Ailyn pun enggan membantu ayahnya karena itu sama saja dengan menjualnya. Rasanya hidupnya sungguh tak adil jika menuruti keinginan ayahnya. Dan setelah hal-hal buruk yg ia terima kini mereka malah mengandalkan Ailyn untuk memenuhi keinginan mereka, sungguh kejam dan tak berperasaan.
Tapi penolakan Ailyn menunjukkan bencana bagi dirinya. Dimana ibu tirinya mengajukan pinjaman dengan dirinya sebagai penjaminnya. Ailyn pun jadi harus dikejar-kejar para penagih hutang. Bahkan sampai rumah pamannya pun didatangi dan membuat Ailyn malu.
"Siapa kalian?" tanya Ailyn.
"Kami dari pihak *** ingin menagih hutang atas nama ibu Anita."
"Maaf tapi ini bukan rumahnya.. dan aku bukan ibu Anita." ucap Ailyn.
"Tapi anda sudah dijadikan penjamin oleh beliau."
"Apa?? bagaimana bisa? aku bahkan tak menandatangani apapun." ucap Ailyn.
"Pokoknya kami akan menagih hutang padamu.. karena ibu Anita bilang kau adalah putrinya."
"Dengar dia hanyalah ibu tiriku.. dan aku tak ada hubungannya dengan hutangnya. Kalian mau aku tuntut?" tanya Ailyn.
"Cih, memangnya kau siapa?"
"Aku anggota kepolisian.. mau kulaporkan?" tanya Ailyn.
"Haha.. kau pandai bercanda rupanya." ucap salah seorang.
"Pergilah jika tak ingin mendapat masalah." ucap Ailyn.
"Kami akan datang lagi besok." ucap mereka pergi dari tempat tersebut.
Sementara para tetangga pun muncul dan terkejut ada penagih hutang. Ailyn dan pamannya pun malu, tapi mereka berdua hanya mampu menjelaskan kalau mereka salah alamat.
"Kalian dengarkan, yg berhutang ibu Anita.. disini tak ada yg namanya Anita." ucap Erik.
"Baiklah pak.. kalau ada apa-apa kabari saja kami akan bantu mengusirnya."
"Terimakasih bapak-bapak atas kepeduliaannya." ucap Erik membubarkan para tetangga.
"Dasar rubah jahat..!" gumam Ailyn dalam hati.
"Paman aku akan pergi menemui wanita gila itu.." ucap Ailyn.
"Ailyn tunggu.. kau mau apa?" tanya Erik.
"Aku harus menyelesaikannya." ucap Ailyn.
"Berhati-hatilah." ucap Erik dan Ailyn pun pergi.
Setibanya Ailyn di rumah tersebut, nampak semuanya sepi dan tak ada orang di rumah. Semua pinghuni rumah pergi entah kemana, membuat Ailyn kesal setengah mati. Ailyn pun memilih untuk kembali esok harinya.
.
.
Keesokkannya sepulang bekerja Ailyn pun melihat dari kejauhan nampak ada beberapa orang yg datang ke rumah pamannya. Disana hanya ada bibinya dan keponakannya yg masih kecil. Ailyn pun segera medekati rumahnya.
"Ada apa ini??" tanya Ailyn.
"Nona Ailyn Muller.. anda harus membayar hutang ibu anda.."
"Siapa nama ibuku?" tanya Ailyn.
"Kau pura-pura tak kenal dengan ibu Anita?? dasar anak durhaka."
"Dia bukan ibuku, dan aku tak ada hubungannya dengan hutang miliknya." balas Ailyn.
"Cih.. lalu siapa yg akan membayarnya??"
"Tentu saja ibu Anita.. memangnya siapa lagi? dan aku bukan penjaminnya.. Silahkan kalian cari beliau." ucap Ailyn mengusir mereka.
"Kau suka main kasar rupanya." ucap salah seorang.
"Bibi masuk rumah dan kunci pintu, jangan dibuka sebelum aku memintanya." pinta Ailyn.
"Ailyn hati-hati." ucap Lastri.
Begitu bibi dan keponakannya masuk rumah, Ailyn pun meladeni mereka dan memberi pelajaran pada mereka. Keributan pun terjadi dan menimbulkan warga berkumpul untuk membantu Ailyn. Akhirnya mereka ditangkap dan dilaporkan.
Tapi masalah tak akan selesai hanya dengan itu, pasti Ailyn dan keluarga pamannya akan terlibat lagi jika Anita belum membayar hutangnya.
Ailyn pun berusaha melacak ibu tirinya tersebut. Semalaman Ailyn pun begadang mencari ibu tirinya tersebut. Dan ketika mendapatkan lokasinya, Ailyn pun menyelinap masuk ke dalam apartemen milik Anita.
Nampak Anita tengah bersama Jane, dan David. Mereka bersembunyi dari kejaran hutang.
"Haa.. sampai kapan kita akan begini?" tanya Anita.
"Kau itu penyebab masalah ini terjadi. Jadi diamlah." ucap David.
"Mom.. dad.. tak bisakah kita memilih apartemen yg lebih bagus.?" protes Jane.
"Diamlah Jane.. jangan seperti anak kecil yg tak bisa membaca situasi." ucap David.
Prok..prok..prok.. Ailyn pun bertepuk tangan.
"Ailyn." ucap Jane.
"Ailyn.. " ucap David dan Anita.
"Jadi kalian bersembunyi disini.. dan para penagih hutang menagihku setiap hari.. hebat sekali ya yg pinjam uang dan pakai uang siapa tapi yg ditagih siapa?" ucap Ailyn kesal.
"Apa maksudmu Ailyn, ayah sudah membayar hutang bank milik ibumu." ucap David.
"Benar, dad sudah menjual salah satu mobil mewahnya untuk membayar hutang itu." ucap Jane.
"Lalu hutang rentenirnya bagaimana?" tanya Ailyn.
"Setiap hari preman datang ke rumah kami, bibiku dan keponakanku ketakutan.. sementara kalian bisa bersembunyi disini." ucap Ailyn.
"Apa? rentenir??" ucap David terkejut.
"Anita apa yg kau lakukan?" tanya David.
"Aku butuh uang.. jadi aku terpaksa meminjam kesana." ucap Anita.
"Butuh uang?? untuk apa?" tanya David kesal.
"Aku harus ke salon agar tak diremehkan mereka dan juga membeli tas baru." ucap Anita.
"Kau sudah gila??? aku habis-habisan menjual aset berharga dan kau malah berhutang sana sini demi gaya hidupmu?" tanya David.
"Drama apalagi yg kalian mainkan?? cepat bayar hutang kalian karena aku dan keluarga pamanku tak tahu menahu." ucap Ailyn.
"Makanya kau harus menikah dengan Alonso." ucap Anita.
"Cih, tak tahu diri juga ada batasnya." balas Ailyn.
"Ailyn, dari mana kau masuk?? bisa-bisanya kau menyelinap rumah orang." ucap Jane.
"Kenapa kalian takut?? lalu bagaimana dengan keluarga pamanku yg didatangi preman??" tanya Ailyn.
"Makanya kau itu bantulah dad sedikit.. tinggal menikah saja susah sekali." ucap Jane.
"Kenapa bukan kau saja yg menikah?? oh aku tahu, Alonso sudah tahu siapa dirimu.. kau hanyalah.." ucap Ailyn lalu Jane memotongnya.
"Pergi dari sini.. jangan ganggu kami." ucap Jane.
"Apa maksudmu Ailyn? Ada apa dengan Jane.?" tanya David.
"Ayah tanya saja langsung, ada yg berbeda dari prilakunya." ucap Ailyn.
"Cih.. pergi sana sebelum kulaporkan." ancam Jane.
"Ingat kau harus menikahi Alonso jika ingin selamat." ucap Anita.
"Aku akan kembali jika kalian tak membayar hutang tersebut." ucap Ailyn dengan sorot mata tajam.
Ailyn pun pergi dari apartemen tersebut, dan mereka semua terdiam karena Ailyn tetap tak mau menikah dengan Alonso.
"Bagaimana Ailyn bisa masuk kemari padahal pintunya dikunci??" gumam Jane.
"Anita, kenapa kau tega melakukan ini?" tanya David.
"Sudahlah, semua sudah terjadi." ucap Anita lalu pergi.
David pun tak bisa berbuat apa-apa karena sudah kehabisan uang.
.
.
Sementara Ailyn pulang, dan mendapati bibinya serta keponakannya sudah hilang. Entah kemana perginya dan pamannya sedang dinas di luar kota. Lalu pesan pun masuk ke ponselnya. Disana tertulis bahwa bibi dan keponakannya tengah diculik agar Ailyn membayar hutang tersebut.
Mereka meminta uang jika ingin Lastri dan anaknya dibebaskan. Ternyata meskipun sudah melaporkan kasusnya, tetap saja mereka sangatlah licik dan memiliki banyak kaki tangan. Apalagi ini masalah hutang piutang, dan mereka adalah ahlinya dalam bidang ini.
Ailyn pun menghubungi ayahnya tapi tak ada jawaban. Dan saat Ailyn kembali ke apartemen mereka, apartemen tersebut sudah kosong dan mereka sudah pergi entah kemana.
Dan disanalah Ailyn terdiam, bingung memikirkan darimana dirinya mendapatkan uang 500 juta malam ini untuk menebus bibinya dan keponakannya. Dan hanya satu orang yg mampu membantunya. Orang itu adalah Alonso, dan mau tak mau Ailyn menghubunginya. Tak ada jalan lain selain membayar hutang ibu tirinya agar keluarga pamannya bebas dari para preman penagih hutang.
"Tuan Alonso aku butuh bantuanmu." ucap Ailyn di telepon.
"Apa bantuan? apa yg terjadi?" tanya Alonso.
Ailyn pun menjelaskan situasinya, dan disanalah Alonso mengepal geram. Tak disangka Anita begitu jahat pada Ailyn. Bisa-bisanya berhutang dan menjadikan Ailyn sebagai penjamin. Bukan hanya itu bahkan bibi dan keponakannya yg tak tahu apa-apa dijadikan sandera.
Alonso pun bersedia membantu dengan syarat Ailyn mau menikah dengannya. Ditengah kondisinya Ailyn pun menyetujuinya. Tapi tidak semata-mata Ailyn diam saja. Dirinya sudah menghubungi rekan-rekannya untuk menangkap para preman tersebut.
Alonso pun meminta orangnya untuk datang ke tempat si rentenir dan membayar hutangnya. Lalu Ailyn membereskan preman yg mengganggu keluarga pamannya. Dan malam itu, preman itu pun bertekuk lutut tak berdaya setelah dikepung Ailyn dan rekannya. Mereka juga ditangkap, dan sesuai laporan hutang atas nama Anita juga sudah dilunasi. Pihak rentenir pun ikut ditangkap dan terseret kasus hukum karena menyandera dan mengancam seseorang.
Ailyn ternyata harus berkorban demi orang terdekatnya. Tak ada jalan lain selain membayar hutang tersebut agar mereka tak lagi datang mengganggunya maupun keluarga pamannya. Dan satu-satunya jalan hanyalah menerima Alonso.
Sementara Anita, dirinya senang bukan main karena Ailyn mau menikah dengan Alonso karena kejadian tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments