Samuel berada di kantor, ia masih tidak habis pikir dengan sikap Bianca yang sangat bar bar dalam menggodanya. Tapi sebuah senyuman tiba-tiba muncul di wajah Samuel saat mengingat kembali tingkah laku Bianca.
Terdengar suara ketukan di pintu ruang kerja Samuel, "Masuk!"
"Tuan, di luar ada nona Yurika tengah menunggu anda."
"Suruh dia masuk!"
Yurika langsung masuk ke ruang kerja Samuel, wanita itu dengan senyuman manis langsung menyapa pria di depannya.
"Selamat pagi, sayang."
"Berapa kali ku bilang jangan panggil sayang, aku tidak menyukainya."
"Tapi kita sebentar lagi akan menikah."
"Lagi pula ini pernikahan ini hanyalah sandiwara, Yurika."
"Meski begitu, aku sangat menantikan pernikahan antara kita."
Samuel sangat kesal dengan pernikahan yang akan ia lakukan dengan Yurika, 1 bulan yang lalu entah kenapa ia mendapati wanita itu sudah tertidur di sampingnya dengan mata yang merah dan berkaca-kaca.
Samuel sama sekali tidak mengingat bagaimana bisa ia berakhir tidur bersama Yurika tapi Samuel merasa tidak pernah meniduri wanita itu.
"Sebaiknya kau pulang, aku masih memiliki banyak tugas."
"Baiklah, tapi kapan kau bisa datang ke rumah ku? Kedua orang tua ku sangat menantikan kedatangan mu." Yurika menatap Samuel dengan penuh harap.
"Entahlah, aku masih sibuk."
Melihat sikap acuh Samuel, Yurika hanya tersenyum wanita itu langsung mendekati Samuel dan mengeluarkan pundak pria yang akan menjadi suaminya.
"Hentikan, Yurika! Aku tidak suka."
"Kenapa Sayang, lagi pula kita akan menikah jadi ini hal wajar jika aku melakukan hal ini."
Tapi Samuel tidak menanggapi perkataan Yurika, "Sayang, bagaimana jika kita melakukannya lagi?" Ajak Yurika dengan tangan yang bermain-main di dada bidang Samuel.
"Tidak, aku tidak menginginkannya. Yurika sebaiknya kau pulang, aku masih memiliki banyak pekerjaan."
"Tapi aku masih merindukanmu," ucap Yurika yang langsung memeluk Samuel dari belakang.
"Yurika! Sebaiknya kau pulang," usir Samuel.
"Baiklah, tapi sebaiknya kita cepat menentukan tanggal pernikahan." Yurika tersenyum lalu pergi begitu saja.
Samuel hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia tidak habis pikir bagaimana bisa kini ia malah terjebak dengan wanita itu. Ia bahkan tidak mengenal wanita itu karena sebuah kecelakaan kecil yang bahkan Samuel sama sekali tidak mengingat kenapa ia bisa berakhir tidur bersama Yurika.
***
Bianca menatap senang seragam pelayan miliknya, lebih tepatnya pakaian seksi seorang pelayan dan sangat cocok dengan tubuhnya yang seperti gitar spanyol.
Terdengar suara dering ponsel milik Bianca, ia melihat nama Ibunya menelpon.
"Ada apa?"
"Kapan kau pulang?"
"Aku tidak akan pulang, apa Mama lupa jika aku sedang kabur."
"Terserah kau saja, tapi cepat pulang adikmu akan menikah?"
"Hah, menikah dengan siapa?"
"Mama juga kurang tahu, tapi kata Yurika kekasihnya itu seorang pengusaha kaya raya. Tapi kau tahu kan, selama ini dia dekat dengan banyak laki-laki dan selalu mengatakan ingin menikah tapi tidak jadi."
"Oh, tapi aku tidak peduli meski dia mau menikah sekali pun. Aku tidak akan pulang!"
"Bianca sayang, kau ini yah semakin hari semakin banyak tingkah."
"Intinya aku gak mau pulang, aku ini sedang kabur!"
"Baiklah, tapi kau sama sekali tidak membawa uang. Bagaimana jika kau pulang dulu bawa uang mu lalu setelah itu kau boleh kabur lagi."
"Memangnya kalau kabur boleh seperti itu?"
"Tentu saja boleh sayang."
"Emm... Tapi aku gak mau, lagi pula aku sudah kerja dan memiliki uang ku sendiri."
"Ya Tuhan, anak ku sudah kerja! Kau kerja apa, Bianca?"
"Aku kerja sebagai pelayan di rumah."
"Maksudnya pembantu?"
"Yups betul sekali."
"Oh my God, Bianca Mama sudah menyekolahkan kamu tinggi-tinggi tapi kau malah menjadi pembantu!"
"Mama, majikan ku bukan sembarangan orang. Dia orang kaya raya, pokoknya tipe ku banget."
"Jangan bilang dia pria tua Bangka."
"Emm.. Mungkin." Bianca sama sekali tidak mengetahui umur Samuel.
"Bianca, awas saja yah jika kau sampai membuka paha mu untuknya. Mama akan mengkuliti kalian berdua!"
"Iya yah, aku matiin dulu yah Ma. Aku masih banyak pekerjaan."
Bianca langsung mematikan panggilan dari ibunya, ia mulai memikirkan calon suami Yurika.
"Siapapun calon suaminya, aku yakin dia orang yang sangat sial." Bianca langsung tertawa saat membayangkan kelakuan Yurika yang sangat buruk.
Kini Bianca sudah menggunakan seragam pelayan yang ia beli, Bianca sangat menyukainya karena sangat seksi dan membuatnya terlihat imut.
Bianca mulai membersihkan bagian rumah, sesekali Bianca bernyanyi riang dengan menggunakan pakaian pelayan yang seksi.
Jam sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB, Bianca sudah memesan makanan untuk Samuel dan pastinya pria itu sangat suka.
Samuel kini pulang ke apartemen miliknya, ia melihat rumah sudah bersih tapi tatapannya langsung tertuju pada Bianca yang tengah menggunakan baju kurang bahan.
"Bianca, apa yang kau pakai itu!" Maki Samuel.
"Emm.. Ini seragam pelayan yang ku katakan, bagaimana lucu kan?" Bianca mulai berpura ke kanan dan ke kini memperlihatkan semua bagian pakaiannya.
Samuel hanya bisa menelan air liurnya saat melihat tubuh Bianca yang sangat indah dan besar.
Samuel langsung duduk di atas sofa, Bianca pun ikut duduk di samping pria itu.
"Ada apa?"
"Emm.. Nanti aku harus izin pulang."
"Memangnya ada apa?"
"Adik ku akan menikah."
"Adik? Bukannya keluarga Boenavista hanya memiliki satu orang anak?" Samuel mengerutkan keningnya karena yang ia tahu keluarga Bianca hanya memiliki satu anak yaitu Bianca sendiri.
"Dia adik angkat ku, namanya Yurika."
"Hah? Namanya Yurika?" Samuel langsung terkejut karena nama itu sama dengan wanita yang akan menjadi istrinya.
"Iya namanya Yurika dan ku dengar dia akan menikah, tapi aku belum tahu siapa calon suami yang mau menikahi wanita itu."
Samuel tersenyum tipis, "Memangnya kenapa, ku lihat kau seperti kurang suka."
"Tidak, hanya saja aku kasihan kepada calon suaminya. Adik angkat ku itu wajahnya sangat polos tapi aslinya tidak," bisik Bianca yang mulai bergosip.
"Sungguh? Memangnya dia orang seperti apa?"
"Em.. Aku juga kurang tahu, tapi aku pernah memergokinya tidur dengan banyak pria. Bahkan teman pria ku pernah ia tiduri, uh.. Menggelikan." Bianca langsung bergidik saat membayangkannya.
Samuel langsung terdiam, "Dan satu lagi yah, Yurika itu pernah hamil tapi karena prianya tidak mau tanggung jawab jadi bayinya dia gugurkan."
"Apa orang tuamu tahu?"
"Iya, orang tua ku tahu. Jadi mereka sempat bingung ketika mendengar Yurika akan menikah karena kedua orang tua ku tidak ingin menanggung malu jika pernikahannya tidak jadi lagi."
"Lagi?"
"Iya, mungkin ini yang keempat deh. Tapi semoga saja yang sekarang Yurika langsung nikah, di pikir-pikir kasihan juga."
Samuel terdiam, ia mulai berpikir jika Yurika telah membohonginya untuk meminta pertanggungjawaban.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
CikCintania
nda tegas perempuan pun lagi gesit menggoda🤭🤭
2024-07-22
0
Yulia Prihatin91
trik yurike jerat pria kaya harus cek CCTV suel
2023-07-12
0
Yuyun Haryanto
samuel dijebak yurika tuh
2023-04-10
1