"Alonso..!" ucap Vira.
"Hmm.. ada apa sampai kau membuat keributan di kantorku?" tanya Alonso.
"Ada apa kau bilang?? semudah itu kau melupakanku?' tanya Vira.
"Tentu, wanita sepertimu mudah ditemukan dimana-mana." ucap Alonso.
"Alonso kau tega sekali padaku.. kau ingin aku laporkan pada ayahku?"
"Coba saja, itupun kalau ayahmu berani padaku.." ucap Alonso tersenyum.
"Jadi ini gara-gara wanita si**an itu??" tanya Vira.
"Semua karena dirimu yg ternyata sangat mempermalukanku.." ucap Alonso.
"Al.. kau tahu kan aku mencintaimu dan semua yg sudah kita lakukan bersama." ucap Vira.
"Iya, itu memang kenangan indah dan kita melakukannya karena saling suka.. tapi setiap pertemuan pasti ada perpisahan.. dan hubungan kita harus berakhir karena aku kecewa padamu." ucap Alonso.
"Kau jahat sekali padaku..!" teriak Vira.
"Ya.. kau kan tahu aku memang terkenal kejam.." ucap Alonso.
Kemudian Alonso pun menekan tonbol telepon dan menghubungi petugas yg sudah bersiga di depan pintu.
"Tolong urus wanita ini.. jangan terlalu kasar tapi pastikan dia keluar dari perusahaan." ucap Alonso lalu menutup teleponnya.
"Tega sekali kau Al mengusirku.." ucap Vira menangis.
"Kenapa?? kan hubungan kita sudah berakhir." ucap Alonso.
Brakk..
"Permisi tuan.." ucap petugas keamanan.
"Ayo ikut kami nona." ucap mereka.
"Al.. aku akan membuatmu menyesal..!" teriak Vira.
"Ya.. yaa.." balas Alonso.
"Lepaskan aku bisa pergi sendiri." ucap Vira.
Alonso pun tak perduli pada Vira dan memilih kembali bekerja. Baginya Vira hanyalah hiburan dikala penat melandanya. Serta tak pernah menjanjikan sebuah hubungan pasti seperti pernikahan padanya. Memang terdengar kejam, tapi wanita itu juga sudah menyetujuinya karena Alonso berterus terang sejak awal.
Dan anehnya Ailyn seperti baik-baik saja setelah mengetahui hubungan Alonso dengan Vira. Dia masih bisa bersantai dan menyapa bahkan bicara pada Alonso seperti biasanya. Hal itu membuat Alonso tak tenang.
"Tenangkan dirimu.. kau hanya akan menjadikannya pion sempurnamu.. dia bukan istri sungguhan.." gumam Alonso dalam hati.
.
.
Sementara itu, Ailyn mendapat tugas baru dan takkan pulang dalam 1 minggu. Dirinya sudah mengabari Alonso lewat pesan dan belum mendapatkan balasan. Lalu Ailyn mematikan ponselnya sebelum bertugas dan memulai pekerjaannya.
"Kuharap dia membaca pesan terakhirku.. karena ponselku takkan aktif dalam satu minggu ini.." gumam Ailyn dalam hati.
Misi Ailyn kali ini adalah pengintaian dan penangkapan pelaku kejahatan. Pelaku tersebut punya kaki tangan dan melarikan diri ke luar negeri. Tim Ailyn pun dikirim untuk melacak dan menangkap mereka untuk menerima hukuman yg setimpal.
Misi yg tak mudah karena berada di negeri orang. Akses mereka juga terbatas, walaupun sudah dapat ijin dari beberapa pihak. Mau tak mau Ailyn dan rekan-rekannya menyamar dan membagi tugas dalam pemantauan.
Dalam tugas kali ini Ailyn menyamar sebagai waitress di sebuah bar demi mengumpulkan informasi. Dirinya juga mau tak mau memakai seragam yg minim demi memuluskan penyamarannya.
Ailyn pun berusaha untuk sebaik mungkin bekerja tanpa diganggu pria hidung belang. Dirinya juga harus menjaga diri di lingkungan yg kurang baik tersebut. Beberapa pria memujinya dan menggodanya, tapi Ailyn hanya menunjukkan cincin di jari manisnya sebagai cicin pertunangan.
"Ayolah nona.." ucap seorang pria.
"Maaf tuan, tapi aku sudah bertunangan dan ini buktinya.. sayang sekali.." ucap Ailyn tersenyum.
"Aku pria yg sangat tak beruntung."
"Daripada itu, lebih baik anda memesan sesuatu yg baru.. dan ada diskon khusus bagi pelanggan tetap." ucap Ailyn dan pria itu tertarik.
Begitulah Ailyn berusaha akrab dengan para pelanggan untuk mendapatkan info tanpa harus mengotori dirinya. Lambat laun orang-orang langganannya pun mulai mendapat informasi menarik. Dan Ailyn pun mendengarkan info mereka lewat penyadap yg ia pasang di sejumlah meja.
"Oh.. disana kau rupanya.." gumam Ailyn dalam hati.
Setelah pengintaian berhari-hari, akhirnya Ailyn dan rekannya juga mendapatkan banyak informasi menarik. Orang tersebut sudah mengganti identitasnya dan menyamar menjadi penjual ikan di sebuah pasar bersama anak buahnya.
"Mereka ada di pasar ikan tersebut." ucap salah satu rekan Ailyn.
"Lalu siapa saja yg kau temukan?" tanya Ailyn.
"Seluruh anak buahnya ada disana.. kita tak boleh gegebah.."
"Oke.. mari kita susun rencananya. " ucap Ailyn.
Mereka pun melakukan rapat dan menyusun berbagai strategi. Mereka juga harus ekstra hati-hati dalam menangani masalah ini. Tak ingin kalau sampai ketahuan dan kehilangan nyawa karena mereka cukup berbahaya.
Perlahan strategi pun mulai dijalankan, dan besok malam mereka akan bergerak. Setelah semua tersusun rapi, mereka pun melanjutkan pengintaian terakhir mereka.
Di bar tempat Ailyn bekerja, nampak ada Alonso datang kesana bersama seorang wanita. Lagi dan lagi Ailyn harus mengetahuinya, padahal dirinya tak mencintai pria tersebut. Kadang ia tak berfikir kenapa harus melihatnya??
Ailyn pun terus mengawasi sekitar tanpa peduli pada Alonso. Namun, pria itu memanggilnya.
"Hei kau nona.. aku pesan minuman tambahan." ucap Alonso.
"Baik tuan, akan segera saya bawakan." ucap Ailyn tersenyum ramah.
"Wanita itu mengingatkan ku pada seseorang.." celoteh Alonso.
"Benarkah itu Al..?" tanya wanita di sebelahnya.
"Iya.. tapi wanita yg kukenal itu tak mungkin bekerja disini dan kurasa tubuhnya tak seseksi itu." ucap Alonso.
"Cih.. sayang ada aku disini kenapa kau memuji wanita itu."
"Ya mau bagaimana memang tubuhnya indah." ucap Alonso.
"Ck.. menyebalkan." ucap wanita yg menjadi teman kencan Alonso bernama Cloe.
"Cloe tenangkan dirimu.. katanya kau ingin kencan denganku malam ini." ucap Alonso.
"Maaf.." ucap Cleo lupa tujuannya.
Lalu Ailyn datang membawakan minuman untuk Alonso.
"Silahkan tuan.." ucap Ailyn.
"Tunggu.." ucap Alonso.
"Dimana kau mendapatkan ini??" tanya Alonso menarik tangan Ailyn untuk menunjuk cincinnya.
"Aku membelinya secara online.. tapi ini palsu tuan.. aku takkan mampu membelinya yg asli." ucap Ailyn.
"Tapi ini sangat mirip aslinya."
"Sayang.. memangnya dia mampu membeli aslinya.?" tanya Cloe.
"Aku pernah membelinya untuk seseorang."
"Cih.. lagi-lagi bukan untukku." ucap Cloe.
"Baiklah tuan, saya harus kembali bekerja.. jika butuh sesuatu panggil aku." ucap Ailyn.
Tapi Alonso merasa mengenali suara Ailyn samar-samar. Dan Ailyn pun harus kembali fokus pada tugasnya. Dirinya mendengarkan percakapan banyak orang dan mendapatkan informasi baru untuk penangkapan besok.
.
.
Keesokannya Ailyn dan rekannya pun sudah bersiap untuk menangkap orang-orang tersebut. Dan juga mereka sudah menyiapkan berbagai hal. Setelah target berada dalam jangkauan mereka pun menyerangnya. Terjadilah beberapa adegan baku tembak dan juga beberapa perkelahian.
Beberapa rekan Ailyn terluka dan Ailyn berusaha melindungi mereka. Hingga akhirnya mereka berhasil menangkap orang-orang tersebut dengan kerjasama mereka. Tapi di saat akhir, Ailyn tertembak di bahu kanannya. Lukanya tak parah tapi pendarahan tak bisa dihindari.
Setelah menangkap pelaku, Ailyn pun dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Setelah mendapatkan perawatan, Ailyn dan rekannya pun harus kembali untuk menyerahkan para pelaku tersebut.
Mereka pun tiba di Indonesia dan langsung ditahan. Hukuman pun langsung dijatuhi pada mereka dan tim Ailyn sudah melakukan tugasnya dengan baik. Meski mereka juga alami beberapa luka walaupun tidak mengalami cedera parah.
.
.
Ailyn pun kembali ke rumah Alonso, entah mengapa moodnya tak baik mengingat pria itu. Baru kemarin dirinya berpisah dari seorang wanita, tapi kini sudah bersama wanita lain. Ailyn pun tak mau memusingkannya, hanya saja dirinya berharap keluarganya tak tahu tentang Alonso karena ini adalah kesepakatan mereka dalam pernikahan ini.
Sementara Alonso yg tengah berada di kantornya, dirinya mendapat kabar kalau Ailyn sudah kembali. Dirinya pun senang Ailyn kembali dengan selamat. Antara senang karena bisa memanfaatkannya atau senang karena bisa melihat wanita itu lagi.
Alonso pun pulang lebih awal, membuat Jery terheran-heran bosnya yg terkenal gila kerja tiba-tiba ingin pulang lebih awal karena mendengar kabar kalau istrinya pulang.
"Apakah tuan benar-benar mencintai nyonya??" gumam Jery dalam hati.
Alonso pun langsung naik ke kamarnya untuk mengecek apakah benar Ailyn sudah pulang. Alonso pun langsung masuk kamar tanpa mengetuk pintu lagi karena itu memang kamar miliknya.
Brakk..
"Ailyn.." ucap Alonso melihat Ailyn tengah mengenakan kimono mandi.
"Iya.. ada apa?" tanya Ailyn.
"Kau sudah pulang dan langsung menggodaku??" tanya Alonso tersenyum.
"Tidak, aku baru habis mandi." ucap Ailyn.
"Tak biasanya kau mengenakan kimono mandi diluar kamar.. ada apa ini?" goda Alonso.
"Oh.. kau yakin akan tergoda jika melihatnya?" tanya Ailyn.
"Coba saja aku ingin lihat apa kau lebih seksi dari Cloe.." ucap Alonso.
"Baiklah.. aku juga butuh bantuanmu." ucap Ailyn tersenyum.
Ailyn pun membuka kimono mandinya dan memperlihatkan tubuhnya yg hanya mengenakan sport bra dan celana pendek. Tapi bukannya senang Alonso justru terkejut dengan bercak biru memar dan luka di bahu kanan Ailyn.
"Bagaimana apa aku terlihat menggodamu?" tanya Ailyn sementara Alonso terdiam mematung melihat sejumlah luka-luka itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments