Setelah pertemuan itu dengan Alonso, Anita pun membujuk David bagaimana pun caranya agar suaminya mau memberikan Ailyn pada Alonso. Tak peduli mau diapakan yg penting perusahaan suaminya kembali dan hidupnya bisa nyaman kembali.
"Sayang.. ini waktunya Ailyn berbakti kepadamu." bujuk Anita.
"Anita..! selama ini aku tak pernah memberinya hal bagus. Bahkan aku tak pernah ada untuknya. Jadi hentikan dan berikan saja perusahaan itu." ucap David.
"Hei.. perusahaan itu sudah dibangun ayahmu susah payah dan kau berikan pada Alonso begitu saja?"
"Memangnya siapa yg selama ini berfoya-foya dengan uang perusahaan?
"David..! kenapa kau terus menyalahkanku.. kau tinggal membujuk Ailyn agar semuanya baik-baik saja." ucap Anita.
"Kalau Ailyn tak mau.. kau mau apa?"
"Alonso itu kaya raya.. Ailyn hanya akan jadi nyonya yg hidupnya akan sejahtera sepanjang hidupnya." ucap Anita.
"Aku juga takkan mengganggunya lagi." ucap Anita.
"Ya.. karena Alonso punya kekuatan lebih besar dariku." ucap David.
"David, pikirkan lagi semuanya.. ini bukan hanya menguntungkan kita tapi juga Ailyn." ucap Anita.
David pun terdiam dan memikirkan semua ucapan istrinya. Mungkin ada benarnya jika Ailyn menikah dengan Alonso. Bukan hanya hidup dengan baik tapi juga Anita takkan mengganggu hidup Ailyn lagi.
"Apa ini keputusan yg tepat??" gumam David.
Akhirnya David pun setuju untuk membujuk Ailyn agar menikah dengan Alonso. Ailyn pun tak biasanya diundang ke rumah mereka. Anita juga akan bersikap baik padanya.
Hari itu Ailyn pun datang ke rumah ayahnya. Rumah yg selama ini tak pernah ia datangi. Bahkan enggan ia datangi. Ailyn sudah tahu pasti ada yg tak beres dan ada strategi Anita untuk meminta sesuatu darinya.
"Kali ini apa lagi rencana kalian?" gumam Ailyn saat tiba di rumah tersebut.
Ailyn pun datang dan disambut hangat oleh pelayan. Hal yg sudah sangat mencurigakan. Belum lagi Jane menyapanya dengan ramah.
"Selamat datang Ailyn.. apa kabarmu?" tanya Jane.
"Baik.." balas Ailyn singkat.
"Ya silahkan duduk, mom dan dad akan turun sebentar lagi." ucap Jane.
"Terimakasih." balas Ailyn tetap dengan nada datar.
"Cih.. sombong sekali wanita ini padahal aku sudah baik padanya." gumam Jane.
Tibalah Anita dan David, Anita pun tak biasanya tersenyum pada Ailyn. Biasanya wanita itu berekspresi menyeramkan bak setan.
"Selamat datang Ailyn.. aku senang kau kemari." ucap Anita.
"Terimakasih nyonya.. akhirnya setelah lebih dari sepuluh tahun aku mengenal kalian baru kali ini kalian mengundangku kemari." sindir Ailyn.
"Ailyn jangan bilang begitu.. maafkan atas kekhilafanku selama ini." ucap Anita.
"Mudah sekali orang meminta maaf setelah menyakiti orang lain berkali-kali. Dan sikap kalian sungguh mencurigakan." ucap Ailyn.
"Ailyn.. maaf selama ini ayah memang tak berguna untukmu." ucap David.
"Sudahlah ayah.. jangan berbelit-belit, aku terbiasa membaca ekspresi wajah seseorang. Jadi langsung katakan to the point, ada urusan apa." ucap Ailyn.
Ailyn pun sudah menebak sikap aneh ayah dan ibu tirinya tersebut yg tiba-tiba saja mengundangnya ke rumahnya. Tapi Ailyn tak begitu saja mempercayainya. Ailyn menggali ada yg tengah terjadi pada keluarga itu karena insiden penagihan bank yg menagih ke alamatnya.
Ailyn yg terbiasa bekerja dengan menggali informasi pun dengan mudah menemukan fakta kalau perusahaan ayahnya bangkrut. Dirinya pun tersenyum seakan tak percaya alasan bangkrutlah yg menyebabkan ayahnya bisa mengundangnya datang ke rumahnya.
"Ailyn maafkan aku selama ini banyak menyakitimu." ucap Anita.
"Ailyn.. ada hal yg ingin ayah bahas padamu." ucap David.
"Katakanlah ayah." ucap Ailyn mengabaikan permintaan maaf Anita.
"Ayah punya calon suami terbaik untukmu." ucap David.
Ailyn pun tertawa kecil mendengarnya. Setelah sekian lama diabaikan dan mendapat perlakuan buruk, tiba-tiba mereka semua baik padanya?? pastilah ada hal yg menguntungkan mereka.
"Apa ini ayah? perlakuan baik agar aku menuruti kalian dengan menikahi seorang yg kaya?" ucap Ailyn tersenyum.
"Ailyn dengarkan ayah.. dia adalah pengusaha sukses dan sangat kaya." ucap David.
"Ailyn kau akan hidup enak dengannya dan jadi nyonya. Kau tak perlu bekerja keras lagi." ucap Anita.
"Benarkah? siapa orangnya?" tanya Ailyn.
"Aku.." ucap Alonso tiba-tiba muncul.
"Tuan Alonso jangan bercanda." ucap Ailyn.
"Aku tak bercanda bukankah begitu tuan David? nyonya Anita?" ucap Alonso.
"Ailyn lihatlah tuan Alonso, bukan hanya kaya dia juga rupawan." ucap Anita.
"Oh aku paham.. karena kebangkrutan perusahaan ayah kalian jadi menjualku? begitu?" tanya Ailyn.
"Ailyn.. bukan begitu.. ayah hanya ingin kau mendapatkan yg terbaik." ucap David.
"Berapa banyak hutang ayah padanya sampai menjualku?" tanya Ailyn.
"Hutang ayahmu sangat besar, sampai perusahaannya takkan selamat dan akan menjadi milikku." ucap Alonso.
"Astaga.. kalian konyol sekali.." ucap Ailyn tertawa.
"Hahaha.. sekian lama kalian membuangku, memperlakukanku dengan keji dan kasar, memanggilku anak haram, bahkan ayah selalu mengabaikanku.. sekarang?? menjualku demi membayar hutang??" ucap Ailyn tertawa dengan semua penderitaannya.
"Ailyn maafkan ayah.. " ucap David menunduk.
"Apa hidupku tak ada artinya bagi ayah sampai harus seperti ini? aku bekerja keras selama ini karena ingin hidup mandiri dan tak tahan pada sikap kalian.. tapi kalian malah menyeretku dalam masalah kalian." ucap Ailyn lalu pergi meninggalkan rumah tersebut.
David dan Anita pun terdiam, sementara Alonso baru menyadari satu hal. Ternyata ada yg lebih kejam dari dirinya. Dan nampaknya jalan ini akan sangat sulit karena penolakan Ailyn.
Alonso pun keluar dan ingin bicara pada Ailyn.
"Nona Ailyn tunggu." ucap Alonso.
"Aku akan menolakmu." ucap Ailyn.
"Mari kita bicara." ucap Alonso.
"Aku bilang tunggu.." ucap Alonso menarik tangan Ailyn.
Ailyn pun berhenti dan mencoba mendengarkan Alonso.
"Kita bicara di tempat lain." ucap Alonso membawa Ailyn ke suatu tempat.
Ailyn dan Alonso pun pergi ke tempat lain, ada hal yg ingin dibahas oleh Alonso kali ini. Apalagi Alonso sudah tahu seburuk apa hubungan David dan kekuarganya pada Ailyn.
Tibalah mereka di sebuah resto, dan Alonso memesan tempat yg privat. Disana mereka mulai berbicara.
"Jadi berapa banyak hutang ayahku?" tanya Ailyn.
"Sekitar 300 Milyar." ucap Alonso.
"Mereka sudah kehilangan akal sehat." ucap Ailyn.
"Kau punya uang sebanyak itu?" tanya Alonso.
"Jika aku bekerja seumur hidupku pun aku belum tentu mendapatkannya." balas Ailyn.
"Jadi kau tetap menolakku?" tanya Alonso.
"Tuan, menikah itu bukan main-main." ucap Ailyn.
"Hei.. jangan seserius itu.. sebenarnya aku hanya membutuhkan orang sepertimu." ucap Alonso.
"Seorang pria yg terkenal dingin dan kejam memerlukanku? apa anda bercanda?" tanya Ailyn.
"Aku hanya butuh orang yg akan menjatuhkan lawanku. Dan aku menjatuhkan mereka dengan kekurangan mereka, jadi aku tak sepenuhnya jahat." ucap Alonso.
"Aku akan membantumu tapi menolak pernikahan." ucap Ailyn.
"Tidak bisa.. hutang ayahmu sangatlah besar, dan itu tak bisa dibiarkan." ucap Alonso.
"Itu masalah mereka, bukan masalahku." balas Ailyn.
"Kau tak ingin membalas dendam pada mereka? terutama pada Anita, aku bisa membantumu." ucap Alonso.
"Tuan kau itu hanya butuh aku sebagai pionmu.. aku tak tertarik pada balas dendam konyol." ucap Ailyn.
"Lalu kasus Jini kemarin?" tanya Alonso.
"Karena itu juga menguntungkan pekerjaanku." ucap Ailyn.
"Pikirkan kembali tawaranku.. aku bisa membantumu membalas dendam pada ibu tirimu, bagaimana bisa dia menyebutmu anak haram? dan kita bisa bekerja sama seperti dulu." ucap Alonso.
"Aku tetap menolakmu." ucap Ailyn.
"Kau ingin melihat ayahmu jatuh miskin?? hutangnya bukan hanya padaku tapi pada bank juga. Bahkan jika perusahaannya jatuh ke tanganku, semua asetnya akan habis disita." ucap Alonso.
"Pikirkanlah baik-baik tawaranku. Kita akan saling menguntungkan." ucap Alonso.
"Aku akan memikirkannya." ucap Ailyn lalu pergi.
"Kenapa dia selalu pergi?" gumam Alonso dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments