Terang-terangan menggoda 2

Bianca tersenyum tipis, ia melihat Samuel tengah melamun.

...Aku yakin jika Samuel tengah membayangkan ku...

Bianca mulai mendekati Samuel, ia memeluk tangan Samuel yang membuat pria itu terkejut saat merasakan benda kenyal dan empuk menempel di tangannya.

"Bianca, apa kau bisa diam!"

"Uh.. Tentu saja tidak."

Samuel langsung menarik tangannya dari Bianca, wanita itu hanya tersenyum bodoh dan mengambil handphone miliknya.

"Tuan, apa aku boleh minta tolong."

"Minta tolong apa?"

"Kau tahu, aku wanita yang cantik dan sangat kaya raya."

"Kaya raya? Jika kau kaya mana mungkin kau malah berakhir menjadi pembantu di tempat ku."

"Kan aku sudah bilang jika aku sekarang sedang kabur dari rumah."

"Kabur? Aku yakin lebih tepatnya di usir!"

"Tidak, seorang Bianca tidak akan pernah di usir. Aku kabur dari rumah."

"Iya yah, lalu kau ingin minta tolong apa?"

"Aku punya seorang tunangan dan aku ingin berpisah dengannya." Bianca merengek pada Samuel.

"Berpisah, kenapa?"

"Dia hanya menginginkan harta keluarga ku saja dan aku tidak mau!"

"Darimana kau tahu jika dia hanya menginginkan harta keluarga mu saja?"

"Dia mengakuinya sendiri, di tambah lagi dia sangat jelek!"

"Dan kau juga jelek," ucap Samuel.

"Dari segi mana nya aku jelek? Kau lihat, aku cantik dan body ku sangat indah. Aku yakin Tuan, di dalam hati kecil mu kau juga selalu memikirkan tubuh ku yang indah ini." Bianca tanpa rasa malu menyentuh bagian-bagian tubuhnya sendiri dan memamerkannya kepada Samuel.

Samuel langsung mentoyor kepada Bianca, "Di otakmu hanya ada hal mesum, lagi pula aku tidak tertarik dengan wanita yang sudah tidur dengan banyak pria." Ucap Samuel dengan senyuman merendahkan.

"Ets.. Tuan, aku masih perawan!"

"Sungguh? Dari tampilan mu sangat meragukan."

"Jika kau tidak percaya, kau bisa memeriksa nya." Bianca langsung naik dan duduk di atas paha Samuel yang membuat terkejut dan Joni nya langsung berdiri tegak.

"Bianca, apa yang kau lakukan!" Maki Samuel meski ia menikmatinya.

"Jika kau tidak suka, dorong saja." Ucap Bianca santai.

Samuel langsung mendorong tubuh Bianca dan tangannya tidak sengaja menyentuh oppai milik Bianca, wanita itu tersenyum mesum.

"Uh, Tuan ternyata kau juga menginginkan nya. Jangan malu-malu!"

"A..ku tidak menginginkannya, sebaiknya kau turun dari paha ku."

"Kenapa? Apa kau tidak menyukai ku? Aku cantik loh sangat cocok untuk di jadikan istri mu."

"Bianca, kau itu ku jadikan pembantu. Cepat kerjakan pekerjaan mu."

"Sudah ku kerjakan."

"Sungguh? Dan sebaiknya kau turun."

"Tidak mau! Aku ingin duduk di atas paha mu."

"Bianca, jangan buat aku menggunakan cara kasar!"

"Lakukan saja, aku tidak akan pernah turun!"

Samuel langsung bangkit dari tempat duduknya, tujuannya untuk membuat Bianca jatuh tapi wanita itu langsung memeluk Samuel dengan kuat.

"Hehehe.. Aku tidak jatuh kan." Ucap Bianca dengan kepala yang berada di dada bidang Samuel.

"Baiklah, kita tunggu berapa lama kau bertahan dengan posisi seperti itu!" Samuel tersenyum saat melihat Bianca menggelantung di tubuhnya seperti seekor kera.

Bianca yang sudah tidak kuat menopang tubuhnya pun memilih mengencangkan pegangannya pada leher Samuel yang membuat pria itu tercekik.

"Bianca, lepaskan leher ku sakit."

"Tidak mau!" Teriak Bianca.

Samuel yang tidak kuat menopang tubuh Bianca pun langsung terjatuh ke depan yang membuatnya kini berada di atas tubuh Bianca. Tangan Bianca masih memeluk erat leher Samuel, "Uh.. Punggung ku sakit." Rengek Bianca.

"Itu salahmu, lepaskan tanganmu!"

"Enggak mau." Lalu Bianca membuka matanya ia mulai menyadari posisinya dengan Samuel. "Tuan, kenapa kau sangat buru-buru ingin meniduri ku." Goda Bianca.

"Siapa yang ingin meniduri mu, cepat lepaskan."

Bianca hanya tersenyum, ia malah menarik kepala Samuel dan mendekatkannya ke dadanya yang membuat wajah Samuel memerah dan Joni miliknya berada di puncak mode on.

"Tuan!" Bianca menarik wajah Samuel yang terlihat sangat menikmati oppai milik Bianca.

"Apa kau tidak merasa bernafsu melihat ku?"

"Tentu saja tidak," jawab Samuel bohong.

Bianca segera melepaskan Samuel dan mendorong pria itu jauh dari tubuhnya.

"Ada apa denganmu, tadi kau menarik ku sekarang kau mendorong ku!"

"Sekarang aku sudah tahu, jika kau adalah pria impoten." Teriak Bianca yang membuat Samuel semakin kesal.

Pria itu langsung mentoyor kepada Bianca yang membuat Bianca memonyongkan bibirnya.

"Aku pria normal dan tidak impoten." Samuel langsung bangkit dan merapikan pakaiannya, "Bianca, sebaiknya kau cepat beli makanan atau buat makanan. Aku sangat lapar," ucap Samuel yang langsung duduk di atas sofa.

"Aku sudah membelinya tadi dan makanan nya masih hangat."

Bianca langsung bangkit dan pergi ke dapur, ia segera menyiapkan makanan yang tadi ia beli di atas meja. Setelah itu Bianca langsung memanggil Samuel untuk makan.

Bianca tersenyum dan duduk di hadapan Samuel, pria itu menyunggingkan ujung bibirnya. Sikap dan perilaku Bianca sangat bar bar dan juga mesum tapi entah kenapa Samuel sangat menyukai sikap Bianca.

"Bianca, mau sampai kapan kau melihat ku makan."

"Em.. Entahlah, kau sangat tampan dan mata ku tidak bisa berpaling untuk melihat mu."

"Apa di otakmu hanya ada pikiran seperti itu?"

"Iya."

Samuel kini selesai makan, ia langsung menyuruh Bianca untuk membersihkan piring kotor sisa makannya.

Samuel yang tengah memainkan handphone miliknya, melihat pesan yang di kirim oleh Yurika.

"Sayang, apa kau ada waktu?"

Dengan cepat Samuel membalas pesan dari Yurika.

"Entahlah, memangnya ada apa?"

"Aku ingin mengajakmu untuk makan malam di restoran, ya untuk sekedar pendekatan biar kita lebih saling kenal."

Dengan rasa malas Samuel langsung menolak ajakan Yurika.

Kini tatapan mata Samuel masih tertuju pada sosok Bianca, wanita itu nampak tengah bernyanyi riang yang membuat Samuel ingin tertawa melihatnya.

Hari sudah mulai menjelang malam, Samuel langsung buru-buru masuk ke kamarnya untuk beristirahat.

Bianca yang masih belum tidur pun langsung keluar kamar, malam ini ia ada janji dengan temannya untuk pergi ke klub malam tapi Bianca tidak bilang pada Samuel.

Bianca kini sudah menggunakan dres berwarna hitam dengan belahan yang cukup terbuka dan sangat membuat bentuk tubuh Bianca terlihat jelas.

Di saat Bianca hendak membuka pintu keluar, suara batuk Samuel langsung membuka Bianca mematung.

"Mau kemana kau?" tanya Samuel yang kini hanya menggunakan piyama tidur.

Bianca langsung berbalik melihat ke arah Samuel, "Anu.. Aku mau pergi ke rumah teman."

"Kau ingin pergi ke rumah teman mu dengan pakaian yang seperti itu?"

"Iya," jawab Bianca gugup.

"Dan di tengah malam seperti ini?"

"Ah iya, karena saat siang aku sibuk bekerja."

"Apa kau kira aku bodoh! Cepat masuk ke dalam kamar."

"Tapi-"

"Tidak ada tapi-tapian!" Samuel langsung menarik tangan Bianca dan membawanya masuk ke dalam kamar.

Terpopuler

Comments

🌸 Airyein 🌸

🌸 Airyein 🌸

Nah seret aja. Tuman ini mah 🤣🤣

2024-04-18

0

Metro Kdw

Metro Kdw

🤣🤣🤣

2023-10-31

0

Yulia Prihatin91

Yulia Prihatin91

art elit
😂😂😂😂

2023-07-12

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan pertama yang membawa kesan buruk
2 Apa kau pikir aku seperti sebuah kotoran!
3 Kabur dari rumah berujung jadi pembantu
4 Terang-terangan menggoda
5 Calon suami Yurika
6 Terang-terangan menggoda 2
7 Teman munafik
8 Ada yang berdiri tegak tapi bukan keadilan
9 Menyita handphone
10 Terpeleset
11 Antara senang dan kesal
12 Gara-gara kemampuan abal-abal mu!
13 Bilang gak mau tapi nyatanya mau
14 Saran dari Daniela
15 Pelayan cantik
16 Berita besar dari Yurika
17 Tangisan Bianca
18 Apakah ini kencan kita?
19 Siapa wanita itu?
20 Kecewa
21 Ada yang berubah
22 Sedang tidak mood
23 Teman lama
24 Jangan menangis!
25 Ciuman
26 Mabuk
27 Mabuk 2
28 Rupanya itu bukan mimpi
29 Seperti hantu yang bergentayangan
30 Surat wasiat Samuel
31 Kenyataan yang menyakitkan
32 Kekasih Bianca
33 Makan malam
34 Amarah Samuel
35 Sakit tapi tak berdarah
36 Emosi Bianca yang meluap-luap
37 Menahan rasa malu
38 Rahasia Yurika
39 Di grebek
40 Tidak tahu terimakasih
41 Awal pertemuan Bianca dan Yurika
42 Mengusir secara terhormat
43 Klarifikasi
44 Penolakan keras
45 Menginginkan bukti
46 DP duluan
47 Menyamar
48 Pertemuan tak terduga
49 Ajakan makan malam
50 Apa yang kau dapatkan dari Yurika.
51 Kejutan di pagi hari yang cerah
52 Pukulan dari ayah mertua
53 Kunjungan ke rumah sakit
54 Hidup melarat
55 Hadiah
56 Tidak merestui
57 Bianca yang mesum
58 Merestui
59 Pergi ke orang tua Samuel
60 Jatuh sakit
61 Mengunjungi diam-diam
62 Pernikahan
63 Malam pertama
64 Setelah menikah
65 Di prank
66 Bulan madu
67 Penutup
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Pertemuan pertama yang membawa kesan buruk
2
Apa kau pikir aku seperti sebuah kotoran!
3
Kabur dari rumah berujung jadi pembantu
4
Terang-terangan menggoda
5
Calon suami Yurika
6
Terang-terangan menggoda 2
7
Teman munafik
8
Ada yang berdiri tegak tapi bukan keadilan
9
Menyita handphone
10
Terpeleset
11
Antara senang dan kesal
12
Gara-gara kemampuan abal-abal mu!
13
Bilang gak mau tapi nyatanya mau
14
Saran dari Daniela
15
Pelayan cantik
16
Berita besar dari Yurika
17
Tangisan Bianca
18
Apakah ini kencan kita?
19
Siapa wanita itu?
20
Kecewa
21
Ada yang berubah
22
Sedang tidak mood
23
Teman lama
24
Jangan menangis!
25
Ciuman
26
Mabuk
27
Mabuk 2
28
Rupanya itu bukan mimpi
29
Seperti hantu yang bergentayangan
30
Surat wasiat Samuel
31
Kenyataan yang menyakitkan
32
Kekasih Bianca
33
Makan malam
34
Amarah Samuel
35
Sakit tapi tak berdarah
36
Emosi Bianca yang meluap-luap
37
Menahan rasa malu
38
Rahasia Yurika
39
Di grebek
40
Tidak tahu terimakasih
41
Awal pertemuan Bianca dan Yurika
42
Mengusir secara terhormat
43
Klarifikasi
44
Penolakan keras
45
Menginginkan bukti
46
DP duluan
47
Menyamar
48
Pertemuan tak terduga
49
Ajakan makan malam
50
Apa yang kau dapatkan dari Yurika.
51
Kejutan di pagi hari yang cerah
52
Pukulan dari ayah mertua
53
Kunjungan ke rumah sakit
54
Hidup melarat
55
Hadiah
56
Tidak merestui
57
Bianca yang mesum
58
Merestui
59
Pergi ke orang tua Samuel
60
Jatuh sakit
61
Mengunjungi diam-diam
62
Pernikahan
63
Malam pertama
64
Setelah menikah
65
Di prank
66
Bulan madu
67
Penutup

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!