Setelah mendaftarkan diri, Ailyn pun menjalani serangkaian tes. Ailyn pun memberanikan dirinya untuk bersaing dengan ribuan orang yg menginginkan posisi tersebut. Dan pamannya berpesan pada Ailyn untuk mempertaruhkan segalanya dalam tes tersebut. Segalanya yg berarti semua kemampuan yg ia miliki selama ini, serta tekat kuatnya untuk bertahan hidup.
Ailyn pun menjalani tes kesehatan, dan tak ada masalah sedikitpun dengan fisiknya. Lalu serangkaian tes lain, bahkan Ailyn cukup menonjol dalam tes fisik tersebut. Perjuangan panjang Ailyn pun dimulai, tak ada yg mudah karena ia harus berusaha sendiri dengan kedua tangannya serta otaknya.
Sementara paman dan bibinya, berdoa untuk keberhasilan Ailyn keponakan mereka.
"Semoga Aylin berhasil ya Mas.." ucap Lastri.
"Iya, Mas juga senang kalau dirinya sukses." ucap Erik.
"Iya, ayahnya benar-benar gagal melindunginya.. sampai Ailyn diusir." ucap Lastri kesal.
"Memang tujuannya adalah Ailyn bisa keluar dari rumah itu.." ucap Erik tersenyum.
"Kok begitu Mas? kan Ailyn jadi susah lagi kalau sama kita." ucap Lastri.
"Dari pada berkecukupan tapi menderita, kau lebih pilih yg mana?" tanya Erik.
"Iya juga ya, aku gak kepikiran sampai sana.. Ailyn pasti sangat menderita kalau sampai diusir." ucap Lastri.
"Sekarang Ailyn sudah dewasa, dia bisa sukses dengan kedua tangannya.. kita hanya perlu mendukungnya dan memegang erat tangannya agar dia tak kesepian." ucap Erik.
"Mas benar.." ucap Lastri.
.
.
Sementara itu, Ailyn tengah menghadapi persaingan yg ketat. Ailyn yg mengambil jalur perjuangan keras pun tak pantang menyerah. Segalanya ia kerahkan dan pertaruhkan dalam hal ini. Hingga akhirnya Ailyn hanya tinggal menunggu hasilnya.
Di saat-saat menunggu tersebut, Ailyn mempersiapkan rencana cadangan dimana ia harus mencari pekerjaan lain jika dirinya ditolak. Ailyn pun melamar kerja di banyak tempat lewat internet. Untunglah dirinya hidup di zaman modern, dimana kekuatan internet sangat mempermudah manusia.
Sementara itu, David datang ke rumah pamannya tersebut. David ingin melihat keadaan putrinya di rumah sederhana tersebut. Lastri pun mempersilahkannya masuk, walaupun kesal Lastri tetap menghormati ayah dari Ailyn tersebut.
Tak lama Ailyn pun keluar dari kamarnya. Dan menatap pada ayah kandungnya tersebut yg terlihat penuh dengan rasa bersalah.
"Ailyn.. bagaimana kabarmu?" tanya David.
"Seperti yg terlihat, aku baik-baik saja." ucap Ailyn.
"Syukurlah.. maafkan aku, aku bukanlah ayah yg baik untukmu.. janjiku pada ibumu tak ada gunanya." ucap David.
"Baguslah, jika ayah menyadarinya.. tapi jangan khawatir aku bukan orang bodoh, aku akan berusaha keras untuk diriku sendiri." ucap Ailyn.
"Ailyn katakan apa saja yang kau butuhkan, ayah akan memberikannya." ucap David.
"Jangan memberikan aku apapun, dan jangan sering muncul.. itu saja sudah cukup. Aku tak ingin ketengan keluarga pamanku terganggu karena istri ayah dan kedua putri ayah." ucap Ailyn datar.
"Ailyn jangan begitu, ayah masih mampu membantumu." ucap David.
"Memang benar, tapi ayah tak mampu melindungiku dari istri dan anak-anak ayah yg lain." ucap Ailyn membuat David tertohok.
"Baiklah, aku akan mengikuti kemauanmu. Maaf sudah membuatmu tersiksa selama ini." ucap David lalu pergi dari rumah tersebut.
Dalam hatinya David merasa sangat tersiksa dan menderita. Ditolak oleh putrinya sendiri dan keberadaan serta bantuannya serasa beban untuk Ailyn karena istrinya tersebut. David pun merasa gagal sebagai ayah dan hanya bisa menangis di dalam mobilnya tanpa ada yg tahu isi hatinya yg sesungguhnya.
"Seandainya saja aku menolak perjodohan dengan Anita.. pasti kami akan hidup bahagia walau dalam kesederhanaan." gumam David dalam hati.
Begitulah penyesalan David yg tak bisa melindungi putrinya. Hidupnya bagai buah simalakama, jika melindungi Ailyn maka ia akan kehilangan segalanya dan orangtuanya akan mengalihkan semua hartanya pada Anita dan kedua putrinya. Sedangkan jika dirinya mempertahankan Anita, pastilah hidupnya tak kalah tersiksa melihat Ailyn selalu disakiti istrinya tersebut.
Sedangkan Ailyn sudah tak peduli lagi pada ayahnya. Yg ia inginkan adalah kedamaian dan kesuksesan dengan kedua tangannya sendiri. Walaupun Ailyn tahu ayahnya terlihat sedih saat menatapnya, tapi kesedihan Ailyn juga sangat dalam, baik secara fisik dan mental karena selalu disakiti Anita dan kedua saudari tirinya.
.
.
Hingga hari yg ia tunggu-tunggu pun datang, hari dimana diumumkannya hasil dari semua kerja kerasnya selama ini. Ailyn pun lolos dari tes tersebut dan akan menjalani pendidikan lanjutan sebelum bertugas.
Ailyn pun senang usaha keras dan perjuangannya mempertaruhkan segalanya telah mulai menuai hasil. Pamannya dan bibinya pun ikut senang mendengar kabar tersebut.
"Selamat Ailyn.. usahamu tidak sia-sia." ucap Erik.
"Selamat Ailyn.. bibi yakin kau pasti berhasil." ucap Lastri.
"Terimakasih, paman dan bibi.. aku sukses berkat kalian." ucap Ailyn.
"Tentu.. paman dan bibi akan selalu ada untukmu." ucap Erik.
"Iya, dan sekarang bibi sudah buatkan nasi kuning dan beberapa lauk untuk merayakannya." ucap Lastri.
"Wah pasti enak.." ucap Ailyn.
Mereka pun bahagia dan bersyukur atas keberhasilan Ailyn lolos dalam tes tersebut. Mereka pun merayakannya dengan makan bersama di rumah sederhana tersebut. Ailyn pun sudah cukup hanya dengan begitu, karena baginya paman dan bibinya sudah mendorong dan mendukungnya selama ini.
Sementara David, baru mengetahui bahwa putrinya mengikuti tes tersebut. Dan David cukup terkejut karena Ailyn diterima dalam serangkaian tes tersebut. Antara bahagia dan juga sedih, karena David tak tahu apapun tentang Ailyn meski dirinya dengan percaya diri sudah berjanji akan menjaga putrinya.
Ingin rasanya memberi selamat tapi David tak ingin Anita tahu tentang Ailyn sesuai keinginan putrinya tersebut. David hanya bisa melihat dan mendoakannya dari jauh. Ia tak ingin Anita mengganggu kehidupan dan karir Ailyn.
"Aku harus melindunginya dari Anita.. jangan sampai dia tahu. Walaupun artinya aku hanya akan melihat Ailyn dari kejauhan.." gumam David dalam hati.
.
.
Dan dimulailah pelatihan Ailyn, disana Ailyn bertemu banyak orang serta bersaing dengan mereka. Ailyn juga melihat orang-orang hebat yg membuatnya tak mudah bangga pada dirinya yg bukan apa-apa. Meski jauh dari paman dan bibinya serta tak bisa pulang, Ailyn harus menjalaninya karena sudah mengambil jalan tersebut.
Setiap harinya Ailyn pun mendapat pelajaran baru, dan terus berusaha keras bersama teman-temannya yg berjuang bersamanya. Disana ia menjalani pelatihan cukup keras, agar semua orang disiplin. Dan Ailyn cukup kerepotan di awal-awal, tapi lambat laun dirinya jadi terbiasa.
Hari demi hari pun ia lewati bersama teman-teman seangkatannya. Mereka berlatih dan tertawa bersama. Tak ada yg memandang buruk masa lalu orang lain. Bahkan tak ada yg menyebutnya anak haram lagi, benar-benar dunia yg tak memandang siapapun.
Ailyn pun berhasil menyelesaikannya sesuai jadwalnya. Dan akhirnya Ailyn mendapatkan tugas pertamanya. Tiada yg mudah dalam hidupnya, tapi Ailyn terus mencoba dan berusaha.
Berbeda dengan kedua saudarinya yg kini tengah menjalani pendidikan di luar negeri. Bukannya belajar mereka malah berfoya-foya, party, bahkan mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Setiap bulannya mereka selalu meminta uang dalam jumlah besar, berbanding terbalik dengan Ailyn yg harus berjuang sendiri dan tak peduli pada kekayaan ayahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments