(Misi otomatis terpicu, untuk terus mendapatkan cashback sepuluh kali lipat, beri pak RT uang terimakasih sebesar 5 juta rupiah)
Selesai selametan Pak RT diminta Intan untuk pulang belakangan.
"Pak RT maaf jika selama jadi warga di lingkungan ini ada salah yang kami perbuat, dan mohon terima ini sebagai ucapan terimakasih kami selama ini"
Pak RT jadi canggung namun karena Intan sedikit memaksa, akhirnya menerima pemberian Intan.
"Terimakasih banyak mba Intan dan mas Bani, semoga kalian sukses di tempat tinggal yang baru"
Intan dan Bani "Aamiin, sama-sama pak RT"
.
Ke esokan paginya seperti biasa rumah Intan di sibukkan dengan membuat sarapan dan mengecek kembali satu persatu barang yang hendak di bawa ke rumah baru.
Tak lama kemudian mobil boks pun sampai dan mengangkut semua barang yang sudah di packing, ternyata hanya dua kardus gudang garam, sungguh sangat menyedihkan.
Mobil boks lanjut ke rumah Dewi, setelah itu Intan memesan taksi online dan jalan menuju supermarket sambil mampir ke rumah pak RT untuk pamit dan antar kunci kontrakan, lalu menunggu di depan supermarket.
Namun Intan masuk ke dalam supermarket untuk menemui pegawai disana, kebetulan mereka bertiga ada di shift yang sama, Intan membeli susu kotak dan kopi kemasan untuk di mobil, tidak lupa untuk pamit kepada mereka.
(Cashback sepuluh kali lipat beli soft drink, saldo rekening 225.662.700.000)
Akhirnya taksi online pun tiba, namun tukang parkir mengusir nya.
"Hai pak, dilarang parkir kalau hanya untuk mengambil penumpang doang, pergi sana, biar yang pesan itu mendatangi mobil bapak"
Intan dan Bani yang melihat kejadian tersebut sontak langsung menghampiri taksi pesanan nya.
Setelah di hampiri, ternyata bukan tukang parkir yang biasanya jaga di tempat tersebut, pantas saja dia tidak mengenali Intan.
Intan "Maaf pak, nanti saya bayar biaya parkir nya, bapak tidak usah khawatir akan hal itu"
Tukang parkir "Halah, palingan dua rebu, paling banyak lima rebu"
Untuk membungkam mulut pedas tukang parkir, Intan segera mengeluarkan selembar uang seratus ribu.
"Maaf pak, silahkan diambil biaya parkir nya, maaf jika merepotkan"
Dengan senyuman yang menyeringai, tukang parkir mengambil dengan kasar uang yang ada di tangan Intan.
"Nah begitu dong, ini baru benar, ha ha ha, sering-sering parkir ya Bu"
(Cashback sepuluh kali lipat bayar parkir, saldo rekening 255.663.700.000)
Setelah uang parkir diambil, tanpa mengindahkan perkataan tukang parkir, Intan lekas masuk kedalam mobil, menghampiri Adit yang ada di bagian belakang supir.
Untuk menghilangkan kebosanan Adit, Intan selalu menyetel chanel Yutub yang menceritakan kisah kisah sejarah peradaban di seluruh dunia.
Perjalanan tak terasa lama, karena Adit dan Intan tertidur pulas, hanya Bani dan supir yang mengobrol hal hal ringan.
Bani "Yang, bangun yang, udah sampe nih, biar Adit aku gendong, kamu bayar taksi nya yang"
Intan mengerjap-ngerjapkan matanya "Hmmm"
Intan pun bergegas mengambil sepuluh lembar uang seratus ribuan dan memberikan kepada supir taksi.
Supir "Maaf ibu, ini kebanyakan lebih nya sampai enam lembar"
Intan "Itu rezeki anak istri bapak atau ibu nya bapak, terimakasih banyak atas tumpangan nya ya pak, semoga berkah"
Supir "Aamiin, terimakasih juga Ibu, semoga keberkahan kembali kepada ibu sekeluarga"
Intan "Aamiin"
(Cashback sepuluh kali lipat bayar taksi, saldo rekening 255.673.700.000)
Setelah membayar taksi, Intan berlari menuju pintu rumah mereka, dilihat nya Bani duduk di teras sambil memangku Adit yang masih tertidur pulas.
"Ayo masuk mas, maaf kelamaan ya, tadi aku bayar lebih, gak enak waktu dia dimarahi tukang parkir depan supermarket"
Bani hanya mengangguk kemudian tersenyum sambil mengarahkan dagu nya ke depan.
"Iya, ayo kita naik lift aja, kalau naik tangga sambil gendong Adit mah lumayan pegal"
Bani yang baru melihat rumah baru mereka merasa takjub dengan dekorasi dan kemegahan di dalam nya.
"Emak gak salah beli nih yang, apa gak kegedean, kita kan cuma bertiga"
Intan menjadi gemas dengan Bani, dicubit nya kedua pipi Bani.
"Tuh kan, kamu lupa lagi deh mas, Dewi dan ibunya akan tinggal bersama kita, kamu lupa?"
Bani hanya sedikit cemberut "Aku belum terbiasa tinggal dengan orang lain yang, jadi wajarlah kalau lupa"
Ting!
"Iya iya, ayoklah, udah sampai di lantai tiga, kita langsung ke kamar Adit, tidurin aja Adit disana. Terus kita lanjut ke kamar kita, ada di lantai empat, naik tangga aja, karena lift khusus ke kamar kita hanya dari lantai satu"
Setelah kasur di kibas kibas oleh Intan dengan sapu lidi sambil berdoa, lalu perlahan Bani menaruh Adit di atas kasur.
"Huft.... lumayan pegal juga, Adit sudah semakin besar ya yang"
Intan mengangguk dan tersenyum lalu menarik tangan Bani untuk segera mengikutinya ke lantai empat.
Setibanya di lantai empat Intan dan Bani kembali berdoa sebelum memulai ritual pelepasan rindu.
Dengan gerakan yang tak sabar, akhirnya Bani merobek baju yang Intan kenakan.
Meskipun mereka belum pernah bulan madu, namun mereka sangat puas dengan rumah yang emak belikan.
Serasa berbulan madu di hotel bintang lima, karena setelah puas berkali-kali saling melakukan pelepasan, merekapun berendam di jacuzzi.
Benar benar merasa seperti Sulthan....
Mengapa Dewi belum tiba juga, membuat Intan dan Bani bisa leluasa saling menggagahi.
Ternyata Intan telah menerima pesan dari Dewi bahwasanya dia akan tiba diatas jam tujuh malam, karena ada beberapa rumah kerabat dekat yang ingin dikunjungi ibunya sebelum pindah.
Begitu pula pesan dari supir boks, bahwa mereka terjebak macet parah.
Segera setelah berganti pakaian, Intan langsung menghampiri Adit dikamar nya.
Dilihatnya Adit sudah bangun dan hampir menangis karena merasa asing serta bingung dia berada dimana, ini pertama kali Adit berada di rumah barunya.
Langsung dipeluk nya Adit ke dalam dekapan nya "Cup cup cup, jangan nangis ya sayang, sekarang Adit ada di rumah baru, ini rumah punya Adit, kita tidak tinggal di rumah pak RT lagi sayang..."
Tangis Adit langsung pecah "Huwaaa Adit Kila mah Adit di culik penjahat, Huwaaa, jangan tinggalin Adit Bu, Adit takut"
Intan pun mengusap kepala bagian belakang Adit "Iya sayang, Ibu selalu di samping Adit, tapi karena Adit sudah sekolah, itu artinya Adit sudah besar, anak yang sudah besar itu tidak takut tidur sendirian, kalau Adit haus tinggal ambil air di kulkas, kalau mau pipis, kamar mandi juga ada di kamar Adit.
Ayo lihat dulu ini kamar milik Adit, ibu sudah belikan baju baru buat Adit, nanti kita rapihkan sama sama ya sayang"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments