Kabur dari rumah berujung jadi pembantu

Bianca dengan perasaan kesal dan marah langsung memasukkan pakaian-pakaian miliknya ke dalam koper, tak lupa ia juga membawa uang tunai yang sangat banyak.

"Uh.. Aku bosan tinggal di rumah yang isinya orang-orang idiot semua!" Pekik Bianca yang terus memasukkan barang-barang miliknya ke dalam koper.

Ia juga membawa kunci apartemen miliknya yang ada di pusat kota Jakarta, untuk saat ini Bianca memutuskan untuk kabur dari rumah ia sudah kesal dengan sikap kedua orangtuanya.

Keesokan harinya...

Moris dan Daniela tengah memakan sarapan milik mereka, begitu juga dengan Yurika. Lalu seorang pelayan datang menghampirinya untuk mengatakan jika Bianca akan kabur dari rumah.

Moris dan Daniela pun langsung bangkit untuk melihat putri sulungnya, mereka berdua terdiam saat melihat banyak pelayan tengah membawa beberapa koper besar milik Bianca.

"Bianca, apa yang kau lakukan?" tanya Daniela kepada putri sulungnya.

"Aku akan kabur dari rumah." Jawab Bianca tegas.

"Kau ingin kabur dari rumah dengan tampilan seperti ini?" Moris menatap Bianca dari atas sampai bawah, pakaian wanita itu sangat modis ia menggunakan dres berwarna putih dengan sebuah topik pantai di kepalanya dan sebuah kacamata hitam.

"Tentu saja dan aku akan kabur dari rumah."

"Baiklah jika seperti itu, tapi kau tidak boleh membawa barang-barang dari rumah ini." Moris langsung menyuruh pelayan untuk membawa kembali koper-koper milik Bianca.

"What? Gak bisa gitu dong, itu baju-baju ku!" Bianca langsung protes dengan melepas kacamata hitam miliknya.

"Tentu saja aku bisa melakukannya, karena semua yang kau bawa itu menggunakan uang ku. Jadi jika kau ingin kabur, kau bawalah baju yang kau pakai saja tanpa membawa kartu ATM ataupun yang lainnya!"

"What, ayah kau kejam sekali." Maki Bianca dengan tatapan mata yang tidak percaya.

"Terserah!"

Bianca yang kesal langsung kembali masuk ke dalam kamarnya, Moris dan Daniela tersenyum melihat tingkah laku Bianca yang sangat lucu bagi mereka.

"Kau ini selalu saja menjahili Bianca, kau lihat wajahnya? Dia pasti sangat marah." Daniela langsung mencubit perut suaminya.

"Aw.. Aw... Sakit, tapi biarkan saja. Anak itu terlalu di manja, lagi pula dia tidak akan berani kabur. Kau tahu, dia sering melakukan hal itu dan baru 1 hari kabur sudah kembali lagi ke rumah."

Moris dan Daniela nampak tertawa senang ketika membahas sikap Bianca yang menurut mereka sangat lucu.

Bianca kini berada di dalam kamar, ia tidak suka dengan sikap kedua orangtuanya. Kesal dengan hal itu Bianca langsung memutuskan untuk pergi dari rumah tanpa membawa apapun tapi ia membawa sebuah koper kecil miliknya.

Kini Bianca berjalan luntang-lantung ke sana ke sini tanpa arah dan tujuan, ia bingung harus kemana.

"Arg.. Bodoh, kenapa aku malah kabur." Rengek Bianca yang ingin menangis karena ia tidak memiliki uang sama sekali.

Lalu sebuah mobil berhenti tepat di sampingnya, kaca mobil penumpang pun terbuka menampilkan sosok pria tampan yang pernah Bianca temui.

"Tuan Samuel?"

"Apa yang sedang kau lakukan?" Samuel melihat Bianca dari atas sampai bawah.

"Emm.. Aku kabur dari rumah."

Samuel langsung mengerutkan keningnya saat mendengar jawaban dari Bianca, "Kabur? Jadi kemana tujuan mu sekarang?"

"Aku tidak memiliki tujuan, tapi Tuan Samuel apa kau bisa memberikan tumpangan?" Bianca langsung merengek dengan mata yang berkaca-kaca.

"Tidak!"

"Ayolah, jika kau tidak mau memberikan tumpangan. Aku akan masuk lewat kaca mobil," Bianca langsung memasukkan setelah tubuhnya lewat kaca mobil.

"Apa kau gila! Keluar!"

"Enggak mau!"

"Oke oke, aku akan memberikan tumpangan hanya tumpangan."

Bianca dengan senyum merekah langsung masuk ke dalam mobil Samuel, "Terimakasih Pak Samuel, anda memang orang baik."

selama di perjalanan Bianca mendekat ke arah Samuel, bahkan sangat dekat yang membuat pria itu marah-marah.

"Sebaiknya kau menjauh dari ku!"

"Tidak bisa, kau terlalu tampan untuk di jauhi. Tubuh ku ini terasa di tarik oleh data tarik mu."

Samuel hanya menghela nafas, sepertinya ini pilihan yang salah karena membiarkan wanita itu masuk ke dalam mobilnya.

"Jadi kau akan turun dimana?"

"Hah? Aku sudah katakan, aku tidak memiliki tempat tinggal sama sekali. Jadi aku tinggal di tempat mu yah."

"Apa? Kau gila yah, kita saja baru beberapa kali ketemu dan kau malah meminta tinggal di tempat ku."

"Ayolah, ku mohon." Rengek Bianca seraya memeluk tangan Samuel.

"Lepaskan, ku bilang tidak!"

"Please."

"Turun dari mobil ku sekarang!" Usir Samuel.

"Enggak mau, izinkan aku tinggal. Hiks... Hiks.. Hiks..."

Samuel hanya bisa menghela nafasnya seakan pasrah. "Oke, aku akan memberikan mu tumpangan untuk tinggal tapi aku membantu mu tidak gratis."

"Eh? Apa?"

"Iya, kau bisa bekerja sebagai pembantu di apartemen milik ku. Aku memiliki sebuah apartemen yang jarang di gunakan, tugas mu hanya membersihkannya dan menjaganya."

Tawaran yang di berikan oleh Samuel cukup menggiurkan, tanpa pikir panjang Bianca langsung setuju untuk menjadi pembantu di apartemen milik Samuel.

"Tapi berapa gaji ku?"

"Emm.. Mungkin 4 juta selama satu bulan."

"What? Hanya 4 juta, gaji macam apa itu kecil banget!" Bianca langsung menyipitkan matanya saat mendengar gaji yang ia dapatkan.

"Jika kau tidak mau ya sudah, kau bisa cari pekerjaan yang lain."

Bianca mulai melihat ke atas, ia kini sedang berpikir. "Oke oke, aku terima meski gaji nya kecil."

Lalu mobil yang di tumpangi oleh Bianca menuju sebuah kompleks apartemen yang sapi dan seperti sudah sangat lama.

"Dimana ini?" Bianca yang baru turun dari mobil merasa sangat merinding melihat keadaan apartemen milik Samuel yang sangat sepi.

"Ini tempat apartemen ku, dan ini kuncinya!"

"Tapi apa kau yakin? Tempat ini sangat menakutkan."

"Iya, aku sudah sering mencari pembantu untuk menjaga apartemen ku tapi semuanya menolak dan untungnya kau bersedia. Terimakasih yah." Samuel langsung tersenyum dan pergi begitu saja meninggalkan Bianca.

Dengan kaki gemetar Bianca berjalan masuk ke dalam apartemen, ia ingat jika kamar apartemen milik Samuel ada di nomor 405 di lantai 4.

Bianca melihat ke sekeliling dan sangat sepi, ia segera pergi ke lantai 4.

Sesampainya di lantai 4, Bianca bisa melihat kamar dengan nomo 405 tanpa pikir panjang wanita itu langsung masuk menggunakan kunci yang di berikan oleh Samuel.

Mata Bianca langsung melihat ke sekeliling, ruangan yang nampak sangat gelap dan sepertinya berdebu.

Tangannya mulai meraba-raba saklar lampu, dan saat lampu menyala, Bianca langsung terkejut saat melihat ruangan yang sangat berdebu dengan semua perabotan rumah yang di tutupi oleh kain putih.

"Arg... Apa-apaan ini!" Maki Bianca, ia merasa telah di tipu oleh Samuel.

Bagi Bianca ini bukanlah apartemen melainkan lebih mirip sebuah gudang penyimpanan.

Bianca langsung melihat semua perabotan yang masih sangat bagus, bahkan ada yang masih di bungkus oleh plastik.

Bianca langsung mencari alat penyedot debu yang pastinya ada di tempat ini, cukup lama mencari akhirnya Bianca menemukannya alat penyedot debu dan beberapa alat kebersihan yang masih komplit bahkan terlihat belum di gunakan sama sekali.

"Sialan, aku yang seorang wanita kaya harus melakukan pekerjaan seperti ini!"

Bianca langsung mengambil sebuah sapu untuk membersihkan debu-debu di di lantai, suara batuk terdengar dari Bianca.

Dengan perasaan kesal dan marah Bianca terus membersihkan semua bagian apartemen dari atas sampai bawah, hingga akhirnya tubuh Bianca tergeletak lemas di atas lantai.

Sebuah senyuman kepuasan terlihat di wajah Bianca saat melihat pemandangan apartemen yang kini sudah sangat bersih dan juga rapi.

"Sekarang kalian lihat, aku juga bisa membersihkan rumah!" Oceh Bianca yang ocehan itu ia tujuan untuk kedua orangtuanya.

Terpopuler

Comments

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

memasukkan setelah tubuhnya tu gimana? blm bisa bayangin aku 🤔

2024-08-12

0

Andariya 💖

Andariya 💖

wah..bianca ini kuga lincah juga

2024-05-31

0

🌸 Airyein 🌸

🌸 Airyein 🌸

Ngakak liat bianca 🤣🤣 tanang bi ntar juga pak samuel jd masa depan lu

2024-04-18

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan pertama yang membawa kesan buruk
2 Apa kau pikir aku seperti sebuah kotoran!
3 Kabur dari rumah berujung jadi pembantu
4 Terang-terangan menggoda
5 Calon suami Yurika
6 Terang-terangan menggoda 2
7 Teman munafik
8 Ada yang berdiri tegak tapi bukan keadilan
9 Menyita handphone
10 Terpeleset
11 Antara senang dan kesal
12 Gara-gara kemampuan abal-abal mu!
13 Bilang gak mau tapi nyatanya mau
14 Saran dari Daniela
15 Pelayan cantik
16 Berita besar dari Yurika
17 Tangisan Bianca
18 Apakah ini kencan kita?
19 Siapa wanita itu?
20 Kecewa
21 Ada yang berubah
22 Sedang tidak mood
23 Teman lama
24 Jangan menangis!
25 Ciuman
26 Mabuk
27 Mabuk 2
28 Rupanya itu bukan mimpi
29 Seperti hantu yang bergentayangan
30 Surat wasiat Samuel
31 Kenyataan yang menyakitkan
32 Kekasih Bianca
33 Makan malam
34 Amarah Samuel
35 Sakit tapi tak berdarah
36 Emosi Bianca yang meluap-luap
37 Menahan rasa malu
38 Rahasia Yurika
39 Di grebek
40 Tidak tahu terimakasih
41 Awal pertemuan Bianca dan Yurika
42 Mengusir secara terhormat
43 Klarifikasi
44 Penolakan keras
45 Menginginkan bukti
46 DP duluan
47 Menyamar
48 Pertemuan tak terduga
49 Ajakan makan malam
50 Apa yang kau dapatkan dari Yurika.
51 Kejutan di pagi hari yang cerah
52 Pukulan dari ayah mertua
53 Kunjungan ke rumah sakit
54 Hidup melarat
55 Hadiah
56 Tidak merestui
57 Bianca yang mesum
58 Merestui
59 Pergi ke orang tua Samuel
60 Jatuh sakit
61 Mengunjungi diam-diam
62 Pernikahan
63 Malam pertama
64 Setelah menikah
65 Di prank
66 Bulan madu
67 Penutup
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Pertemuan pertama yang membawa kesan buruk
2
Apa kau pikir aku seperti sebuah kotoran!
3
Kabur dari rumah berujung jadi pembantu
4
Terang-terangan menggoda
5
Calon suami Yurika
6
Terang-terangan menggoda 2
7
Teman munafik
8
Ada yang berdiri tegak tapi bukan keadilan
9
Menyita handphone
10
Terpeleset
11
Antara senang dan kesal
12
Gara-gara kemampuan abal-abal mu!
13
Bilang gak mau tapi nyatanya mau
14
Saran dari Daniela
15
Pelayan cantik
16
Berita besar dari Yurika
17
Tangisan Bianca
18
Apakah ini kencan kita?
19
Siapa wanita itu?
20
Kecewa
21
Ada yang berubah
22
Sedang tidak mood
23
Teman lama
24
Jangan menangis!
25
Ciuman
26
Mabuk
27
Mabuk 2
28
Rupanya itu bukan mimpi
29
Seperti hantu yang bergentayangan
30
Surat wasiat Samuel
31
Kenyataan yang menyakitkan
32
Kekasih Bianca
33
Makan malam
34
Amarah Samuel
35
Sakit tapi tak berdarah
36
Emosi Bianca yang meluap-luap
37
Menahan rasa malu
38
Rahasia Yurika
39
Di grebek
40
Tidak tahu terimakasih
41
Awal pertemuan Bianca dan Yurika
42
Mengusir secara terhormat
43
Klarifikasi
44
Penolakan keras
45
Menginginkan bukti
46
DP duluan
47
Menyamar
48
Pertemuan tak terduga
49
Ajakan makan malam
50
Apa yang kau dapatkan dari Yurika.
51
Kejutan di pagi hari yang cerah
52
Pukulan dari ayah mertua
53
Kunjungan ke rumah sakit
54
Hidup melarat
55
Hadiah
56
Tidak merestui
57
Bianca yang mesum
58
Merestui
59
Pergi ke orang tua Samuel
60
Jatuh sakit
61
Mengunjungi diam-diam
62
Pernikahan
63
Malam pertama
64
Setelah menikah
65
Di prank
66
Bulan madu
67
Penutup

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!