Curhat Dengan Ibu

" Tadi aku sedang bicara dengan mama tentang kita."

Satu pesan dari Erhan ini di baca Nisa berulang kali dalam perjalan pulang ke rumah. Saat ini Nisa sedang dalam perjalanan pulang bersama Alima dan abangnya. Waktu sudah menunjukkan dini hari saat Nisa sampai di Indonesia. Karena pesawat mengalami masalah dan harus mendarat darurat selama beberapa jam di Malaysia. Setelah itu barulah lanjut ke Indonesia. Dan Alhamdulillah Nisa bisa sampai di Indonesia dengan selamat.

Nisa mencerna pesan yang dikirimkan Erhan, 'Apakah Erhan sudah membicarakan semua yang terjadi kepada mamanya? Secepat itu kah?'

Nisa tak habis pikir apakah harus secepat ini?

Tanpa terasa mobil yang dikendarai kakak Nisa sudah sampai di depan rumahnnya. Ibu Aisyah yang sedang menjalankan sholat malam pun segera melihat siapa yang datang ke rumah malam-malam begini. Matanya membulat setelah tau siapa yang datang.Anak perempuannya yang katanya akan seminggu di Dubai ternyata yang datang.

Ibu Aisyah langsung membukakan pintu untuk anak-anaknya itu,karena khawatir terjadi sesuatu.

"Asslamualaikum"

Terdengar suara ceria menyapa dari luar, suara anak perempuannya yang sudah berhari-hari tidak di dengarnya.

"Wa'alaikum salam." jawaban salam dari dalam rumah terdengar.

Nisa langsung memeluk tubuh ibunya yang sudah tak muda lagi, dan menangis tersedu-sedu.

"Kenapa?" tanya ibu Aisyah yang bingung akan kelakuan anaknya itu.

"NIsa takut, bu."

"Takut kenapa?" Ibu Aisyah membawa anaknya masuk ke dalam rumah dan mendudukannya di kursi tamu.

"Tadi pesawat Nisa mengalami masalah bu, tapi untungnya si pilot segera ambil tindakan, dan mendarat darurat di bandara terdekat." kakak NIsa Arkan yang menjelaskan kepada sang ibu tentang kejadian yang di alami adiknya itu.

"Astaghfirullah hal adziim...." Ibu Aisyah langsung beristighfar mendengar keterangan dari Arkan.

"Mangkanya Nisa dari tadi menangis dalam perjalanan ke rumah." kata Arkan lagi.

"NIsa sebenarnya ingiin memberikan kejutan kepada Ayah dan Ibu, tapi malah begini." Kata NIsa yang masih sesenggukan.

"Sudah tidak apa-apa nak, yang penting kamu selamat sampai di rumah. Sekarang istirahatlah dulu. Suruh Alima tidur di sini dulu, kamar tamu sudah bersih. Kemarin ibu sudah ganti sepreinya." kata ,ibu Aisyah.

"Terima kasih bu, dan maaf sudah merepotkan" ujar Alima .

"Tidak apa-apa, kamu kan sudah ibu anggap anak sendiri. Sekarang klian berdua istirahatlah. Kamu bagaimana nak, apa juga menginap di sini atau pulang?" tanya iibu Aisyah kepada Arkan.

"Aku pulang aja bu, kasian Alina sama Alan kalau di tinggal. Tadi aku bilanng sama Alina kalau aku akan pulang setelah menjemput Adik." jawab Arkan.

"Ya sudah, pulanglah. Kasihan istrimu menunggu."

Setelah kepergian Arkan, NIsa, Alima dan Ibu menuju kamar mereka masing-masing. Hari ini adalah hari yang panjang, melelahkan dan medebarkan untuk Nisa dan Alima.

Pagi harinya Ibu Aisyah terlihat memasak banyak makanan. Pak Ibnu yang melihat banyak makanan di meja makan pun merasa heran.

"Tumben masak banyak, bu. Memangnya mau ada tamu?"

"Oh, iya. Ibu lupa bilang, Nisa sudah pulang yah tadi malam."

Pak ibnu terkejut mendengar kabar kedatangan putrinya itu.

" Bukankah NIsa akan pulang beberapa hari lagi bu?" Tanya pak Ibnu yang merasa bingung.

"Ibu sendiri bingung yah, kenapa anak itu tiiba-tiba pulang. Niatnya mau ngasih kita kejutan, eh malah terjadi insiden di perjalanan." kata Ibu Aisyah.

" Insiden apa bu?" tanya PAk Ibnu khawatir.

Akhirnya bu Aisyah menceritakan apa yang terjadi pada anaknya semalam.

" Astaghfirullahalazim...' Lagi-lagi Pak ibnu beristighfar sama dengan yang di lakukan bu Aisyah semalam

"Terus dimana anak itu sekarang bu?"

"MAsih tidur yah, kasihan semalam baru datang jam dua. Tapi tadi ibu lihat Nisa sudah menunaikan sholat subuh, mungkin dia tidur lagi. Alima juga menginap di sini kok."

"YA sudah kalau begitu, Ayah pergi kerja dulu. Nanti malam, kita ngobrol lagi." kata PAk Ibnu berpamitan kepada istrinya.

Nisa bangun pukul sembilan pagi, tubuhnya juga sedikit lebih baik dari semalam. Setelah membersihkan badan Nisa keluar kamar menuju ruang makan, dilihatnya sang ibu sedang nonton televisi di ruang keluarga bersama Alima. Alima yang juga baru bangun tidak langsung pulang karena menunggu sang tuang arumah sekaligus atasannya itu.

" Selamat pagi..." sapa Nisa kepada ibu dan Alima.

" Sudah bangun nak? Cepat sarapan dulu sana ibu sudah masak, makanan kesukaanmu." kata bu Aisyah.

"Ayo, ma. Makan dulu. Udah lapar nih." ajak Nisa kepada Alima.

" yuk."

Mereka berdua akhirnya sarapan yang kesiangan.

"Ma,,, haruskah aku menceritakan tentang Erhan kepada Ibu?" tanya Nisa di sela-sela makannya.

"Ya, ceritain aja Nis, lebih cepat lelbih baik. Andai ortumu tidak setuju, kamu ga lama-lama gantungin harapan dan perasaan seseorang." kata Alima bijak.

" Tadi malam Erhan mengirimi aku pesan, katanya dia sudah menceritakan tentang aku kepada mamanya."

" trus....?"

"Cuma itu doang, dia ga bilang apa-apa lagi. Katanya nanti dia akan menghubungiku, TApi aku lihat pagi ini dia belum ngirim chat apapun."

"Sibuk kali."

"Iya sih semalam dia bilang hari ini dia ada rapat dengan atasannya."

"YA udah, kakkmu ceritain aja sama ibu dulu. Nanti gimana pendapat ibu, ayah pasti ngikut. Bukannya laki-laki itu nurut sama wanita ya?" Alima terkekeh dengan perkataannnya barusan.

" kamu ini.'

Setelah makan Alima pamit pulang,karena dia sendiri merasa tidak enak berada di rumah temannya itu lama-lama. Dan memberikan waktu kepada Nisa untuk bercerita kepada sang ibu tentang Erhan.

Setelah kepergian Alima, NIsa duduk bersama di ruang keluarga bersama sang ibu. Sebelumnya dia mengambil kotak cincin pemberian Erhan dan memaskkanya ke dalam sakunya. Nisa menceritakan banyak hal kepada sang ibu tentang semua yang terjadi di acara event, tanpa menyebut nama Erhan. Dan sang ibu antusias mendengar cerita sang anak. Beliau sangat bangga kepada anak perempuannya itu. Selain menjadi runner up, gaun andalannya pun ada yang meminati.

"Bu...Nisa mau cerita sesuatu. Tapi ibu jangan marah yah?" Kata Nisa yang tiba-tiba serius.

"Ada apa siih kok kayaknya serius amat."kata bu Aisyah memicingkan matanya.

Akhirnya Nisa menceritakan tentang semua yang terjadi, mulai dari Nayra yang mendaftarkannya di situs perjodohan Online sampai pertemuannya dengan Erhan di Dubai. Seorang pria yang nekat ke Dubai demi menemuinya, dan ingin mengenalnya lebih jauh.

Ibu Aisyah mendengarkan secara seksama ccerita anaknya itu. Beliau tidak menyangka kalau anakknya yang anti laki-laki ini bisa mengenal dan dekat dengan seorang pria asing yang tidak di kenal sama sekali. Ibu Aisyah sempat berpikir setelah mendengar cerita Nisa, 'apa karena jodoh Nisa orang asing, karena itu dia gak mau di dekati pria produk lokal.'

"Jadi menurut ibu gimana?" pertanyaan Nisa membuyarkan lamunan ibu Aisyah

" gimana apanya?" tanya ibu bingung.

" Ih, ibu mah gitu kalo di ajak ngomong ngelamun." kata Nisa sedikit kesal.

" maaf nak? Kalau boleh tau seperti apa wajah calon mantu ibu?" goda ibu Aisyah.

" Ibu....." rengek Nisa.

"Mana ibu pengen lihat wajah atau foto cowok yang lagi dekat dengan anak ibu yang cantiknya naudubillah ini."

Dengan wajah di tekuk Nisa membuka galeri ponselnya dan menunjukkan foto Erhan yang sedang selfi dengan dirinya, walau tidak mesra tapi mereka terlihat dekat.

"Maasya'Allah... Ini mah ganteng banget nak...?" Ibu Aisyah berteriak histeris melihat foto Erhan yang sangat tampan itu. Lalu menggeser beberapa foto di ponsel Nisa. Sampapi di foto saat Nisa memperagakan gaun pengantinnya bersama Erhan.

" Ini kamu Nis, yang make baju pengantin?" tanya ibu Aisyah penasaran.

NIsa langsung ingin merebut ponselnnya dari sang ibu, tapi sang ibu dengan cekatan langsung menyembunyikannya.

" ibu...?"

"Ayo jelaskan dulu. Kalau ga di jelaskan ga bakal ibu kembalikan." kata ibu memaksa.

Akhirnya dengan terpaksa Nisa menceritakan kejadian yang terjadi saat itu.

"Trus apa lagi yang terjadi."

"Sebelum Erhan kembali ke Turki dia memberiku cincin ini,bu." Nisa mengambil cincin yang ada di sakunya dan menunjukkannya kepada sang ibu.

"Cantik banget cincinnya,Nis?" mata ibu terbelalak melihat cincin yang di tunjukkan Nisa." Trus apa lagi yang dia bilang.?" Tanya ibu penasaran

"Dia bilang, aku boleh memakainya jika Nisa mau jadi istrinya, bu. Dan dia akan datang ke Indonesia bersama mamanya untuk melamar Nisa."

Mata ibu Aisyah terblalak mendengar perkataan Nisa. "Yaa Allah.... Jika bener dia jodohmu, pantesan kamu selalu menolak produk lokal, lha wong jodohnya produk import." kata ibu Aisyah terkekeh.

"IBu.... Jangan bercanda dong." rengek Nisa.

"Ya terus ibu musti gimana donk."

"Nisa minta saran dari ibu,ini...."

"Ya, sudah...Nanti kita bicarakan dengan ayah dan abangmu. Kamu juga jangan lupa lakukan shalat istikharah.Jika dia jodohmu, maka sekeras apapun kami menolak, maka takdir itu akan menemukan jalannya. Percayalah pada takdir Allah." kata ibu Aisyah memberi nasehat.

"Sekarang yang harus kamu lakukan adalah melakukan sholat istikharah dan memantapkan hatimu." kata sang ibu.

Nisa hanya manggut-manggut mendengar nasehat dari sang ibu. Hingga dia mendengar suara notifikasi pesan terdengar. Nisa langsung melihat siapa yang mengiriminya pesan. Dan senyuman langsung tersungging di bibirnya.

"Siapa? PEmuda Turki itu?" tanya ibu Aisyah kepo.

Nisa mengangguk dan membuka pesannya.

📩 " Hai Nisa...apa kabar?"

📩" Aku mau kerja nih, minta semangatnya dari kamu. Karena hari ini ada rapat penting, doakan sukses yah?"

📩 " NAnti malam kita videa call ya? Aku ingin mellihat wajamu. Rindu rasanya tidak melihat wajahmu sehari saja.

Nisa yang membaca pesan dari Erhan tersenyum malu-malu karena masih ada ibu di dekatnya. Kemudian dia membalas pesannya.

✉️ " Hai juga... Kabar aku baik"

✉️ " Semangat kerjanya ya... Semoga semua pekerjaanmu diberi kelancaran. Aamiin"

✉️ " Oke nanti malam kita video call. Tapi please jangan gombal.'"

Pesan tidak terbalas, 'mungkin dia sedang kerja' pikir Nisa.

Ibu Aisyah melihat perubahan wajah Nisa yang senang dan malu-malu menandakan bahwa anaknya ini sudah mau ,menerima kehadiran seorang pria untuk mengisi hari-harinya.

Bersambung..

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

semoga mrk berjodoh ya thour, seneng bacanya

2024-06-15

2

🏠⃟ᵐᵒᵐરuyzz🤎𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ🍁🥑⃟❣️

🏠⃟ᵐᵒᵐરuyzz🤎𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ🍁🥑⃟❣️

hehehhehehe ibu ihhh

2024-06-03

1

Evi Rosmiawati

Evi Rosmiawati

ibu nisa kocak... suka bgt pas part ini

2024-05-24

3

lihat semua
Episodes
1 Anisa Humaira
2 Erhan Farhat
3 Perjodohan Online.
4 Penasaran
5 VC
6 Meminta Ijin
7 VC 2
8 Anak Nakal
9 Kejutan
10 Mengantar Ke Hotel
11 Pemeran Pengganti
12 Seperti Pengantin Betulan.
13 Rasa Bersalah
14 Bertemu Mama Aylin
15 Kejutan Tak Terduga
16 Perpisahan
17 Tidak Bisa Tidur
18 Kembali Bekerja
19 Curhat Dengan Mama
20 Curhat Dengan Ibu
21 Pendapat Keluarga
22 Kecurigaan Ayah dan Arkan
23 Perasaan Gelisah
24 Terbang Ke Indo
25 Pertemuan
26 MeRasa Bersalah
27 Bertemu Calon Mertua
28 Introgasi (Yang Sebenarnya)
29 Jalan - Jalan
30 Meyakinkan Diri
31 Yes
32 Kedatangan Mama Aylin
33 Acara Dadakan
34 Persiapan dan Kedatangan Dua Sahabat
35 Nasehat Dari Sahabat
36 Yes or No
37 Restu
38 Misi Mendekatkan Sahabat
39 Persiapan ke KUA
40 Persiapan Pernikahan
41 Sah
42 Belum Siap
43 Malam Pertama
44 Kepulangan Mama Aylin
45 Panggilan Sayang
46 Pamitan
47 Sore Yang Panas
48 Memboyong Istri.
49 Mengenalkan Istri
50 Kepergok
51 Mengunjungi Butik
52 Rencana Resepsi
53 Nyalon Bareng Mama
54 Masa Lalu Erhan
55 Buka Puasa
56 Gara-gara Erhan
57 Rahasia Nisa???
58 Bertemu Benazir
59 Rencana Terselubung Nisa
60 Memberi Pelajaran
61 Kemarahan Nisa
62 DPD
63 Insiden
64 Baik-baik Saja
65 Manja
66 Dua Bocah Tua
67 Kepulangan Erhan
68 Kedatangan Orang tua Shofi
69 Kedatangan Keluarga Nisa.
70 Ratu Di Rumah Ini
71 Kecurigaan Nisa
72 Kejutan Di Hari Pernikahan
73 Periksa Kehamilan
74 Keinginan Babby
75 Persiapan Tujuh Bulanan
76 Berkunjung Ke Panti
77 Pembeli Adalah Raja
78 Kontraksi
79 Welcome to The World Baby Boy
80 Vedat Murad Khan
81 Aku Yang Memimpin
82 Gara-gara Erhan ( 2 )
83 Twins
84 Produksi Bayi
85 Hot Daddy
86 Keinginan Nisa
87 Keputusan Ibu Negara
88 Pernikahan Alima dan Kemal
89 Dan Terjadi Lagi
90 Kelahiran Baby Twins
91 Promosi Novel
92 Baby Zaydan dan Baby Zoya
93 Happy Ending
94 Boncap 1
95 Bonchap 2
96 Cinta Kasih Sang Pewaris
97 Promosi Novel Baru
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Anisa Humaira
2
Erhan Farhat
3
Perjodohan Online.
4
Penasaran
5
VC
6
Meminta Ijin
7
VC 2
8
Anak Nakal
9
Kejutan
10
Mengantar Ke Hotel
11
Pemeran Pengganti
12
Seperti Pengantin Betulan.
13
Rasa Bersalah
14
Bertemu Mama Aylin
15
Kejutan Tak Terduga
16
Perpisahan
17
Tidak Bisa Tidur
18
Kembali Bekerja
19
Curhat Dengan Mama
20
Curhat Dengan Ibu
21
Pendapat Keluarga
22
Kecurigaan Ayah dan Arkan
23
Perasaan Gelisah
24
Terbang Ke Indo
25
Pertemuan
26
MeRasa Bersalah
27
Bertemu Calon Mertua
28
Introgasi (Yang Sebenarnya)
29
Jalan - Jalan
30
Meyakinkan Diri
31
Yes
32
Kedatangan Mama Aylin
33
Acara Dadakan
34
Persiapan dan Kedatangan Dua Sahabat
35
Nasehat Dari Sahabat
36
Yes or No
37
Restu
38
Misi Mendekatkan Sahabat
39
Persiapan ke KUA
40
Persiapan Pernikahan
41
Sah
42
Belum Siap
43
Malam Pertama
44
Kepulangan Mama Aylin
45
Panggilan Sayang
46
Pamitan
47
Sore Yang Panas
48
Memboyong Istri.
49
Mengenalkan Istri
50
Kepergok
51
Mengunjungi Butik
52
Rencana Resepsi
53
Nyalon Bareng Mama
54
Masa Lalu Erhan
55
Buka Puasa
56
Gara-gara Erhan
57
Rahasia Nisa???
58
Bertemu Benazir
59
Rencana Terselubung Nisa
60
Memberi Pelajaran
61
Kemarahan Nisa
62
DPD
63
Insiden
64
Baik-baik Saja
65
Manja
66
Dua Bocah Tua
67
Kepulangan Erhan
68
Kedatangan Orang tua Shofi
69
Kedatangan Keluarga Nisa.
70
Ratu Di Rumah Ini
71
Kecurigaan Nisa
72
Kejutan Di Hari Pernikahan
73
Periksa Kehamilan
74
Keinginan Babby
75
Persiapan Tujuh Bulanan
76
Berkunjung Ke Panti
77
Pembeli Adalah Raja
78
Kontraksi
79
Welcome to The World Baby Boy
80
Vedat Murad Khan
81
Aku Yang Memimpin
82
Gara-gara Erhan ( 2 )
83
Twins
84
Produksi Bayi
85
Hot Daddy
86
Keinginan Nisa
87
Keputusan Ibu Negara
88
Pernikahan Alima dan Kemal
89
Dan Terjadi Lagi
90
Kelahiran Baby Twins
91
Promosi Novel
92
Baby Zaydan dan Baby Zoya
93
Happy Ending
94
Boncap 1
95
Bonchap 2
96
Cinta Kasih Sang Pewaris
97
Promosi Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!