Bianca tersenyum tipis, ia melihat Samuel tengah melamun.
...Aku yakin jika Samuel tengah membayangkan ku...
Bianca mulai mendekati Samuel, ia memeluk tangan Samuel yang membuat pria itu terkejut saat merasakan benda kenyal dan empuk menempel di tangannya.
"Bianca, apa kau bisa diam!"
"Uh.. Tentu saja tidak."
Samuel langsung menarik tangannya dari Bianca, wanita itu hanya tersenyum bodoh dan mengambil handphone miliknya.
"Tuan, apa aku boleh minta tolong."
"Minta tolong apa?"
"Kau tahu, aku wanita yang cantik dan sangat kaya raya."
"Kaya raya? Jika kau kaya mana mungkin kau malah berakhir menjadi pembantu di tempat ku."
"Kan aku sudah bilang jika aku sekarang sedang kabur dari rumah."
"Kabur? Aku yakin lebih tepatnya di usir!"
"Tidak, seorang Bianca tidak akan pernah di usir. Aku kabur dari rumah."
"Iya yah, lalu kau ingin minta tolong apa?"
"Aku punya seorang tunangan dan aku ingin berpisah dengannya." Bianca merengek pada Samuel.
"Berpisah, kenapa?"
"Dia hanya menginginkan harta keluarga ku saja dan aku tidak mau!"
"Darimana kau tahu jika dia hanya menginginkan harta keluarga mu saja?"
"Dia mengakuinya sendiri, di tambah lagi dia sangat jelek!"
"Dan kau juga jelek," ucap Samuel.
"Dari segi mana nya aku jelek? Kau lihat, aku cantik dan body ku sangat indah. Aku yakin Tuan, di dalam hati kecil mu kau juga selalu memikirkan tubuh ku yang indah ini." Bianca tanpa rasa malu menyentuh bagian-bagian tubuhnya sendiri dan memamerkannya kepada Samuel.
Samuel langsung mentoyor kepada Bianca, "Di otakmu hanya ada hal mesum, lagi pula aku tidak tertarik dengan wanita yang sudah tidur dengan banyak pria." Ucap Samuel dengan senyuman merendahkan.
"Ets.. Tuan, aku masih perawan!"
"Sungguh? Dari tampilan mu sangat meragukan."
"Jika kau tidak percaya, kau bisa memeriksa nya." Bianca langsung naik dan duduk di atas paha Samuel yang membuat terkejut dan Joni nya langsung berdiri tegak.
"Bianca, apa yang kau lakukan!" Maki Samuel meski ia menikmatinya.
"Jika kau tidak suka, dorong saja." Ucap Bianca santai.
Samuel langsung mendorong tubuh Bianca dan tangannya tidak sengaja menyentuh oppai milik Bianca, wanita itu tersenyum mesum.
"Uh, Tuan ternyata kau juga menginginkan nya. Jangan malu-malu!"
"A..ku tidak menginginkannya, sebaiknya kau turun dari paha ku."
"Kenapa? Apa kau tidak menyukai ku? Aku cantik loh sangat cocok untuk di jadikan istri mu."
"Bianca, kau itu ku jadikan pembantu. Cepat kerjakan pekerjaan mu."
"Sudah ku kerjakan."
"Sungguh? Dan sebaiknya kau turun."
"Tidak mau! Aku ingin duduk di atas paha mu."
"Bianca, jangan buat aku menggunakan cara kasar!"
"Lakukan saja, aku tidak akan pernah turun!"
Samuel langsung bangkit dari tempat duduknya, tujuannya untuk membuat Bianca jatuh tapi wanita itu langsung memeluk Samuel dengan kuat.
"Hehehe.. Aku tidak jatuh kan." Ucap Bianca dengan kepala yang berada di dada bidang Samuel.
"Baiklah, kita tunggu berapa lama kau bertahan dengan posisi seperti itu!" Samuel tersenyum saat melihat Bianca menggelantung di tubuhnya seperti seekor kera.
Bianca yang sudah tidak kuat menopang tubuhnya pun memilih mengencangkan pegangannya pada leher Samuel yang membuat pria itu tercekik.
"Bianca, lepaskan leher ku sakit."
"Tidak mau!" Teriak Bianca.
Samuel yang tidak kuat menopang tubuh Bianca pun langsung terjatuh ke depan yang membuatnya kini berada di atas tubuh Bianca. Tangan Bianca masih memeluk erat leher Samuel, "Uh.. Punggung ku sakit." Rengek Bianca.
"Itu salahmu, lepaskan tanganmu!"
"Enggak mau." Lalu Bianca membuka matanya ia mulai menyadari posisinya dengan Samuel. "Tuan, kenapa kau sangat buru-buru ingin meniduri ku." Goda Bianca.
"Siapa yang ingin meniduri mu, cepat lepaskan."
Bianca hanya tersenyum, ia malah menarik kepala Samuel dan mendekatkannya ke dadanya yang membuat wajah Samuel memerah dan Joni miliknya berada di puncak mode on.
"Tuan!" Bianca menarik wajah Samuel yang terlihat sangat menikmati oppai milik Bianca.
"Apa kau tidak merasa bernafsu melihat ku?"
"Tentu saja tidak," jawab Samuel bohong.
Bianca segera melepaskan Samuel dan mendorong pria itu jauh dari tubuhnya.
"Ada apa denganmu, tadi kau menarik ku sekarang kau mendorong ku!"
"Sekarang aku sudah tahu, jika kau adalah pria impoten." Teriak Bianca yang membuat Samuel semakin kesal.
Pria itu langsung mentoyor kepada Bianca yang membuat Bianca memonyongkan bibirnya.
"Aku pria normal dan tidak impoten." Samuel langsung bangkit dan merapikan pakaiannya, "Bianca, sebaiknya kau cepat beli makanan atau buat makanan. Aku sangat lapar," ucap Samuel yang langsung duduk di atas sofa.
"Aku sudah membelinya tadi dan makanan nya masih hangat."
Bianca langsung bangkit dan pergi ke dapur, ia segera menyiapkan makanan yang tadi ia beli di atas meja. Setelah itu Bianca langsung memanggil Samuel untuk makan.
Bianca tersenyum dan duduk di hadapan Samuel, pria itu menyunggingkan ujung bibirnya. Sikap dan perilaku Bianca sangat bar bar dan juga mesum tapi entah kenapa Samuel sangat menyukai sikap Bianca.
"Bianca, mau sampai kapan kau melihat ku makan."
"Em.. Entahlah, kau sangat tampan dan mata ku tidak bisa berpaling untuk melihat mu."
"Apa di otakmu hanya ada pikiran seperti itu?"
"Iya."
Samuel kini selesai makan, ia langsung menyuruh Bianca untuk membersihkan piring kotor sisa makannya.
Samuel yang tengah memainkan handphone miliknya, melihat pesan yang di kirim oleh Yurika.
"Sayang, apa kau ada waktu?"
Dengan cepat Samuel membalas pesan dari Yurika.
"Entahlah, memangnya ada apa?"
"Aku ingin mengajakmu untuk makan malam di restoran, ya untuk sekedar pendekatan biar kita lebih saling kenal."
Dengan rasa malas Samuel langsung menolak ajakan Yurika.
Kini tatapan mata Samuel masih tertuju pada sosok Bianca, wanita itu nampak tengah bernyanyi riang yang membuat Samuel ingin tertawa melihatnya.
Hari sudah mulai menjelang malam, Samuel langsung buru-buru masuk ke kamarnya untuk beristirahat.
Bianca yang masih belum tidur pun langsung keluar kamar, malam ini ia ada janji dengan temannya untuk pergi ke klub malam tapi Bianca tidak bilang pada Samuel.
Bianca kini sudah menggunakan dres berwarna hitam dengan belahan yang cukup terbuka dan sangat membuat bentuk tubuh Bianca terlihat jelas.
Di saat Bianca hendak membuka pintu keluar, suara batuk Samuel langsung membuka Bianca mematung.
"Mau kemana kau?" tanya Samuel yang kini hanya menggunakan piyama tidur.
Bianca langsung berbalik melihat ke arah Samuel, "Anu.. Aku mau pergi ke rumah teman."
"Kau ingin pergi ke rumah teman mu dengan pakaian yang seperti itu?"
"Iya," jawab Bianca gugup.
"Dan di tengah malam seperti ini?"
"Ah iya, karena saat siang aku sibuk bekerja."
"Apa kau kira aku bodoh! Cepat masuk ke dalam kamar."
"Tapi-"
"Tidak ada tapi-tapian!" Samuel langsung menarik tangan Bianca dan membawanya masuk ke dalam kamar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
🌸 Airyein 🌸
Nah seret aja. Tuman ini mah 🤣🤣
2024-04-18
0
Metro Kdw
🤣🤣🤣
2023-10-31
0
Yulia Prihatin91
art elit
😂😂😂😂
2023-07-12
0