Ailyn pun memeriksa lebih detail latar belakang Jini serta orang-orang yg ia temui beberapa bulan terakhir. Dan ailyn menaruh kecurigaan pada beberapa orang. Lalu dirinya beserta timnya menyelidiki orang-orang mencurigakan yg sering ditemui Jini diam-diam.
Ternyata orang tersebut adalah pengedar yg sedang mereka buru juga. Bagai sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, Ailyn dan timnya pun lagi-lagi diuntungkan oleh Alonso. Mereka berhasil menangkap pengedar tersebut dan menyeret nama Jini dalam daftar target mereka.
"Akhirnya aku punya kesempatan membuat wanita tua dan anaknya itu jatuh." gumam Ailyn dalam hati.
Ailyn yg mengenal Anita dan David yg merupakan orang berpengaruh pun sangat hati-hati dalam bertindak. Hal itu juga sudah ia bahas dengan anggota timnya yg lain. Ailyn menyimpan beberapa bukti kuat dari Alonso dan bukti temuannya. Lalu mereka memancing Jini untuk keluar.
Perangkap pun terpasang dengan baik, dan Jini tak menyadarinya. Dirinya yg tinggal di apartemen pun tak memiliki pengawasan yg ketat karena berpikir fasilitas apartemennya cukup bagus.
Hal itu dimanfaatkan Ailyn dan timnya untuk melakukan penggrebekan pada Jini. Dan pada dini hari, mereka berhasil menggrebek Jini di dalam apartemennya tengah mengkonsumsi obat-obatan tersebut sendirian. Sejumlah barang bukti pun didapatkan, dan Jini diamankan.
Jane yg tahu pun panik, dia berusaha merahasiakan ini dari kedua orangtuanya. Tapi Ailyn cukup pintar, dan langsung menghubungi ayahnya untuk kasus Jini.
"Ayah.. lihatlah putri kesayanganmu yg sesungguhnya." gumam Ailyn dalam hati.
Sementara Jini masih dalam pengaruh obat-obatan dan setengah tak sadarkan diri. Mereka juga sudah melakukan tes pada Jini agar tak ada yg mampu menghilangkan jejaknya. Hasil pun keluar dan tentunya positif agar keluarga Jini tak mampu mengelak.
David pun datang ke kantor polisi dan menemui Ailyn. David ingin meminta bantuan Ailyn agar Jini bisa bebas.
"Bebas?? Wah, jadi begini ya cara ayah mendidiknya pantas saja jadi kelewat batas." ucap Ailyn.
"Ailyn.. ayah mohon nama baik ayah bisa hancur." ucap David.
"Maaf ayah, aku hanya melakukan tugasku.. tidak ada penyuapan aku ingin hidup bersih." ucap Ailyn.
"Ailyn..! kau tega sekali pada Jini.." ucap David.
"Ayah lebih tega lagi jika membiarkannya lolos.. ayah zat-zat itu berbahaya bagi tubuh Jini, jika ayah menyayangi Jini biarkan ia menyelesaikannya dengan cara yg benar. Permisi." ucap Ailyn.
David pun terdiam dan menatap punggung Ailyn yg meninggalkannya. David pun sadar tindakan Jini tidak benar, dan mengetahui mengapa Jini butuh uang banyak. Ternyata inilah penyebabnya, Jini butuh uang banyak untuk membeli barang haram tersebut. Dan Ailyn sama sekali tak mau dibujuk, serta memiliki dendam tersembunyi pada Jini.
Dan Anita marah bukan main saat tahu kabar itu. Dirinya meminta David membebaskan Jini, tapi David menolaknya. Kemudian Anita melabrak Ailyn. Ailyn pun dipermalukan dihadapan rekan-rekannya.
"Dasar anak haram..! kau itu harus sadar diri karena kau itu anak pelakor.. masih untung kami beri nafkah dulu." ucap Anita.
"Nafkah itu kewajiban dari seorang ayah, dan juga ayah serta ibuku sudah menikah secara agama jauh sebelum anda menikahi ayahku.. jadi siapa yg sebenarnya pelakor??" balas Ailyn.
"Kau..!! berani sekali kau berbuat hal ini padaku.. aku akan membuatmu menyesal." ancam Anita.
"Ya..ya.. aku menantikannya nyonya." ucap Ailyn.
"Hei, aku ini ibumu juga.. jaga sopan santunmu..!" ucap Anita dengan suara keras.
"Ibu??? bukankah anda sendiri yg bilang bahwa anda bukan ibuku?? dan menyuruhku memanggilmu nyonya sejak pertama bertemu." ucap Ailyn tersenyum.
"Dasar anak haram.. lihat saja nanti." ucap Anita.
"Hmm.. aku akan melihatnya nyonya." ucap Ailyn.
Sementara Anita pergi dan teman-teman Ailyn berkumpul untuk menanyakan siapa wanita gila itu. Ailyn pun menerangkan kalau wanita tadi adalah ibu tirinya. Dan target mereka tadi malam adalah saudari tirinya. Mereka pun terkejut, tapi juga mendukung sikap Ailyn.
"Jadi begitu ceritanya.. syukurlah kau ada di jalan yg benar." ucap seniornya.
"Maksud senior?" tanya Ailyn.
"Yah.. kau tidak tersesat dan salah memilih jalan. Justru lihat saudarimu yg hidup berkecukupan dan full dukungan.. hidupnya hancur." ucap seniornya.
"Ya itu benar senior, balas dendamku bagus kan?" tanya Ailyn.
"Iya.. kau sudah melakukan hal benar." ucap teman-temannya.
.
.
Esoknya, diadakan jumpa pers akan kasus ini. Jini yg tertangkap basah pun merasa malu dan menutup sebagian wajahnya dengan masker serta menundukkan kepala. Meski namanya tak dibocorkan tetap saja, nama ayahnya ikut terseret.
David pun mendapat banyak masalah di kantornya karena Jini. Dan Jane begitu kesal mendengar siapa yg menangkap Jini, ternyata Ailyn si anak haram. Dirinya pun memanas-manasi ibunya untuk membalas dendam pada Ailyn.
Anita pun kesal karena malu dan mendapat ejekan dari teman-teman sosialitanya. Dan tentu saja dirinya tak akan tinggal diam. Anita menghubungi kenalannya untuk membuat Ailyn didepak dari pekerjaannya. Dan tentu saja Anita akan melakukan apapun agar keinginannya terjadi.
Anita pun memaksa kenalannya agar Ailyn dikeluarkan dengan alasan apapun. Tapi bahkan kenalannya tak mampu menemukan celah Ailyn. Tapi karena desakan Anita, akhirnya Ailyn pun dipindahkan ke devisi lain.
Ailyn pun tak terkejut dipindahkan tiba-tiba dari divisinya. Ailyn dipindahkan ke bagian yg lebih berbahaya dan berhubungan dengan kasus kejahatan serta kriminalitas. Ailyn pun tak mundur dan tetap mengambil posisi itu.
"Ailyn, maaf aku tak bisa melindungimu sebagai atasanmu." ucap seniornya Bram.
"Tak apa, aku tahu keluarga itu memang berbahaya sejak awal." ucap Ailyn.
Ailyn pun segera pindah tugas dan harus kembali beradaptasi. Rekan-rekannya pun menyayangkan hal itu, tapi nampaknya itu yg terbaik bagi Ailyn yg berprestasi. Karena tak mungkin atasannya menyingkirkan salah seorang terbaiknya.
.
.
Ditempat lain, David pun mulai mendapat kecaman dan tekanan karena salah satu putrinya terlibat kasus obat-obatan. Beberapa kliennya pun memutuskan hubungan kerjasama dan membuat David sakit kepala. Sampai kakek dari Jini pun marah besar dan membuat masalah David semakin meluas.
Belum lagi Anita yg masih tak terima, karena dirundung teman-temannya. David pun berusaha meredam semuanya dan meminta Anita tenang. Semua bukti pun cukup kuat hingga membuat Jini tak bisa bebas begitu saja. Meski mereka meminta rehabilitasi, tapi tetap saja Anita tak terima akan hal itu. Sedangkan Jane, sudah menebak kebodohan Jini hingga dirinya berhenti dari kebiasaan buruknya itu.
Anita pun harus cukup puas pada balasan yg diterima Ailyn, walaupun harusnya Ailyn dikeluarkan dari pekerjaannya. Dan dirinya harus menerima Jini berada di penjara.
.
.
Beberapa hari kemudian, Ailyn mengajak Alonso bertemu di sebuah resto.
"Maaf aku terlambat." ucap Alonso.
"Iya.. silahkan ada yg ingin kubicarakan." ucap Ailyn.
"Oke.. aku cukup terkesan pada pekerjaanmu." puji Alonso.
"Tapi mungkin ini yg terakhir kalinya tuan, ada beberapa dampak yg timbul karena nona Jini punya orang tua yg memiliki kekuasaan." ucap Ailyn.
"Jangan bilang kau dipecat.?"
"Hampir sih, tapi atasanku tak mungkin membuangku yg banyak berjasa pada negara." ucap Ailyn.
"Jadi?" tanya Alonso.
"Aku tidak di divisi itu lagi.. aku pindah ke divisi lain." ucap Ailyn.
"Wah.. maaf aku jadi sedikit bersalah." ucap Alonso.
"Tidak, aku cukup puas pada hukuman nona Jini." ucap Ailyn tersenyum.
"Dan anda bisa menghubungi atasanku Bram jika punya info menarik lagi." ucap Ailyn.
"Baiklah, Terimakasih banyak." ucap Alonso.
"Ya.. sama-sama. Ini adalah simbiosis mutualisme, kuharap anda juga diuntungkan." ucap Ailyn lalu permisi.
"Hei, tunggu.. kita bisa makan bersama." ucap Alonso.
"Mungkin lain kali tuan, aku ada urusan." ucap Ailyn.
"Ck.. kuharap dia baik-baik saja." gerutu Alonso.
Tapi tak bisa dipungkiri, Alonso sangat puas Jini masuk ke dalam penjara. Dan Anita ibunya dipermalukan banyak orang. Alonso juga jadi punya kekuatan terhadap kerjasamanya dengan David karena banyak klien David memutus hubungan. Karena mau tak mau David akan mengandalkan Alonso pada banyak project.
"Apa yg pantas didapatkan wanita itu?? aku bahkan belum memberinya hadiah. Walaupun pion berhargaku hilang." gumam Alonso.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments