Terpeleset

Di pagi buta, Bianca sudah membuat kegaduhan ia terus mengetuk pintu kamar Samuel yang membuat pria itu harus terbangun dari tidurnya.

"Bianca, apa kau gila! Aku masih mengantuk dan ini masih pagi sekali tapi kau terus mengetuk pintu kamar ku." Omel Samuel dengan mata yang masih mengantuk.

"Mana handphone ku." Bianca langsung memajukan tangannya untuk meminta handphone nya kembali.

Samuel langsung menyuruh Bianca untuk masuk dan mengambil handphone nya di atas meja, sementara pria itu kembali ke atas ranjang untuk tidur.

Melihat Samuel yang tengah tertidur, Bianca tersenyum mesum. Perlahan kakinya berjalan ke arah Samuel, ia melihat pria itu tertidur dengan hanya menggunakan celana saja.

"Hehehe.." Tawa dan senyuman mesum Bianca terlihat jelas, ia mendekat dan duduk di samping Samuel.

Tangan rampingnya perlahan menyentuh dada bidang Samuel, tapi saat Bianca lengah Samuel langsung menarik tangan wanita itu dan menghimpit wajahnya di ketiak Samuel.

"Emm... Emm.. Emm..." Bianca memberontak ia merasa tidak bisa bernafas saat wajah d berada di ketiak Samuel.

Lalu Samuel langsung melepaskan Bianca, wanita itu segera mengambil nafas dalam-dalam. "Tuan, apa yang kau lakukan! Apa kau ingin aku mati."

"Itu salahmu, apa yang kau lakukan mencoba menyentuh dada ku."

Bianca tersenyum tanpa rasa bersalah, "Aku cuman ingin menyentuhnya saja, tidak lebih."

"Sebaiknya kau keluar, atau aku akan membuat mu mati kehabisan nafas." Ancam Samuel.

"Apa kau akan mencium ku sampai aku tidak bisa bernafas, aku bersedia Tuan." Bianca mendekati Samuel seraya memonyongkan kan bibirnya.

Tapi bukan sebuah ciuman yang Bianca dapatkan, Samuel langsung melempar wajah Bianca dengan sebuah bantal.

Bianca langsung menyipitkan matanya, ia segera keluar dari kamar Samuel. "Ih.. Punya majikan gak punya otak apa!" Omel Bianca.

Samuel yang berada di dalam kamar hanya bisa tertawa pelan, sikap dan ekspresi Bianca pagi tadi sangat lucu.

Bianca tengah berjalan seraya membawa handuk, wajahnya masih kesal dengan sikap Samuel kepadanya.

Kini Bianca tengah mandi dengan air dingin, di saat ia tengah membasuh seluruh tubuhnya. Tiba-tiba seekor kecoa terbang dan hinggap di tangan Bianca, seketika suara teriakan Bianca langsung terdengar keras hingga ke kamar Samuel.

Samuel yang mendengar suara teriakan Bianca langsung keluar dari kamar, ia segera bergegas ke arah kamar mandi.

"Bianca, ada apa?" tanya Samuel dengan tangan yang terus mengetuk pintu kamar mandi.

Bianca kembali berteriak dan hal itu malah membuat Samuel semakin panik, "Bianca, buka pintunya! Ada apa?"

Pintu kamar mandi pun terbuka, Bianca langsung lari dan memeluk Samuel. "Tuan, ada kecoa!" Rengek Bianca.

Tapi Samuel terdiam saat menyadari wanita di depannya tidak menggunakan apapun, Samuel langsung menutup matanya. "Tuan.." Rengek Bianca takut.

Lalu mata Bianca melihat ke wajah Samuel, pria itu malah menutup matanya. "Tuan, kenapa kau malah menutup mata?" tanya Bianca heran.

"Bianca, sebaiknya sebelum keluar gunakan handuk mu." Omel Samuel dengan mata yang tertutup, tapi meski begitu ia masih bisa merasakan kekenyalan oppai bilik Bianca.

Bianca yang sadar pun langsung menjerit dan membuat telinga Samuel sakit, "Tutup mulutmu Bianca, cepat gunakan handuk mu!" Omel Samuel.

"Tapi aku takut, di dalam ada kecoa."

Samuel dengan mata tertutup berjalan ke kamar mandi untuk mengambil handuk, setelah ia mengambilnya pria itu langsung melemparkan kepada Bianca.

Bianca dengan senyuman bodohnya langsung menggunakan handuk miliknya, "Tuan kau bisa buka mata, aku sudah selesai."

Samuel langsung membuka matanya, kini ia bisa melihat Bianca sudah di balut rapi menggunakan handuk.

"Kau ini, tubuhmu saja di gedein tapi sama kecoa saja takut." Samuel langsung memarahi Bianca tapi meski begitu, Samuel cukup senang karena ia bisa merasa dan melihat benda kenyal milik Bianca seutuhnya.

"Wajarlah, lagi pula kecoa itu menggelikan."

"Cepat pakai baju, dan pesan sarapan untuk ku."

Bianca langsung berjalan menuju kamarnya tapi tiba-tiba wanita itu terpeleset, Samuel yang melihat Bianca terpeleset langsung berjalan ke arah Bianca.

Nampak Bianca tengah menangis, "Ayo bangun, kenapa malah duduk!"

"Hiks.. Hiks.. Kaki ku sakit, gendong!" Pinta Bianca yang langsung mengangkat kedua tangannya.

Samuel hanya bisa menghela nafas, ia langsung menggendong Bianca dan membawa wanita itu ke kamarnya.

Ketika berada di kamar, Samuel langsung menurunkan tubuh Bianca di atas ranjang. "Apa sebenarnya yang kau makan, tubuh mu berat sekali." Ucap Samuel.

Bianca hanya memonyongkan bibirnya, "Tubuh ku kecil, mungkin ini ku yang berat." Jawab Bianca dengan kedua tangan yang memegang oppai miliknya.

Samuel kembali mentoyor kepala Bianca, "Kau ini!"

"Uh sakit, Tuan. Kaki sakit, bagaimana sekarang?"

"Tunggu sebentar," ucap Samuel, ia mengambil mengambil minyak urut.

Samuel langsung mengolesi kaki Bianca dan hendak mengurutnya, tapi belum juga di urut Bianca sudah menjerit-jerit tidak karuan.

"Ah.. Ah.. Tuan, sakit.. Tuan.."

Samuel menatap Bianca dengan jengkel, ia langsung melemparkan wanita itu dengan bantal.

"Aku belum juga menyentuh kaki mu tapi kau sudah menjerit-jerit, dan lagi jeritan mu itu bisa membuat orang lain salah paham." Omel Samuel kesal.

"Emm.. Mau bagaimana lagi, jeritan ku sangat merdu."

"Oh, baiklah kita lihat apa jeritan mu masih bisa semerdu tadi." Samuel tersenyum licik, Bianca langsung panik melihat senyuman di wajah Samuel.

"Apa yang akan kau... Arg..." Bianca berteriak kesakitan saat kakinya di urut dengan kasar dan kencang oleh Samuel, dan kini jeritan Bianca tidak terdengar merdu seperti tadi.

Terdengar suara isak tangis Bianca, "Sialan kau, kaki sangat sakit." Maki Bianca.

"Itu salahmu."

"Arg.. Hiks.. Hiks.. Tanggung jawab, kaki ku sekarang sepertinya patah." Rengek Bianca dengan mata yang berkaca-kaca.

"Mana mungkin patah." Jawab Samuel, lalu Samuel pun bangkit. "Kau istirahat saja di rumah, aku akan pergi ke kantor."

"Tapi aku belum makan, sekarang aku tidak bisa jalan."

Samuel pun mengambilkan cemilan dan minuman untuk Bianca, lalu pria itu memesan makanan untuk mereka berdua.

"Tuan, apa kau tega meninggalkan ku sendiri di kamar? Terlebih lagi aku sedang sakit."

"Aku akan pulang cepat, lagi pula nanti siang juga kaki mu akan sembuh."

"Emm.. Tapi Tuan, tolong ambilkan pakaian milik ku. Aku kedinginan hanya menggunakan handuk saja," pinta Bianca.

Samuel langsung mengambilkan pakaian Bianca dan melemparkannya ke Bianca, "Tuan, pakaian dalamnya juga." Pinta Bianca, Samuel dengan perasaan gugup membuka lemari pakaian.

Dengan tangan gemetar ia mengambil BH dan ****** ***** lalu melemparkannya ke Bianca.

"Tuan."

"Apa lagi, Bianca!!!" Jawab Samuel kesal.

"Kaki ku sakit, aku akan kesulitan menggunakan ini." Ucap Bianca dengan memperlihatkan ****** ********, "Apa kau bisa membantu ku?" pinta Bianca.

Terpopuler

Comments

𝐈𝐬𝐭𝐲

𝐈𝐬𝐭𝐲

astaga bianca🤣🤣🤣

2023-04-03

0

abu😻acii

abu😻acii

😂😂 lucu

2023-03-31

1

YuliaMile

YuliaMile

aahaaaaaa .... ngakak aku

2023-03-30

2

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan pertama yang membawa kesan buruk
2 Apa kau pikir aku seperti sebuah kotoran!
3 Kabur dari rumah berujung jadi pembantu
4 Terang-terangan menggoda
5 Calon suami Yurika
6 Terang-terangan menggoda 2
7 Teman munafik
8 Ada yang berdiri tegak tapi bukan keadilan
9 Menyita handphone
10 Terpeleset
11 Antara senang dan kesal
12 Gara-gara kemampuan abal-abal mu!
13 Bilang gak mau tapi nyatanya mau
14 Saran dari Daniela
15 Pelayan cantik
16 Berita besar dari Yurika
17 Tangisan Bianca
18 Apakah ini kencan kita?
19 Siapa wanita itu?
20 Kecewa
21 Ada yang berubah
22 Sedang tidak mood
23 Teman lama
24 Jangan menangis!
25 Ciuman
26 Mabuk
27 Mabuk 2
28 Rupanya itu bukan mimpi
29 Seperti hantu yang bergentayangan
30 Surat wasiat Samuel
31 Kenyataan yang menyakitkan
32 Kekasih Bianca
33 Makan malam
34 Amarah Samuel
35 Sakit tapi tak berdarah
36 Emosi Bianca yang meluap-luap
37 Menahan rasa malu
38 Rahasia Yurika
39 Di grebek
40 Tidak tahu terimakasih
41 Awal pertemuan Bianca dan Yurika
42 Mengusir secara terhormat
43 Klarifikasi
44 Penolakan keras
45 Menginginkan bukti
46 DP duluan
47 Menyamar
48 Pertemuan tak terduga
49 Ajakan makan malam
50 Apa yang kau dapatkan dari Yurika.
51 Kejutan di pagi hari yang cerah
52 Pukulan dari ayah mertua
53 Kunjungan ke rumah sakit
54 Hidup melarat
55 Hadiah
56 Tidak merestui
57 Bianca yang mesum
58 Merestui
59 Pergi ke orang tua Samuel
60 Jatuh sakit
61 Mengunjungi diam-diam
62 Pernikahan
63 Malam pertama
64 Setelah menikah
65 Di prank
66 Bulan madu
67 Penutup
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Pertemuan pertama yang membawa kesan buruk
2
Apa kau pikir aku seperti sebuah kotoran!
3
Kabur dari rumah berujung jadi pembantu
4
Terang-terangan menggoda
5
Calon suami Yurika
6
Terang-terangan menggoda 2
7
Teman munafik
8
Ada yang berdiri tegak tapi bukan keadilan
9
Menyita handphone
10
Terpeleset
11
Antara senang dan kesal
12
Gara-gara kemampuan abal-abal mu!
13
Bilang gak mau tapi nyatanya mau
14
Saran dari Daniela
15
Pelayan cantik
16
Berita besar dari Yurika
17
Tangisan Bianca
18
Apakah ini kencan kita?
19
Siapa wanita itu?
20
Kecewa
21
Ada yang berubah
22
Sedang tidak mood
23
Teman lama
24
Jangan menangis!
25
Ciuman
26
Mabuk
27
Mabuk 2
28
Rupanya itu bukan mimpi
29
Seperti hantu yang bergentayangan
30
Surat wasiat Samuel
31
Kenyataan yang menyakitkan
32
Kekasih Bianca
33
Makan malam
34
Amarah Samuel
35
Sakit tapi tak berdarah
36
Emosi Bianca yang meluap-luap
37
Menahan rasa malu
38
Rahasia Yurika
39
Di grebek
40
Tidak tahu terimakasih
41
Awal pertemuan Bianca dan Yurika
42
Mengusir secara terhormat
43
Klarifikasi
44
Penolakan keras
45
Menginginkan bukti
46
DP duluan
47
Menyamar
48
Pertemuan tak terduga
49
Ajakan makan malam
50
Apa yang kau dapatkan dari Yurika.
51
Kejutan di pagi hari yang cerah
52
Pukulan dari ayah mertua
53
Kunjungan ke rumah sakit
54
Hidup melarat
55
Hadiah
56
Tidak merestui
57
Bianca yang mesum
58
Merestui
59
Pergi ke orang tua Samuel
60
Jatuh sakit
61
Mengunjungi diam-diam
62
Pernikahan
63
Malam pertama
64
Setelah menikah
65
Di prank
66
Bulan madu
67
Penutup

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!