Zoel mengangkat kedua tangannya "Sepertinya tidak ada lagi, aku sudah ceritakan meskipun tidak semuanya"
Intan langsung berdiri dan mendorong bahu Zoel "Aku sudah bilang, informasi kan kepadaku semua hal yang kau ketahui, jangan buat aku mengulanginya lagi, faham!!!"
Belum sempat Zoel menjawab, mba SPG sudah membuka pintu ruangan "Ma.... maaf nyonya, selain TSujuki, Handa Bray, Rel Rice, mobil yang lain nya mau pakai identitas siapa ya?"
Intan langsung membuka dompet yang berada dalam tas nya "Pakai punyaku"
Setelah mengambil kartu identitas di tangan Intan, mba SPG berjalan cepat ke arah pintu, sebelum menutup pintu dia membungkukkan badannya.
"Terimakasih banyak nyonya"
Menjawab ucapan si mba SPG, Intan hanya melambaikan tangan nya saja.
Lalu dia mengarahkan pandangan nya yang tajam ke arah Zoel "Cepat katakan!!!"
Zoel merasa sedikit terintimidasi dengan tatapan tajam dari Intan.
Kali ini Zoel mengibaskan kedua tangan nya
"Aish....
Baiklah, baiklah....
Aku tahu jika Bani tidak bersalah, karena dibalik itu semua ada kepala divisi kami yang merasa terancam kedudukannya, yang aku dengar Bani akan di promosikan untuk menggantikan dia.
Adapun aku....
Yah terus terang aku juga merasa tersaingi, aku lebih lama bekerja di divisi itu, tapi boro boro promosi jabatan, bahkan pujian untuk hasil kerja keras pun aku tak dapat.
Udah, segitu doang yang aku tau dan aku rasakan"
Akhirnya Intan merasa lega mendengarnya, tak salah jika Bani menjabat CEO di perusahaan yang akan di bangun nya.
Intan bangun dari duduk nya sambil menaruh 50 lembar uang ratusan ribu diatas meja.
"Terimakasih banyak, terimalah pembayaran atas informasi dan kejujuranmu, semoga kita tidak akan pernah bertemu lagi.
Oh iya, perlu anda ketahui, Bani adalah orang yang sangat potensial, dia juga merupakan calon CEO dari perusahaan yang akan aku rintis.
Kami bekerjasama dengan Anita dari salah satu firma hukum yang terkenal di negeri ini.
Sekian dan semoga kita tidak pernah berurusan satu sama lain.
Selamat siang"
Intan melangkah dengan tegap dan percaya diri keluar dari ruangan yang membuatnya darah tinggi.
(Misi otomatis terpicu, untuk terus mendapatkan cashback sepuluh kali lipat, traktir makan siang semua karyawan dealer)
Setelah sampai ruangan dimana Ratna, Bani dan Adit berada, Intan mengajak mereka semua untuk makan siang.
Intan melambaikan tangan memanggil SPG yang melayani nya "Mba, bisa tolong pesankan makan siang untuk semua orang yang ada di dealer ini, utamakan pesanan kami terlebih dahulu.
Menu bebas, namun dua porsi jangan pedas dan jangan berminyak, infokan saja total dan nomor rekening pembayaran nya"
"Baik,
Siap ibu....
Eh, nyonya"
Dengan sigap, mba SPG berlari ke ruangan kerja untuk memberi kabar gembira kepada rekan-rekannya, lanjut memesan makanan untuk keluarga Intan.
Acara makan siang telah usai, Intan mendapatkan tagihan makan siang sebesar 5 juta untuk kurang lebih 50 orang.
Tagihan satu lagi sebesar 200 milyar untuk pembayaran mobil Handa Bray dan pelunasan mobil Rel Rice Boat trail.
Khawatir acara jalan-jalannya kesorean, Intan segera mentransfer kedua tagihan tersebut.
.
.
Adit sangat gembira sekali ketika mobil baru nya melaju, dia meminta duduk di bangku depan, menemani ayahnya yang sedang menyetir.
"Ayah, aku mau dengar lagu, tolong di setel yah"
"Baiklah, ayah tau lagi kesukaan Adit, sabar ya, karena ayah sedang menyetir"
Sambil menyetir, Bani menyetel lagu anak-anak kesukaan Adit.
Bani, Intan dan Ratna tertawa bersama tatkala melihat tingkah lucu Adit.
Bani baru ingat jika ia tak memiliki tujuan "Adit, sekarang kita mau jalan-jalan kemana?"
Adit yang ditanya langsung memasang mata puppies nya "Adit mau bermain di mall seperti dulu itu ayah pernah ajak Adit kesana, kita dapat tiket dan ditukar hadiah, Adit suka hadiahnya"
Bani menganggukkan kepalanya "Oke, ayah memang mau ajak Adit kesana"
Bani menolehkan kepala nya sebentar ke arah bangku penumpang di belakang "Ibu dan Intan bagaimana, setuju kita ke sana dulu ya"
Intan dan Ratna juga menganggukkan kepalanya berbarengan.
"Oke, gak masalah, kita bisa menunggu Adit bermain di food court"
"Iya benar, ibu tak masalah juga"
Adit tentu sangat gembira dia berbicara hanya mendengar kartun yang sering di tonton nya mengungkapkan kegembiraan dengan kata-kata tersebut.
"Oke let's go"
.
.
.
Intan dan Ratna menunggu tak jauh dari tempat Adit bermain, Bani terus mendampingi nya.
Ya seperti itulah Bani yang sesungguhnya, selalu berlimpah kasih sayang.
Dari apa yang Zoel utarakan, Intan mengambil kesimpulan jika perubahan sikap Bani adalah untuk menutupi masalah yang sebenarnya, hanya caranya saja yang salah.
Maka mohonlah petunjuk kepada yang maha kuasa, walaupun itu hendak melakukan kebaikan.
Karena jika kebaikan dilakukan dengan cara yang salah, sesungguhnya hanya akan menyakiti, bukan melindungi.
Intan hanya bisa berdoa dalam hati "Semoga kejadian yang menimpa kami, bisa membuat Bani ku menjadi lebih dewasa lagi"
.
.
Baru saja Intan memasukkan suapan pertama nya, terdengar tangisan dari seorang anak perempuan.
Seperti nya sedang memperebutkan permainan dengan anak lain dan itu adalah hal yang biasa terjadi ketika dua anak atau lebih berkumpul pada area bermain yang sama.
Jangankan anak-anak, orang dewasa juga sering seperti itu.
Mangkanya Intan tak menghiraukannya, dia tetap asyik dengan cemilan nya, begitu pula dengan Ratna.
Setelah selesai makan, Intan pamit pada Ratna untuk melihat Adit dan Bani, karena samar Intan mendengar Adit menangis.
"Ibu, aku mau cek Adit dulu ya, sepertinya Adit sedang menangis"
Mulut Ratna berhenti mengunyah "Baiklah nanti ibu nyusul kesana"
Intanpun bergegas menuju ke arah suara tangisan Adit, suara tangis nya terdengar semakin jelas.
Dilihatnya Bani sedang memeluk Adit, demikian juga seorang wanita sedang memeluk seorang anak perempuan, sepertinya anak itu adalah anak nya.
Dilihat dari penampilan, sepertinya mereka berasal dari keluarga menengah ke atas.
Intan menghampiri Bani dan langsung menggendong Adit dalam dekapan nya.
"Hiks
Momi, itu papi .... hiks
Kenapa papi peluk peluk anak orang momi .... hiks ...
Adel ga suka .... hiks
Papi hanya punya Adel saja ..... hiks
Cepat usir anak itu mom ... hiks"
Wanita itu memberi kan anak nya pengertian sambil mengusap lembut kepalanya.
"Adel sayang, beliau itu bukan papi Adel, Papi Adel sudah ada di surga....
Apakah Adel lupa, hmm
Kita juga ikut mengantar papi ke surga, ke rumah baru papi....
Nah om itu adalah papi nya si kakak yang di gendong oleh momi nya.
Adel anak baik
Adel sayang mami kan?
Kalau Adel sayang, jangan nangis lagi, oke?
Wanita itu berdiri dan membungkukkan badannya.
"Maaf..... maafkan anakku tuan dan nyonya, kami baru beberapa hari menetap di kota ini, jadi dia belum terbiasa dengan lingkungan barunya.
Mohon kebesaran hati untuk memaafkan nya"
Setelah mendengarkan tangisan anak itu dan perkataan sang wanita Intan paham situasinya.
"Tak apa nyonya, wajar bagi anak merindukan sosok ayah, karena bagi seorang anak perempuan, ayah adalah cinta pertama mereka
Ma........."
Baru saja Intan hendak pamit, Ratna sudah ada di sana, namun....
(Cashback sepuluh kali lipat dari total bayar, saldo rekening 4.456.293.700.000)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments