Bab 8

Intan tidak habis pikir, apakah Bani melupakan begitu saja percakapan mereka semalam, mulai dari Intan di jemput Dewi lalu dibelikan smartphone, beli banyak baju di butik yang berada di mall, hingga home tour rumah elit yang dibelikan emak.

"Bukankah kita telah membicarakan hal tersebut menjelang tidur, untuk efisiensi kerjasama, kita telah sepakat untuk membiarkan asisten pribadi ku menempati salah satu kamar di lantai tiga.

Apakah kamu lupa mas?"

Ketika Bani menjelajah kembali ingatan nya

"Apa!? .....

Apakah yang kamu maksud asisten pribadi mu itu adalah Dewi?"

Intan "Iyalah, emangnya siapa lagi?

Yang cocok memang hanya Dewi, dia cumlaude, jurusan manajemen perusahaan sama seperti kamu mas, hanya kamu bukan cumlaude, he he he he"

Intan pun memeluk Dewi dengan tangan kirinya

"Selain itu, Dewi adalah anak angkat emak, sama seperti aku, otomatis kami bersaudara, iya kan Wi?

Meskipun hanya saudara angkat, tapi berasa saudara kandung, iya gak sih Wi?"

Dewi"Tapi kalau mas Bani gak setuju, gak apa apa, karena emak mau belikan aku rumah, masih satu komplek dengan kalian kok"

"Mas Bani sudah setuju kok, dia hanya lupa saja, itu dia sekarang terdiam, mungkin sudah sembuh amnesianya" ucap Intan sambil mengangkat dagu nya ke arah Bani.

Bani "Seperti yang Intan katakan, aku menyetujui asisten pribadi Intan tinggal bersama kami di rumah yang telah emak belikan"

Intan "Tuh apa kataku Wi, mas Bani setuju ko...

kamu tenang aja ...

Sekarang kita hunting bareng sembako buat selametan, biar kita bisa pindahan di hari yang sama, oke?"

Dewi "Oke"

Dengan menggunakan taksi online, Intan dan Dewi pergi ke kantor cabang terbesar Bank ABC untuk menarik tunai sebelum menuju pasar tradisional.

(Cashback sepuluh kali lipat ongkos taksi, saldo rekening 249.781.700.000)

Setibanya di pasar ....

Intan berkata sambil berbisik ...

"Wi karena kita ingin membantu pedagang dengan membeli barang dagangan mereka, sudah di pastikan kita akan berkeliling dari satu toko ke toko lain.

Kita juga harus waspada terhadap copet, kamu kan pernah cerita kalau kamu pernah belajar beladiri, kamu masih sering mengasahnya kan?"

Dewi "Berdoa aja mba, biar kita dijauhkan dari musibah tersebut"

Intan "Aamiin"

Baru juga berkeliling beberapa toko, sudah ada orang yang mengawasi mereka berdua.

(Cashback sepuluh kali lipat beli sembako di lima toko 250.281.700.000)

Benar saja, ketika Intan lengah, orang yang mengawasi mereka langsung bergerak mengambil dengan paksa dompet yang Intan pakai untuk membayar belanjaan.

Spontan Intan dan Dewi berteriak

Copet !!

Jambret!!

Tolong!!

Tiba-tiba seorang pemuda berlari sekencang mungkin untuk mengejar orang yang diteriaki.

Sambil ikut berlari, Intan dan Dewi mengikuti pemuda tersebut dari belakang.

Memang masih rezeki mereka, alhamdulillaah, pemuda itu berhasil menangkap sang pencopet.

Dewi sudah kalang kabut jika memang dompet tersebut berhasil dibawa lari sang pencopet, berbeda dengan Intan yang tetap tenang, karena dia tau di rekening nya masih tersisa banyak sekali saldonya.

Hosh...

Hosh...

Hosh...

Dewi "Akhirnya .... hosh, kamu berhasil juga ... hosh, setelah 10 menit berlari ... hosh, terimakasih banyak ya mas muda .... hosh hosh"

(Misi otomatis terpicu, untuk terus mendapatkan cashback sepuluh kali lipat, rekrut mas muda dan pencopet menjadi karyawan)

Pemuda itu memberikan dompet yang diambil nya dari pencuri kepada Intan "Sama-sama Bu, dan ini dompet nya, silahkan di periksa dulu"

Sambil berusaha mengatur nafas nya agar stabil, Intan mengambil dompet yang diberikan oleh pemuda yang mengejar copet.

"hmmmmm huuuufh, hmmmm huuuufh, terimakasih banyak ya mas copet"

Intan lalu mengambil lima lembar untuk diberikan kepada pencopet.

Pemuda dan pencopet malah saling tatap, merasa ada yang janggal lalu merasa bingung.

"Ini ambil, upah kamu carikan mobil pick up buat angkut belanjaan ke dua alamat ini, nanti supir nya minta telpon nomor ini buat nego jasa antar nya, awas kamu jangan kabur ya.

Dan ini upah kamu mas muda, tolong kawal dia biar gak kabur ya mas, terimakasih banyak atas usahanya"

Intan membungkukkan sedikit badan nya ketika mengucapkan terimakasih.

Dengan tampang linglung dan bingung, si pemuda dan si pencopet mengambil upah mereka dan mengucapkan terimakasih secara bersamaan.

Intan "Semangat ya mas muda dan mas yang di pegang mas muda.

Oh ... kalau bisa mobil engkel aja yang gedean deh mas, belanjaan nya banyak, jadi takut gak muat kalau pick up biasa. Oke, fighting!"

(Cashback sepuluh kali lipat upah cari mobil angkut 250.291.700.000)

Dewi "Mba, kamu apa apaan sih, kok malah ngasih mereka kerjaan?"

Intan "Ya emang itu tujuan ku, mas muda ama mas itu tadi kan emang sepertinya kaga punya kerjaan yang layak, aku hanya sedikit memberikan kerja tambahan.

Jadinya, hari ini mereka dapat rezeki tambahan yang halal dan biar tambah berkah juga Wi"

Tidak hanya si pemuda, si pencopet dan Dewi saja yang bingung dengan sikap Intan, orang orang yang berada di TKP pun menatap aneh ke arah Intan.

Namun setelah Intan menjelaskan maksud dan tujuannya bersikap seperti itu, mereka malah mengucapkan terimakasih dalam hati masing-masing.

Dewi "Ayo kita hunting sembako lagi mba, nguber waktu nih"

Tiba tiba telpon Intan berdering.

kriing...

"Halo, dengan Bu Intan?"

"Betul pak"

"aku adalah pemilik mobil engkel yang akan ibu sewa, biaya pengiriman dua alamat dan angkut naik turun barang sebesar dua juta rupiah Bu"

"Baik pak, silahkan tunggu di parkiran pasar, telpon kembali aku ketika sudah tiba disana, dan suruh dua orang yang memesan engkel bapak menemui aku lagi, terimakasih pak"

"Siap ibu, sama-sama"

Baru saja Intan akan membayar belanjaan di toko pertama, telpon nya berdering kembali, tanpa banyak bicara Intan menyuruh mereka menemuinya di toko tersebut.

Setelah Intan membayar belanjaan nya, mereka pun sampai.

(Cashback sepuluh kali lipat belanja sembako, saldo rekening 250.471.700.000)

Intan "Bapak bisa membagi tim untuk mengangkat belanjaan di toko ini dan sepuluh toko yang lain ke mobil ini kuitansi pembayaran di toko-toko tersebut"

Kami masih harus berbelanja di toko lain, mas muda dan mas itu, ikut kami agar dapat menginformasikan kepada bapak toko tujuan selanjutnya"

Pemilik Mobil "Siap ibu"

Intan dan Dewi membuat heboh pasar, para pemilik warung sembako sangat menyesal karena tidak memiliki stok yang cukup untuk memenuhi apa yang ingin dibeli oleh Intan dan Dewi.

Namun mereka senang, semua stok barang yang ada di toko maupun di gudang habis terjual hari itu juga.

Tak pelak para penjual sayuran menjadi iri dan berharap dagangan nya juga di borong oleh Intan, tapi mereka hanya bisa gigit jari.

Intan memang membeli sayuran buah dan daging, tapi tidak memborong habis seperti sembako.

Tiga jam berlalu ...

Intan "Akhirnya selesai juga ya Wi"

Dewi "Iya mba"

(Cashback sepuluh kali lipat belanja lanjutan, saldo rekening 252.471.700.000)

Terpopuler

Comments

lyv.vee

lyv.vee

aku kurang suka sikap bani, agak gimana gitu

2023-04-09

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!