Gara-gara kemampuan abal-abal mu!

Kini Samuel sudah berada di rumah sakit, ia langsung memeriksa keadaan Bianca kepada Dokter.

"Kaki pasien terkilir tapi sepertinya kakinya mendapatkan perawatan yang salah dan alhasil malah semakin parah." Jelas Dokter.

Bianca yang mendengar penjelasan Dokter langsung melihat ke arah Samuel dengan wajah yang kesal dan marah, sementara pria itu hanya memasang wajah pura-pura tidak tahu apapun.

"Tapi kakinya akan sembuh?"

"Tenang saja, kakinya akan sembuh hanya mungkin membutuhkan beberapa hari."

"Baguslah," ucap Samuel seraya menghela nafas.

Setelah itu Dokter langsung pergi untuk mempersiapkan perban dan obat anti nyeri untuk Bianca.

"Tuan, apa kau tidak dengar tadi yang di katakan Dokter!"

"Iya terus?"

"Ini semua salahmu, kau mengurut kaki ku dengan cara yang tidak benar. Dan bukannya sembuh sekarang kaki ku malah semakin bengkak!" Maki Bianca kesal.

Samuel hanya diam dan enggan menanggapi, lalu Dokter pun datang dan langsung mengobati Bianca.

Tak beberapa lama Dokter pun selesai mengobati kaki Bianca, "Dokter, apa aku harus di rawat inap?" tanya Bianca.

"Tidak perlu, lagi pula hanya terkilir jadi tidak perlu di rawat inap. Kau hanya perlu mengistirahatkan kaki mu sekitar 3 harian, dan jangan lupa mengkompres nya dengan es batu."

"Baik Dokter."

Setelah selesai di periksa dan di obati, Samuel langsung kembali menggendong Bianca ke dalam mobilnya.

Di sepanjang jalan Bianca terus mengomel kepada Samuel karena ulah pria itu kakinya malah semakin memburuk.

"Ini semua salahmu, Tuan. Kau so soan mengurut kaki ku dan alhasil malah semakin parah...."

"Diam Bianca, jika kau bicara satu kata lagi. Aku bersumpah akan menurunkan mu di sini!"

"Kau jahat, bagaimana bisa kau memiliki pemikiran untuk menurunkan wanita cantik yang tengah cedera seperti ku di tengah jalan!"

"Ya sudah diam!"

"Baiklah, tapi karena aku sakit. Kau harus merawat ku," ucap Bianca seraya memonyongkan bibirnya.

"Hah, merawat mu. Enggak!"

"Tapi Tuan, ini semua salahmu!"

"Kenapa malah jadi salah ku, semua itu salahmu jika kau tidak terpeleset mana mungkin jadi seperti ini."

"Enggak, ini semua salahmu. Jika kau tidak mengutak-atik kaki ku dengan kemampuan abal-abal mu itu. Kaki ku yang cantik ini tidak akan separah ini."

"Oke oke, ini salah ku. PUAS!?"

"Puas banget dong, jadi kau harus merawat ku seperti merawat seorang bayi."

"Kau sudah besar, untuk apa harus di rawat seperti itu. Lagi pula yang terkilir cuman kaki mu bukan tubuh mu, jadi jangan lebay!"

"Aku tidak lebay, tapi entah kenapa tubuh ku jadi ikut lemas. Seketika tubuh ku tidak berdaya sama sekali karena tidak ada topangan dari kaki ku ini, hiks... hiks.. hiks.." Bianca mulai membuat akting dramatis.

Samuel hanya bisa menghela nafas, lalu ia menepikan mobilnya di sebuah super market.

"Tuan, kau mau kemana?"

"Tentu saja membeli bahan makanan, setiap hari kerjaannya pesan makanan langsung jadi. Bisa-bisa uang ku habis oleh mu, bukannya punya pembantu meringankan kerjaan ini malah nambah kerjaan!" Omel Samuel yang langsung keluar dari mobil.

Bianca yang melihat kepergian Samuel hanya bisa memaki pria itu.

Di dalam supermarket, Samuel membeli banyak bahan makanan. Ia membeli daging ayam, daging sapi, sayuran dan buah-buahan untuk Bianca.

Setelah selesai membeli keperluan, Samuel langsung masuk ke dalam mobil. Tapi ia melihat mobil milik Yurika berada tidak jauh dari mobil miliknya.

Samuel langsung masuk ke dalam mobil dengan ekspresi yang serius, ia tidak ingin sampai Yurika tahu jika Bianca bekerja di rumahnya sebagai pembantu dan Samuel pun tidak mau jika Bianca tahu dirinya akan menikah dengan Yurika.

Bianca terheran-heran saat melihat jalanan yang bukan mengarah ke apartemen miliknya.

"Tuan, ini kemana?" tanya Bianca.

"Kau diam saja."

Mobil Samuel masuk ke dalam perumahan elit yang bahkan akses masuknya harus menggunakan kartu.

Samuel melihat ke arah belakang, ia melihat mobil Yurika tidak bisa masuk ke area perumahan karena area ini di larang di masuki oleh orang-orang yang tidak memiliki akses izin masuk.

Mobil Samuel berhenti di sebuah rumah yang cukup besar, Bianca terheran-heran saat melihat rumah di depannya.

"Ini rumah siapa?" tanya Bianca.

Samuel langsung membuka pintu rumah, lalu ia kembali lagi ke mobil untuk menggendong Bianca masuk ke dalam rumah.

"Tuan, ini rumah siapa?" Mata Bianca terus melihat isi rumah yang sangat rapi dan bersih.

"Tentu saja rumah ku," ucap Samuel yang langsung mendudukkan Bianca di atas sofa.

"Hah, rumah mu? Lalu jika kau memiliki rumah sebagus, serapi dan sebersih ini. Lalu kenapa kau malah meminta ku untuk membersihkan apartemen yang bahkan sangat kotor seperti gudang itu! Apa kau tahu, aku sangat kecapean saat membersihkannya." Omel Bianca yang sangat kesal karena ulah Samuel ia harus merasakan cape saat membersihkan apartemen yang sangat kotor itu.

"Sudahlah, anggap saja itu sebagai pelatihan untuk mu."

Samuel tanpa memperdulikan tatapan tajam dari Bianca pun langsung bergegas keluar untuk mengambil bahan makanan yang ada di dalam mobil.

"Tuan, aku sangat lelah." Ucap Bianca.

"Harusnya yang mengatakan kalimat itu adalah aku! Aku lelah sekali, baru pulang kerja harus menggendong mu dari apartemen menuju parkiran mobil. Apa kau kira tubuhmu itu ringan? Kau sangat berat!" Omel Samuel.

"Tubuh ku itu kecil tapi ini ku yang berat." Sekali lagi Bianca kemana menimang-nimang oppai miliknya di depan Samuel.

"Sekali lagi kau seperti itu, kau tidur di luar."

"Ih, Tuan kau jahat! Bagaimana jika aku di culik Om-Om nakal di luar sana? Apa kau ingin melihat pembantu mu di sentuh oleh pria lain."

"Terserah kau saja, kamar mu ada di sana. Kau jalan saja ke kamar itu!"

"Hah? Enggak mau, gendong." Rengek Bianca seraya merentangkan kedua tangannya.

"Bianca, kau itu berat! Aku lelah dari tadi terus menggendong mu."

"Sudah berapa kali aku bilang, aku itu gak berat. Tapi Oppai ku yang besar, jika kau tidak percaya kau bisa menyentuh dan menimang-nimang lalu memperkirakan berapa kilo oppai ku ini." Ucap Bianca dengan kedua tangan yang memegang oppai miliknya.

Samuel hanya bisa menghela nafas, baginya percuma memaki Bianca seperti itu karena d pikiran wanita itu hanyalah hal-hal mesum.

Terpopuler

Comments

aya wijaya

aya wijaya

kata ma2 Bianca,Bianca polos,,.
poloss dari mana coba kalo kelakuannya Bianca seperti ituu ...

2024-07-29

0

Yulia Prihatin91

Yulia Prihatin91

bianca bener2 deh

2023-07-12

0

Yanti Damay

Yanti Damay

etttdehhhh bianca

2023-03-21

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan pertama yang membawa kesan buruk
2 Apa kau pikir aku seperti sebuah kotoran!
3 Kabur dari rumah berujung jadi pembantu
4 Terang-terangan menggoda
5 Calon suami Yurika
6 Terang-terangan menggoda 2
7 Teman munafik
8 Ada yang berdiri tegak tapi bukan keadilan
9 Menyita handphone
10 Terpeleset
11 Antara senang dan kesal
12 Gara-gara kemampuan abal-abal mu!
13 Bilang gak mau tapi nyatanya mau
14 Saran dari Daniela
15 Pelayan cantik
16 Berita besar dari Yurika
17 Tangisan Bianca
18 Apakah ini kencan kita?
19 Siapa wanita itu?
20 Kecewa
21 Ada yang berubah
22 Sedang tidak mood
23 Teman lama
24 Jangan menangis!
25 Ciuman
26 Mabuk
27 Mabuk 2
28 Rupanya itu bukan mimpi
29 Seperti hantu yang bergentayangan
30 Surat wasiat Samuel
31 Kenyataan yang menyakitkan
32 Kekasih Bianca
33 Makan malam
34 Amarah Samuel
35 Sakit tapi tak berdarah
36 Emosi Bianca yang meluap-luap
37 Menahan rasa malu
38 Rahasia Yurika
39 Di grebek
40 Tidak tahu terimakasih
41 Awal pertemuan Bianca dan Yurika
42 Mengusir secara terhormat
43 Klarifikasi
44 Penolakan keras
45 Menginginkan bukti
46 DP duluan
47 Menyamar
48 Pertemuan tak terduga
49 Ajakan makan malam
50 Apa yang kau dapatkan dari Yurika.
51 Kejutan di pagi hari yang cerah
52 Pukulan dari ayah mertua
53 Kunjungan ke rumah sakit
54 Hidup melarat
55 Hadiah
56 Tidak merestui
57 Bianca yang mesum
58 Merestui
59 Pergi ke orang tua Samuel
60 Jatuh sakit
61 Mengunjungi diam-diam
62 Pernikahan
63 Malam pertama
64 Setelah menikah
65 Di prank
66 Bulan madu
67 Penutup
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Pertemuan pertama yang membawa kesan buruk
2
Apa kau pikir aku seperti sebuah kotoran!
3
Kabur dari rumah berujung jadi pembantu
4
Terang-terangan menggoda
5
Calon suami Yurika
6
Terang-terangan menggoda 2
7
Teman munafik
8
Ada yang berdiri tegak tapi bukan keadilan
9
Menyita handphone
10
Terpeleset
11
Antara senang dan kesal
12
Gara-gara kemampuan abal-abal mu!
13
Bilang gak mau tapi nyatanya mau
14
Saran dari Daniela
15
Pelayan cantik
16
Berita besar dari Yurika
17
Tangisan Bianca
18
Apakah ini kencan kita?
19
Siapa wanita itu?
20
Kecewa
21
Ada yang berubah
22
Sedang tidak mood
23
Teman lama
24
Jangan menangis!
25
Ciuman
26
Mabuk
27
Mabuk 2
28
Rupanya itu bukan mimpi
29
Seperti hantu yang bergentayangan
30
Surat wasiat Samuel
31
Kenyataan yang menyakitkan
32
Kekasih Bianca
33
Makan malam
34
Amarah Samuel
35
Sakit tapi tak berdarah
36
Emosi Bianca yang meluap-luap
37
Menahan rasa malu
38
Rahasia Yurika
39
Di grebek
40
Tidak tahu terimakasih
41
Awal pertemuan Bianca dan Yurika
42
Mengusir secara terhormat
43
Klarifikasi
44
Penolakan keras
45
Menginginkan bukti
46
DP duluan
47
Menyamar
48
Pertemuan tak terduga
49
Ajakan makan malam
50
Apa yang kau dapatkan dari Yurika.
51
Kejutan di pagi hari yang cerah
52
Pukulan dari ayah mertua
53
Kunjungan ke rumah sakit
54
Hidup melarat
55
Hadiah
56
Tidak merestui
57
Bianca yang mesum
58
Merestui
59
Pergi ke orang tua Samuel
60
Jatuh sakit
61
Mengunjungi diam-diam
62
Pernikahan
63
Malam pertama
64
Setelah menikah
65
Di prank
66
Bulan madu
67
Penutup

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!