Bab 4

"aku sangat mencintai suami aku mba, jadi rasanya apapun aku berikan, bahkan nyawa aku ini" akhirnya jawaban puitis deh yang Intan keluarkan, wkwkwk

"Oh, so sweet amat sih mba"

"Nah, beneran luluh kan omongan nya gak kayak tadi, he he he" ucap Intan dalam hatinya.

"Haruslah mba, tidak ada yang mencintai dirinya sebesar cintaku kepadanya mba, bahkan Juliette bukan tandingan aku"

"Ih... meleleh hatiku, kalau aja mbak nya cowok, udah aku rebut deh, biarin jadi pelakor, ha ha ha ha"

"Jiaah dia yang klepek klepek, typical orang yang mudah digombalin Ternyata, wkwkwk"

Sambil bercanda dengan penjaga toko, Intan mengklik transfer saldo 5.100.000 pada layar smartphone nya ke rekening, untuk memicu sistem cashback sepuluh kali lipat terintegrasi otomatis dengan rekening yang baru dibukanya tadi.

Bahkan kedepan nya tak di perlukan lagi mengklik transfer, cashback sepuluh kali lipat langsung otomatis masuk ke rekening.

"Ini iphong nya mba, di harga 12juta untuk 1 smartphone, jadi 24juta buat dua smartphone" penjaga toko memberikan kwitansi pembayaran

"Siap mbak, aku bayar pakai kartu ini bisa ya"

Penjaga toko terkejut dengan black card yang di pegang Intan, namun seketika dia ingat kalau pembeli nya ini habis dapat warisan, dia bersikap biasa lagi

Setelah lalu Intan memencet pin, bunyi tanda berhasil

tiit ...

"Alhamdulillaah, Pembayaran Berhasil" ucap Intan dalam hati nya.

(Cashback sepuluh kali lipat pembelian smartphone, saldo rekening 241.100.000)

Intan sedikit tersenyum melihat saldo yang ada di rekening nya dan mulai menguasai permainan, lalu ia meminta tolong sama penjaga toko.

"Mbak, aku minta tolong di aktifkan ke dua smartphone ini ya mba, biar langsung pakai, soalnya aku baru punya smartphone, he he he" Intan meminta penjaga toko dengan tampang memelas nya.

Ketika penjaga toko mulai mengaktifkan smartphone milik Bani, Intan pun banyak bertanya tentang penggunaan smartphone dan aplikasi, terutama aplikasi obrolan dan taksi online.

Ketika dirasa sudah sedikit menguasai smartphone yang di genggamannya serta di bantu pemesanan taksi online ke mall terbesar yang ada di kota itu, Intan pun pamit, tak lupa memberikan tips sesuai pesan misi yaitu sebesar satu juta kepada penjaga toko.

"Terimakasih banyak atas pembelian ponsel di toko kami, ditunggu kembali kedatangan nya ya Mba" ucap penjaga toko yang kini memberikan senyuman nya yang manis, karena Intan benar benar membeli ponsel mahal, meskipun bukan yang termahal serta memberinya tips sebesar satu juta.

Intan hanya menganggukkan kepalanya dan menuju taksi online pesanan nya. Saldo di tangan kini sisa 8.560.000.

Intan menantikan gelang nya menyala tanda notifikasi dari sistem cashback ketika ia memberikan tips sebesar satu juta kepada penjaga toko, namun sampai lima menit perjalanan notifikasi tersebut tak muncul.

Intan berkata dalam hati nya "Berarti benar jika aku ngasih tunai berupa tips atau mungkin sedekah, tidak akan mendapatkan cashback sepuluh kali lipat, baiklah..."

Intan sedikit demi sedikit belajar memahami sistem yang di dapat dari orang yang memanggil dirinya Emak.

Untuk membunuh kesunyian dalam kendaraan, sang supir mengajak Intan mengobrol.

"Mau jalan jalan ke Mall ya Bu?" sang supir memulai obrolan mereka.

Beruntung nya Intan mendapatkan supir perempuan, jadi ketika diajak ngobrol seperti ini, tidak ada rasa canggung.

Malahan Intan bersemangat untuk menjawab dan bercerita "Iya mba, aku habis dapat warisan, mau berbelanja berbagai kebutuhan, barusan aku habis beli smartphone, rencananya dari Mall nanti aku mau beli rumah, mbak bisa antar dan temani aku?"

"Aduh Bu, polos banget cerita hal hal seperti itu, untung aku bukan orang jahat, lain kali jangan bercerita tentang harta kepada orang lain ya bu, apalagi orang yang baru ibu kenal" Sang supir sangat terkejut karena Intan begitu polos dan jujur, dia pun merasa Intan itu seperti kakak nya yang memiliki sifat yang sama.

"He he he he, aku tau kalau mba orang yang baik, mangkanya langsung nyaman, nanti aplikasi nya dimatikan saja ya mba, aku akan bayar lebih banyak dari pendapatan mbak biasanya, kalau boleh tau sehari dapat berapa mbak?

Oh iya, nama mbak siapa?"

Karena merasa dekat, Intan pun tak merasa bahwa pertanyaan itu bukanlah hal yang wajar di tanyakan ketika pertemuan pertama.

Dengan wajah cengengesan sang supir menjawab pertanyaan Intan. "Perkenalkan aku Dewi Utari Bu, biasanya sehari dapat 500 ribu sampai 1 juta, kadang cuma 300 ribu, tergantung rezeki aku hari itu"

"Baiklah untuk hari ini aku bayar dua juta, ini pegang ya mba sebagai pembayaran dari ku" Intan menaruh uang dua juta di selipan antara dua bangku depan.

(Cashback sepuluh kali lipat bayar taksi online, saldo rekening 261.100.000)

"Eh... Apakah memang tidak ada yang menemani ibu?" tanya Dewi

"Tak ada mba, suami aku lagi interview, diapun belum tau aku dapat warisan, oh iya mba kalau boleh tau mba kuliah jurusan apa?"

Intan bertanya perihal pendidikan Dewi karena mendapatkan notifikasi (Misi otomatis terpicu, untuk terus mendapatkan cashback sepuluh kali lipat, Rekrut Dewi menjadi asisten pribadi)

"Aku baru lulus manajemen perusahaan Bu, tapi ternyata nyari kerja sulit juga tanpa koneksi, meskipun nilai Ku di atas rata-rata" keluh Dewi yang mungkin banyak juga yang senasib dengan Dewi.

"Untuk saat ini aku memang baru rencana membuat perusahaan, namun entah kapan akan terlaksana.

Tapi yang pasti mulai saat ini aku butuh keterampilan seperti mba Dewi, jika berkenan, aku pastikan membayar gaji lebih tinggi dari pada pendapatan bulanan taksi online.

Perkiraan pendapatan perbulan 15 sampai 20 juta ya mba?"

Intan pun mulai merancang perangkap untuk merekrut Dewi sebagai Aspri nya.

"Yah, kurang lebih segitu Bu, oh iya aku belum tau nama ibu"

"Udah mulai masuk perangkap, hi hi hi" ucap Intan dalam hati nya.

"Namaku Intan, nama suami Bani, nama anak Adit usia lima tahun, saat ini sedang aku titip di TK An Nikmah, dekat rumah kontrakan.

Aku bayar gaji mba Dewi sebulan 30juta, jadilah asisten pribadi dan saudaraku ya mba, ikut berkembang bersamaku.

In Syaa Alloh mba gak akan menyesal memutuskan untuk bersaudara dengan ku"

Intan membujuk Dewi dengan iming-iming gaji yang cukup fantastis.

"Baiklah, sepertinya tidak perlu dipikirkan lebih lama lagi, aku bersedia menjadi asisten dan saudara ibu" rupanya Dewi pun sudah terjerat bujukan Intan.

Setelah obrolan yang cukup panjang, Dewi memarkirkan mobil nya di parkiran dekat pintu masuk mall.

Dewi mengarahkan Intan untuk ke salah satu cabang dari butik yang terkenal di kota tersebut.

Untung nya butik ini adalah butik khusus untuk yang berkeluarga, jadi lebih mudah memadu padankan style Intan sekeluarga.

"Dewi, jangan lupa pilih baju untuk kamu juga, kedepannya kamu akan selalu memakai pakaian formal dan belilah dua atau tiga stel pakaian pesta, tenang saja, fasilitas kantor, he he he" Intan mengingatkan Dewi untuk ikut membeli pakaian.

Setelah dari butik, Intan mengajak Dewi untuk menemaninya ke perumahan mewah, pakaian formal dan pesta untuk keluarga Intan harus dibuat terlebih dahulu, mangkanya mobil bagian penumpang tidak penuh oleh baju dari butik.

(Cashback sepuluh kali lipat beli baju, saldo rekening 2.511.100.000) Intan hanya bisa tersenyum dalam hati ketika melihat saldo di rekening nya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!