucap David.
"Ya.. itu benar dan aku sudah cukup bukan berbakti pada ayah?" tanya Ailyn.
"Iya.. sudah cukup sampai disitu saja.. jangan mengorbankan dirimu lagi." ucap David.
"Aku juga takkan melakukannya. Karena mulai sekarang, kita harus mengurus kehidupan masing-masing. Aku sudah cukup bukan membantu meringankan beban ayah?" tanya Ailyn.
"Kau benar, kau sampai tak perlu memaafkan ayah yg hina ini." ucap David.
"Ya.. baiklah. Aku juga harus bahagia benar kan?"
"Hiduplah bahagia, tapi jika Alonso menyakitimu kau tinggalkan dia.. Ayah tak peduli jika harus bangkrut lagi." ucap David.
"Ya keputusan yg tepat. Baguslah jika ayah sendiri berkata begitu." ucap Ailyn.
"Jika Anita mengatakan sesuatu atau berbuat sesuatu katakan pada ayah.. " ucap David.
"Tentu, tapi nampaknya saudari tiriku takkan diam saja jadi aku juga akan melakukan sesuatu jika terdesak." ucap Ailyn.
"Maksudmu siapa? Jini atau Jane?" tanya David.
"Mungkin Jini, karena aku yg menyebabkan dia ada di tempatnya saat ini." ucap Ailyn.
"Ayah akan menghalanginya." ucap David.
"Ya lakukanlah seperti yg seharusnya ayah lakukan sebagai seorang ayah." ucap Ailyn.
"Ayah pasti akan melakukannya. Ailyn mampirlah ke rumah, sekarang Anita takkan menyakitimu lagi." ucap David.
"Untuk saat ini aku belum bisa, mungkin lain kali aku akan kesana saat ada waktu." ucap Ailyn.
"Terimakasih Ailyn sudah menyempatkan waktu untuk bicara padaku." ucap David.
"Tentu ayah.. aku tak sepenuhnya menyalahkanmu." ucap Ailyn lalu dirinya memilih meninggalkan ayahnya di resto tersebut.
.
.
Ailyn pun kembali ke hotelnya, dan tak lama Alonso juga tiba di hotel. Alonso pun berbicara sejenak tentang keseharian Ailyn, dan Ailyn mengatakan semua yg ia lakukan hari ini.
"Ternyata David masih punya rasa malu juga." ucap Alonso.
"Ya.. sejujurnya dia bukan orang jahat, hanya saja dia terlalu bodoh." ucap Ailyn.
"Baru kali ini aku mendengar seorang putri mengatakan hal itu pada ayahnya." ucap Alonso tersenyum.
Ponsel Ailyn pun berbunyi dan Ailyn segera mengangkatnya. Ailyn hanya mengucapkan beberapa kata dan Alonso sudah bisa menebak apa yg akan terjadi.
"Kau akan pergi lagi?" tanya Alonso.
"Begitulah pekerjaanku." ucap Ailyn.
"Setidaknya kau harus hidup agar aku tak jadi seorang duda dalam satu malam." ucap Alonso.
"Kalau pun aku mati, kau masih bisa menikah lagi." ucap Ailyn.
"Ck.." ucap Alonso.
Ailyn pun segera bersiap dan pergi meninggalkan Alonso lagi. Begitulah hidup mereka, jika Alonso bekerja maka Ailyn ada, tapi jika Alonso pulang maka Ailyn lah yg akan kembali bekerja.
Dan pekerjaannya kali ini berjalan dengan cepat, hingga Ailyn bisa pulang pada tengah malam. Ailyn pun masuk ke dalam kamar tanpa bersuara. Tapi Alonso belum tidur dan masih ada di depan laptopnya.
"Kau memang benar-benar mampu menyusup dengan baik.. bahkan aku tak mendengarmu masuk." ucap Alonso.
"Kau belum tidur rupanya, aku hanya tak ingin membangunkanmu." ucap Ailyn.
"Kau tidak terluka kan?" tanya Alonso.
"Tidak, jangan khawatir." ucap Ailyn.
Begitulah Alonso yg hampir setiap malam tak bisa tidur sejak sebuah kejadian buruk menimpanya. Bahkan dirinya menjadikan pekerjaan sebagai alasan, padahal ada sesuatu yg mengganggu pikirannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments