"Apa kamu terkejut?
Seharusnya akulah yang terkejut, tapi karena aku tau semuanya, jadi besar kemungkinannya kamu adalah kacung dari nyonya ini"
Orang itu, entah siapa dia menunjuk Intan ketika mengucap kata nyonya.
(Misi otomatis terpicu, untuk terus mendapatkan cashback sepuluh kali lipat, cari tau informasi apa yang diketahui Zoel)
ketika menerima misi, Intan berkata dalam hatinya "Zoel? siapa Zoel? mungkinkah orang yang menyebalkan itu?"
Tak ada yang menanggapi ucapan yang dilontarkan oleh orang yang bernama Zoel, diapun semakin sewot.
"Hei Bani kenapa kamu diam saja?
Benar kan tebakan ku, kalau kamu itu hanya kacung!!"
Tepat saat itu, SPG datang beserta manajer dealer untuk mengurus pemberkasan.
"Paman, apakah dealer kita ini menerima kedatangan pengemis seperti dia, paman jangan terkecoh dengan penampilan nya, dia hanya seorang pengangguran kelas berat, tapi berlaga seperti seorang CEO saja, huh!"
Terlihat sang manajer yang dipanggil paman oleh Zoel bersikap menjadi salah tingkah dengan terburu buru dia menarik keponakan nya keluar kantor, sambil mengucapkan maaf dan membungkukkan sedikit badan nya.
"Maaf tuan dan nyonya, maafkan keponakan aku, dia akhir-akhir ini agak tertekan dengan pekerjaannya, aku antar dia keluar terlebih dahulu, mohon maaf sekali lagi"
Akhirnya orang yang berada dalam ruangan itu bisa bernafas lega.
Mendengar helaan nafas dari mereka, SPG langsung membungkukkan badan "Mohon maaf atas ketidak nyamanan yang dirasakan oleh tuan dan nyonya, kami akan menjamin tidak akan terjadi hal serupa"
Intan meminta SPG segera menginformasikan jumlah tagihan dan nomor rekening perusahaan, karena dia ingin berbicara empat mata dengan Zoel.
"Maaf mba, tolong sampaikan pada manajer, aku ingin berbicara empat mata dengan orang tadi setelah pembayaran selesai dan aku ingin mengendarai Alpradh saat keluar dari sini"
"Baik nyonya, silahkan tunggu sebentar, aku harus menemui manajer terlebih dahulu"
Sambil menunggu, Intan menerima pesan dari Dewi yang berisi tagihan sebesar 5 juta beserta nomor rekening perusahaan pelayanan perumahan dan satu lagi nomor rekening SPG yang melayani pembelian rumah mereka.
Intan langsung mentransfer sejumlah yang tertera ke rekening pelayanan perumahan, dan 10 juta ke rekening satu nya.
Tak menunggu lama, SPG datang lagi dengan membawa mesin EDC dan 6 buah kuitansi.
Karena mobil yang ingin dibeli Bani harus di impor terlebih dahulu dan memerlukan uang muka 50%.
"Aku transfer 265.600.000.000 untuk pembayaran dan DP mobil Rel Rice Boat trail, silahkan diperiksa kembali dan maaf aku merepotkan mba nya lagi, aku mau satu mobil Handa Bray, setelah aku bertemu empat mata dengan orang tadi aku akan bayar lunas.
Untuk melengkapi dokumen pada mobil, gunakan kartu identitas ibuku untuk TSujuki, kartu identitas suamiku untuk Rel Rice, dan kartu identitas kamu untuk Honda Bray"
(Cashback sepuluh kali lipat total bayar, saldo rekening 2.656.198.700.000)
Saat mendengar ucapan Intan tentang menggunakan kartu identitas nya untuk kepemilikan mobil Honda Bray serta notifikasi pembayaran yang telah sukses, SPG merasa tubuhnya melayang layang diantara Honda Bray dan uang bonus yang akan di terima nya dari penjualan yang sangat besar ini, bahkan dia sudah merencanakan hal hal apa saja yang akan di lakukan nya dan di beli nya.
Dia seolah olah melihat dunia yang sangat di idamkan nya, yaitu memiliki kekayaan tanpa batas.
Tanpa memperhatikan si mba SPG, Intan meminta kartu identitas ibunya Dewi dan kartu identitas Bani, karena penasaran dengan nama asli ibu nya Dewi Intan pun langsung membacanya.
"Oh ibu namanya Ratna? He he he maaf ibu saya malu buat nanyain langsung"
Seperti biasa, Ratna selalu menjawab dengan senyuman dan mengusap kepala Intan "Tak apa sayang"
Kini Intan beralih kepada mba SPG yang dilihatnya sedang bengong sambil senyum.
Intan hanya berkata dalam hatinya "Aku pun akan bersikap sama jika di posisi nya"
"Maaf Mba ....
Halo....
Mba....
Hai...."
Intan menghentikan lamunan nya dengan memanggil dan melambai-lambaikan tangan nya di depan muka si mba SPG namun sepertinya dia masih berada di dunia khayalan nya.
Pok!
Pok!
Pok!
Akhirnya Intan bertepuk tangan tepat di muka si mba SPG.
"Ah... Maaf ibu...
eh, nyonya...., ada yang bisa aku bantu?"
"Alhamdulillaah, begini mba, aku mau tau dimana aku bisa temui orang itu?"
Dengan wajah memerah karena malu, dia meminta Intan untuk mengikutinya.
Sebelum berjalan mengikuti si mba SPG, Intan memohon izin kepada Ratna dan suaminya dengan suara perlahan.
"Mas Bani, ibu, aku izin bertemu empat mata dengan orang yang menyebalkan tadi ya...
Aku harus mengetahui apa yang dia sembunyikan, karena sepertinya dia benci sekali dengan mas Bani"
Bani seperti nya tidak setuju dengan tindakan Intan, dia sudah sangat malas berurusan dengan orang-orang dari masa lalunya.
"Ah paling paling dia itu cari sensasi yang, tidak usah di gubris, dengan atau tanpa dia bicara, lama kelamaan bau bangkai pasti akan tercium juga"
"Mohon maaf mas, aku sangat penasaran dengan kejadian yang menimpa kamu di kantor sebelumnya, apalagi......
apalagi aku dan Adit yang terkena imbas nya mas.
Tolong ya mas, please izinin aku"
Rupanya Intan bersikeras dengan keinginan tahuan nya, tanpa Bani dan Ratna ketahui, itu adalah misi yang Intan dapat dari sistem.
Bani pun hanya menghela nafasnya "Baiklah, tapi kamu hati-hati dengan intrik tersembunyi dari nya"
Setelah mendapatkan izin dari Bani, Intan menoleh pada Ratna dengan mata puppies.
Ratna hanya bisa tersenyum melihat tingkah lucu ibunya Adit yang baru saja merasakan kasih sayang dari seorang ibu.
"Karena ibu belum faham permasalahan yang kalian hadapi, ibu hanya bisa memberikan izin setelah suami mu tadi memberikan izin nya juga, pergilah sayang, temui dia, cari tau apa yang ingin kamu ketahui, dan segeralah kembali, oke?"
Dengan wajah sumringah, Intan mencium kepala Adit dan sedikit mengacak-acak rambut nya.
Adit hanya bisa mengeluh "Ah.... ibu, apa apaan sih, rambut Adit jadi nya berantakan deh, nenek bisa Adit minta tolong rapihkan kembali?"
Intan masuk ke salah satu ruangan dimana Zoel sudah menantinya.
"Selamat siang pak Zoel, tanpa perlu basa basi lagi, aku hanya ingin menanyakan segala hal yang bapak ketahui tentang Bani"
Merasa mendapatkan durian runtuh, Zoel mulai bercerita tentang semua keburukan Bani, dengan harapan Zoel bisa membuat Bani dipecat lagi dari pekerjaan nya yang sekarang.
"Aku harap ibu segera memecat Bani, dia kerja gak pernah bener Bu, masa iya dia melecehkan teman satu divisi nya, bahkan dia hendak memperkosa teman nya tersebut"
Sambil menahan geram Intan pun lanjut bertanya "Apakah ada bukti kuat? Maksudnya hitam diatas putih, misal video CCTV?"
Sambil mengibaskan tangan kanannya Zoel kembali bersemangat menjelaskan"Halah, tanpa CCTV sudah terlihat jelas Bu, buktinya adalah semua orang yang berada di divisi tersebut, termasuk aku"
Intan jadi merasa aneh "aku minta nomor kontak teman yang akan dilecehkan nya itu, aku akan buktikan sendiri, karena tanpa bukti hitam diatas putih, sangat sulit mempercayai kebenaran nya, meskipun banyak saksi mata"
Seperti mendapatkan lampu hijau Zoel memberikan nomor kontak wanita tersebut yang bernama Ikey.
"Ini nomor kontak nya, ibu bisa tanyakan langsung kepada dia, namun aku beritahu, sepertinya ibu tidak akan mendapatkan jawaban jujur darinya, karena ada indikasi jika mereka melakukan nya atas dasar rasa suka sama suka"
"Baiklah, apa ada lagi yang perlu aku ketahui?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments