Setelah mendengar semua hutangnya dilunasi oleh Alonso, Anita pun bahagia bukan main. Dan dirinya bisa hidup lebih tenang karena rentenir itu takkan menagihnya lagi. Belum lagi Ailyn bersedia menikah dengan Alonso.
"Harusnya si anak haram itu dari awal menerima Alonso." ucap Anita pada Jane.
"Benar mom.. dia itu sombong sekali, padahal wajahnya juga pas-pasan.." ucap Jane.
"Tapi Jane, kenapa kau tak tertarik pada Alonso? harusnya kau itu bisa menikah dengannya, dia kan kaya." ucap Anita.
"Mom.. aku sudah punya kekasih, lagipula mom tak tahu Alonso itu dirumorkan pria kejam dan jahat." ucap Jane.
"Benarkah?" tanya Anita.
"Semua yg mencari masalah dengannya pasti langsung sial." ucap Jane.
"Mendengarnya saja aku sudah merinding.. tapi kalau sial itu menimpa Ailyn aku tak masalah." ucap Anita tersenyum.
"Jika mereka menikah, aku bisa kembali bekerja dan bebas kemanapun kan mom?" tanya Jane.
"Ya sayang.. kita hanya perlu menunggu dan bersabar." ucap Anita.
David beserta keluarganya pun mengungsi ke apartemen lain miliknya. Mereka sengaja melakukan itu untuk menghindari penagihan hutangnya di Bank. Dan setelah Alonso menikahi Ailyn, barulah hutang mereka dibayarkan.
Di ruangannya David pun terdiam, memikirkan Ailyn yg selalu dia abaikan, dan sia-siakan. Janjinya pada Dewi pun tak bisa ia tepati karena nyatanya Ailyn semakin menderita sejak bersamanya. Kini Ailyn seperti ia jual pada pria kaya untuk menutupi hutangnya. Hutang yg ditimbulkan Anita dan kedua putrinya.
"Maafkan ayah Ailyn.." gumam David dalam hati.
David pun menangis malam itu, dan ia merasa gagal menjadi seorang ayah. David pun bertekad untuk tidak menyusahkan Ailyn lagi kedepannya. Bagaimanapun Anita harus ia tangani jika mengganggu Ailyn, bila perlu David akan menceraikannya.
.
.
Sementara Ailyn, dirinya sedang berbicara pada paman dan bibinya mengenai pernikahannya yg akan segera terjadi tiba-tiba. Tentu mereka terkejut dan khawatir. Takut Ailyn salah memilih pasangan atau ini memang rencana ibu tirinya yg kejam.
Erik pun meminta Ailyn untuk membawa calon suaminya. Dan Alonso pun datang ke rumah sederhana mereka. Alonso pun menatap dinding rumah tua itu dan bangunan yg terlihat sudah sangat tua.
"Kenapa? rumah ini tidak akan roboh meski sudah dimakan usia." ucap Erik.
"Maaf tuan.. aku tak bermaksud begitu." ucap Alonso.
"Katakan, apa alasanmu menikahi keponakanku?" tanya Erik.
"Tentu saja karena aku mencintainya." ucap Alonso.
"Jangan bohong, atau jangan-jangan Ailyn sedang hamil??" tanya Erik.
"Paman, aku tidak hamil.." ucap Ailyn.
"Bagaimana kalau kita lakukan tes saja tuan Erik?" tanya Alonso.
"Itu bagus, lakukan tesnya.. aku masih tak percaya padamu." ucap Erik.
"Paman.. haruskah sampai seperti ini?" tanya Ailyn.
"Iya.. kau itu tak pernah membawa pria selama ini lalu tiba-tiba menikah? kau ini diancam atau bagaimana?" tanya Erik.
"Sepertinya tidak mungkin paman kalau aku diancam." ucap Ailyn.
"Ailyn, lakukan saja tesnya.. kita harus membuat pamanmu percaya." ucap Alonso pada Ailyn.
Dilakukanlah tes dan hasilnya negatif, Erik pun lega tapi masih ada yg mengganjal di hatinya. Hingga Erik pun mengajak Alonso bicara berdua secara pribadi. Ailyn pun menurutinya demi menghormati pamannya. Lagipula tak mungkin Erik memukuli Alonso.
"Jadi katakan apa yg membuatmu menikahi Ailyn?" tanya Erik.
"Aku mencintainya.." ucap Alonso.
"Hhh.." Erik pun menarik nafas panjang.
"Ada apa tuan Erik?" tanya Alonso.
"Kau bisa memanggilku paman, panggilan tuan terasa menyesakkan." ucap Erik.
"Baiklah paman." ucap Alonso.
"Aku adalah satu-satunya orang yg paling mengkhawatirkan Ailyn.. Kakakku adalah ibu dari Ailyn, dia dibutakan oleh cinta David bre***k yg hanya menikahinya secara siri lalu meninggalkannya begitu saja. Tak lama terdengar kabar, kalau pria itu menikahi wanita dari kalangan atas yg setara dengannya, dan melupakan kakakku begitu saja."
"Kakakku pun hamil bersama pria bre****k yg tak bertanggungjawab itu dan menjalani hidup yg penuh dengan kepedihan. Dan aku satu-satunya keluarganya yg selalu ada untuknya. Ailyn tumbuh tanpa ayah, dan saat ibunya meninggal takdir mempertemukannya dengan ayahnya. Tapi bukannya hidupnya membaik, Ailyn justru tersiksa oleh ibu tirinya." ucap Erik menitihkan air mata.
"Sejahat apa ibu tirinya itu paman?" tanya Alonso.
"Mulai dari memarahi, menghina, membentak, memukul, dia juga mengusir Ailyn dari rumah yg sengaja disiapkan ayahnya untuknya." ucap Erik.
"A-apa mengusir??" tanya Alonso.
"Untungnya saat itu Ailyn sudah lulus SMA.. jadi aku tak terlalu khawatir dan juga dia pulang ke rumah kami." ucap Erik.
"Ailyn sudah menghadapi hal-hal buruk selama ini, jika kau hanya ingin menyakitinya lebih baik kembalikan ia ke rumahku." ucap Erik.
Alonso pun terdiam setelah mendengar ucapan tulus seorang Erik. Bahkan David tak mengatakan atau mencegah hal buruk pada Ailyn, tapi pria dihadapannya bahkan menangis karena mengkhawatirkan nasib Ailyn.
"Aku akan menjaganya paman." ucap Alonso.
"Sebagai laki-laki yg dipegang adalah ucapannya.. kuharap kau tidak berbohong apalagi menyakitinya." ucap Erik.
"Iya.. aku berjanji." ucap Alonso.
Begitulah, akhirnya Erik menerima Alonso meski dirinya masih belum 100% mempercayainya. Alonso pun jadi semakin penasaran pada Ailyn, karena dari luar ia terlihat begitu tangguh dan pintar. Tapi di dalam hatinya menyimpan sejuta luka yg ditorehkan oleh ayahnya sendiri.
Meski akan memanfaatkan Ailyn, tapi Alonso juga berjanji akan menjaganya dari Anita dan kedua saudari tirinya.
.
.
Pernikahan pun akhirnya digelar setelah serangkaian persiapan. Sebuah acara mewah di sebuah hotel berbintang yg diadakan secara privat. Itu atas permintaan Ailyn agar identitiasnya tidak dikenali banyak orang. Dan dirinya akan dirias menjadi orang yg berbeda agar semua orang tidak mengenalinya.
Saat menikah pun Alonso terdiam, menatap Ailyn yg tampak berbeda. Meski terlihat sangat cantik, tapi Alonso merasa aneh pada Ailyn. Lalu Alonso tersadar, kalau Ailyn memang tak bisa terkenal karena profesinya.
"Sejenak aku melupakan pekerjaannya.. " gumam Alonso dalam hati.
Setelah acara pernikahan usai, sesuai janjinya Alonso melunasi semua tagihan bank milik David. Dan sebagai gantinya, Alonso memegang perusahaan David sebesar 80%. Disanalah, Alonso akan mendapatkan kembali uang yg sudah ia keluarkan untuk membayar semua hutang David.
.
.
Seusai acara, pengantin pun menginap di hotel tersebut. Dan terlihat dari kamar yg dihias sedemikian rupa sebagai kamar pengantin.
"Jadi ini kamarnya?" tanya Ailyn.
"Kenapa? romantis bukan?" tanya Alosno.
"Kita harus bicara." ucap Ailyn.
"Oke."
Mereka pun duduk di kursi makan di ruangan lain. Dan disanalah Ailyn menyampaikan sesuatu yg akan mereka lakukan dalam pernikahan ini.
"Pertama. Kita harus memanggil apa satu sama lain?" tanya Ailyn.
"Panggilan sayang tidak buruk jika dihadapan orang lain." ucap Alonso.
"Oke.. tapi saat sedang berdua.?" tanya Ailyn.
"Panggil aku Al." ucap Alonso.
"Oke, panggil aku Ailyn seperti biasanya." balas Ailyn.
"Lalu malam pertama?" tanya Alonso.
"Kita menikah demi kepentingan masing-masing kan? bukan karena cinta?" tanya Ailyn tegas.
"Haha.. kau serius sekali Ailyn.. aku hanya bercanda dan sedikit mengujimu." ucap Alonso tertawa.
"Apa ini tuan Alonso yg terkenal kejam itu?" tanya Ailyn.
"Kau ingin aku kejam padamu?" tanya Alonso.
"Tidak, tapi aku bisa menghajarmu jika kelewatan." ucap Ailyn.
"Bagus, kita harus mencapai tujuan kita.. aku bisa menjamin keamanan bukan hanya dirimu tapi juga keluarga pamanmu." ucap Alonso.
"Terimakasih, mohon bantuannya." ucap Ailyn.
"Lalu kau harus melakukan perintahku.." ucap Alonso.
"Tentu, Take and Give kan??" tanya Ailyn.
"Kau memang pintar." ucap Alonso.
"Aku mau mandi." ucap Ailyn.
"Ya silahkan saja." ucap Alonso.
Ailyn pun memilih mandi dan Alonso memilih untuk melihat pekerjaannya yg ia tinggalkan karena pernikahannya hari ini.
Dan Ailyn pun keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap serba hitam, membuat Alonso terkejut.
"Kenapa dengan pakaianmu?" tanya Alonso.
"Aku lupa bilang, kalau malam ini aku ada operasi.. dan aku harus pergi." ucap Ailyn.
"Kau tidak mengajukan cuti?" tanya Alonso.
"Aku tidak bisa melakukannya, karena operasi hari ini penting dan sudah direncanakan jauh-jauh hari." ucap Ailyn.
"Tapi kita baru menikah.."
"Maaf Al.. lagipula kita takkan melakukan apapun kan?"
"Iya kau benar juga sih.. hati-hati jangan sampai terluka dan membuat orang-orang mencurigaiku." ucap Alonso.
"Kau tenang saja, aku tahu cara menyembunyikan luka." balas Ailyn tersenyum.
Ailyn pun pergi meninggalkan Alonso sendirian di kamar hotelnya. Dan Alonso hanya menatapnya dengan tatapan seperti tak rela. Bagaimana bisa dirinya ditinggalkan di malam pertamanya?? Hingga Alonso pun memanggil Jery ke kamarnya.
Jery pun terkejut tapi tak mampu menolak karena Alonso sangat kejam pada siapapun.
"Tu-tuan.. ada apa?" tanya Jery.
"Seharian aku tak bekerja, jadi malam ini aku harus bekerja." ucap Alonso.
"Tapi dimana nyonya? apa ini tidak mengganggu kalian?" tanya Jery.
"Jery sejak kapan kau berani menanyakan keputusanku?" tanya Alonso dengan sorot mata tajam.
"Ma-maaf tuan.. aku akan mulai membuka laptop." ucap Jery ketakutan.
Begitulah Alonso dikenal anak buahnya sebagai pria yg kejam. Sementara di hadapan Ailyn, dirinya bahkan mampu menyembunyikan kekejamannya tanpa tahu alasannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments