Tatkala Bani membuka boks ponsel, ada rasa terkejut melihat mereknya, setahu Bani itu adalah ponsel mahal dengan harga diatas sepuluh juta.
Bani tak serta Merta percaya begitu saja apa yang diucapkan Intan dan Dewi mengenai si emak misterius yang mereka ceritakan.
Bani "Ada pemberian tentu harus ada timbal balik, apa yang diminta si emak ini untuk membayar kembali pemberian nya?
Apakah kami harus bekerja rodi?!
Atau kami harus menjual diri?!"
Intan "Istighfar mas, tenang, kita sedang membicarakan hal penting, tidak usah pakai emosi ya?"
Dewi "Tentu saja ada timbal balik, pemberian dari Tuhan pun merupakan cobaan bagi makhluk Nya, bersyukur atas nikmat atau kufur nikmat.
Apalagi pemberian manusia, itu pasti ada maunya mas, mba, oleh karena itu wajib bagi kita membalas budi baik emak.
Tidak harus kerja rodi, apalagi jual diri mas, seperti yang di inginkan emak, cukup dengan kalian bekerjasama denganku membangun perusahaan dari nol hingga menjadi yang terbesar dan terbaik.
Emak akan mensupport penuh masalah finansial, jadi lakukanlah yang terbaik yang kita bisa dengan maksimal.
Yang paling utama adalah berbagi kebaikan dengan seluruh makhluk tuhan yang ada di dunia ini.
Dan yang terpenting, jika terbersit sedikit saja niat jahat dan niat mengkhianati amanah yang emak berikan, semua yang telah kalian terima akan hancur lebur menjadi debu.
Kalian seolah dikutuk tidak dapat lagi merasakan kebahagiaan setitikpun"
Intan "Terimakasih banyak ya Dewi, In Syaa Alloh kami akan sekuat tenaga menjaga amanah dari emak"
Bani "Aku belum percaya seratus persen, terlalu mustahil untuk dicerna, tapi.... tak ada salahnya di coba.
Jadi, apa rencana selanjutnya?"
Dewi "Karena emak memberikan amanah kepada mba Intan, maka pendirian perusahaan atas nama mba Intan, kita akan mengkonsultasikan kepada pengacara untuk langkah langkah pendaftaran perusahaan.
Perusahaan kita nanti akan bergerak di bidang finance ya mba, mas.
Nah sebagai calon CEO, itu adalah tugas mas Bani bersama pengacara, karena kita besok mau hunting sembako buat selametan perpisahan mba Intan dengan warga dilingkungan sini.
Lusa selametan dan pindah keesokan harinya.
Oke?
Karena hari sudah beranjak malam, aku harus pamit pulang, ibu kandungku sudah menantikan kepulangan anak tercinta nya ini"
Intan dan Dewi berdiri dari duduk nya
Intan "Adit, kemari nak, tante Dewi mau pamit pulang nih"
Dewi"Sini Adit salim dulu ama tante"
Adit pun menghampiri Dewi dan mencium tangan nya
Dewi "Duh Adit ini, udah ganteng, sholeh pulak, tante jadi gemesh ih pengen dibungkus dan bawa pulang, he he he he"
Intan "Eit, janganlah Wi, nanti marah pula ayah nya ini, tuh tak kau lihat garang kali muka nya, ha ha ha ha"
Karena merasa garing dengar candaan Intan dan Dewi yang gak ada lucu lucu nya itu, Bani langsung beranjak ke kamar tidur nya sambil mengajak Adit.
Intan "Nah, benar kan? he he he"
Dewi "Mbak anterin aku ke mobil ya, gak berani kalau sendirian nih"
Intan "Tenang aja, aku pasti anterin kok
Aku bilang mas Bani dulu ya Wi.
Intan berjalan ke arah kamar dan mengetuk pintu kamarnya.
tok
tok
tok
Mas, aku mau antar Intan ke parkiran supermarket ya, dia parkir mobil nya di sana"
Bani "Hmm"
Intan berbisik ke telinga Dewi "Kemon Wi, ini terima bayaran akting kamu, hebat banget, sangat menjiwai, gak rugi deh aku keluar uang sejuta, hi hi hi"
Intan dan Dewi berjalan ke parkiran supermarket sambil mengobrol, mereka semakin dekat, memang bagaikan dua bersaudari.
Dewi "Kalau emang beneran bagus, tambahin atuh bu, he he he he, ini aku terima ya, terimakasih banyak"
(Cashback sepuluh kali lipat bayar akting Dewi, saldo rekening 250.026.700.000)
Intan "Sama-sama Wi, tenang aja besok aku beliin kamu rumah biar kita sekomplek, atau kalau perlu kamu pindah ke rumah ku aja, ada tiga kamar kosong di lantai tiga, gimana?"
Dewi "Waduh, kasihan ibuku, nanti beliau kesepian Bu, kami hanya tinggal berdua, kakak ku tinggal di luar negeri, ikut suaminya"
Intan "Kebetulan sekali, kenapa tidak ajak ibu pindah sekalian Wi, mau ya, mau"
Dewi "Aku harus bicarakan dulu masalah ini Bu, karena keputusan ada di tangan ibuku, sabar ya Bu"
Intan "Kedepan nya akan lebih mudah buat kita berkolaborasi jika kita serumah Wi.
Besok jalan dari rumah kamu habis shubuh Wi, kalau kamu jadi ikutan pindah ke rumahku, kita sekalian beli sembako buat selametan di rumah kamu juga.
Dan terakhir, panggil aku mba, kecuali nanti kalau kita di tempat kerja, kamu harus panggil ibu, he he he he"
Dewi "Siap Bu ....., eh, mbakyu..., ha ha ha"
Tukang parkir sudah siap sedia untuk memandu mobil Dewi keluar parkiran.
Intan "Oke deh, sampai ketemu lagi besok pagi, jangan lupa baca doa, biar selamat di perjalanan"
Dewi "Oke"
Ke esokan paginya
tok!
tok!
tok!
"Assalamu'alaikum mba Intan ....
ini aku, Dewi ... mba, buka pintunya, aku takut nih..."
kriek..... (suara pintu terbuka)
"Berisik!"
Bani muncul dari balik pintu sambil menaruh jari telunjuk nya di bibir.
Dewi mendengar suara Intan dari dapur "Masuk Wi, maaf aku lagi buat sarapan, duduk dulu, sebelum berangkat kita sarapan dulu ya"
Dewi "Adit belum bangun ya mba? tidur dimana dia? aku bantu buat sarapan biar cepat ya mba"
Intan mengangkat dagu dan mengarahkan ke kamar "Adit tidur dikamar, lagi di bangunin sama ayahnya, sini katanya kamu mau bantu mba"
Selesai sarapan pagi
Bani "Biasanya kantor pengacara buka sekitar jam 09.00, mangkanya Adit biar aku yang antar ke TK"
Intan "Terimakasih mas.
ini kartu nama pengacara yang Dewi kenal, beliau bernama Anita, mas hubungi dulu sebelum menemuinya.
Karena mas akan menjadi perwakilan dari perusahaan yang akan kita buat, sebelum ke kantor pengacara, sebaik nya mas ke butik langganan emak untuk membeli pakaian formal.
Dengan pakaian yang layak, menjadikan kita juga layak untuk mereka layani.
Mas hanya tinggal mengawasi pekerjaan Anita, biarkan semuanya diatur dan di kerjakan olehnya kecuali ada dokumen yang memang harus di persiapkan oleh kita.
Masalah keuangan pengurusan biarkan Anita menghubungi Dewi, karena emak mempercayakan dukungan finansial untuk perusahaan kita kepada Dewi sebelum perusahaan memiliki rekening sendiri.
Agar lebih efisien, sebaik nya mas membawa mobil Dewi, sebelum ada fasilitas dari perusahaan"
Intan langsung mengalihkan pandangan ke arah Dewi "Boleh kan Wi?"
Dewi "Oke"
(Misi otomatis terpicu, untuk terus mendapatkan cashback sepuluh kali lipat, Jadikan Bani CEO di perusahaan yang akan didirikan)
Pandangan Intan beralih kembali ke arah Bani "ini ... uang lima juta sebagai bayaran atau bisa dibilang tanda jadi dari emak, karena mas Bani sudah bersedia bekerjasama dengan aku dan Dewi
Mas ubah outfit terlebih dahulu agar terlihat layaknya CEO, cari referensi nya di gugel"
Bani "Kalau begitu... okelah, masalah gaji jangan lupa dipikirkan juga, sangat penting bagi keberlangsungan hidup"
Intan dan Dewi "Oke"
(Cashback sepuluh kali lipat bayar Bani, saldo rekening 250.076.700.000)
Intan "Gimana Wi? ibu Kamu setuju pindah ke rumahku yang dibelikan emak kan Wi?
Bani "Hei tunggu dulu Intan, kamu ngajak Dewi tinggal bersama kita tanpa persetujuan ku????
Bani terlihat emosi dan merasa tak dihargai sebagai kepala rumah tangga dirumahnya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments