"Mari kita lanjut ke lantai dua melalui tangga saja ya ibu ...
Mari, silahkan....
Untuk tangga kami desain senyaman mungkin, tidak tinggi juga tidak rendah, lebar anak tangga juga demikian ...
Baiklah, ini dia lantai dua....
Seperti biasa di sebelah kiri kita ini adalah kamar mandi plus toilet dengan wastafel berada diluar.
Makanan yang dibuat oleh si bibi di dapur kotor akan dibawa ke dapur bersih, jika makanan sudah dingin bisa dihangatkan di microwave ini yang berbentuk seperti oven maupun di panci atau penggorengan.
Kulkas nya juga side by side loh Bu...., yaitu kulkas dua pintu bukaan ke kanan dan ke kiri ini .... ukuran yang di basemen maupun di sini itu sama besar, biar bisa nampung banyak makanan, dan gak perlu bolak balik ke supermarket.
Dan ini.... kamar tamu pertama dengan kamar mandi dalam, ukuran nya sama dengan kamar tamu kedua.
Depan kamar ini ruang keluarga dan sebelah nya meja makan, rumah ini mengusung tema open space, yaitu tidak menggunakan sekat kecuali kamar tidur dan toilet luar.
Gimana Bu? oke kan?"
Intan dan Dewi tidak menjawab, hanya mengangguk kepala dan mengacungkan jempol kanan dan kirinya ketikan mendengar penjelasan dari pegawai dan satu persatu istilah yang tidak dimengerti oleh Intan pun akhirnya terjawab.
Pegawai "Mari kita lanjut lagi Bu kelantai tiga.... atau mau langsung ke master bedroom? karena lantai tiga hanya ada kamar, kurang lebih sama dengan kamar tamu"
Intan "Kita langsung ke lantai empat saja mba, betis aku udah pegal-pegal"
Pegawai"Oke siap Bu, tapi maaf, kita turun lift ke lantai satu dulu ya.... kita akan menggunakan private lift yang kedua"
Dewi menjawab dengan mengacungkan jempol, sedangkan Intan hanya diam.
Ketika hendak masuk lift kedua Intan menghentikan langkahnya.
Intan "Kita sudahi sampai disini ya mba, nanti aku liat liat lagi setelah pindah kemari dan aku minta bantuan sama mba juga Dewi untuk membawa belanjaan yang ada di mobil.
Dewi, bawa aja kemari mobil nya biar tidak angkut ke mobil marketing"
Belanjaan sudah di taruh di ruang tamu, Intan dan Dewi kini berada di marketing office perumahan.
Intan"Wi, lunasi aja rumah nya"
Dewi tidak menjawab hanya menyatukan ujung jari jempol dan telunjuk nya membentuk tanda oke.
(Cashback sepuluh kali lipat pelunasan rumah, saldo rekening 250.011.100.000)
Intan "Habis ini kita lanjut ke pasar tradisional, kira kira keburu gak ya Wi? atau kita ke supermarket besar aja ya?"
Dewi "Kita liat situasi dan kondisi aja nanti ya Bu, namun dilihat dari waktu, sepertinya kita berburu sembako besok bu"
Intan "Baiklah, kita jemput Adit lalu pulang ke rumah kontrakanku Wi"
Dewi menjawab dengan tanda oke lagi.
Dalam perjalanan pulang, Dewi menjelaskan tentang istilah-istilah yang tidak dipahami Intan.
Intan pun menceritakan perihal keberuntungan yang didapatkannya dari seseorang yang menyebut dirinya Emak, tanpa menceritakan soal sistem cashback sepuluh kali lipat.
Sesaat sebelum tiba di TK An Nikmah untuk menjemput Adit, Intan meminta tolong kepada Dewi menjadi adik angkatnya dan mewakili emak untuk menjelaskan kepada Bani suaminya.
Dengan mengetuk ngetuk setir mobil jari telunjuk nya bergerak keatas dan kebawah.
tuk
tuk
tuk
Dewi "Hmmm, gimana ya, boleh aja sih, tapi ..."
Intan "Tenang saja Wi, akting mu tak kan ku sia sia kan, oke?"
Lagi lagi Dewi menjawab dengan tangan bertanda oke
Intan "Siip, turunkan aku sebentar di depan gang kecil itu, aku jemput Adit dulu ya"
Dewi "oke"
(Cashback sepuluh kali lipat bayar penitipan anak, saldo rekening 250.012.100.000)
Intan "Assalamu'alaikum tante Dewi, kenalin nih aku Adit..."
Intan menyodorkan tangan Adit ke arah Dewi, Dewi pun menggenggam tangan Adit, dan membiarkan Adit mencium tangan nya.
Dewi "Wa'alaikumsalaam keponakan nya tante Wi, ganteng banget ..., kelas berapa Adit?"
Adit "TK tante"
Dewi "Irit banget ngomong nya, siap siap ya, kita mau pulang, ayo Adit jangan lupa baca doanya ya"
Dewi hanya melihat Adit mengangguk kan kepalanya dan Dewi lanjut menjalankan mobilnya menuju parkiran supermarket tempat Intan memborong bahan pokok.
Intan "Masuk dulu ke supermarket ya Wi, kita beli rokok buat Bani dan cemilan buat suguhan saat kita ngobrol nanti, ayo Adit"
Dewi "Oke"
Kasir "Selamat datang di .... eh, ibu ... mau borong lagi ya?"
Intan "Tidak borong lagi mba, aku cuma mau beli teman ngobrol dan rokok buat suami.
Setelah mengambil berbagai macam camilan, tiga liter susu UHT dan berbagai minuman ringan, Intan membayar di kasir.
Intan "Di bagi tiga ya mba, buat aku satu, adikku satu dan satu lagi buat mba dan teman-teman"
Intan mengeluarkan uang yang ada di tas nya sejumlah 360.000.
Kasir "Alhamdulillaah, sering sering belanja di sini ya Bu, he he he he"
Intan mengikuti Dewi yang biasa hanya menjawab dengan tanda oke di lanjut dengan ucapan In Syaa Alloh.
(Cashback sepuluh kali lipat belanja di supermarket, saldo rekening 250.015.700.000)
Intan "Wi, mobil parkir di sini aja, kita jalan ke rumah ku"
Dewi "Oke" sambil memasukkan camilan yang dibelikan Intan ke dalam mobil.
Intan kembali mengeluarkan uang dari dompet nya sebesar 100.000 upah tukang parkir menjaga mobil Dewi.
(Cashback sepuluh kali lipat parkir, saldo rekening 250.016.700.000)
Dengan jantung yang berdebar debar, Intan mengajak masuk Dewi kedalam, untung nya Bani belum pulang, namun ketika Intan keluar dari dapur menuju ruang tamu, dilihat nya Bani sedang masuk ke rumah.
Bani "Hei, siapa kamu?"
Intan menaruh nampan yang berisi camilan, lalu dia menjawab pertanyaan Bani yang ditujukan kepada Dewi
"Dia Dewi mas, adik angkat aku, dia disuruh emak membawa aku tinggal di tempat yang telah emak belikan untuk kita dan kita di suruh emak untuk bekerjasama dengan Dewi membuat, membangun serta mengembangkan perusahaan agar menjadi yang terbesar.
Mas Bani pernah nanya aku dapat duit dari mana kan? Nah itu aku dapat transferan uang dari emak, beliau sudah menganggap aku seperti anak nya sendiri.
Ternyata sebelum emak pindah ke luar negeri, beliau ingin mengangkat saudara untuk Dewi lalu bertemu dengan ku ketika aku membeli buah untuk Adit, dan Dewi juga hanya anak angkat emak"
Setelah mendengarkan ucapan Intan, Bani menengok ke arah Dewi "Apa benar seperti itu?"
Dewi "Betul mas Bani, emak mempertemukan kami hari ini, karena emak sudah keluar negeri, aku disuruh jemput mba Intan di toko ponsel lalu mengajak mba Intan ke butik langganan emak setelah itu aku ajak melihat rumah pembelian emak untuk mba Intan.
Namun emak tak lupa menyuruh ku membeli kan ponsel untuk kalian berdua di toko ponsel sewaktu menjemput mba Intan.
Ini mas, silahkan dilihat, kalau punya mba Intan sudah aku kasihkan langsung tadi pas menjemput nya disana"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments