Daniela tengah duduk, di depannya sudah ada Yurika dengan kepala yang menunduk.
"Ku dengar jika kau mengatakan kepada orang-orang bahwa Bianca adalah anak pungut, sementara kau adalah anak sah dari keluarga Boenavista?" Daniela menatap anak angkatnya yang telah ia urus salam 15 tahun.
"Tidak kok Ma, aku mana mungkin mengatakan hal itu."
"Aku harap kau berkata jujur, dan jangan sampai kau mengatakan hal seperti itu lagi."
"Tapi Ma, aku sungguh tidak mengatakan hal itu. Mungkin itu adalah fitnah dari orang lain yang ingin merusak hubungan keluarga kita."
"Iya, meski Bianca tidak terlalu dekat dengan kami. Tapi aku tidak suka pada orang yang menjelek-jelekkan putri kandung ku," ucap Daniela dengan tangan yang mengambil cangkir teh miliknya.
"Iya Ma, lagi pula mana mungkin aku menjelek-jelekkan nama Kakak. Aku sangat menyayanginya," ucap Yurika.
"Baguslah, lagi pula Bianca juga menyayangimu. Lalu bagaimana dengan pria itu, kapan dia akan datang ke sini untuk menentukan tanggal pernikahan?" Daniela langsung mengalihkan topik pembicaraan.
Mendengar hal itu Yurika nampak antusias untuk membahas Samuel.
"Aku sudah mengatakan hal itu, tapi kekasih ku tengah sibuk karena dia seorang pengusaha kaya raya. Jadi masih belum ada waktu untuk datang ke sini," jelas Yurika dengan senyuman di wajahnya.
"Siapa namanya? Jika dia seorang pengusaha, pastinya ayahmu mengenalnya."
"Namanya Samuel," jawab Yurika.
Daniela mengerutkan keningnya, ia merasa pernah mendengar nama itu tapi Daniela lupa lagi.
Tak beberapa lama Simon datang, ia baru saja pulang dari kantor, pria itu langsung mencium kening Daniela.
"Bagaimana kabar Bianca, apa kau sudah menghubungi nya?" Simon langsung menanyakan tentang kondisi Bianca karena tidak biasanya wanita itu tidak pulang selama beberapa hari.
"Sekarang Bianca bekerja sebagai pembantu." Daniela langsung mengatakan kondisi putri sulungnya.
"Apa?! Orang mana yang berani menjadikan putri ku sebagai pembantu?"
"Aku tidak tahu, dan Bianca sangat keras kepala. Tapi mungkin dia akan pulang saat Yurika menikah."
"Iya, aku khawatir dengan kondisi Bianca. Anak kita sangat polos, aku takut jika dia malah di manfaatkan oleh majikannya dan ah.. Aku tidak sanggup untuk membayangkan." Simon langsung memegang keningnya dan memijatnya dengan pelan.
Yurika hanya diam, ia tersenyum manis saat mendengar perkataan dari kedua orangtuanya tapi matanya menunjukkan hal yang berbeda.
***
Bianca kini tengah membersihkan apartemen milik Samuel, seperti biasa Bianca menggunakan pakaian pelayan yang ia beli. Meski Samuel sudah melarang keras tapi Bianca sangat keras kepala dan tetap menggunakan pakaian pelayan miliknya yang sangat seksi.
Bianca melihat ke sekeliling, ia tidak menemukan keberadaan Samuel sama sekali dengan langkah pelan Bianca berjalan menuju kamar Samuel, rupanya pria itu tengah terbaring di atas ranjang dengan hanya menggunakan celana pendek.
Bianca tersenyum mesum, ia mengintip dari celah pintu. "Gila, tubuhnya bagus banget." Bianca tidak bisa menahan air liurnya yang bahkan menetes saat melihat tubuh atletis milik Samuel.
Lalu Bianca mengeluarkan handphone miliknya untuk memfoto, tapi saat memfoto ia lupa untuk mematikan cahaya lampu kamera miliknya.
Bianca pun berbalik untuk menyeting pengaturan handphone dan saat ia kembali ingin mengintip, Samuel sudah berada di belakang Bianca dengan senyuman dan tangan yang mengepal.
Samuel langsung mentoyor kepala Bianca yang membuat wanita itu memegang kepalanya yang terasa sakit, Samuel pun langsung menyita handphone milik Bianca untuk melihat foto-foto yang wanita itu ambil.
"Tuan, aku hanya memfoto satu saja. Kembalikan handphone ku!"
"Tidak, malam ini handphone mu akan ku sita. Besok pagi aku akan kembalikan, anggap saja ini hukuman untuk pembantu yang nakal."
Samuel langsung menutup pintu kamar dengan kencang, Bianca yang kehilangan handphone hanya bisa marah-marah dengan menghentak-hentakan kakinya ke lantai.
Samuel mulai melihat handphone milik Bianca dan sangat kebetulan sekali jika handphone wanita itu tidak di kunci layar, Samuel langsung membuka isi galeri handphone milik Bianca.
Pria itu terdiam dengan perasaan yang tegang dan kacau, matanya terus fokus pada foto-foto seksi Bianca yang hanya menggunakan pakaian dalam saja.
Samuel terus melihat isi galeri Bianca, banyak foto-foto seksi wanita yang yang membuat Samuel tidak bisa mengalihkan pandangannya.
"Arg.. Apa yang kau lakukan!" Maki Samuel pada dirinya sendiri, ia langsung menyimpan handphone milik Bianca di atas meja.
Samuel mulai berbaring di atas ranjang, matanya mulai terpejam tapi pikirannya terus bertraveling.
Samuel mulai uring-uringan, ia tidak bisa menghilangkan foto-foto tubuh Bianca dari otaknya. Di tambah lagi benda pusaka miliknya mulai bangkit, hal itu membuat Samuel semakin frustasi.
"Sepertinya aku salah karena membuat wanita itu menjadi pembantu ku!"
Samuel langsung berjalan ke kamar mandi, ia terpaksa menuntaskan hasratnya dengan tangannya sendiri.
Setelah puas, Samuel keluar dari kamar mandi. Tapi meski begitu ia masih memikirkan perihal foto-foto Bianca yang menggunakan baju seksi, pria itu langsung mengambil handphone Bianca.
Meski ia tahu hal ini salah, tapi Samuel ingin melihat foto-foto Bianca yang lain.
Samuel kembali di buat terdiam dengan air liur yang hampir menetes saat melihat foto-foto seksi Bianca, bahkan ia melihat foto-foto Bianca yang hanya terbalut handuk.
"Apa wanita itu gila? Dia memiliki banyak foto seksi dirinya sendiri, bagaimana jika handphone nya di curi dan foto-foto nya malah di lihat oleh orang lain."
Di saat Samuel tengah melihat foto-foto Bianca, ia melihat foto Bianca dan juga keluarga.
Dan Samuel kini tahu jika Bianca dan Yurika memang bersaudara, tapi kenapa bisa Yurika tidak menyukai Bianca.
Samuel langsung menyimpan handphone milik Bianca, ia mulai memejamkan mata untuk bisa tertidur lelap. Meski pikirannya terus teringat pada Bianca terutama tubuhnya yang sangat seksi.
Sebuah senyuman muncul di wajah Samuel, entah kenapa ia tiba-tiba teringat dengan tingkah laku lucu Bianca yang selalu menggodanya setiap saat.
Meski Samuel selalu memarahi wanita itu, tapi di lubuk hatinya ia sangat senang melihat Bianca yang selalu menggodanya seperti itu.
Terdengar suara handphone milik Samuel berbunyi, pria itu langsung melihat siapa yang menelponnya di malam hari seperti ini.
"Ada apa, Yurika?"
"Aku sangat merindukanmu, apa aku mengganggu?"
"Aku ingin beristirahat, sebaiknya kau juga segera tidur."
"Iya sayang, aku sudah tidak sabar untuk menantikan pernikahan kita. Tadi orang tua ku menanyakan tentang mu dan kata mereka, kapan kau bisa datang ke sini untuk membahas tanggal pernikahan."
"Yurika, aku bersedia untuk menjadi kekasih mu tapi untuk menikah, sepertinya terlalu cepat."
"Tidak terlalu cepat, sayang. Lagi pula kita sudah mengenal 1 bulan lebih dan itu waktu yang cukup lama."
"Aku sangat lelah, aku tutup dulu."
Samuel langsung menutup panggilan dari Yurika, ia sangat malas jika membahas pernikahan dengan wanita itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
mustiarahman19 oland
/Smile//Smile/
2024-08-07
0
🌸 Airyein 🌸
Gila uper udh dipelihara selama 15thn. Yg bener aj? Rugi dong
2024-04-18
0
Yulia Prihatin91
yurike nih pengen digaruk spatula panas tuh kripiknya
😂😂😂
2023-07-12
0