Yurika tengah duduk dengan perasan yang gelisah, ekspresi wajahnya menunjukkan perasaan kesal dan marah yang membuat Daniela heran melihat putri bungsunya.
"Kau kenapa, Yurika? Apa ada masalah?" Tanya Daniela dengan tangan yang mengoles selai kacang ke roti miliknya.
"Ini masalah kekasih ku." Jawab Daniela.
"Ada apa dengan kekasih mu? Apa kalian bertengkar?"
"Tidak, hanya saja kemarin aku melihatnya bersama dengan seorang wanita."
Yurika hanya bisa menundukkan kepalanya dengan perasaan yang sendu. "Sungguh? Mungkin itu saudaranya, apa kau pernah bertemu dengan keluarga kekasih mu?" tanya Daniela penasaran.
"Belum pernah."
"Harusnya kau berusaha untuk dekat dengan keluarga kekasih mu agar hubungan kalian bisa di restui." Daniela langsung memberikan masukan kepada Yurika, wanita itu nampak senang saat mendengar hal itu.
"Terimakasih atas masukannya, Ma. Sekarang aku mau ke kantor kekasih ku dulu."
"Ya sudah, hati-hati di jalan yah."
Setelah kepergian Yurika, Daniela langsung mengambil handphonenya ia belum mendapatkan kabar tentang Bianca.
Lalu Daniela pun langsung menelpon putri sulungnya hanya untuk sekedar mendapatkan kabar.
"Sayang, bagaimana kabarmu?"
"Mama, kabar ku sangat buruk."
"What! Bagaimana bisa, apa kau di lecehkan oleh majikan mu?"
"Tidak, tapi kaki ku terluka."
"Oh my God, putri kecil ku terluka. Bagaimana bisa, sekarang katakan siapa yang berani melukai kaki kecil putri ku! Aku akan mengulitinya hidup-hidup!"
"Hehehe... Aku terpeleset Ma, jadi gak ada yang melukai ku."
"Sungguh, kau tidak berbohong kan sama Mama?"
"Tentu saja tidak, mana mungkin aku berbohong."
"Baiklah aku percaya, jadi kapan kau pulang?"
"Aku sudah bilang, kalau aku gak mau pulang dan gak akan pulang. Mama lupa yah, aku ini sedang kabur."
"Kau ini, Mama sangat merindukanmu."
"Emm... Aku juga, tapi nanti setelah aku sukses aku pasti pulang."
"Bianca! Mau bagaimana kau sukses, kau hanya kerja jadi pembantu. Jika seperti itu kau bisa bekerja jadi pembantu di rumah Mama saja."
"Enggak mau, karena di tempat ku ini sangat istimewa dan aku akan pulang saat tujuan ku tercapai."
"Memangnya apa tujuan mu?"
"Meniduri majikan ku."
"Hah!? Bianca, awas yah kalau sampai kau-"
Tut.. Tut.. Tut..
Panggilan telpon pun langsung matikan oleh Bianca, Daniela hanya bisa menahan kekesalan terhadap sikap bodoh dan mesum putrinya.
"Anak itu, semakin hari semakin menjadi sikapnya. Aku heran dia memiliki sikap mesum seperti itu dari siapa?"
***
Samuel kini berada di kantor, ia masih memikirkan sosok Bianca yang membuatnya selalu senang dan marah di waktu bersamaan.
"Selamat pagi, sayang." Sapa Yurika yang tiba-tiba sudah berada di ruangan Samuel.
"Yurika? Kau sejak kapan ke sini?"
"Baru saja, kau sepertinya sedang sibuk. Apa aku mengganggu mu?"
"Tidak, jadi untuk apa kau ke sini?"
"Aku hanya merindukanmu."
Yurika berjalan mendekati Samuel, wanita itu mulai memeluk Samuel dari belakang. "Yurika hentikan!"
"Tidak mau, aku ingin memeluk mu seperti ini."
"Lepaskan, Yurika!!" Samuel membentak Yurika dengan nada rendah tapi mampu membuat Yurika takut.
"Aku tidak suka dengan wanita yang tidak menurut." Ucap Samuel yang membenarkan kemeja miliknya.
"Iya maafkan aku."
"Lain kali jangan ulangi lagi."
"Baik, sebenarnya aku ke sini untuk membahas hubungan kita."
Samuel menghela nafas, ia sangat bosan mendengar pembicaraan Yurika tentang hubungan mereka.
"Bagaimana jika kau mengenalkan pada keluarga mu? Yah, agar aku bisa lebih dekat dengan keluarga mu." Ucap Yurika dengan senyuman manis.
"Aku tidak memiliki orang tua."
"Ah, maaf aku tidak bermaksud." Yurika menundukkan kepalanya menyesal.
"Yurika, aku masih belum memikirkan tentang hubungan kita. Aku saat itu tidak ingat bagaimana bisa kita berakhir tidur bersama."
"Saat itu kau sangat mabuk jadi wajar jika kau tidak ingat."
"Emm.. Entahlah, sebaiknya kau pulang. Aku masih memiliki banyak pekerjaan!"
"Tapi, ada satu hal yang ingin ku tanyakan."
"Apa itu?"
"Kemarin aku melihat mu dengan seorang wanita, siapa dia?"
Samuel sudah menduga jika Yurika pasti akan menanyakan hal itu. "Dia sepupu ku."
"Sungguh? Bagaimana jika kau mengenalkannya kepada ku?"
"Sepupu ku orang sibuk dan dia bukan tipe orang yang suka gaul, tapi jika ada waktu aku akan mengenalkan kepada mu."
"Terimakasih, tapi aku melihat mu keluar dari rumah sakit. Siapa yang sakit?"
"Sepupu ku, kakinya terkilir."
Yurika tersenyum saat mendengar itu, entah kenapa di hatinya ada perasaan tidak suka meski Samuel mengatakan jika wanita itu adalah sepupunya.
"Bagaimana jika kita makan bersama?"
"Yurika-"
"Please."
"Baiklah, tapi setelah pekerjaan ku selesai."
"Aku akan setia menunggumu, sayang."
Setelah selesai menyelesaikan tugasnya, Samuel dan Yurika langsung pergi ke restoran terdekat. Di sepanjang jalan Yurika terus menggandeng tangan Samuel yang membuat nya menjadi pusat perhatian.
Karena Samuel adalah pria yang sangat tampan dan kaya raya, dan kini semua wanita akan sangat iri kepada Yurika yang mendapatkan sosok pria yang sangat sempurna seperti Samuel.
***
Bianca kini berbaring di atas ranjang, ia merasa sangat bosan dan hampa. Hingga terdengar suara bel berbunyi, dengan mata menyipit Bianca mulai bangkit dan berjalan secara perlahan.
"Orang gila mana sih yang bertamu di siang hari seperti ini!" Maki Bianca kesal.
Lalu tangannya membuka pintu, tapi mata Bianca tertuju pada sosok pria di depannya.
...Astaga, siapa pria tampan di depan ku ini...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Dul...😇
harus nya jam berapa thor bertamu nya, siang hari kok dibilang gila ya 🤔
2023-04-16
1
Dul...😇
membentak tapi nada nya rendah 🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔
2023-04-16
0
Tersiani Duni
Samuel ko nga tegas ya
2023-04-04
0