Bab 19

Pihak developer menyanggupi permintaan Intan dengan dana awal yang harus di sediakan sejumlah 50 triliun.

"Oke, tak masalah, karena lokasi yang kita mau ada di daerah pinggir selatan kota, aku suka udara di selatan karena masih dekat dengan pinggir barat provinsi"

Intan dan Bani memang pernah berencana untuk memiliki rumah sendiri di daerah selatan kota, dulu mereka sangat senang berjalan-jalan menaiki angkutan kota, hanya untuk mengagumi suasana, kondisi dan udara di sana.

Dan keinginan mereka sudah bisa terwujud di depan mata, mereka tak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk memiliki nya.

Intan segera mentransfer sejumlah 44.500.000.000.000 (empat puluh empat triliun, lima ratus miliar).

(Cashback sepuluh kali lipat DP mansion, saldo rekening 445.015.293.700.000)

"Aku DP terlebih dahulu dan jangan khawatir, aku transfer sisa nya besok, dan mungkin Nusa aku akan tambah nominal nya"

Pihak developer sangat terkejut, secepat itu klien nya membayar, meskipun itu dibilang DP, namun yang diterima hampir 90% dari total dana awal yang disepakati.

Dan itupun belum menandatangani kontrak perjanjian, jika mereka tidak mengandalkan nama baik perusahaan developer nya, mereka sudah pasti akan segera kabur dengan uang tersebut.

"Baiklah ibu, terimakasih atas pembayaran nya, kami senang bekerjasama dengan ibu, mohon tunggu sebentar, kami akan menyiapkan kontrak perjanjian nya terlebih dahulu"

Intan dan Bani serempak menganggukkan kepalanya.

Tiba-tiba ponsel Intan dan Bani berbunyi bersamaan pula.

Intan mendapatkan kabar dari Dewi bahwa mereka harus bertemu, karena lokasi pertemuan bisa dimana saja, maka Intan meminta Dewi menemuinya di kantor perumahan.

Begitu pula dengan Bani, dia mendapatkan pesan yang sama dari Anita, dan meminta Anita menemuinya di kantor perumahan.

Intan pun meminta izin kepada pihak terkait untuk menggunakan ruang pertemuan yang masih satu gedung dengan kantor perumahan.

(Misi otomatis terpicu, untuk terus mendapatkan cashback sepuluh kali lipat, bangunlah gedung untuk perusahaan)

Setelah Intan membaca misi, dia melihat bayangan lima orang mendekati ruang pertemuan.

Ketika mereka semua masuk, ternyata mereka adalah Dewi, Chen, Anita, Jein dan salah seorang dari kantor dealer mobil.

Intan diminta Jein untuk menandatangani berkas penerimaan mobil-mobil yang telah diantarkan ke rumah nya.

Sebelum Jein dan perwakilan dealer mobil undur diri, Intan meminta Jein memanggil pihak developer agar menyediakan waktu nya sebentar mengikuti rapat dadakan di ruang pertemuan tersebut.

Sambil menunggu pihak developer datang, Intan menyapa Anita.

"Hai Anita, apa kabar? ini ketiga kalinya kita bertemu ya, meskipun hanya untuk menandatangani beberapa dokumen, aku senang bisa sedikit mengobrol dengan mu"

Anita yang mulai mengagumi sosok Intan menjadi sedikit salah tingkah ketika di sapa oleh Intan.

"Iya Bu Intan, aku juga senang ngobrol dengan ibu, meskipun waktu nya tidak banyak.

Mengenai pendirian perusahaan, hanya tinggal beberapa langkah lagi kita akan menyelesaikan semuanya.

Perusahaan sudah legal, tinggal mencari lokasi strategis dan bisa langsung beroperasi, meskipun bisa menggunakan rumah sebagai kantor sementara, namun saran aku lebih baik menyewa satu lantai di gedung yang ada di pusat kota"

Intan tersenyum mendengar saran Anita "A..."

Baru saja hendak berbicara, pintu ruangan di ketuk dan masuklah perwakilan dari pihak provider bersama beberapa SPG membawa nampan berisi makan siang untuk orang-orang yang berada di ruang pertemuan.

"Selamat siang ibu-ibu dan pak Bani, kita tunda sebentar rapat nya ya, waktunya makan siang, kali ini biar kami yang traktir ya Bu intan, dan jangan khawatirkan anak-anak serta Bu Ratna"

Intan kembali tersenyum "Baiklah kalau begitu kami tak kan merasa sungkan lagi.

Ayo mas Bani, Dewi, Chen dan Anita, kita santap siang terlebih dahulu"

...*********...

Banyak yang dibahas dalam rapat kali ini, salah satu nya adalah pembangunan gedung kantor pusat yang terletak di dekat area mansion.

Setelah berbincang dengan pihak developer, mereka menyanggupi dan meminta perusahaan memberikan mereka dana awal sebesar satu triliun.

Tim keuangan sudah dibentuk, tinggal proses perekrutan karyawan, mau tak mau Dewi rangkap jabatan, namun dia tidak merasa keberatan sama sekali.

Ditengah-tengah rapat Intan mentransfer ke rekening perusahaan sebesar sepuluh triliun, ia ingin perusahaan segera beroperasi.

Chen dengan keahlian nya sudah mulai membuat semua keperluan perusahaan secara online., baik itu web maupun aplikasi yang dapat di akses melalui android maupun IOS.

Chen bergerak lebih cepat, dia sudah menemukan tim di bawah nya, untuk meringankan pekerjaan nya.

Chen bisa bergerak cepat karena dia memiliki kekuatan tim sebelum pindah dari luar negeri, secara kebetulan tim terdahulu banyak yang dari kota ini, itulah mengapa Chen bergerak seperti kilat yang menyambar.

Payung hukum perusahaan sudah terbuka dan dipastikan Anita aman dari gangguan hama wereng yang mungkin akan datang menggerogoti.

Sebagai CEO, Bani menampung semua ide saran dan hal hal yang masih harus dilakukan, juga hal-hal yang harus dibenahi.

Sebagai pemilik, Intan tak hanya mendengarkan, kadang memberikan pendapat dan saran.

Setelah serius membahas perusahaan di rapat tadi. Intan mulai melancarkan misi nya, yaitu menjadikan Anita sebagai tim hukum perusahaan.

Hingga Intan mencetuskan ide kepemilikan saham, ia ingin membagi-bagi saham di perusahaan, 60% untuk nya, 7,5%% ia minta untuk Bani, 7,5% untuk anak mereka Adit.

20% Ia ingin membagikan untuk Dewi 5%, Chen 5%, Ratna 5%, dan Anita 5% dengan syarat mewakafkan keahlian nya untuk perkembangan perusahaan, kecuali ibu Ratna karena dia sudah Intan anggap sebagai ibu nya sendiri.

Sisa 5% Intan akan lempar ke pasar saham.

semuanya tersentak kaget, namun senang menerimanya termasuk dengan syarat yang Intan ajukan. Tak ada yang merasa keberatan.

Anita angkat bicara "Aku gak dapat berkata apapun, namun aku sangat berterimakasih kepada ibu Intan, semoga nusa aku sudah bisa masuk kerja, setelah rapat ini aku akan mengajukan pengunduran diri ke firma hukum tempat ku kerja"

Mendengar penuturan Anita, Intan bisa bernafas lega karena dua misi terselesaikan di hari yang sama.

(Cashback sepuluh kali lipat mengurus perusahaan, saldo rekening 535.015.239.700.000)

.

.

.

.

.

Noted:

1.000.000 (jumlah nol 6) \= 1 juta

1.000.000.000 (jumlah nol 9) \= 1 Miliar

1.000.000.000.000 (jumlah no 12) \= 1 Triliun

1.000.000.000.000.000 (jumlah nol 15) \= 1 Kuadriliun

1.000.000.000.000.000.000 (jumlah nol 18) \= 1 Kuintiliun

1.000.000.000.000.000.000.000 (jumlah nol 21) \= 1 Sekstiliun

1.000.000.000.000.000.000.000.000 (jumlah nol 24) \= 1 Septiliun

1.000.000.000.000.000.000.000.000.000 (jumlah nol 27) \= 1 Oktiliun

1.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000 (jumlah nol 30) \= 1 Noniliun

1.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000 (jumlah nol 33) \= 1 Desiliun

sumber : https://osc.medcom.id/community/juta-miliar-triliun-trus-apa-lagi-ya-berikut-nama-bilangan-di-atas-triliun-3168

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!