Bilang gak mau tapi nyatanya mau

Samuel tengah berada di ruang belajar miliknya, ia hanya bisa menghela nafas saat memikirkan tingkah laku Bianca. Tapi meski begitu ada perasaan senang di hati Samuel jika melihat sifat genit Bianca kepadanya.

"Tapi, jika dia seperti itu kepada ku. Apa dia juga bersikap seperti itu kepada orang lain?" Pertanyaan itu tiba-tiba keluar dari mulut Samuel, entah kenapa ekspresi nya langsung berubah.

Samuel langsung bangkit dari tempat duduknya, hari sudah mulai menjelang malam. Pria itu berjalan ke kamar Bianca yang ada di lantai 1, perlahan Samuel membuka pintu kamar Bianca dan rupanya wanita itu sudah terlelap dalam tidurnya.

Mata Samuel tidak bisa berkedip sama sekali saat melihat Bianca hanya menggunakan tang top berwarna putih yang longgar di tubuhnya, bahkan oppai milik wanita itu tidak tertutupi dengan sempurna.

"Apa wanita itu gila, bahkan ia tidak menggunakan BH." Pikir Samuel.

Samuel terus menatap pemandangan indah di depannya, tangannya seakan bergerak sendiri hingga tangannya berhenti tepat di atas oppai milik Bianca.

Samuel mulai duduk di samping Bianca, perlahan tangannya membuka tang top yang menghalangi. Kini Samuel bisa melihat secara langsung, perasaan takut, gugup dan nafsu bercampur menjadi satu.

"Jika aku menyentuhnya, apa dia akan bangun?" Pikir Samuel.

Oppai milik Bianca seakan memberikan tarikan pada wajah Samuel, pria itu dengan perlahan meremas keduanya. Ia mendengar suara pelan dari mulut Bianca tapi wanita itu sama sekali tidak membuka mata, merasa ada kesempatan Samuel.

Samuel langsung melahap secara perlahan, ia sangat menikmati rasa lembut dan kenyal oppai yang ada di dalam mulutnya. Tak lupa Samuel juga meninggalkan bekas tanda merah di leher dan dada milik Bianca.

Samuel tersenyum tipis, ia berpikir saat melihat Bianca yang sama sekali tidak bangun meski tubuhnya sudah ia sentuh.

"Tidak hanya berat dan merepotkan, tapi wanita ini tidurnya seperti orang mati." Gumam Samuel yang pergi meninggalkan kamar Bianca begitu saja.

Kini Bianca bangun dari tidurnya, ia melihat jam sudah pukul 08.00 WIB. Tapi Bianca merasa ada yang berbeda dari tubuhnya, wanita itu perlahan mengambil cermin kecil yang ada di atas meja.

Seketika mata Bianca langsung membulat semua, "Arg...."

Teriakkan Bianca terdengar sangat keras sampai ke ruang keluarga, Samuel yang mendengarnya hanya tersenyum tipis tanpa mau menghampiri wanita itu.

Bianca berjalan dengan kaki terpincang-pincang , wanita itu menghampiri Samuel dengan tatapan tajam.

"Tuan!" Panggil Bianca.

"Ada apa?" tanya Samuel dengan mata yang masih terpaku pada handphonenya.

"Jelaskan apa maksudnya ini?!" Bianca langsung memperlihatkan tanda merah yang dan di tubuhnya.

"Hah, mana ku tahu! Mungkin itu karena di gigit serangga."

"Aku juga bukan orang bodoh, Tuan sekarang mengaku lah jika kau yang melakukan hal itu semalam."

"Omong kosong, aku tidak selera melihat tubuh mu!"

"Bohong, bahkan semalam aku bermimpi kau melakukan hal itu kepada dada ku dan kini aku yakin jika itu bukan mimpi."

Flashback ke mimpi Bianca.

Bianca yang tengah tertidur merasakan perasaan geli, di dalam mimpinya ia melihat Samuel tengah memainkan oppai nya dengan sangat lembut.

Wanita itu menikmati setiap sentuhan yang ada di berikan oleh Samuel.

Flashback off.

Bianca kini menatap tajam ke arah Samuel, tapi pria itu nampak tenang dan memasang wajah tidak mengerti.

"Sekarang kau jujur!" Ucap Bianca dengan nada tinggi.

"Mana mungkin pria terhormat seperti ku melakukan hal itu, lagi pula aku tidak bernafsu melihat tubuhmu yang jelek itu."

"Ets.. Tuan, aku tahu kau yang melakukan hal itu pada malam tadi." Bianca berbicara dengan wajah yang serius.

Samuel terdiam dengan perasaan yang gugup, Bianca mulai berjalan dengan kaki yang pincang mendekati Samuel. Lalu wanita itu tiba-tiba duduk di paha Samuel dengan senyuman mesum dan licik.

"Tuan, jika kau menginginkannya katakan saja langsung kepada ku, jangan malu-malu sampai harus melakukannya secara sembunyi-sembunyi saat aku sedang tidur." Tangan Bianca mulai menari-nari di dada bidang Samuel.

"Bianca, apa yang kau lakukan turun dari paha ku!"

"Kau tidak menyukainya?"

"Tentu saja, pria mana yang suka di perlakukan seperti ini oleh seorang wanita." Jawab Samuel dengan tegas.

"Sungguh, lalu kenapa yang di bawah memiliki jawaban yang berbeda dengan mulutmu." Bisik Bianca yang membuat wajah Samuel langsung memerah sempurna.

"A..pa yang kau katakan, sebaiknya kau turun."

"Tuan jangan malu-malu, bagaimana jika kita memulainya dengan ciuman. Aku jamin ciuman ku akan membuatmu ketagihan," bisik Bianca.

Lalu Bianca mulai memonyongkan bibirnya hendak mencium bibir Samuel, tapi bukan sambutan dari bibir Samuel yang ia dapatkan. Tapi sebuah telapak tangan yang menghalangi wajah Bianca.

Kemudian tangan Samuel memegang kedua pipi Bianca, yang membuat bibirnya terhimpit oleh kedua sisi pipinya sendiri.

"Tuan kau ingin mencium ku, katakan saja. Aku akan melakukan yang terbaik untuk memuaskan mu." Ucap Bianca.

"Sebaiknya kau gosok gigi mu dulu," ucap Samuel yang melepaskan tangannya dari pipi Bianca. "Kau pagi-pagi dan bahkan belum mandi sama sekali ingin mencium ku, harusnya kau mandi dan gosok gigi dulu. Mulut mu itu sangat bau seperti tumpukan sampah! Cepat mandi!" Perintah Samuel langsung langsung mendorong pelan tubuh Bianca ke samping nya.

"Tuan, kau jahat sekali menghina ku. Lagi pula mulut ku tidak bau."

"Itu menurutmu, sekarang cepat mandi!"

"Mandiin." Rengek Bianca.

"Apa! Kau sudah besar mandi sendiri," jawab Samuel dengan pipi yang merona.

"Ah.. Mandiin, kaki ku masih sakit."

"Enggak, lagi pula kaki mu itu hanya terkilir bukan berdarah. Jadi mandi sendiri!"

"Ah... Ya udah gendong." Rengek Bianca seraya merentangkan kedua tangannya.

"Enggak! Jalan sendiri."

"Kaki ku sakit, aku tidak bisa jalan sendiri."

"Kau saja tadi bisa jalan dari kamar ke sini, jadi untuk apa ku gendong."

"Ah.. Itu karena tadi ada dorongan kuat dari nafsuku melihat mu jadi aku bisa jalan, tapi sekarang aku tidak bisa jalan lagi."

"Alasan, jalan sendiri."

"Enggak mau, gendong." Rengek Bianca seraya marah-marah.

"Oke oke, aku gendong."

Samuel pun langsung menggendong Bianca menuju kamar mandi, sesampainya di kamar mandi Samuel langsung mendudukkan Bianca di atas toilet.

Saat Samuel hendak pergi Bianca langsung menahan tangan pria itu.

"Mau kemana?"

"Tentu saja pergi."

"Enggak boleh, mandiin."

"BIANCA! Kau semakin hari membuat kau darah tinggi."

"Jika kau darah tinggi, aku bersedia menghisapnya hingga darah tinggi mu hilang. Jadi mau bagian mana ku hisap, apa bagian itu?!" Tunjuk Bianca ke arah benda pusaka milik Samuel.

Samuel yang kesal langsung mentoyor kepada Bianca dan pergi meninggalkan wanita itu begitu saja.

Terpopuler

Comments

🌸 Airyein 🌸

🌸 Airyein 🌸

Ternyata doyan. Sok2an denial 😭

2024-04-18

0

Ernadina 86

Ernadina 86

somplaaakk 😂😂😂

2023-03-29

0

Rizka Susanto

Rizka Susanto

mng rdok gesrek km itu bi...😅😆

2023-03-27

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan pertama yang membawa kesan buruk
2 Apa kau pikir aku seperti sebuah kotoran!
3 Kabur dari rumah berujung jadi pembantu
4 Terang-terangan menggoda
5 Calon suami Yurika
6 Terang-terangan menggoda 2
7 Teman munafik
8 Ada yang berdiri tegak tapi bukan keadilan
9 Menyita handphone
10 Terpeleset
11 Antara senang dan kesal
12 Gara-gara kemampuan abal-abal mu!
13 Bilang gak mau tapi nyatanya mau
14 Saran dari Daniela
15 Pelayan cantik
16 Berita besar dari Yurika
17 Tangisan Bianca
18 Apakah ini kencan kita?
19 Siapa wanita itu?
20 Kecewa
21 Ada yang berubah
22 Sedang tidak mood
23 Teman lama
24 Jangan menangis!
25 Ciuman
26 Mabuk
27 Mabuk 2
28 Rupanya itu bukan mimpi
29 Seperti hantu yang bergentayangan
30 Surat wasiat Samuel
31 Kenyataan yang menyakitkan
32 Kekasih Bianca
33 Makan malam
34 Amarah Samuel
35 Sakit tapi tak berdarah
36 Emosi Bianca yang meluap-luap
37 Menahan rasa malu
38 Rahasia Yurika
39 Di grebek
40 Tidak tahu terimakasih
41 Awal pertemuan Bianca dan Yurika
42 Mengusir secara terhormat
43 Klarifikasi
44 Penolakan keras
45 Menginginkan bukti
46 DP duluan
47 Menyamar
48 Pertemuan tak terduga
49 Ajakan makan malam
50 Apa yang kau dapatkan dari Yurika.
51 Kejutan di pagi hari yang cerah
52 Pukulan dari ayah mertua
53 Kunjungan ke rumah sakit
54 Hidup melarat
55 Hadiah
56 Tidak merestui
57 Bianca yang mesum
58 Merestui
59 Pergi ke orang tua Samuel
60 Jatuh sakit
61 Mengunjungi diam-diam
62 Pernikahan
63 Malam pertama
64 Setelah menikah
65 Di prank
66 Bulan madu
67 Penutup
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Pertemuan pertama yang membawa kesan buruk
2
Apa kau pikir aku seperti sebuah kotoran!
3
Kabur dari rumah berujung jadi pembantu
4
Terang-terangan menggoda
5
Calon suami Yurika
6
Terang-terangan menggoda 2
7
Teman munafik
8
Ada yang berdiri tegak tapi bukan keadilan
9
Menyita handphone
10
Terpeleset
11
Antara senang dan kesal
12
Gara-gara kemampuan abal-abal mu!
13
Bilang gak mau tapi nyatanya mau
14
Saran dari Daniela
15
Pelayan cantik
16
Berita besar dari Yurika
17
Tangisan Bianca
18
Apakah ini kencan kita?
19
Siapa wanita itu?
20
Kecewa
21
Ada yang berubah
22
Sedang tidak mood
23
Teman lama
24
Jangan menangis!
25
Ciuman
26
Mabuk
27
Mabuk 2
28
Rupanya itu bukan mimpi
29
Seperti hantu yang bergentayangan
30
Surat wasiat Samuel
31
Kenyataan yang menyakitkan
32
Kekasih Bianca
33
Makan malam
34
Amarah Samuel
35
Sakit tapi tak berdarah
36
Emosi Bianca yang meluap-luap
37
Menahan rasa malu
38
Rahasia Yurika
39
Di grebek
40
Tidak tahu terimakasih
41
Awal pertemuan Bianca dan Yurika
42
Mengusir secara terhormat
43
Klarifikasi
44
Penolakan keras
45
Menginginkan bukti
46
DP duluan
47
Menyamar
48
Pertemuan tak terduga
49
Ajakan makan malam
50
Apa yang kau dapatkan dari Yurika.
51
Kejutan di pagi hari yang cerah
52
Pukulan dari ayah mertua
53
Kunjungan ke rumah sakit
54
Hidup melarat
55
Hadiah
56
Tidak merestui
57
Bianca yang mesum
58
Merestui
59
Pergi ke orang tua Samuel
60
Jatuh sakit
61
Mengunjungi diam-diam
62
Pernikahan
63
Malam pertama
64
Setelah menikah
65
Di prank
66
Bulan madu
67
Penutup

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!