Ailyn pun terbangun pada dini hari, perutnya terasa lapar karena dirinya tertidur dari sore hari. Ailyn pun keluar kamar dan menuju ke dapur. Nampak tak ada orang disana karena pelayan tengah beristirahat. Ailyn pun terbiasa hidup mandiri dan membuat makanannya sendiri.
Makanan sederhana yg cepat disajikan, yakni nasi goreng. Ailyn pun memaknya sendiri tanpa ada yg tahu. Dan aroma nasi goreng pun mulai tercium dari dapur. Beberapa pelayan pun mendatanginya dan terkejut.
"Nyonya.. maafkan kami.. "
"Oh kalian, tidur saja aku ingin masak sendiri." ucap Ailyn.
"Tolong nona jangan begitu, nanti kami dimarahi tuan." ucap pelayan itu.
"Sudahlah, urusan suamiku nanti aku akan bicara padanya.. kalian tidur saja. Ini sudah matang dan tinggal taruh di piring." ucap Ailyn.
Para pelayan itu pun menuruti Ailyn dan kembali ke kamarnya dengan perasaan bersalah. Tapi Ailyn hanya tak ingin menyusahkan mereka dengan menyuruhnya memasakkan makanan pada dini hari saat seharusnya mereka sedang tidur.
Makanan pun jadi, hanya nasi goreng dengan telur dan sosis. Ailyn pun makan perlahan di meja makan. Dirinya memang sebenarnya tak suka dilayani fmdan lebih nyaman seperti ini.
"Ailyn.. sedang apa?" tanya Alonso.
"Aku tertidur dari sore.. dan terbangun karena lapar jadi aku makan." ucap Ailyn.
"Hanya ini makanannya? mana pelayan.?" tanya Alonso.
"Sudah Al ini sudah malam, biarkan mereka istirahat.. dan ini sudah cukup untukku." ucap Ailyn.
"Ck.. mereka berani sekali memberimu makanan seperti ini.." ucap Alonso.
"Ini masakan buatanku sendiri, jangan salahkan mereka." ucap Ailyn datar.
"Maaf.. kukira itu buatan pelayan."
"Aku hanya ingin masakan simpel karena ini sudah dini hari." ucap Ailyn.
"Sepertinya enak, aku akan mencobanya." ucap Alonso.
"Tunggu.." ucap Ailyn menahan sendok Alonso.
"Kenapa? kau tak mau berbagi?"
"Bukan, ini pedas.. kudengar kau tak suka pedas." ucap Ailyn.
"Kata siapa?? aku bisa makan pedas." ucap Alonso penuh percaya diri.
"Aku tak mau merasa bersalah ya karena kau sendiri yg dengan sukarela mencobanya." ucap Ailyn menyodorkan piringnya.
Alonso pun mencobanya, rasa pedas sekaligus nikmat yg tak pernah ia rasakan.
"Rasanya tidak pedas kok, enak." ucap Alonso berbohong.
"Kalau kau masih ingin masih ada lagi.." ucap Ailyn.
"Baiklah, berikan padaku." ucap Alonso.
Ailyn pun memberikan nasi goreng baru untuk Alonso. Dan reaksinya benar-benar terlihat seperti orang kepedasan. Muka memerah, berkeringat dan minum banyak air. Ailyn pun sudah menduganya, dan hampir tertawa melihat Alonso yg berbohong di hadapannya.
Ailyn pun menuju ke kulkas dan mengambil susu, lalu menuangkannya di gelas. Susu itupun diberikan pada Alonso untuk meredakan pedasnya.
"Minumlah.. dan berhenti makan.." ucap Ailyn menaruh gelas dan mengambil pring Alonso.
"Ailyn.. aku ingin makan." ucap Alonso.
"Berhenti berbohong, wajahmu sudah semerah tomat dan keringat ini.." ucap Ailyn.
"Ini sama sekali tidak pedas." ucapnya berbohong.
"Ya terserah, aku mau membereskan piringku.. "ucap Ailyn.
Ailyn pun mencucu piringnya dan pergi ke ruangan santai untuk menonton tv. Sementara Alonso langsung meminum susu tersebut karena tak tahan lagi. Tubuhnya terasa sangat panas, hingga berkeringat.
"Apa-apaan ini? kenapa aku menginginkan makanan pedas ini??" umpat Alonso dalam hati.
.
.
Keesokan harinya, Alonso pun tetap bekerja. Untungnya dirinya tak sakit perut karena nasi goreng pedas tersebut. Dan Ailyn rencananya akan datang ke kantor Alonso bersama temannya yg membantu memperbaiki masalah di perusahaan Alonso.
Temannya berkata kalau ia akan melacak si hacker yg sudah membobol data perusahaan dan menguncinya. Beruntung temannya bisa mengatasinya dan orang-orang IT di perusahaan tersebut juga cukup hebat hingga masalah bisa teratasi. Tapi teman Ailyn ingin menangkap pria yg sudah mengacaukan data-data di perusahaan tersebut.
"Kau yakin Tom bisa melacaknya?" tanya Ailyn.
"Ya.. aku menemukan petunjuk. Dan kau pasti bisa menangkapnya kan?" tanya Tom rekan Ailyn.
"Baiklah, kita akan menangkapnya." ucap Ailyn.
"Bagus.." ucap Tom.
Tom pun meminta bantuan orang-orang IT dari perusahaan pada rencananya. Mereka juga geram karena sistemnya sudah dibobol dan dikunci. Lalu mereka membuat jebakan agar si hacker terpancing dan muncul. Setelah muncul, maka Tom akan melacaknya.
Rencana mereka pun berhasil dan si hacker pun muncul. Tom pun langsung melacaknya, lalu Ailyn mulai bergerak bersama Tom. Alonso pun sudah mengijinkan mereka mengkap biang masalah tersebut dan telah berkoordinasi dengan petugas berwajib.
Ailyn pun mengikuti arahan dari Tom untuk mencari orang-orang tersebut bersama beberapa petugas yg merupakan kenalannya. Setelah itu, mereka tiba di sebuah apartemen. Menurut Tom orang itu berada di salah satu kamar apartemen tersebut.
Setelah mencari cukup lama, tom pun menemukan lokasi kamarnya. Dan Ailyn beserta tim langsung menggrebeknya. Orang itu pun menyerah dan langsung dibawa ke kantor polisi.
"Ikut kami, jangan bergerak."
"Aku akan amankan barang bukti.."
"Misi selesai.. aku akan hubungi tuan Alonso.. " ucap Ailyn.
"Baik Ailyn."
Alonso pun mendapat kabar baik dimana pelakunya sudah ditahan. Dan orang itu mengakui semua perbuatanya.
"Apa alasanmu melakukan semua ini?" tanya Alonso.
"Aku hanya dibayar oleh seseorang."
"Apa?? siapa??" tanya Alonso.
"Tidak tahu, kami hanya bertransaksi lewat email tanpa tahu namanya ataupun bertemu."
"Cih, lalu bagaimana dia membayarmu?" tanya Alonso.
"Dia meninggalkan uang tunai di depan pintu kamarku."
"Cepat berikan emailnya.." ucap Alonso.
Setelah mendapatkan keterangan dan info lainnya, Alonso pun meminta Ailyn menyekidikinya lagi. Dan Ailyn akan berusaha mencari orang tersebut. Tom siap melacak orang tersebut.
Tapi sayangnya email itu sudah tidak aktif lagi, dan terakhir email itu aktif di perusahaan milik Alonso sendiri.
"Apa kau yakin?" tanya Alonso pada Tom.
"Benar tuan, menurut lokasinya terakhirnya disini." ucap Tom.
"Ck.. Jery.. cari orang-orang yg mencurigai dan selidiki." ucap Alonso.
"Baik tuan." ucap Jery.
"Siapa ba***an ini??" umpat Alonso kesal.
"Sabarlah Al.. mungkin saat ini dia sedang bersembunyi karena ketahuan.. " ucap Ailyn.
"Aku akan mencarinya sampai menemukannya."
"Pasti, jangan biarkan dia lolos.. tapi kau juga harus perhatikan sekitarmu." ucap Ailyn.
"Aku mengerti." ucap Alonso.
Setelah kejadian itu, Tom pun bekerja untuk Alonso. Dan Ailyn hanya memantau beberapa orang yg dicurigai oleh Alonso. Sesuai dugaan Ailyn, orang tersebut kini bersembunyi untuk meredakan suasana lalu barulah akan menyerang kembami. Tapi yg terpenting sekarang, data-data perusahaan sudah aman.
.
.
Sementara itu ditengah ketenangan masalah yg baru teratasi Vira muncul lagi dihadapan Alonso. Wanita itu masih tak rela ditinggalkan oleh Alonso. Dan nekat mendatangi kantor Alonso.
"Aku ingin menemui kekasihku.. kalian tahu kan." ucap Vira.
"Maaf nona, tuan tak ingin diganggu."
"Kalian ini berani sekali menghalangiku.." ucao Vira berontak dan memaksa masuk ruangan Alonso.
"Ck.. nona silahkan masuk.." ucap Tom.
"Harusnya kalian begini dari tadi." ucap Vira.
Sementara Alonso melihat cctv dimana Vira mengamuk dan memaksa masuk ruangannya. Dirinya pun tak ingin karyawannya terganggu olehnya jadi langsung mengghadapinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments