Sepertinya Wahid sudah menunggunya sejak tadi, terlihat sekali ekspresi senangnya begitu melihat kedatangan ustad Farid dan Anin.
"Assalamualaikum!" sapa ustad Farid saat setelah memarkirkan motornya.
"Waalaikum salam!" Wahid tampak tergopoh menghampiri ustad Farid dan Anin.
"Alhamdulillah ya Allah, akhirnya ustad datang juga, saya pikir ustad kesasar dimana gitu tadi, soalnya kan kalau jalan dari sini ke GOR hanya sekitar tiga puluh menitan!"
Siapa nih yang di panggil ustad? Dia ustad? batin Anin tidak percaya.
"Ya memang tadi di ajak muter-muter sama makhluk tak kasab mata!" ucap ustad Farid membuat Anin mengerutkan keningnya.
"Syetan, ustad?" tanya Wahid lagi dan ustad Farid melirik pada gadis yang berdiri di sampingnya itu.
"Lebih menyesatkan dari pada syetan,"
"Jin, iblis, atau apa?" tanya Wahid.
Enak aja aku di bilang jin, iblis!!!! batin Anin kesal tapi ia tidak bisa menyela pembicaraan mereka berdua.
"Bukan, lebih dahsyat dari itu, kalau mau tau jawabannya baca aja Qur'an surah an-nisa ayat 76, trus jangan lupa di lanjut surah Yusuf ayat 28."
Anin yang mendengarkan cara memanggil Wahid terhadap ustad Farid, ia cukup terkejut. Ia hanya bisa menatap ustad Farid dan Wahid secara bergantian.
Yang benar dia ustad?
Anin benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Apalagi ustad Farid membawa-bawa Al Qur'an dalam ucapannya. Sungguh mengisyaratkan kalau dia cukup memiliki ilmu dalam hal itu.
"Mana kunci mobilnya?" tanya ustad Farid lagi sambil mengacungkan tangannya pada Wahid.
"Ini ustad!"
Ustad Farid pun segera mengambilnya, "Kamu mau tetap di sini atau ikut aku?" tanyanya lagi sebelum pergi.
"Memang kita mau ke mana ustad? Kita nggak nginep sini?"
"Nginep aja sendiri kalau mau di grebek sama satpam, aku mau tidur di masjid saja!" ucapnya dan berbalik, tapi ia kembali menghentikan langkahnya dan menoleh pada Anin yang masih terlalu takjub dengan pria di sampingnya itu.
"Assalamualaikum!" ucap ustad Farid dan berhasil membuat Anin tergagap di buatnya.
"Wa_, waalaikum salam!"
Setelah mendapat jawaban dari Anin, ustad Farid pun benar-benar meninggalkannya dan menuju ke mobil.
"Tunggu ustad," Wahid yang di tinggal pun segera mengambil jaketnya yang masih ia letakkan di kursi plastik berwarna biru yang ada di depan kontrakan Ayu.
"Titip Ayu ya, katakan kalau besok aku ke sini lagi!"
Anin hanya mengangukkan kepalanya melihat Wahid yang terburu-buru,
"Assalamualaikum!" ucapnya kemudian sebelum menyusul ustad Farid.
"Waalaikum salam!"
Anin masih setia di tempatnya, ia menatap kepergian mobil itu, mobil yang membawa ustad Farid dan Wahid.
Ia masih setengah percaya dengan apa yang ia alami, ia tidak tahu ini sebuah kebetulan atau sebuah jawaban atas doanya beberapa waktu lalu,
"Ahhh, sudahlah!" Anin segera menggelengkan kepalanya. Ia menghilangkan segala pikiran itu, "Ini pasti cuma gara-gara aku terlalu kepikiran sama David."
Anin pun segera melepas sepatunya dan meletakkan di rak sepatu yang ada di samping pintu,
"Assalamualaikum, aku masuk ya Yu!" ucap Anin sembari mengetuk pintu, ia tahu pasti ia tidak akan mendapat jawaban karena mungkin Ayu sekarang sudah tertidur.
Dengan begitu pelan ia menutup pintu kembali dan menguncinya, ia khawatir jika akan menggangu tidur temannya itu.
Sebelum pergi ke kamar, ia menyempatkan diri untuk ke kamar mandi, membersihkan diri agar nanti tidak menggangu Ayu karena harus keluar lagi.
Setalah lebih segar dan bersih barulah Anin masuk ke dalam kamar,
"Belum tidur?" tanya Anin dengan sedikit terkejut saat melihat temannya ternyata masih terjaga.
"Nggak bisa tidur, tadi sudah kebanyakan tidur di klinik."
Anin pun segera berjalan ke arah Ayu, ia memilih duduk di samping Ayu, mengambil selimut dan menutup kakinya dengan selimut,
"Kenapa bisa pingsan sih? Aku pikir kebiasaan pingsanmu wes mari (sudah sembuh)!"
"Wes agak mendingan sih Nin, nggak separah biyen (dulu)!"
"Sudah periksa ke dokter, opo sebab e (Apa penyebabnya)?"
"Wes (sudah)!"
"Apa?"
"Jantung lemah,"
"Tapi nggak bahaya to?"
"Insyaallah enggak! Oh iya Mas Wahid sama temennya_?" tanya Ayu begitu ingat dengan sepupunya.
"Wes pergi, mereka milih nginep di masjid, katanya besok bakal ke sini lagi!" jelas Anin sambil mulai merebahkan tubuhnya, ia begitu capek karen sedari pagi belum istirahat.
Ayu pun ikut menyusul Anin, ia menggeser tubuhnya turun hingga tiduran.
Tapi segera Anin teringat sesuatu, ia memiringkan tubuhnya ke arah Ayu yang mulai memejamkan matanya,
"Yu,"
"Hmmm?" jawab Ayu tanpa berniat membuka matanya.
"Memang benar temennya sepupu kamu seorang ustad?"
Kali ini Ayu membuka mata dan memiringkan kepalanya menghadap Anin, ia mengerutkan keningnya,
"Iya, kenapa?"
Yang bener dia ustad? Anin malah dibuat bengong dengan jawaban Ayu.
"Jangan bilang kamu ngerjain dia ya!?" Ayu menatap curiga pada temannya itu.
"Apaan sih enggak, tadi itu nggak sengaja!" jawab Anin.
"Iya kan bener kamu kerjain, pantas nggak sampek-sanpek sampai mas Wahid kebingungan di kira temennya di culik!"
"Apaan sih, tadi beneran nggak sengaja. Aku kan memang nggak bisa baca google map, masak suruh baca, ya auto nyasar dong!"
"Kirain!" ucap ayu dan ia pun kembali menghadap ke atas, mulai memejamkan matanya lagi.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
...Happy reading 🥰🥰🥰...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
Ayuk Vila Desi
kayaknya Farid kualat nih dapatnya lebih jail dari zahra
2023-10-16
0
Ayuk Vila Desi
😂😂😂🤭
2023-10-16
0
Mami Pihri An Nur
Haahaaa ustad farid waktu ktmu zahra ga suka ktnya gadis bar bar, skrng malah dpt gadis lebih bar bar dri zahra haaahaaa smg berjodoh deh
2023-07-14
0