Bab 20

Berbeda dengan reaksi Anita, Dewi dan Chen tak hanya terkejut ketika Intan mengatakan bahwa mereka akan menerima saham, mereka berdua seperti ikan yang ada di freezer, menjadi beku.

Intan hanya tersenyum melihatnya dan membiarkan mereka mencair dengan sendirinya.

Lalu Intan menanggapi pernyataan Anita tentang pengunduran dirinya di firma hukum tempat Anita bekerja.

"Anita, aku mengucapkan terimakasih banyak atas kesediaan mu menjadi tim hukum perusahaan kita.

Aku tak ingin di repotkan dengan hal-hal diluar kemampuan ku, aku yakin kamu bisa mengembangkan perusahaan kita ini.

Kedepannya aku ingin lebih efisien dalam bekerjasama, aku harap kamu bisa pindah ke rumah ku, kamu bisa tidur di kamar tamu sebelum mansion jadi"

Anita adalah satu-satunya yang benar-benar keturunan sultan di ruangan ini, tentu saja tinggal di mansion nya lebih nyaman ketimbang menerima tawaran Intan tinggal di rumah nya.

"Terimakasih banyak atas tawaran nya Bu, namun aku tidak ingin meninggalkan rumah orang tuaku untuk saat ini.

Mungkin lain kali aku akan mempertimbangkannya kembali, dan aku siap dipanggil kapan pun perusahaan membutuhkanku, jadi aku harap ibu tidak mengkhawatirkan kinerjaku"

Intan mengangguk mengerti "Baiklah, aku menantikan kesiapan mu"

Intan pun menoleh ke arah Dewi dan Chen yang sudah mencair "Apakah kalian baik-baik saja, Dewi? Chen?"

Dewi dan Chen mengangguk bersamaan.

Dewi berucap sambil meneteskan air mata bahagia "Ya kami baik-baik saja, kamu tak perlu khawatirkan kami, kami hanya sedikit shock, kamu berhasil mengguncang hati kami Intan.

Aku ucapkan terimakasih banyak, begitupula aku ucapkan terimakasih banyak atas nama ibuku"

Tak kalah terharu dengan Dewi Chen juga menangis bahagia "Intan, kita baru saja bertemu, namun kamu sudah sedemikian baik terhadapku dan Adel.

Sungguh tak salah keputusan ku mengikuti mu, aku berjanji tak akan pernah mengkhianati mu, sekali lagi terimakasih banyak Intan"

Kini Bani yang mengambil alih keadaan ruangan, the real leader "Baiklah, keadaan sudah kondusif, mari kita lanjutkan diskusi kecil ini, silahkan dimulai, Dewi"

Rapat hanya memakan waktu satu jam dan setelah selesai, mereka sepakat jalan bersama menuju sekolah terdekat dari lokasi mansion yang sudah di dapatkan pihak developer.

Setelah urusan sekolah Adel dan Adit selesai, Dewi menelpon Jein mengabari bahwa mereka akan pulang dan makan malam di rumah, serta membawa seorang tamu.

Anita akan pulang ke mansion orang tuanya setelah makan malam nanti

Bani selalu menggenggam tangan Intan sepanjang rapat berjalan, meskipun dia sedang memberikan pengarahan maupun mendengarkan penjelasan.

Sebenarnya para jomblo merasa iri dengan kemesraan yang di tunjukkan Bani terhadap Intan, meskipun itu istrinya sendiri.

Namun Intan adalah bos mereka saat ini, jadi mau tak mau mereka harus bisa menekan perasaan mengagumi ketampanan seorang Bani.

(Misi otomatis terpicu, untuk terus mendapatkan cashback sepuluh kali lipat, bujuk Anita agar mau menginap)

...-----------------...

Malam telah larut saat mereka selesai mengobrol setelah makan malam tadi.

Adel dan Adit sudah dikamar masing-masing bersama pengasuh, begitupula dengan Ratna yang menangis bahagia sesaat setelah makan malam tadi mendapatkan kabar gembira mengenai saham pemberian Intan.

Untuk menjalankan misi, Intan pun mulai mengeluarkan rayuan maut nya untuk membujuk Anita agar mau menginap di rumah nya.

"Anita, malam sudah sangat larut, kami merasa khawatir jika membiarkanmu pulang malam ini, menginap lah untuk malam ini, besok pagi akan ku buatkan sarapan terenak menurut Adit dan Bani.

Aku pun pernah membuatkan Dewi dan ibu juga, jadi kau boleh bertanya pada Dewi nanti bagaimana rasanya."

Intan menoleh pada Dewi dan Chen

"Bagaimana Wi, Chen? apa kalian tidak merasa khawatir membiarkan Anita pulang ke mansion orang tuanya malam ini?"

Dewi dan Chen menjawab serempak "Tentu saja kami khawatir"

Dewi menambahkan "Anita, wanita tidak baik pulang larut, sebaik nya tinggallah malam ini disini, lagipula kamar tamu sebelah kiri tidak ada yang menempati"

Chen dengan antusias ikut menambahkan "Betul itu Anita, aku setuju dengan Intan dan Dewi, tak ada salah nya menginap"

Akhirnya Anita menyerah "Baiklah, baiklah, aku tak mungkin mengecewakan kalian, aku menantikan sarapan spesial dari mu Bu Intan, he he he he"

Intan pun tersenyum "Okelah kalau begitu, selamat malam, selamat beristirahat, langsung tidur ya, biar besok lebih segar dan kita siap untuk bertempur dengan dokumen"

...-----------------...

Selesai sarapan merekapun berbincang-bincang sambil menunggu waktu bekerja.

Namun Bani bersama dengan anak-anak tengah bermain di ruang tamu.

Intan menanyakan kepada Anita "Bagaimana rasanya masakanku? Semoga tidak mengecewakanmu, Anita"

Anita menggelengkan kepalanya "Tidak mengecewakan sama sekali Bu, pantas saja Adit dan pak Bani menyukainya"

Intan tersenyum "Syukurlah kalau kamu suka, ibu gimana, masih suka kan?"

Ratna tersenyum "Tentu saja sayang, ibu sangat menyukai apapun yang kamu masak"

Pada saat itu, ponsel Dewi berbunyi, dia menerima panggilan tersebut di samping ibunya "Ibu, ini kakak, kakak mau main ke rumah sini, bagaimana Bu?"

Ratna tak menjawab, namun menoleh ke arah Intan "Bagaimana menurut mu nak Intan?"

Intan pun tertawa "Ibu, Dewi, tak perlu izin ku, ini juga rumah kalian, jadi jangan sungkan seperti itu ya Bu, Wi"

Ratna, Dewi, Chen dan Anita tersenyum mendengar jawaban Intan.

Dewi berbincang kembali dengan kakak nya melalui ponsel dengan senyum merekah di bibirnya.

"Kakak, silahkan datang ke rumah kami, kami sangat menantikan kehadiran mu dan kakak ipar, tidak hanya kami berdua bahkan Chen juga sangat merindukanmu, jadi segeralah terbang kemari, oke?"

Dewi lalu memeluk Intan dan mencium pipi nya "Terimakasih banyak mba, kamu memang mba ku yang paling baik sedunia, love you, mmuach!"

Semua terkejut namun tertawa gembira melihat tingkah Dewi yang seperti anak-anak ketika di rumah, namun seperti diktator ketika di kantor.

...--------------...

Dewi memberikan laporan nya "Bu, hari ini kita survey kantor yang akan kita sewa, ada di lantai 21, gedung Artha Mina"

Chen "Untuk aplikasi dan web sudah siap beroperasi hari ini Bu"

Anita "Perusahaan kita sudah termasuk yang di awasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, jadi para konsumen akan merasa aman"

Intan "Karena kita tidak akan memberatkan konsumen maka pakai sistem bagi hasil, lebih baik untung sedikit yang penting berkah.

Chen "Sudah diterapkan dalam sistem aplikasi Intan Finance yang otomatis akan membagi hasil dari setiap keuntungan bersih yang di dapat dari hasil penjualan konsumen"

Intan "Syukurlah, karena sekarang aku tak akan kekurangan uang, jadi kalian bisa bekerja dengan tenang, hari ini aku akan transfer seratus triliun ke rekening perusahaan.

Gaji dan bonus semua karyawan akan tetap terjamin tanpa mengandalkan hasil dari uang yang dipinjamkan.

Dan jangan sekali-kali menggunakan preman untuk dipekerjakan pada bagian penagihan."

Tak hanya transfer ke rekening perusahaan, Intan pun teringat tagihan dari developer sebesar lima ratus miliar, namun Intan mentransfer limapuluh triliun lima ratus miliar, jadi pengeluaran hari ini sebesar 150.500.000.000.000

(Cashback sepuluh kali lipat total bayar, saldo rekening 1.889.515.239.700.000)

Satu kuadriliun delapan ratus delapan puluh sembilan triliun lima ratus lima belas miliar dua ratus tiga puluh sembilan juta tujuh ratus ribu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!