Bianca tengah berjalan-jalan dengan menggunakan sebuah baju kaos berwarna hitam dan celana pendek di atas lutut.
Samuel sengaja membelikan pakaian untuk Bianca karena wanita itu tidak menggunakan pakaian yang benar, tapi Bianca lebih memilih menggunakan pakaian pendek untuk keluar rumah.
Di sepanjang jalan wanita itu hanya menatap sinis ke arah pria yang melihat ke arahnya, hingga ia melihat teman-temannya yang sering ia ajak main ke klub malam.
"Hey, guys." Sapa Bianca, ia melihat 3 orang temannya tengah duduk di sebuah cafe.
Ketiganya memandang Bianca dari atas sampai bawah dengan tatapan aneh, lalu tak beberapa lama ketiganya tertawa bersamaan.
Bianca mengerutkan keningnya saat melihat ketiga temannya malah tertawa seperti itu.
"Bianca, kamu jadi gembel?" tanya Salsa.
"Hah? Maksud kalian apa sih? Enggak lah, mana mungkin aku jadi gembel." Bianca langsung mengelak hal itu karena memang kenyataannya dia bukan seorang gembel.
"Really? Tapi melihat tampilan mu sekarang kau mirip gembel, tapi ku dengar kau di usir yah dari rumah mau?" tanya Olivia dengan senyuman mengejek di wajahnya.
"Enggak kok, memang siapa yang bilang aku di usir dari rumah?" Bianca bingung karena setahu nya tidak ada yang tahu jika ia kabur dari rumah.
"Yurika yang bilang ke kita, dan sekarang kau jadi orang miskin. Kau pasti butuh uang kan, nih aku ada!" Olivia mengeluarkan uang di dompetnya dan melemparkannya ke wajah Bianca.
Bianca terdiam dengan ekspresi marah dan terkejut karena ia tidak menyangka jika teman-temannya malah memperlakukan nya seperti itu.
"Maksud mu apa? Ingat yah, kalian bertiga dulu suka ngemis-ngemis ke aku cuman di beliin barang-barang branded dan makan si restoran mewah! Dan tanpa aku, kalian itu enggak akan kenal orang-orang di kelas atas!" Bianca langsung memaki orang-orang munafik di depannya, ia sangat kecewa dengan sikap teman-teman nya yang dulu sangat baik kepadanya.
"Itu sih kamu nya aja yang bodoh, lagi pula kami bertiga itu emang gak pernah suka sama kamu, Bianca! Lagi pula jika bukan karena kamu kaya, emangnya ada yang mau temenan sama orang seperti mu! Udah bego, bodoh lagi." Novita langsung menghina Bianca yang di ikuti oleh tawa Salsa dan Olivia.
Bianca hanya bisa menahan amarahnya, lalu ia mengambil sebuah gelas dan menyiramkan isinya ke wajah Novita.
"Arg... Gila yah, dasar miskin!"
"Inget, siapa di sini yang miskin. Dan itu bukan aku tapi kalian bertiga, tanpa tahu rasa malu kalian meminta ini dan itu kepada ku, lalu setelah puas kalian menghina ku habis-habisan. Bahkan seekor anjing saja tahu namanya terimakasih saat di bantu, tapi kalian bertiga bahkan lebih rendah dari seekor anjing." Bianca dengan nada bicara sombong nya menghina ketiga orang di depannya, tangannya mulai di lipat di atas dada.
"Jangan belagu yah, kamu itu cuman anak pungut di keluarga Boenavista! Jadi jangan sombong." Celetuk Novita dengan senyuman mengejek.
"What? Aku anak pungut, aku ini anak sah dari keluarga Boenavista. Jadi kalian jangan asal ngomong!" Tunjuk Bianca yang tidak terima si sebut anak pungut.
"Denger yah Bianca, semua orang juga udah tahu kalau kamu itu cuman anak pungut dan anak sah dari Pak Simon dan Bu Daniela itu adalah Yurika!" Novita mengatakan itu dengan penuh kepuasan, ia ingin sekali melihat wajah Bianca yang malu karena identitas nya ia bongkar.
"What? Sejak kapan Yurika jadi anak sah, memangnya kau tahu informasi itu darimana?" Bianca merasa penasaran dengan orang yang menyebar berita hoax tentang dirinya.
"Yurika, dia mengatakan jika kau adalah anak pungut di keluarga Boenavista. Bahkan aku merasa kasihan kepada Yurika karena kau ia kehilangan kasih sayang kedua orang tuanya." Novita langsung mencela Bianca habis-habisan.
Tapi Bianca langsung tertawa saat mendengar hal itu, ia sudah menduga jika Yurika lah yang menyebarkan berita hoax tersebut. "Aku memang sudah menduga jika wanita itu yang menyebarkan berita hoax itu, tapi aku kasih tahu sekali lagi. Yang anak pungut itu bukanlah aku tapi Yurika, bahkan kami memiliki dokumen dimana ia tinggal dan siapa orang tuanya dulu. Sementara aku adalah anak sah dari keluarga Boenavista, aku bahkan tahu dan ingat saat Yurika di bawa ke rumah ku. Saat itu dia masih kecil dan tampilannya sangat kucel, tapi anehnya sekarang ia malah mengaku sebagai anak sah dari keluarga Boenavista. Lucu sekali!" Bianca tertawa saat membayangkan hal itu, ia tidak menyangka jika Yurika di belakangnya malah menyebarkan berita yang tidak benar.
Novita hanya diam, ia langsung melirik kedua temannya untuk segera pergi meninggalkan cafe tersebut.
Bianca kini berjalan dengan penuh rasa marah, ia sangat kesal dengan apa yang di katakan oleh Novita.
"Awas saja kau, Yurika."
***
Yurika kini berada di sebuah restoran, ia tengah menunggu kedatangan Samuel karena ia ada janji dengan pria itu.
"Sayang," sapa Yurika saat melihat Samuel datang.
Samuel langsung duduk di hadapan Yurika, perempuan itu tersenyum dengan lembut dan hangat. "Sayang, aku sudah memesan beberapa makanan untuk mu." Yurika langsung meminta pelayan untuk membawakan hidangan yang ia pesan.
"Emm.."
Samuel dan Yurika kini tengah makan bersama, Samuel masih penasaran dengan sosok Yurika dan apa yang di katakan oleh Bianca.
"Yurika." Panggil Samuel dengan tangan yang menyimpan alat makan miliknya.
"Iya, sayang?" Yurika tersenyum tipis, ia merasa jika Samuel kini sudah mulai membuka hatinya.
"Aku belum mengetahui latar belakang mu dan marga keluarga mu."
"Ah, itu..." Yurika mulai memutar-mutar bola matanya. "Aku anak dari keluarga Boenavista."
"Keluarga Boenavista? Bukankah anak dari keluarga Boenavista adalah Bianca Boenavista, semua orang sudah tahu tentang itu." Jawab Samuel.
"Sebenarnya Bianca itu adalah anak angkat dari keluarga Boenavista, tapi ia selalu mengatakan jika dirinya adalah anak sah dari keluarga itu. Dan karena aku menyayangi Bianca jadi aku tidak terlalu mempermasalahkan hal itu." Jawab Yurika dengan senyuman lembut berbalut ke senduan.
"Sungguh? Aku tidak menyangka jika kau orang yang baik hati dan memiliki hati yang bersih." Puji Samuel yang kembali melanjutkan makan siangnya.
"Sayang, kau terlalu memuji." Yurika tersenyum dengan pipi yang merona mendengar pujian dari Samuel.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Andariya 💖
yurika, kamu ini duri dalam daging😂😂😂😂
2024-05-31
1
🌸 Airyein 🌸
Udah tau Yurika aib. Kok masih mau di angkat jd anak sih. Ortu bianca nih bikin emosi jg ya
2024-04-18
2
Yulia Prihatin91
yurike liat aja Samuel blm brtindak
2023-07-12
0